NovelToon NovelToon
Mirage

Mirage

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Romansa Modern / Konflik etika / Tamat
Popularitas:152.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shan_Neen

Mira, seorang wanita yang harus hidup berkubang di lumpur penuh dosa. Mengubur semua impiannya atas masa depan dan cinta. Bukan karena alasan klise, melainkan sebuah pembalasan dendam atas orang tuanya di masa lalu.

Masa kecilnya yang begitu keras, membuat Mira menjadi pribadi yang tangguh dan tak mudah menyerah.

Hingga ia bertemu dengan pria masa lalunya, yang selalu hadir di dalam mimpi buruknya.

Akankah pria itu akan selalu menjadi mimpi buruknya? Ataukah justru menjadi penerang jalannya yang gelap gulita?

⚠️Novel ini mungkin mengandung beberapa hal-hal negatif, mohon bijak dalam memilih bacaan🙏 jika berkenan, silakan mampir dan baca ya, jangan lupa tinggalkan kritik dan saran juga di kolom komentar😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paradise Fall

Sore hari, Mira tengah duduk di balkon apartemenya, sambil menikmati sebatang lintingan tembakau dengan sekaleng bir dingin.

Kedua bola matanya menatap jauh ke depan, di mana hanya ada pemandangan gedung-gedung pencakar langit, yang menutupi keindahan alami nan jauh di sana.

Bahkan, central park pun sampai tak bisa ia lihat dari tempatnya berada saat itu.

"Huh … membosankan," gumamnya.

Wanita cantik itu tengah berada di apartemennya seorang diri. Jangan tanya di mana Thom berada, karena ketika dia telah kembali ke tanah air, pria paruh baya itu akan sangat disibukkan dengan pekerjaannya.

Dia hanya singgah sebentar dan menumpang istirahat, sebelum ia kembali pergi untuk berkutat dengan semua kesibukannya, bahkan sebelum Mira bangun pagi tadi.

Bunyi lagu Breath dari Tailor Swift di bagian reffrainnya, menandakan bahwa ada sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel milik wanita bertubuh aduhai itu.

Mira menoleh, dan dengan malas mengulurkan tangannya untuk meraih hand phone yang tergeletak di atas meja, tepat di sisi kirinya.

Dia melihat nama yang sangat ia kenal tertera di layarnya.

"Mom Winda?" gumamnya lirih, sambil menggeser tombol hijau ke kanan.

"Halo, Mom. Ada apa?" tanya Mira langsung.

"Dasar gadis tengik. Apa tidak ada basa basi dulu setelah sekian lama kamu pergi, hah?" ujar Wanita bernama Mom Winda di seberang.

"Hahaha … ayolah, Mom. Ngapain juga aku harus basa basi sama Mommy? Kek anak kemaren aja," sahut Mira dengan terkekeh.

"Ya … ya … ya, baiklah. Terserah kau saja. Tapi nanti malam, kamu harus datang ke Paradise Fall. No debat!" seru Mom Winda.

"What? Mom, please! Aku baru aja nyampe malam tadi lho. Masih jet leg juga. Masa harus langsung kerja sih? Besok aja lah," keluh Mira, sambil meneguk bir dinginnya.

"No debat, Mir. No debat. Kita di sini keteteran banget gara-gara kurang satu personil. Tempat kita tuh makin hari makin rame, tau nggak." celoteh Mom Winda yang ditirukan oleh Mira, dengan memanyun-manyunkan bibirnya.

"Itu sih gampang, Mom. Tinggal cari aja gadis-gadis ABG yang lagi butuh duit. Kasih mereka segepok, dan suruh kerja semalam. Besoknya, pasti mereka bakal dateng lagi gara-gara keenakan nerima duit banyak dan bisa ***-*** juga, hahaha …," seloroh Mira yang semakin tergelak dengan perkataannya sendiri.

"Kamu pikir segampang itu nyarinya? Iya kalau ketemu yang model begitu, lah kalo ketemunya yang kaya kamu gimana? Pusing Mommy, Mir. Udah ah, no debat! Atau bunga utang kamu Mommy naikkan yah," ancam Mom Winda.

Mira seketika menegakkan tubuhnya yang sedari tadi bersandar di kursi santainya.

"Nggak bisa gitu dong, Mom. Seenaknya aja naikin utangku. Nggak! Ngga bisa!" tolak Mira dengan sengit.

"kalau nggak mau, ya ntar malem kesini aja. Bereskan," seru Mom Winda.

