Aileen Grizelle Azalea atau biasa disapa Aileen ini kabur dari rumahnya karena tak mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Saat kabur dari rumah,entah kenapa ia selalu bertemu dengan cowok yang selalu membuat moodnya down.
Hingga pada suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan kedua orang tuanya dan orang tua cowok yang akan dijodohkannya dengannya.Dan mereka kaget karena Aileen kabur tapi malah ditemukan berdua dengan cowok yang akan dijodohkannya.
Setelah itu apakah yang akan terjadi?
Yukkk simak ceritanya...
p.s. Jangan terlalu dianggap serius ceritanya. Ini hanya sebuah fiksi. So, enjoy aja! but, cerita ini masih banyak kekurangan. Dan bagi yang gak suka pernikahan dini, gak usah baca daripada baca tapi berkomentar yang gak enak! Okay?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kak Felly aka kak pelakor
Budayakan like & vote sebelum baca...
Happy reading
.
.
.
"Tapi Kak. It--" Aileen ingin menolak tapi Vano terkesan memaksanya. Bagimana ia bisa menolak? Ditambah ia sedang haus.
Akhirnya Aileen menerima botol itu dan meminum isinya. Baru beberapa teguk, Felly bersuara membuat Aileen berhenti minum.
"Tapi 'kan El, aku beli buat kamu. Kok malah dia yang minum," protes Felly tapi masih dengan suara yang dipaksa lembut yang didengar Aileen.
Vano merebut botol yang isinya telah ludes seperempatnya karena telah diminum Aileen. Tak terduga lagi. Vano meminum air di botol itu tepat di bekas bibir Aileen.
"Sudah aku minum 'kan?" Ucap Vano tersenyum memandang Felly.
"Hm kalau gitu gue duluan ke kelas ya," pamit Felly tersenyum paksa.
"Kenapa?" Tanya Vano karena Aileen terus memandangnya.
"Gpp. Kamu balik ke kelas kamu gih. Udah mau bel," usir Aileen dengn halus yang langsung disikut Rena.
"Gak sopan lu ama kakel," bisik Rena.
"Yaudah aku ke kelas. Kamu lain kali harus lebih hati-hati," ucap Vano mengelus lembut pucuk kepala Aileen sebelum keluar uks.
"Omg! Aileen! Itu serius kak El lembut gitu," jerit Rena tertahan.
Lagi-lagi Aileen memutar bola matanya malas. Rena terlalu lebay menurut Aileen. Dan kenapa hanya Rena yang benar-benar jadi temannya yang paling dekat.
"Lebay deh lo!"
"Eh tapi lo ngapain ke taman? Bukannya tadi lo mau ke kelas? Hayooo ngaku! Lo ngikutin kak Felly tadi 'kan?" Rena memicingkan matanya menatap Aileen.
"Huh? Gue..--"
"Udah ngaku aja. Lo ada apa-apa 'kan? Sama kak El. Tadi aja ngomongnya mesra gitu. Apa tadi? Aku kamu? Sejak kapan Aileen ngomong pake aku kamu?" Cibir Rena.
"Ya 'kan kakak kelas. Harus sopan. Gimana sih lo!" Balas Aileen tak mau kalah.
"Biasanya juga formal lu ngomongnya. Dan juga tadi perlakuan kak El itu lembut banget sama lo. Dia sempat bisik. Dibisikin apa lo? Sampe patuh gitu?"
"Ada deh. Mau tau aja lo!"
"Lin! Bibir lo gak ada bekas soto ayam 'kan? Kasian kak El yang minum bekas bibir lo!"
"Sialan lo Ren!"
"Udah yuk ke kelas udah bel nih," ucap Rena saat mendengar bunyi bel pertanda waktu istirahat telah habis. Tak lupa pula tarikannya pada lengan Aileen hingga temannya itu turun dari brankar.
"Lo bilang kek kalau mau narik. Masih sakit nih lutut gue!" Kesal Aileen.
"Lo bisa jalan kan? Gak perlu gue gendong ke kelas kan? Soalnya gue gak kuat gendong lo kek kak El!"
xxx---
Aileen bingung sekarang. Tadi aja ia dipapah Rena ke kelas. Sekarang bagaimana ia ke parkiran? Masa ia meminta bantuan Rena lagi. Bisa-bisa ia ketahuan kalau ia berangkat sama Vano. Dan artinya Rena akan semakin heboh dan curiga.
"Apa gue chat Vano aja ya. Biar jemput gue disini kalau Rena udah pulang," batin Aileen lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada suaminya.
"Lin, pulang yuk. Gue anterin lu ke parkiran deh. Sekalian gue liat yang berangkat bareng lo tadi pagi," ucap Rena dengan smirknya.
"Ah nggak usah repot-repot. Gue bisa sendiri kok. Lu pulang aja!" Usir Aileen.
"Terus lu sama siapa disini? Emang lu bisa jalan? Gak usah jual mahal gitu deh. Ayo gue bantu lo jalan ke parkiran," balas Rena.
"Sejak kapan lu sepeduli itu sama gue?" Cibir Aileen.
"Ah! Gue emang selalu peduli sama lo. Lo nya aja yang ga peka!"
"Oh ya? Tapi gue belom mau pulang."
Baru saja Rena hendak mengeluarkan protesannya, ponsel cewek itu tiba-tiba bunyi. Ia segera mengangkatnya saat melihat nama ibu negara tertera di situ.
Dengan muka kesal, Rena menyimpan ponselnya di saku.
"Yaudah gue pulang dulu. Selamat lu hari ini. Tapi lain kali gue pasti tau siapa orang itu. Bye!" Ucap Rena sebelum pergi.
Aileen geleng-geleng dibuatnya. Rena memang begitu. Cewek itu baru akan berhenti jikalau rasa keponya tuntas.
"Ehh tunggu! Bantu gue jalan sampe depan kelas!" Tahan Aileen.
"Tuh kan ujung-ujungnya lo minta tolong juga. Sekalian aja sampe parkiran napa!" Balas Rena memapah Aileen sampai depan kelas. Aileen langsung duduk di bangku yang tersedia di setiap depan kelas.
"Makasih ya Rena yang cantik. Sekarang lu pulang gihh!" Usir Aileen.
"Yaudah gue pulang. Jangan tahan gue lagi. Sekali lagi! Bye!"
Kali ini Rena sudah beneran pulang.
Aileen segera mengirimkan pesan lagi ke Vano agar segera ke kelasnya karena Rena sudah pulang. Setelah itu ia memainkan ponselnya sambil menunggu agar tidak bosan.
Aileen menghentikan aktivitasnya itu dan mendongak saat merasa ada seseorang yang berdiri di sampingnya.
"Hm pasti Vano," batin Aileen tersenyum senang. Tapi senyum Aileen langsung pudar perlahan saat yang didapatinya bukan Vano.
"Kirain Vano. Eh taunya kak Felly aka kak pelakor!" Batin Aileen lalu tersenyum paksa.
-TBC-
di hp dulu x ya... 🤗🤗🤗
padahal disini dy yg paling nyebelin