NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Kabar tentang Ujian dan Pagi yang Berisik

Burung-burung pipit berkicau riang di atas dahan pohon persik yang tumbuh di sudut persimpangan jalan desa Konoha. Cahaya matahari pagi yang hangat mulai mengusir sisa-sisa embun dingin yang menempel di atap-atap rumah penduduk. Kota pagi itu terasa hidup, dipenuhi oleh aroma sup miso dan panggangan ikan yang menguar dari jendela-jendela dapur yang terbuka.

Lee berjalan dengan langkah santai, kedua tangannya bertumpu di belakang kepala mangkoknya. Pakaian hijau ketatnya tampak rapi, dan beban dua ratus kilogram yang melingkar di kaki serta tangannya kini terasa seperti pakaian biasa berkat adaptasi ototnya yang luar biasa selama beberapa hari terakhir. Di sepanjang jalan, dia tidak lagi terlalu memedulikan tatapan miring dari beberapa warga. Pikirannya sedang tertuju pada satu hal yang sangat penting.

"Ujian Chuunin," gumam Lee pelan, matanya menatap langit biru yang bersih dari awan. "Kalau menghitung garis waktu dari ingatan dunia asliku, seharusnya pengumuman resmi tentang ujian itu akan dikeluarkan oleh Sandaime Hokage dalam beberapa minggu ini. Itu artinya, para shinobi dari desa lain juga akan segera berdatangan."

"Lee!!! Selamat pagi yang membara!"

Sebuah pekikan melengking yang sangat akrab memutus lamunan Lee. Dari arah belakang, Tenten berlari kecil mengejarnya dengan wajah yang tampak sedikit memerah akibat terburu-buru. Rambut sanggul kembarnya bergoyang-goyang lucu seiring dengan langkah kakinya.

"Ah, Tenten. Selamat pagi," balas Lee sambil menghentikan langkahnya dan menoleh, memberikan senyuman ramah yang kini terasa jauh lebih alami. "Kenapa kamu terburu-buru begitu? Kita masih punya waktu lima belas menit sebelum jam kumpul yang ditentukan Guru Guy."

Tenten berhenti tepat di depan Lee, membungkuk sedikit sambil memegangi lututnya untuk mengatur napas. "Hah... hah... gila, kamu jalan cepat sekali, sih! Aku mencarimu ke rumahmu tadi tapi pintunya sudah dikunci. Ada kabar besar tahu!"

Lee memiringkan kepalanya, meskipun di dalam hatinya dia sudah bisa menebak apa yang ingin disampaikan oleh gadis pengguna senjata itu. "Kabar besar apa? Apa Guru Guy menantang Kakashi-sensei duel makan ramen lagi?"

"Bukan! Ini jauh lebih serius dari sekadar duel konyol mereka!" Tenten menegakkan tubuhnya, matanya berbinar penuh semangat bercampur sedikit rasa cemas. Dia mendekatkan wajahnya ke arah Lee dan berbisik pelan, "Kudengar dari ninja medis di pos administrasi tadi pagi... Ujian Chuunin periode ini akan diadakan di desa kita! Dan yang lebih mengejutkan, ujian kali ini bersifat internasional. Desa-desa besar seperti Sunagakure, Kusagakure, bahkan Amegakure dikabarkan akan mengirimkan genin-genin terbaik mereka!"

Lee pura-pura terkejut, matanya membelalak sedikit untuk menjaga penampilannya agar tidak terlihat mencurigakan. "Internasional? Wah, itu berarti kita akan bertemu dengan banyak shinobi kuat dari luar desa, ya?"

"Benar! Dan kamu tahu apa artinya itu bagi kita?" Tenten mengepalkan tangannya ke udara, ekspresinya berubah menjadi sangat kompetitif. "Ini adalah kesempatan kita, Tim Guy, untuk menunjukkan pada seluruh dunia shinobi bahwa kita adalah angkatan terbaik! Kita sudah berlatih satu tahun lebih lama daripada genin-genin baru tahun ini seperti adiknya Sasuke atau tim-tim pemula lainnya."

"Tentu saja. Kita pasti akan lulus," kata Lee dengan nada yang sangat tenang namun penuh dengan keyakinan yang absolut.

Tenten berkedip, menatap Lee dengan ekspresi heran yang belakangan ini sering dia tunjukkan. "Kamu... tenang sekali, Lee. Biasanya kalau mendengar ada musuh kuat, kamu akan langsung melakukan push-up seribu kali di tengah jalan sambil berteriak tentang takdir masa muda."

