NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lea

WARNING!!! BIJAKLAH MEMBACA!!! NOVEL DEWASA!!! JIKA TIDAK SUKA SKIP SAJA .

Laura Elsabeth Queen tidak menduga ia akan bertemu kembali dengan Zafran Volkofrich mantan kekasihnya, di acara ulang tahun teman sekelas mereka, 10 tahun yang lalu mereka berpisah dengan tidak damai, orang tua Laura menentang keras hubungan mereka karena Zafran pria miskin. Zafran masih sakit hati pada Laura dan ingin membalas dendam.

Di sisi lain Laura mengetahui rahasia kedua orang tuanya setelah mereka meninggal, dan kini beban berat berada di pundak Laura.

Sedangkan Zafran pria miskin itu kini telah berubah menjadi penguasa dunia bisnis.

Bagaimana kisahnya yuk baca kelanjutannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 20

Zafran hanya bisa menahannya. Ia tak ingin Laura kembali marah. Pria itu masih mengingat jelas bagaimana terakhir kali Laura berteriak padanya, suara yang menggema, penuh luka.

Perlahan Zafran mengangkat kepalanya, lalu melangkah dan berpindah duduk di samping Laura. Gadis itu pun segera mengangkat kepalanya, merasakan kaku di leher akibat ketegangan sebelumnya. Dengan pelan, Laura memijat tengkuknya, mencoba meredakan rasa nyeri.

Beberapa menit berlalu. Tak ada satu kata pun terucap. Keheningan itu justru membuat suasana terasa semakin canggung bagi Laura.

Ia tahu betul, Zafran bukan tipe pria yang senang berbasa-basi. Pria itu hanya berbicara jika perlu, dan selalu pada topik yang ia kehendaki.

“Aku…” suara Laura terdengar ragu.

“Setiap malam waktu kecil, aku selalu memandangi bintang bersama ayahku. Kami berbaring di atap rumah sampai ibuku kebingungan mencariku. Pada akhirnya, ayahku lah yang selalu dimarahi.”

Laura tertawa kecil, namun senyum itu cepat memudar, berganti dengan ekspresi masam.

Zafran melihat Laura menunduk. Dengan sembunyi-sembunyi, tangan mungil itu menyeka sudut matanya. Gadis itu sudah berusaha sekuat tenaga menahan perasaannya, namun tetap saja setitik air mata lolos.

“Kau pasti sudah tahu, bukan?” suara Zafran terdengar datar,.

“Aku dibuang oleh kedua orang tuaku di jalanan. Kisah itu bahkan menjadi bahan ejekan selama aku bersekolah.”

Zafran menatap langit malam, menyandarkan punggungnya pada kursi.

“Dan kau selalu ada di sampingku saat itu. Kau satu-satunya orang yang tidak meninggalkanku.”

Laura terdiam.

“Meski aku tahu siapa yang menyebarkannya, aku tak pernah berniat melawan." Lanjut Zafran.

“Bagiku, itu hanya tingkah kekanakan dan konyol.”

Laura menatap wajah Zafran dengan kaget. Pria itu tak pernah, bahkan sekali pun tidak pernah menyinggung masa lalunya. Dan Laura pun selama ini memilih diam, seolah kisah itu tak pernah ada.

Beberapa menit lamanya Laura terus memandangi wajah Zafran yang muram. Untuk pertama kalinya, ia melihat Zafran tampak rapuh. Ia tak mengerti mengapa pria itu tiba-tiba menceritakan semua ini padanya.

“Apa aku sangat tampan?” tanya Zafran tiba-tiba sambil menoleh.

“Kau tidak mengedipkan matamu.” lanjut Zafran.

“E-ehm…” Laura berdehem, salah tingkah. Wajahnya memerah.

"Zafran bukan pria rapuh,batin Laura kesal. Dia pria narsis dan sangat menyebalkan." Laura menarik kembali simpati yang barusan ia berikan.

“Siapa yang melakukan semua itu padamu?” tanya Laura akhirnya, memberanikan diri meski rasa takutnya begitu besar.

Zafran hanya melengkungkan bibirnya, lalu menggeleng pelan—tanda bahwa ia tak akan menjawab.

“Aku hanya ingin kau selalu berhati-hati,” ucapnya lirih. “Jangan mudah percaya pada siapa pun.”

“Termasuk kau?” Laura menyambar cepat.

“Ya,” jawab Zafran singkat, tanpa ekspresi.

Malam itu berakhir dengan kalimat yang menggantung, menyisakan perasaan canggung di antara mereka. Laura berpamitan lebih dulu untuk masuk ke kamarnya, disusul Zafran yang juga kembali ke kamarnya tanpa sepatah kata pun.

