NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama
Popularitas:211.4k
Nilai: 5
Nama Author: septriani wulandari

Kalila gadis yang terlahir cantik dan lugu. Ia memutuskan untuk mengubah dan tidak memikirkan penampilan lagi sejak ia mengalami patah hati pada saat SMP. Kisah cinta pertama yang membawa dampak keterpurukan dalam hidupnya.

Suatu hari Kalila bertemu dengan seorang pria yang merupakan guru baru di sekolahnya. Ia tidak menyangka luka lama yang dipendamnya kembali bangkit hingga menyisakan rasa sakit.

Mungkinkah Kalila mampu kembali melewati hari-harinya seperti dulu? Ataukah rasa sakit itu akan terus membelenggu hidupnya?

Follow IG Author yuk
@Septriani_wulan15

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septriani wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Berharap

Bab 20 Berharap

Entah kenapa hati Kalila merasa bersalah. ‘Kenaoa aku seperti ini? Punya hubungan aja enggak!’ ucapnya kesal pada diri sendiri. Ponsel Kalila kembali bergetar dan membuat gadis cantik itu segera membuka pesannya. Melihat pesan bukan dari orang yang ditunggunya membuat hatinya merasa kesal. Kalila membuang napas kasar dan merebahkan tubuhnya sambil menatap terus ponselnya.

‘Apa harus aku membalas pesannya? Apa yang aku harus aku katakan?’ Kalila merasa binggung apa yang harus dia lakukan. Setelah berpikir cukup panjang dan menghilangkan rasa bersalahnya, Kalila akhirnya memberanikan diri membalas pesan dari Akbar.

Kalila :Pak, maaf!” karena dia binggung harus menulis apa lagi, Kalila hanya mengirimkan kata maaf saja. ‘Ah aku 'tak peduli lagi!’ ucapnya dan langsung menyimpan ponsel dan menutup wajahnya dengan bantal. Tidak butuh waktu lama ponsel Kalila langsung bergetar. Dia dengan cepat mengambil ponselnya. Seketika senyuman di wajahnya terpancar saat melihat nama siapa yang masuk di layar ponselnya.

Akbar :“Kenapa minta maaf? Enggak ada yang salah. Sudah malam, apa kamu tidak istirahat?”

Kalila :“Ya, aku harus minta maaf, karena aku baru membaca pesan Kakak.😔”

Akbar :“Hahaha ... tidak masalah Kalila. Aku juga yang salah datang diwaktu tidak tepat.” Kalila mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti dengan kata-kata 'waktu tidak tepat'. Kalila pun memberanikan diri untuk menekat tombol call. Mendapat telepon dari Kalila, Akbar merasa kaget dan langsung mengangkatnya.

“Halo!” ucap Akbar dan Kalila hanya diam. Jantungnya berdetak cukup kencang dan dia mengumpat pada dirinya sendiri dalam hati ‘kenapa lo telepon, bego!!’ gumamnya.

“La, Halo!” ucap Akbar lagi.

“Ah ... maaf, Kak! Emm ... sebenarnya aku enggak tahu kenapa aku bisa menelpon kakak. Maaf ya sudah menganggu, kalau gitu aku matiin ....” belum selesai Kalila bicara dengan cepat Akbar langsung memotongnya, “Enggak usah dimatiin. 'Kan baru telepon, kok langsung dimatiin.” Kalila langsung tersenyum dan melompat kegirangan.

“Kamu belum ngantuk?” tanya Akbar yang tidak kalah girang seperti Kalila.

“Belum. Kamu?” tanya Kalila yang merubah nada panggilannya pada Akbar.

“Belum juga. La, aku boleh tanya sesuatu?” Kalila hanya menjawabnya dengan “Emmm ....” Akbar pun mulai memberanikan diri menanyakan sesuatu yang selama ini mengganjal dalam hatinya.

“Apa kamu dan Danes menjalin hubungan? Aku lihat kalian tampak cukup dekat. Maaf kalau aku menanyakan hal pribadi, biar aku merasa tenang kalau sudah tahu kebenarannya.” Deg ... seketika Kalila kaget mendengar itu, ‘Tenang???'’ gumannya.

“Enggak! Kita hanya sebatas teman dekat aja kok. Kalau boleh tahu kenapa harus merasa tenang?” Kalila juga memberanikan diri untuk menanyakan hal itu.

“Oh ... syukurlah. La, sudah malam, kamu tidur ya! Sampai ketemu besok, La.” Tanpa menjawab pertanyaan Kalila, Akbar memutuskan teleponnya dan itu membuat dia cukup bertanya-tanya.

‘Shit!! Kenapa dia selalu membuat gue selalu berharap dan bertanya-tanya dari dulu!’ Kalila langsung menarik selimutnya berusaha untuk memejamkan matanya.

Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Akbar berhasi membuat Kalila tidak bisa memejamkan matanya. Dia hanya bisa menatap langit-langit kamarnya yang dihiasi pantulan lampu hias yang berbentuk bulan dan bintang.

‘Aaaarrrhhhh ... dasar Akbar nyebeliiiin!!!’ ucapnya kesal.

Kalila memilih memainkan game kesukaannya sampai tidak terasa waktu terus berjalan. Melihat jam di ponselnya sudah pagi, Kalila bangun dari tidur dan bergegas membersihkan dirinya. Kali ini Kalila tidak mengerai rambutnya lagi, dia memilih mengikat rambutnya tapi tetap mengunakan sedikit riasan hingga terlihat masih feminim dan cantik.

