Mengisahkan seorang pemuda manja cucu dari wanita lansia yang kaya raya, Dia hidup dengan segala aturan yang diterapkan sang Oma hingga akhirnya menikah dengan gadis yang pura-pura jadi pacarnya untuk memenuhi permintaan terakhir dari wanita yang di anggap sebagai Ibunya Cinta dan juga akibat kesalah pahaman semata dari sang Oma yang menginginkan hal serupa, namun setelah menikah Oma Alima sangat terkejut saat mendapti Foto Ibu Cinta adalah mantunya yang dinikahi sirih oleh Suryo Pranoto putra tunggalnya Dua puluh tiga tahun silam. sejak kejadian itu Al dan Cinta dipisahkan karena di anggap menjalin hubungan terlarang. Banyak juga liku-liku yang mereka lalui setelah kejadian itu dari hadirnya orang ketiga dan orang yang datang dengan dendam. Apakah pernikahan Al dan Cinta adalah pernikahan sedarah? lalu bagaimana reaksi keduanya?dan bagaimana cara Al dan Cinta melewati bahtera dalam rumah tangga mereka? Baca terus setiap episode nya ya kalau ingin tahu kisah cinta kedua cucu manja Oma??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part_20 Terpesona
Selang beberapa menit lampu ruang operasi telah padam, Cinta yang kembali duduk tenang harap-harap cemas menanti kabar tentang Ibunya.
Ceklek!
Dokter Ilham keluar beserta asistennya.
Cinta tak dapat menunggu lagi dan langsung menghampiri Dokter Ilham diikuti oleh Al. "Bagaimana dengan Ibu saya Dok?" tanya Cinta dengan perasaan was was.
Dokter Ilham tersenyum. "Alhamdulilah semua berjalan lancar, Ibu Andini baik-baik saja tapi beliau masih akan dipindahkan diruang perawatan, karena beliau belum sadar kan diri," ungkap sang Dokter.
"Alhamdulilah," jawab Al dan Cinta bersamaan. "Terima kasih Dok, sudah menyelamatkan calon mertua ku," tutur Al dengan gaya menggoda Cinta.
Cinta kembali menyikut perut Al sambil menunjukkan bibirnya monyongnya tak suka. "Awas kau!" lirihnya.
"Aw, kenapa suka sekali menyikut perut ku," ledek Al yang menampakkan wajahnya yang meringis membuat Dokter Ilham dan asistennya tertawa.
"Baiklah kami permisi dulu!" pamit Sang Dokter kemudian.
"Oke Dok!" timpal Al dengan hormat.
Al pun kembali serius ketika mengingat janji nya pada Oma Alima yang Hanya memberikan waktu dirinya dua kali dua belas jam yang itu artinya sampai jam sembilan malam ini.
"Cin!" panggilnya pelan.
"Hem?" Sahut Cinta.
Al pun menelan liurnya yang mendadak seret di tenggorok kan. Permintaan nya memang gila, bahkan mungkin bisa disebut tak punya hati jika meminta Cinta pergi dengannya malam ini juga. Tapi apa boleh buat, Ia harus menyampaikan keinginannya. "ada sesuatu yang harus ku katakan?" lirihnya.
Cinta menoleh menyelusup kewajah Al. "Katakan!"
"Sebenarnya Oma meminta ku mengenalkan pacar ku malam ini dan diberi batas waktu hingga jam sembilan malam." Glek! Al kembali menelan salivanya karena tak enak hati meminta itu. "Dan... jika aku tidak membawamu sekarang, itu artinya aku harus bersedia dijodohkan," tandasnya.
"Ha?" kebiasaan Cinta melongo. "Kenapa tidak katakan sejak tadi sekarang jam berapa?" tanyanya ingin tahu.
"Masih jam tujuh," timpal Al menunjukkan jam di tangannya.
Al pun menjadi bingung dibuatnya, bukanya menjawab Cinta malah pergi meninggalkan nya. "Akh, mana mungkin dia mau karena terlalu mendadak," gumam Al menunduk dan tersenyum getir.
Tak berapa lama Cinta kembali dan menarik lengan Al. "Ayo!" ajaknya.
"Apa? kemana?" tanya Al bingung.
"Ke rumah mu lah," ketus Cinta.
Al lagi-lagi tergelak, Wajah Al berubah bak stroberi masak saat mendengar ucapan Cinta, Ia pun dengan semangat mengikuti langkah Cinta yang menggebu.
Di perjalanan, Al terlihat sedang mengutak-atik ponselnya mengirim pesan lewat WA pada seseorang.
Cinta tak perduli, toh Al adalah orang kaya yang sangat sibuk. Cinta lebih pokus menikmati berbagai menara yang menjulang tinggi kearah langit ditambah beribu-ribu lampu menghiasi Ibu kota menambah panorama kecantikan alam ini.
Malam itu Cuaca juga cerah dan angin bertiup sangat segar kearah tubuhnya karena jendela mobil memang Ia minta untuk dibuka ditambah lagi Ia belum juga mandi selama dua hari. "Oh! nikmat Tuhan manakah lagi yang kau dusta kan." begitulah perasaan damai yang kini menghinggapi hatinya kerena telah lega Ibunya sudah dioperasi dan baik-baik saja.
"Berhenti!" perintah Al pada Galih membuat Cinta terperangah kaget.
"Apakah sudah sampai?" Cinta pun mengamati tempat itu yang tepatnya adalah salon mewah. "Tapi ini_."
Tak sempat lagi melanjutkan ucapannya, Al bergegas mengajak Ia turun. "Ayo turun! mungkin kah aku membawa mu menemui Oma dalam keadaan seperti ini?" seloroh Al yang memperhatikan penampilan Cinta.