Lee tertawa kecil, melangkah kembali berdampingan dengan Tenten menuju area latihan. "Seperti yang kukatakan kemarin, Tenten. Energinya lebih baik disimpan untuk ujian nanti. Berteriak sekarang tidak akan membuat musuh kita gemetar, bukan?"

"Benar juga, sih," gumam Tenten sambil mengetuk-ngetuk dagunya, diam-diam mengagumi perubahan kepribadian Lee yang kini terasa jauh lebih karismatik dan dewasa.

Saat mereka tiba di Area Latihan Nomor Tiga, mereka menemukan Neji sudah berdiri di sana. Remaja Hyuga itu bersandar pada salah satu tiang kayu yang masih utuh, matanya yang putih susu terpejam, dan ekspresi wajahnya sedingin es di puncak gunung. Namun, begitu merasakan kehadiran Lee, kelopak mata Neji terbuka perlahan. Tatapannya langsung terkunci pada sosok Lee.

Sejak pertukaran serangan singkat tempo hari dan demonstrasi kekuatan fisik Lee di gudang Akimichi, Neji diam-diam menghabiskan malam-malamnya dengan berlatih lebih keras dari biasanya. Ego sang jenius nomor satu telah terusik oleh seseorang yang selalu dia anggap sebagai pecundang tak bertalenta.

"Kalian terlambat dua menit," kata Neji dengan suara datar, tanpa mengalihkan pandangannya dari Lee.

"Ah, maaf, Neji! Tadi aku mengobrol sebentar dengan Lee di jalan," Tenten meminta maaf sambil tersenyum canggung, merasakan atmosfer aneh yang kembali terbangun di antara kedua rekan pria di timnya itu.

Lee hanya mengangguk kecil sebagai sapaan formal, lalu mengambil posisi berdiri yang nyaman di sisi lain lapangan. Dia bisa merasakan pandangan Neji yang tajam, namun alih-alih merasa tertekan, Reymond di dalam tubuh Lee justru merasa geli. Dia tahu betul bahwa di bawah sistem cheat miliknya yang tidak masuk akal ini, kejeniusan konvensional seperti yang dimiliki Neji sudah tidak lagi memiliki arti yang signifikan.

"Kalian sudah berkumpul, murid-muridku yang manis!"

Boom! Sebuah ledakan asap putih kecil muncul di tengah lapangan, menampilkan Might Guy yang berdiri dengan pose menunjuk ke arah langit, lengkap dengan senyum lebarnya yang memantulkan cahaya matahari pagi. "Hari ini adalah hari yang sangat istimewa! Api masa muda kita akan diuji di panggung yang lebih besar!"

"Kami sudah tahu tentang Ujian Chuunin dari Tenten, Guru Guy," potong Neji dengan nada malas, membuat pose dramatis Guy langsung membeku di tempat.

"Ah... begitu ya? Tenten, kamu cepat sekali mencari informasi!" Guy menggaruk bagian belakang kepalanya sambil tertawa canggung, mengembalikan atmosfer menjadi normal. Namun, sesaat kemudian, ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat serius. "Benar yang dikatakan Tenten. Dokumen resmi baru saja ditandatangani oleh Hokage-sama. Tim Sembilan secara resmi direkomendasikan untuk mengikuti ujian ini."

Guy berjalan mendekati ketiga muridnya, menatap mereka satu per satu dengan pandangan penuh kebanggaan yang mendalam. "Ujian ini akan sangat berbahaya. Kalian akan menghadapi pembunuh-pembunuh muda yang tidak akan ragu untuk mengambil nyawa kalian demi kelulusan. Tapi, melihat perkembangan kalian selama satu tahun ini... terutama perkembangan luar biasamu belakangan ini, Lee..." Guy menatap Lee dengan binar mata yang penuh arti. "...aku yakin tidak ada satu pun dari kalian yang akan gagal."

"Kami tidak akan mengecewakanmu, Guru Guy," ujar Lee, menjulurkan tangannya ke depan.

Tenten tersenyum lebar dan langsung meletakkan tangannya di atas tangan Lee. "Ya! Ayo kita lakukan!"

Neji terdiam sesaat, menatap tangan Lee yang dipenuhi lilitan perban baru dengan tatapan rumit. Namun, pada akhirnya, dia melangkah maju dan meletakkan tangannya di urutan paling atas. "Takdir telah membawa kita ke panggung ini. Aku akan membuktikan bahwa garis keturunan Hyuga adalah yang tertinggi."

Di bawah sinar matahari pagi yang semakin terang, Tim Guy telah mengunci tekad mereka. Namun bagi Lee, ujian ini bukan sekadar tentang pangkat Chuunin—ini adalah langkah pertamanya untuk menulis ulang sejarah dunia ini dengan tangannya sendiri.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!