NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Duda

Terpaksa Menikahi Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:761k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Merveille

Tak ada cinta yang tersisa di dalam hati seorang Digo Uparengga. Semenjak pengkhianatan yang dilakukan oleh sang istri dengan adik kandungnya sendiri bukan hanya meninggalkan luka yang menganga di dalam hati Digo, tetapi kelainan impoten yang membuat dirinya di cap sebagai lelaki anomali.

Berbagai cara telah dia lakukan untuk menyembuhkan kelainannya. Namun, tak ada satupun yang berhasil. Hingga, ia bertemu dengan seorang gadis mabuk yang membuatnya Turn on untuk sekian lama. Tanpa pikir panjang, untuk meyakini dirinya telah sembuh dia pun meminta permintaan gila kepada gadis itu, yaitu menikah dengannya.

Apakah gadis itu bersedia menikah dengan Digo?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Merveille, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Keluarga Besar

Saran dari Dicko membuat percaya diri Arumi meningkat sedikit. Sekarang tinggal dirinya memberitahukan kepada kedua orangtuanya jika dia dan Digo akan segera menikah.

Arumi masuk ke dalam ruang perawatan sang ayah. Mulai bercerita kepada kedua orangtuanya tentang awal pertemuan dia dan Digo tentu dengan cerita karangan yang telah dia siapkan.

Saat bercerita Arumi sedikit was-was, takut jika sang ayah tak akan memberikan restu mengingat keluarga Uparengga yang memiliki segudang skandal. Namun, di lihat dari ekspresi keduanya Arumi malah terheran-heran karena keduanya menunjukkan ekspresi wajah datar-datar saja.

"Jadi apa papa dan mama setuju aku nikah sama Digo?" tanya Arumi tak berani menatap wajah kedua orangtuanya khusunya sang ayah.

Hening sejenak, hingga tiba-tiba kedua orangtuanya terkekeh bersamaan. Kepala Arumi mendongak, keningnya mengerut binggung dengan tingkah kedua orangtuanya itu.

Ada apa dengan mereka? kenapa mereka malah tertawa?

"Nduk, mama sama papa sudah menduga jika kamu memiliki hubungan spesial dengan Digo."

"Hah, darimana mama tau?" tanya Arumi kebingungan.

"Gak ada cowok yang mau ngeluarin duit sebanyak itu cuma untuk membantu seorang wanita. Pasti ada alasannya. Apalagi melihat sikap Digo ketika di sini tadi."

"Hah, emang dia kenapa?" Lagi-lagi Arumi bertanya kebingungan.

"Dia melihat kamu itu beda." Kali ini ayahnya yang bicara. Kening Arumi mengerut masih bingung dengan ucapan kedua orangtuanya. "Sebelum kamu, papa dulu pernah muda. Digo melihat kamu itu seperti melihat sesuatu yang spesial."

Ah, apa iya? Spesial darimananya?

"Jadi Papa dan Mama setuju kalau aku nikah sama Digo."

Dengan lembut, ibu Arumi menyentuh punggung sang anak. Tersenyum dan menatap sang suami yang masih terbaring lemah di ranjang pasien dengan alat bantu pernapasan.

"Semua pilihan ada di tangan kamu. Selama papa pikir itu terbaik untuk kamu papa pasti terima." Ayahnya berkata dengan suara yang begitu lemah.

"Yang terpenting adalah kebahagiaan kamu. Kalau kamu bahagia jalankan. Jika tidak, jangan." Ibunya melanjutkan.

Hati Arumi sedikit terusik. Diam-diam, dia bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia akan bahagia menjalankan pernikahan dengan Digo tanpa dasar cinta? Meskipun kedua orangtuanya telah merestui, tetapi jika mereka tau sebenarnya alasan di balik pernikahan ini apakah mereka akan tetap sebahagia ini?

Arumi memeluk tubuh lemah sang ayah. Mendekapnya erat dan tersenyum. Dia mengenyahkan semua sesuatu yang mengganggu pikirannya. Termasuk alasan dan perjanjian apa saja di balik pernikahannya dengan Digo. Biarkan ini menjadi rahasia dia dan Digo. Tak apa Arumi menjalankannya, meski tak yakin dirinya akan bahagia setidaknya dia dapat menebus rasa bersalah kepada kedua orangtuanya karena pernah mencintai orang yang salah dengan menikahi Digo yang mana membuat kedua orangtuanya bahagia.