Cinta yang sadar dan mengendus bau tak sedap ditubuhnya pun akhirnya mengikutinya.
Tampa menunggu lagi, Al langsung disambut oleh sang pemilik Salon. Begitu lah ya jika orang kaya yang datang pasti Ia dengan cepat mendapat pelayanan terbaik.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Mbak Aya.
"Bawa dia untuk mandi dan dandani dia sesempurna mungkin, saya hanya punya waktu setengah jam dari sekarang!" perintahnya angkuh dan berdiri tegas memasukkan kedua tangannya kedalam saku. "O ya, buat dia menjadi wangi dan press!" ucapnya lagi sambil menengadahkan telunjuknya dengan tatapan dingin kearah sang pemilik salon.
Mbak Aya pun menelisik kewajah Cinta yang sangat kumel dan hanya memakai sendal teplek yang sudah usang.
"Ayo Nona!" ajaknya menggaet lengan Cinta.
Sesampainya di sebuah ruangan Aya menyerahkan handuk dan meminta Cinta segera membersihkan diri.
Setelah hampir lima belas menit bergelut dikamar mandi, Cinta pun segera dibantu Aya untuk mengelap sisa air ditubuhnya agar segera kering. Dengan lihai Aya langsung mendandani Cinta mengingat tinggal lima belas menit lagi waktu yang Al berikan.
"Eum, Tuan Muda itu sangat singkat memberi ku waktu, bagai mana aku bisa menyelesaikannya tepat waktu," Oceh sang pemilik salon.
Cinta hanya tersenyum menanggapinya.
Setelah selesai meng make Over Cinta, Aya pun membuat catokan sedikit cerly ke rambut Cinta kerena rambutnya cukup panjang dan mudah di bentuk. Setelah memberikan beberapa Vitamin rambut, Ia juga memakaikan gaun berwarna pink yang cukup anggun ketubuh Cinta dan sepatu H-hill yang senada.
Aya tampak berpikir keras entah apa lagi yang kurang dengan penampilan Cinta yang kini sudah berubah Seribu delapan ratus derajat. Ya Ampun, secantik apa ya Cinta kok perubahannya sedrastis itu?🤔🤔🤔🤔
Aya pun selesai dengan kesibukan yang mendesaknya lalu membawa Cinta keluar salon.
"Alamak cantiknya!" seru seorang Ibu-ibu pengunjung salon yang sedang di creambath.
Al yang nampaknya sedang sibuk menerima telpon akhirnya menoleh ketika mendengar Sang Ibu menjadi geger.
"Buat aku aja neng kecantikannya?" tukas Sang Ibu lagi yang dibalas senyuman oleh Cinta. "Kalau aku yang cantik pasti aku jadi rebutan," ujar Ibu itu kemayu.
"Ye elah Bu, sadar diri napa dah tua juga," sahut seorang Ibu lainnya.
"Huh! dengkus sang Ibu tak suka. "Biarin aja," sungut nya lagi lalu kembali tertawa menatap entah siapa yang ditatapnya.
Al ikut tersenyum akibat melihat tingkah konyol sang Ibu lalu mengakhiri telponnya. Penasaran juga Ia mendengar pujian sang Ibu pada seseorang.
Saat Al memutar tubuhnya sepertiga siku. jeng! jeng jeng!
Mata Al membulat tak percaya, Kini gadis yang Ibu itu maksud ternyata tepat berdiri dihadapannya menunjukkan sejuta keanggunan.
Al berbinar, sambil menepuk-nepuk pipinya agar bangun dari mimpi nya, mungkin Ia baru saja tengah tertidur pulas, tapi nyatanya Ia bukan di alam mimpi melainkan didunia nyata karena pipi yang Ia pukul terasa sakit.
Aya tersenyum. "Apakah ada yang kurang Tuan?" tanya Aya yang tengah memperhatikan Al masih terpesona akan bidadari yang ada didepannya.
Al menggeleng sambil masih terpukau.
"Baiklah kalau begitu saya permisi!" pungkas Aya kemudian.
Al pun menyematkan jari jemarinya ke jari jemari Cinta.
"Wah, so sweet, jadi iri liatnya, serasi dah pokoknya!" teriak Ibu itu lagi histeris sambil memegangi kedua pipinya gemes.
Al dan Cinta hanya tersenyum lalu menundukkan kepala pada mereka yang masih sibuk berdandan dan bergegas pergi dari tempat itu.
***
Mobil yang membawa Al dan Cinta memasuki pelataran Rumah yang begitu luas dan juga bangunan megah berdiri tegap disana.
Cinta terperangai saat keluar dari mobil dan melihat rumah megah itu. "Apakah ini rumah mu Al?" tanya Cinta tak percaya.
Al mengangguk disertai senyum yang menawan dari sudut bibirnya. Tak berapa lama semua menyambut kedatangan mereka. Cinta terheran-heran dan bingung saat semua menundukkan kepala.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya Cinta kemudian.
Al tak menjawab dan menggandeng lengan Cinta.
"Silahkan Tuan, Nyonya sepuh sudah menunggu!" tutur Arman dengan lembut.
Cinta menahan tangan Al yang menariknya. " Ini sudah malam, masih pantaskah aku bertamu?" bisiknya pada Al.
Nyali Cinta mendadak menciut, Ia merasa tak pantas ada disana meski cuma pura-pura jadi pacar Al.
Al pun menggenggam tangan Cinta dan membawa nya masuk tampak jawaban sedikit pun.
🙏🙏🙏🙏Jangan lupa jejak nya kawan🙏🙏🙏🙏
hay kk semua, mampir yuk di novel favorit aku, SYAHDU by otor ALFAJRY, Dan karya 1 nya lagi SANG PENAKLUK yang TAKLUK. keren deh. cus kesana ya kk2... 😉