"Tapi Mom …,"

Tut! Tut! Tut!

Panggilan terputus sebelum Mira menyelesaikan kalimatnya.

"Hiiiihhh! Dasar rubah tua licik si*al*an!" ucap Mira dengan geram.

Dia kembali menyandarkan punggungnya dengan kasar, ke sandaran kursi. Ia menghisap gulungan penuh nikotin dan tar itu, lalu menghembuskan asapnya hingga mengepul memenuhi balkon apartemennya.

...💋💋💋💋💋...

Paradise Fall, sebuah tempat hiburan malam yang sedang menanjak popularitasnya beberapa tahun belakangan, karena kehadiran seorang wanita yang selalu membuat para kaum adam penasaran dan ingin menaklukannya.

Tempat itu menjadi salah satu tempat tujuan para kaum pemburu kesenangan dunia. Paradise fall terdiri dari dua lantai. Lantai pertama adalah tempat semua kegiatan hiburan malam berlangsung, di mana di sana tersedia bar yang menyediakan berbagai macam minuman dari yang tak beralkohol sama sekali, hingga yang berkadar cukup tinggi.

Sebuah panggung DJ pun selalu menyajikan musik-musik yang mengajak para pengunjungnya untuk turun ke lantai dansa dan menunjukkan aksi tergila mereka.

Di samping kiri dan kanannya, terdapat banyak tempat duduk bersekat, dengan sebuah sofa panjang berbentuk huruf U, serta sebuah meja di masing-masing biliknya.

Paradise Fall juga menyediakan jasa layanan para wanita penghibur, di mana Mom Winda sebagai bosnya, atau denga istilah lain mu*ci*kari di tempat itu.

Di bagian belakang klub, ada sebuah lorong panjang menuju ke pintu belakang. Tersedia banyak kamar-kamar yang berdereta di sepanjang lorong tersebut, yang biasa digunakan para pengunjung untuk memuaskan hasrat mereka, baik dengan pasangan yang datang bersama maupun wanita-wanita penghibur yang memang disediakan di sana.

Terdapat pula dapur di ujung lorong itu, tempat para koki menyiapkan pesanan para tamu.

Sedangkan lantai dua, terdapat ruang karyawan, ruang ganti dan make up para wanita penghibur, yang juga dijadikan base camp atau tempat berkumpul mereka di sela-sela jam kerja, serta ruangan yang biasa disebut kantor Mom Winda.

Terkesan biasa, dan serupa dengan tempat-tempat hiburan lainnya. Namun, satu hal yang istimewa di tempat ini, dan itu adalah Mira.

Bisa dibilang, Mira adalah primadona di tempat itu. Banyak pria hidung belang yang merasa tertantang, untuk membuat wanita cantik nan seksi itu men*de*sah di atas ranjang.

Sudah banyak yang mencobanya, namun tak satu pun yang bisa meruntuhkan pertahanan Mira. Para lelaki itu justru dibuat kepayahan, karena tak bisa menahan untuk segera menuntaskan hasrat mereka, karena tubuh indah dan lembah di balik padang ilalang dan pangkal paha Mira, yang membuat siapa pun merasa melayang di atas nirwana.

Malam hari, tepat pukul delapan malam. Nampak seorang wanita cantik, dengan balutan dress merah menyala ketat dengan panjang yang hanya mencapai paha atas, dan belahan dada yang turun hingga memampangkan lembah di antara dua gundukan sintalnya, serta bagian belakang yang terbuka dan hanya di halangi tali yang saling mengait menyilang.

Rambut hitam legamnya ia biarkan tergerai dengan ujungnya ia buat sedikit ikal. Serta make up bold andalannya, membuat ia terlihat semakin menawan

Heels berwarna senada dengan tinggi sepuluh sentimeter, menambah aura seksi wanita yang baru saja memasuki tempat hiburan itu.

Semua mata orang-orang yang ada di sana tertuju padanya. Para pria hidung belang, bak serigala yang tengah melihat mangsanya, dengan mulut menganga hingga liurnya hampir menetes. Tak hanya mulutnya yang menganga, namun banyak di antara mereka yang mulai bergairah hanya dengan melihat penampilan wanita cantik itu.

Sang wanita berjalan dengan percaya diri, meliuk-liukkan keindahan tubuhnya, dan melewati lautan orang yang tengah berada di lantai dansa, yang terpana dengan pesonanya.