***

Malam itu pun tiba. Dengan memakai gaun pesta pembelian Digo, Arumi siap menunjukkan dirinya di depan keluarga besar Uparengga.

Tepat pukul tujuh malam, Digo menjemput Arumi di sebuah salon di daerah Bintaro. Lelaki yang datang menggunakan mobil pajero dan pakaian semi santai sedikit berdecak dan terkagum melihat penampilan Arumi.

"Lo siap?" tanyanya sambil merentangkan tangan.

Arumi meraih tangan Digo. "Ya. Tapi sebelum itu kaya kita harus terbiasa manggil sebutan aku kamu. Biar lebih natural."

Sejenak Digo terdiam sambil menimbang-nimbang sebelum kemudian berkata, "Oke."

Mobil berwarna hitam metalik itu pun melaju memecah jalanan ibukota. Cukup lama, hingga mereka tiba di sebuah rumah semi permanen di kawasan perumahan elite tanggerang.

Kepala Arumi menengadah keluar, berdecak kagum hanya melihat pagar kayu super besar dan tinggi di depannya.

"Ini rumah kamu?" tanyanya kepada Digo.

"Iya."

Pintu pagar terbuka secara otomatis, dari dalam keluar dua penjaga berbadan kekar berjalan menghampiri. Digo pun membuka kaca mobilnya, memperlihatkan wajahnya yang tentu tak asing untuk ke dua penjaga tersebut.

"Selamat malam tuan Digo." Sapa kedua penjaga dengan ramah.

"Tolong bukain. Saya udah ada janji ketemu papi mami." Ucap Digo dengan nada begitu dingin dan sangat ketus.

"Baik, tuan." Keduanya segera berlari. Memberi perintah kepada penjaga lain di dalam sana untuk membuka pintu gerbang.

Setelah pintu gerbang terbuka, Digo menancap gas dan masuk ke dalam. Mobil berjalan pelan melewati seperti taman yang di tumbuhi tanaman langkah. Mereka juga melewati sebuah kolam dan beberapa kandang yang entah di dalamnya terdapat hewan jenis apa.

Melihat semua itu, Arumi hanya dapat berdecak dan terkagum-kagum menemukan rumah aneh bin ajaib seperti ini.

Ini rumah berasa gue masuk ke taman safari dan kebun raya Bogor.

Setelah berkendara beberapa meter akhirnya mobil berhenti tepat di depan rumah utama. Di luar sudah ada seorang pelayan lelaki yang langsung membukakan pintu setibanya mobil di depan sana.

Pintu terbuka, Arumi keluar dari dalam sana dan berdiri mematung memandangi betapa besarnya rumah di depan matanya.

"I... Ini beneran rumah kamu?" tanya Arumi sambil tetap memandangi rumah lima lantai di depannya

"Rumah kita."

Arumi tersentak kaget ketika Digo berbisik tepat di telinganya. Lelaki itu kemudian meraih tangan Arumi, menuntunnya masuk ke dalam.

Saat pintu terbuka, Arumi di kejutkan dengan banyaknya wanita berbaju pelayan membungkukkan tubuh dan berkata serentak.

"Selamat datang tuan Digo dan nona Arumi."

Jantung Arumi nyari copot saking terkejutnya dengan suara para pelayan itu.

"Di mana mami dan papi?" Digo bertanya entah di tunjukkan kepada siapa.

Dari barisan para pelayan tiba-tiba seorang pelayan paruh baya maju dan berdiri tepat di depan kami. Posisi dia masih tetap sama, berdiri dengan membungkukkan tubuhnya menghormati Digo.

"Tuan dan nyonya serta tuan steve dan istrinya telah menunggu di ruang keluarga." Setelah berkata seperti itu, pelayan paruh baya yang Arumi yakini pelayan senior itu memundurkan tubuhnya beberapa langkah untuk memberikan jalan kepada Arumi dan Digo.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Digo menarik tangan Arumi dan membawanya masuk ke dalam rumah. Entah hanya perasaan Arumi saja atau memang benar, bahwa Digo tiba-tiba saja bersikap begitu dingin kepada semua orang termasuk dia.

