cerita berbau dewasa, yg belum dewasa jgn coba coba baca , hehe 😅
seorang polisi muda yg sudah berpangkat komandan diumur yg masih muda 25 tahun yg sedang bertugas menangkap pelaku pemakai dan pengedar narkoba tiba tiba harus bertengkar dengan seorang gadis yg belum menginjak usia 20 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Nilam Sarii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EIGHTEEN
setelah 2 jam lamanya di kamar mandi, Rey dan Marissa keluar dengan masing masing terlilit handuk mereka.
Marissa berlari ke arah walk in closet yg ada di dalam kamar Rey
mengambil baju tidur yg tergantung indah didalam rak rak baju didalam ruangan itu.
entah sadar atau tidak Marissa memakai baju tidurnya memunggungi pintu masuk ruangan itu hingga tak sadar kehadiran Rey yg melihat utuh kegiatan Marissa yg sedang memakai baju.
senyum usil muncul dibibir Rey,berjalan dengan sangat perlahan mengambil baju yg sama dengan Marissa, pakaian tidur yg bergantung rapi milik Rey yg sedang di belakangi oleh Marissa yg sibuk mengikat rambutnya.
sementara Rey sudah selesai memakai baju baju tidur nya berjalan kembali kerah Marissa yg sibuk menguncir rambutnya.
diputarnya tubuh Marissa Hingga menghadap dirinya, tangannya dengan cepat merengkuh pinggang Marissa,semetara Marissa masih terkaget-kaget dibuatnya.
tak lama hanya se-perkian detik dirinya kaget setelahnya dia tersenyum saat Rey mulai menempelkan dahi mereka berdua. senyum manis tak luntur barang sedetikpun dari Rey. laki laki brengsek,dingin dan bermulut tajam itu hanyalah laki laki manja dan cerewet bila berhadapan dengan Marissa, seorang perempuan yg mampu mengambil hatinya dari pertengkaran kecil yg mereka alami di awal pertemuan.
kisah itu seakan menjadi kisah paling bersejarah dalam hidup Rey, dan siapa sangka perempuan pertama yg berani memarahinya di depan umum kini menjadi istri tercintanya. memang benar kata pepatah jodoh tidak akan kemana.
__
" kamu sangat cantik" kata kata yg sangat jarang dikeluarkan oleh seorang Rey,kini, kata kata itu seakan dengan mudahnya keluar saat bersama Marissa wajah cantik dan imut serta sifat polos dan blak-blakkan nya Marissa membuat seorang Rey harus bahkan wajib meruntuhkan pertahanannya.
Marissa tersenyum saat kata itu keluar dari mulut suaminya. dia bahagia hidup bersama Rey sangat bahagia.
" ayo ini sudah hampir malam kita makan dulu" ajak Rey, berjalan dengan tubuh memeluk erat Marissa, ingin rasanya Marissa mencibir Rey dengan mulutnya yg pedas tapi jempol tangan Rey yg sengaja di masukkan nya kedalam mulut Marissa membuat Marissa hanya bisa menghela nafas pasrah.
"emang sinting kelakuan suami aku"
*/*/*/
jam sudah menunjukkan jam 09 malam itu artinya sudah satu jam lebih mereka selesai makan malam,tapi Rey belum juga kembali.
tadi saat selesai makan malam, saat kaki kedua orang itu ingin menaiki undakan tangga, suara asisten pribadi Rey di perusahaan menghentikan langkah mereka.
berbisik pada Rey, setelah selesai mata Rey menatap Marissa sangat dalam, kemudian bergerak maju mencium kening dan bibir Marissa kilas
" tunggu aku oke sebentar saja ya" hanya itu setelah nya Rey meninggalkan Marissa ke ruang kerjanya.
" hah" berulang kali Marissa hanya bisa menghela nafasnya sambil menatap pintu masuk yg tidak kunjung terbuka, hanya sebentar tapi sudah satu setengah jam.
dia berdiri dan berjalan ke arah balkon disana matanya menangkap beberapa orang yg tengah berargumen dan yg membuatnya heran seorang wanita seksi yg tengah marah marah kearah suaminya yg diam memandang wanita seksi itu.
dengan kekepoan seorang Marissa, secepat kilat Marissa berlari menuruni anak tangga dan mendorong keras pintu utama rumah tersebut.
membuat Rey, asisten pribadi Rey dan jangan lupakan wanita seksi itu terlonjak kaget.
mata bingungnya melihat satu persatu dari mereka yg berdiri mematung terutama Rey, wajahnya sudah pucat pasi.
Marissa berjalan kearah Rey dan sesegera mungkin memeluk pinggang Rey dengan begitu posesif nya.
Rey kaget dan melihat kebawah di mana Marissa juga tengah menatapnya dengan wajah bertanya nya.
perlakuan Marissa menyulut api cemburu dan kemarahan wanita seksi itu.
" ya! kau siapa jangan peluk peluk, Rey punya ku" teriak wanita seksi itu.
bagus
sukses
semangat
semangat melawan pelajor