Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Masih tahap Revisi, jika ada typo atau pemakaian kata dan tanda baca yang salah mohon di maklumi, terima kasih.
Bagaimana caramu mendapatkan cinta dari masa lalumu?
"Baiklah! Aku beri kau dua pilihan. Pertama pergi dari sini dan jangan pernah menampakan wajahmu lagi dihadapanku, atau kedua tinggalah bersamaku akan kulupakan tentang masalalu, tapi tinggalkan ayahmu dan lupakan bahwa dia ayahmu!" ucap Jimmy memberi pilihan yang sulit untuk Michelle.
Lalu bagaimana akhir cerita cinta mereka? Baca selengkapnya disini.
Kisah yang dipenuhi cinta,tawa,dan airmata.
Cover from google,editing by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
'''Kenapa terasa begitu aneh,itu bukanlah dirinya,apa karna ucapan Gary pagi tadi?Sehingga membuatnya seperti itu,apa niat baikku telah salah diartikan?kenapa sampai saat ini aku masih tidak bisa mengerti?Sebenarnya apa yang terjadi denganku.'''Jimmy terdiam melihat Michell melangkah pergi.
Dipinggiran jalan
'''Memang seharusnya seperti ini,jangan membuatku terus merasa bersalah,walaupun kau tidak memahami,tapi setidaknya jangan membuatku menyesal,anggaplah kita tidak saling mengenal,agar tidak ada kekecewaan diantara kita,bukan aku tidak ingin berterimaksih,tapi memiliki hutang yang tidak bisa kubayar akan semakin membuatku merasa bersalah'''Michell masih menelusuri jalanan masih dengan perasaannya,mencoba membohongi dirinya sendiri,mencoba membuang rasa ketertarikan pada orang lain.
"Michell..."Livia nampak berlari mengejar Michell.
"Livia..."Michell berbalik melihat Livia berlari kearahnya.
"Kamu baik-baik saja?Aku sangat mengkhawatirkanmu"Livia langsung memeluknya.
Juan tepat dibelakangnya.
"Aku tidak apa-apa,terimaksih telah mengkhawatirkanku."Michell menenggelamkan wajahnya dibahu Livia,tanpa disadari Michell menangis.
Juan hanya bisa berdiam diri,
'''Aku tidak tau apa yang terjadi dengan mereka berdua,sepertinya tanpa disadari mereka telah jatuhcinta,Jimmy tidak bisa jujur pada hatinya,sedangkan Michell masih terbelenggu dengan masalalunya,walaupun Michell mempunyai perasaan kepada Jimmy tapi sepertinya itu tidaklah mudah,karena dia belum bisa melupakan hubungan masalalunya,akhirnya aku benar-benar mengerti kenapa Michell menutup diri,dia tidak ingin melukai siapapun,walaupun tanpa sengaja dia sudah melakukannya,aku masih berharap mereka bisa bersatu.'''
Michell menjalani aktifitasnya seperti biasa,kesekolah berlatih juga pergi ketoko.
Hari kedua
Mengabaikan Jimmy,seolah-olah tidak kenal,tapi tetap berlatih seperti biasanya.
Hari ketiga
Masih mengabaikan Jimmy,tapi tetap berlatih bersama.
Hari keempat
Masih mengabaikan Jimmy lagi dan tetap berlatih seperti biasa.
Benar-benar membuat Jimmy kebingungan,tapi dengan sikap Michell yang seperti itu,sedikit meringankan beban Michell.
"Juan,apa kamu tidak merasa mereka berdua seperti orang asing."Livia mengamati Michell dan Jimmy dari jauh.
"Aku juga merasa seperti itu."Juan terlihat serius.
"Aku jadi ikut merasa aneh melihatnya,apa ada yang bisa kita lakukan untuk mereka?Padahal lusa mereka akan berangkat kompetisi,apa kah baik bila mereka berlomba dengan keadaan seperti itu?"Livia mencoba memahami.
"Bagaimana bila ajak mereka keluar,siapa tau akan sedikit membuat mereka dekat."Juan memberi ide.
"Apa bisa berhasil?"Livia tidak yakin.
"Kita harus mencobanya kan."Juan terlihat yakin.
"Baiklah,mari laksanakan."Livia nampak semangat.
Malam hari
Michell dan Livia sudah selesai bekerja.
Keluar dari toko.
"Michell,Juan baru saja menelfon,dia ingin mengajak kita ketempatnya."Livia.
"Aku sangat lelah,bisa tidak kita pergi lain waktu?atau kamu pergi sendiri,lagipula lusa aku harus berangkat,besok aku ingin istirahat dirumah."Michell menolak.
"Ayolah,demi aku,aku ingin sekali pergi,apa kau benar-benar tega menyuruhku pergi sendiri."Livia memasang wajah memelas.
"Ahh,kamu sangat jelek dengan wajah seperti itu,baiklah aku pergi denganmu."Michell akhirnya ikut.
Club malam H
Michell tercengang melihat tempat yang dia dan Livia kunjungi,ternyata itu club malam tempat dia menjemput Jimmy.
"Livia,kau yakin ini tempatnya?"Michell ragu-ragu.