***

Pesawat telah mengudara diatas awan, perjalanan yang kedua adalah untuk menghadiri pesta ulang tahun Philip adik dari Edward assisten sekaligus sahabat Zafran.

Semenjak obrolan malam itu, Zafran seolah menarik diri dari Laura. Pria itu hanya diam dan terus fokus pada layar laptop serta ponselnya.

Bahkan Laura sangat ingat, malam hari dimana Zafran mengantar Laura menunju kamar, pria itu secara tiba-tiba berubah menjadi pria dingin yang diam tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya.

Hingga menuju ke pesawat pun, Zafran sudah lebih dulu berada di dalam pesawat dan duduk menatap layar laptopnya dengan wajah dingin, dan angkuh.

Laura tidak ingin salah bersikap, namun dengan sikap Zafran yang sekarang ini, sedikit banyak membuatnya lebih tenang karena ia dapat beristirahat melonggarkan sedikit kewaspadaannya dari apa yang akan Zafran lakukan secara tiba-tiba tehadap dirinya.

Namun ada sisi dimana Laura merasa ditinggalkan dan kesepian serta tak berguna, dengan sikap Zafran saat ini, seolah Zafran tidak ingin menatap mata Laura dan menjauhi Laura bahkan Stark kini menjadi orang ketiga diantara mereka, Stark menjadi penghubung diantara mereka.

Terakhir kali Stark mengatakan bahwa Zafran ingin Laura memakai baju casual karena kali ini acara mereka berada di pantai dan akan menaiki kapal, yang akan berlayar hingga ke samudra lepas.

Hanya butuh waktu tak kurang dari 2jam penerbangan dan kini mereka sudah sampai di tempat tujuan. Bandara pribadi yang berada di dekat pantai.

Angin khas pantai yang besar menyapa Laura, rambut panjang gadis itu berterbangan, dan dari belakang secara tiba-tiba Zafran memakaikan topi pantai pada Laura. Tanpa sepatah kata dan terus berjalan melewati gadis itu.

"Orang aneh." Gerutu Laura dalam hati.

Pesta acara ulang tahun akan di adakan malam hari di tepi pantai dan di kapal pesiar, Laura memasuki kamar yang sudah di sediakan oleh para petugas Resort. Dengan tatapan nanar Laura melihat sebuah pintu yang tepat berada di tengah-tengah kamarnya, gadis itu sudah tidak asing, pasti itu adalah pintu yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Zafran.

Laura , melihat-lihat kamar miliknya yang cukup luas dan mewah, gadis itu berdecak kagum dan dengan melenguhkan nafasnya ia berbaring di atas ranjangnya yang empuk seperti sedang berada di atas awan.

"Tubuhku lelah, bukan karena acara di Prancis tapi karena lebih banyak waktu ku berada di udara. Aku akan berendam mungkin air hangat akan mengembalikan tenagaku."

Kata Laura.

bersambung~

1
evanindia
baca ulang lagiii
Novita Sari
Luar biasa
Novita Sari
Lumayan
Yon Taek
Biasa
Bastian Sipahutar
luar biasa keren/Drool/
SariRani
Terbaik author 👍🏻👍🏻semangaaat, maaf baru baca karyamu ini di 2025, keren
Ririn Nursisminingsih
laura juga kbanyakan tingkaj udah tau suaminya cemburuan
Siti Sa'diah
🪭
Noni Diani
Luar biasa
Eka Sri lestari
baru kali ini aku baca novel nangis sesenggukan😭 paling ga bisa klo udh nyangkut org tua,
Alifah Azzahra💙💙
Mampir Thor 🥰🥰
Arini Zain
mampir thor
Rita Murwanti
satu sisi di cintai secara ugal* an satu sisi ada penderitaan ortu untuk kebahagian anaknya
juwita
mampir
Sandisalbiah
intinya suka dgn hasil imajinasimu thor.. sangat puas dan terhibur.. dan abaikan koment yg gak penting.. semangat...
Sandisalbiah
myngkinkah Dex jatuh hati pd Laura...?
Sandisalbiah
lagian di mension Zafran kan banyak penjaga dan oelayan.. jelas² merwka tau Geby sangat berbahaya tp kok begitu mudah Geby bisa masuk slm mension..? apa pengawal mension ada yg berhianat juga?
Sandisalbiah
jila Luwis bukan penghianat jd siapa... Edward juga tdk.. apakah Kate...
Sandisalbiah
leuwis bekerja sama dgn Geby.. dan saat ini leuwis memanfaatkan amneaia Laura buat mendoktrin ingatanya.. dan Geby.. apa yg dia dapat setelah ini.. zonk..
Sandisalbiah
leuwis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!