“Pagi, Mami!” sapa Kalila dengan wajah yang terlihat lesu langsung duduk di meja makan. Ana tampak aneh dengan anaknya pagi itu. Dia langsung menghampiri Kalila dan mengangkat wajah anaknya.

“De, kamu enggak tidur lagi? Mami sudah bilang jangan suka main game sampe lupa jam!” Ana langsung mengetahui kalau anaknya tidak tidur semalaman. Dulu Kalila sering seperti ini, karena dia memainkan game-nya sampai lupa waktu. Tapi kali ini bukan alasan game yang buat dia tidak bisa tidur semalaman, melainkan karena ucapan Akbar. Ana terus saja melayangkan ceramah dan Kalila hanya diam mengangguk.

“Mami, ada apa sih pagi-pagi udah ribut aja?” tanya Alaric yang baru bergabung disusul Kama yang berada di belakangnya.

“Astaga, De! Mata kamu kaya panda,” canda Kama saat melihat Kalila sambil tertawa dan duduk disampingnya. Kalila hanya melirik sinis kembarannya itu sampai Kama mengangkat dua jari menyatakan damai.

“Itu loh, anak gadis Papi. Udah tahu ujian di depan mata, malah begadang main game terus, ” keluh Ana sambil menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya. Alaric menatap Kalila sambil tersenyum.

“Ya enggak apa-apa bun, nikmati masa muda, iya enggak, De?” canda Alaric yang mendapat lirikan tajam dari istrinya. Alaric hanya tersenyum menggelengkan kepala dan menyantap makanannya.

“Lila, pokoknya hari ini terakhir kamu begadang main game ya! Bunda enggak mau lihat lagi kamu begadang lagi. Kalau sampai itu terjadi uang jajan kamu mami potong 50%, paham!” Kalila hanya mengangguk pasrah.

‘Sial aku ngantuk!’ gumamnya yang sama sekali tidak mendengar apa yang ibunya katakan, karena rasa kantuk yang berat.

Selesai sarapan, Kalila dan Kama pamit karena seperti biasa Elina sudah menjemput keduanya. Selama perjalanan menuju sekolah, Kalila memanfaatkannya untuk memejamkan matanya. Dia sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya yang sejak tadi menyerang. Elina yang melihat Kalila hanya menggelengkan kepala. Seperti Mami Ana, Elina berpikir kalau Kalila menghabiskan waktu semalaman hanya untuk memainkan game yang biasa dia mainkan.

Hari ini adalah hari terakhir ketiganya sekolah sebelum Ujian Nasional dilaksanakan. Tidak terasa sebentar lagi mereka akan melanjutkan sekolah ke tingkat lebih atas lagi. Tidak seperti Kama dan Elina yang mempersiapkan semuanya semaksimal mungkin, Kalila terkesan sangat santai, karena menurutnya tidak ada yang perlu di takutkan selama kita selama ini seudah belajar semaksimal mungkin.

“De, bangun!” ucap Kama yang berusaha membangunkan kembarannya.

“Bang, jangan ganggu aku! Ngantuk banget nih!" ucap Kalila yang masih menutup matanya.

“De, kamu dilihatin orang sesekolah loh, itu iler kamu!” mendengar itu dengan cepat Kalila bangun sambil mengusap air yang mengalir di atas pipinya.

“Abang!!” teriak Kalila kesal, Kama hanya tertawa dan melangkah masuk ke dalam sekolah. Kalila merapihkan bajunya, turun dari mobil dan dengan cepat menyusul Kama, menjitak kepalanya. Kama merasa kesakitan, sedangkan Kalila menjulurkan lidahnya dan menyusul Kama berlari kecil ke kelasnya.

~Bersambung~

1
Mommy JK 💜
Luar biasa
Susiwisnu
lanjut dooong
M. Namikaze
Desi apa Nurma?
M. Namikaze
seketika jadi mobil
M. Namikaze
masih lanjut g ini ka?
M. Namikaze: hampir setahun lho,, ada apakah ??
total 2 replies
Meili Wardiani
semangat kk akhirnya up
Heri Hidayat
akhirnya up juga.... seneng nya aq Thor
Wati_esha
Apa Nurma sedang berfirasat?
Wati_esha
Kalila begitu pengertian.
Wati_esha
Alaric .. masih ragu karena faktor umur.
Wati_esha
Apa yang akan Alaric katakan pada Akbar ya?
Wati_esha
Hmm Alaric ketahuan deh kalau membantu Akbar. 😉
Wati_esha
Akbar terlalu emosional.
adning iza
terima ksih thoorrr untuk up nya smoga sllu up smp end ya thoorrr
atteu
lupa lagi thor ceritanya
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: yuk baca lagi yuk...
author juga lanjut nulis baca lagi dr awal 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nuraisyah Syarifudin
trims thor udah up aku menunggu lama mudah2an jangan lama lagi
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: aku terharuuuu 😭😭😭😭
kirain udah ga ada yang mau baca 😭😭😭
total 1 replies
Mommy 2 R
suka
Nivia Olive
Kalo dah tamat dah baru baca biar ga kelamaan nunggu ✌️😊
Kusreni Amalo
kapan update lagi??
Nuraisyah Syarifudin
kapan up lagi udah lama thor kangen ama kalila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!