"Tentu saja,juan sudah menunggu kita."Liia menarik Michell untuk masuk.
'''Semoga saja tidak bertemu dengan pelayan yang waktu itu,atau mereka akan tau bahwa aku yang mengantar Jimmy pulang pada waktu itu.'''Michell jadi tegang.
"Ah,nona cantik,kamu datang lagi."Pelayan tempo hari.
'''Sial,kenapa pelayan ini masih mengenaliku.'''Michell terkejut.
"Nona,kau lupa denganku ya?Kamu begitu cantik dan baik,jadi aku tidak lupa denganmu."pelayan itu bicara lagi.
"Ah,iya tentu saja aku tidak lupa."Michell tersenyum terpaksa.
"Michell,memang kamu pernah kesini ya?"livia pura pura heran,padahal dia sudah curiga malam itu pasti benar-benar Michell yang mengantar pulang Jimmy.
"Tentu saja nona cantik pernah kesini,dia kan pernah menjemput pacarnya dan membawanya pulang,sungguh ak iri pada pacarnya"Akhirnya pelayan itu membongkar.
Dan ketahuan juga,
"Oh,pacar?Iya temanku ini sangat sayang sama pacarnya,makanya dia bela-belain kesini untuk menjemputnya,hehehe"livia berusaha memancing Michell untuk berkata jujur.
"Baiklah,nona-nona saya pergi dulu."Akhirnya pelayan itu pergi.
"Fiuh.."Michell menghela nafas.
"Jadi Michell,apa ada yang ingin kau bicarakan denganku soal tempo hari?"Livia terlihat begitu serius ingin mendengarkan pengakuan dari Michell secara langsung.
"Ehmm,itu,aku,bagaimana ya?"Michell masih bingung cara mengatakannya.
"Ehmm apa?Jadi tidak bisa bicara,berarti aku anggap dugaanku benar,kamu yang mengantar Jimmy pulang."Livia tersenyum,dia senang melihat Michell kebingungan.
"Iya,dugaanmu benar,tapi bisakah kau tidak memberitahukan siapapun?Aku mohon."Michell terlihat serius.
"Iya,iya..Jangan khawatir,aku bukan seorang pengkhianat,aku tidak akan membocorkannya,tapi aku tidak yakin soal Juan,soalnya club ini milik keluarganya,dan kukira Juan sudah mengetahuinya,tapi jangan khawatir dia tidak pernah memberitahukannya pada Jimmy."Livia menepuk bahu Michell.
"Fiuhh,leganya,maksih,kamu memang sahabatku.Michell memeluknya.
"Hei lepaskan tanganmu,aku tidak mau dianggap lesbian karena berpelukan denganmu,tau ga?Sekarang masuk dulu saja."Livia mencoba melepaskan tangan Michell.
"Iya,iya."Michell mengikuti Livia.
Ruang vip
Livia masuk bersama Michell,didalam sudah ada Juan dan Jimmy.
'''Ah,dugaanku benar,dia pasti disini.'''
Livia duduk bersebelahan dengan Juan,sedangkan Michell di seberang Jimmy dia memang tidak mau berdekatan dengannya.
Hening,
"Kita sudah disini,kenapa kita tidak merayakannya?Iya kan sayang"Juan merangkul Livia mencoba memecah keheningan.
"Sayang?Siapa?Merayakan apa?Kenapa hanya aku yang terkejut?Apa hanya aku yang tidak tau ada apa ini?"Jimmy merasa bingung.
"Jadi aku dan Livi sudah jadian,karena kami belum bisa merayakannya,jadi kesempatan ini kami ingin memanfaatkannya untuk merayakannya."Juan tersenyum.
Jimmy memandang kearah Michell,
'''Jadi dia juga sudah tau,sial sebagai temannya aku malah yang terakhir tau'''
"Jadi hari ini kita akan makan dan minum sepuasnya."Juan bersemangat.
Livia dan Juan menikmati makanan,Michell hanya memandangi gelasnya yang berisi Wine,dan sesekali dia menggoyangkan gelas itu,baru kemudian meminumnya sedikit demi sedikit.
Jimmy mengawasi Michell,
'''Gadis bodoh ini sepertinya sudah terbiasa dengan minuman seperti ini,tidak nampak seperti gadis miskin yang tidak pernah minum.'''
"Michell,kau tidak mencicipi makanannya?"Livia menyuapi Michel.
Michell membuka mulutnya,disuapi?Dia teringat terakhir kali ibunya menyuapinya sebelum meninggal,sepertinya itu sudah lebih dari 8 tahun yang lalu.
Michell tersenyum,dia begitu merindukan keluarganya,tanpa sadar Michell suudah minum beberapa gelas,tapi dia tidak terlalu mabuk,karena itu salah satu kelebihan Michell.
Jimmy dan Michell sama sekali tidak juga mau bicara,Juan dan Livia hanya memandang mereka,sudah tidak tau lagi apa yang harus dilakukan agar mereka mau bicara.
"Oh,minumannya habis,aku akan meminta pelayan untuk mengambilkan lagi."Juan keluar ruangan.
"Aku juga,aku akan ke kamar kecil dulu"Livia ikut pergi.