Dia menuju ke arah bar, di mana seorang bar tender tengah berdiri di sana sambil memandangnya dengan mengangkat sebelah ujung bibirnya.

"Wellcome home, Mira!" serunya ketika si wanita tadi telah berada di hadapannya.

Wanita cantik yang mempesona semua pengunjung Paradise Fall itu tak lain adalah Mira, sang primadona.

Dia duduk di salah satu kursi yang berderet di depan bar, dengan mengangkat sebelah kakinya ke atas dan menumpukannya di atas kaki satunya lagi.

Kedua lengannya terlipat di atas meja bar, dan ia mencondongkan badannya agak ke depan.

"Berikan aku yang ringan, Sam!" pesan Mira pada sang bartender bernama Samuel itu.

"As you want," sahutnya.

Samuel meracikkan cocktail untuk Mira, dengan mencampur beberapa jenis bahan beralkohol dan non-alkohol.

Mira mengurai kedua lengannya yang terlipat, dan menumpukan sebelah sikunya ke atas meja, dan menyangga kepalanya dengan telapak tangan yang mengepal, sedangkan sebelah tangan yang lain, ia biarkan bebas begitu saja di atas meja.

Tatapannya menyapu seluruh penjuru tempat yang semakin malam semakin ramai itu, dengan suara musik DJ yang berdentum membuat gendang telinga serasa akan pecah, serta lampu disko yang cukup menyilaukan mata.

Pandangannya terhenti ketika ia melihat segerombol pria yang tengah duduk di salah satu bilik tempat duduk VIP, sedang memandangi dirinya dengan terpesona.

Dengan nakalnya, ia mengedipkan sebelah matanya ke arah para pria itu, dan tersenyum dengan begitu menggoda.

.

.

.

.

Sampai sini paham kan apa pekerjaan Mira😁

So, mulai dari sini, Othor akan kasih Warning ke para readers perihal novel ini.

Jadi, tokoh utama dari Mirage adalah seorang wanita pekerja malam atau PSK (Mo nyebut lon*te keknya kasar banget gitu ye😅)

Jadi, kalau nanti nemu hal2 yang berbau vulgar atau bahkan sangat vulgar, mohon dimaklumi ya karena ini bukan novel yang tokoh utamanya alim kek novel pertama othor🙏😊

Yang masih mau baca, silakan tunggu next eps. Jika tidak berkenan karena jalan ceritanya sedikit berani, monggo bisa skip🙏😢.

Yang udah baca, jangan lupa like dan komennya seperti biasa yah😊😁

1
Verlit Ivana
Mungkin seulas Kak kalau senyum, seutas cocok untuk tali.
*cmiiw
🐌KANG MAGERAN🐌: iya bener 😅 maaf ken🤭
total 1 replies
Verlit Ivana
mantap Kak, penggambaran tragisnya kena. /Smile/
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih kak
total 1 replies
Verlit Ivana
Kak, mungkin karena pake tanda seru ya, aku bacanya si petugas kayak sambil bentak. /Frown/.
🐌KANG MAGERAN🐌: gemes kan lihat tulisan acak-acakan
total 5 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Mercenary of El Dorado
Bundanya Pandu Pharamadina
terimakasih mbak Author sudah di ijinin baca Marathon 👍🌹❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Lingga junior mau lounching
Bundanya Pandu Pharamadina
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
❤❤❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
perasaan sudah baca, otw lagi 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
mundur alon alon sing penting tetep gadi konco yo mbak Author
Bundanya Pandu Pharamadina
semoga nanti bahagia Lingga Mira
Bundanya Pandu Pharamadina
part ulang yah kaka Author👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
ternyata yg nolong Arya(Lingga) tek kira Thomas
Bundanya Pandu Pharamadina
Lingga Mira 👍❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Mira😭😭😭😭
Bundanya Pandu Pharamadina
ada teka teki hubungan apa antara mama Mirna (Shofia) sama Thomas dan mami Ge*mo
Bundanya Pandu Pharamadina
tMira itu bukan teripang tapi anak konda
Bundanya Pandu Pharamadina
per*ek teriak per*ek duhhh🤭🤭
Bundanya Pandu Pharamadina
ihhh sampai ikutan gos²an bacanya
Bundanya Pandu Pharamadina
Mungkin Mari /Mari belum siap untuk kembali seperti dulu Lingga
Bundanya Pandu Pharamadina
mungkinkah dia(Lingga) anak dan keluarga yg di tolong Mira🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!