Langkah gadis itu sedikit terseok-seok karena tarikan tangan Digo. Arumi meringis kepada Digo dan minta untuk di lepaskan. Tapi lelaki itu seperti tidak mendengar dan malah terus menarik tangan Arumi melewati beberapa ruangan dengan ornamen mewah dan tentunya mahal.

Jantung Arumi terpacu begitu cepat. Ketakutan akan ucapan keluarga Digo semakin mengisi pikirannya. Arumi terus mensugestikan otaknya dengan saran yang di katakan Dicko kakaknya. Tapi anehnya sugesti itu tak berfungsi malah semakin membuat perasaannya tak tenang.

Tiba-tiba Digo menghentikan langkah kakinya tepat di sebuah ruangan yang letakknya di sebelah kolam renang pas. Terdengar suara tawa yang begitu nyaring mengisi ruangan itu.

Digo berjalan masuk perlahan masih dengan menyeret tangan Arumi. Dan ketika keduanya masuk tawa itu lun lenyap.

Sekejap ruangan yang di isi dua lelaki dan dua perempuan hening dan serentak mereka yang asik tertawa menoleh ke arah datangnya kami dan langsung memasang wajah serius seperti siap menginterogasi penjahat.

"Apa mereka orangtuamu?" Arumi berjinjit dan berbisik di telinga Digo.

Untuk pertama kalinya, Digo menjawab bisikan Arumi hanya dengan isyarat tangan supaya Arumi diam sebentar.

"Malam pi mi." Sapa Digo pura-pura sok hangat.

Keempatnya pun segera tersadar dan langsung tersenyum melihat kedatangan Digo. Bahkan seorang wanita paruh baya di antara mereka pun berlari dan menghambur memeluk Digo erat.

Tak ayal hal itu membuat Arumi yang masih menggenggam tangan Digo terlepas bahkan gadis itu reflek memundurkan badan dan nyaris terjungkal karena efek pelukan secara tiba-tiba wanita paruh baya berpakaian super glamor.

"Digo anakku." Tangannya mengusap rambut Digo dengan lembut.

Dan kini, Arumi dapat menyimpulkan jika wanita paruh baya yang memeluk Digo secara tiba-tiba adalah ibunya.

Namun satu hal yang membuat pandangan Arumi tak mengenakan. Bukan karena pelukan ibu dan anak, tetapi karena melihat satu wanita lagi yang hanya dia mematung seperti shock dan menahan tangis berdiri diam di sana menundukkan kepala enggan menatap Digo atau sekedar menyapa keduanya.

Hati Arumi terusik. Jiwa keponya mencuat. Arumi harus mencari tahu siapa wanita itu dan mengapa Digo menatapnya begitu lekat dan tajam menusuk.

****

1
Kaizar Kaizar
sudah pindah lapak kah??
Cahaya Lisbet
bingung.baca apa ko ga nyambung..
Greenindya
diulang nih jadi pusing 😵
Greenindya
judul bab Arumi Maharani tapi isinya Naysila
bingung euy
Eni Nuraini
happy anniversary rumi dan digo...
Eni Nuraini
pemeran diego di ranjang tuan lumpuh juga ini kan???
pokok e tampan bgt,hot duda wkwk
Eni Nuraini
gak donk...
sebenarnya kamu baik kok,iya kan?
Eni Nuraini
mau dicoba
nikah dikit ya?
Tuti
ayo kak lanjut...
Yurniati
lanjut thorr
Sahiroh
lanjut
Nunung Ningrum
lanjut😘😘😘
dimas wahyu
akhirnya muncul lagi setelah sekian purnama
v3r4
lanjut thor👍🏻
Bambang Setyo
Akhirnya lanjut.. Kirain gak bakalan dilanjut nih cerita..
MommyNu
Masih setia menanti kelanjutannya 💪
hasimnely
lanjutdonk thor......😘😘
Tuti
lanjut...jangan digantungkan critanya
Indah Rudi
lama gak up kak😑😑
Yoca Messakh
mana lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!