NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Sebuah Kemenangan Mutlak

Malam yang panjang di Kota Logam Hitam perlahan digantikan oleh fajar yang dingin. Kabut tipis menyelimuti alun-alun kota yang kini telah berubah menjadi kawah reruntuhan yang membeku. Sisa-sisa es dari jurus Zero-Absolute Strike milik Ethan masih memancarkan uap putih yang berdesis, menciptakan pemandangan yang sunyi sekaligus mengerikan bagi siapa saja yang berani mendekat.

Di dalam kamar terdalam kediaman Keluarga Mu yang telah dibersihkan secara taktis, keheningan terasa begitu pekat. Ethan terbaring di atas ranjang batu spiritual dengan tubuh yang sepenuhnya dibalut oleh lapisan perban khusus berteknologi nano yang dikeluarkan oleh sistem medisnya. Wajah yang biasa memancarkan ketenangan dingin kini tampak pucat pasi, dengan napas yang lambat dan berat.

[ Status Inang: Kritis Namun Stabil. ]

[ Efek Samping Overload "Zero-Absolute Strike": 87% Jaringan Meridian Mengalami Pembekuan Mikro. Kelumpuhan Energi Qi Internal: Aktif (Estimasi Durasi: 90 Hari). ]

[ Proses Regenerasi Biologis Menggunakan Cairan Genetik v3 Sedang Berjalan... Kecepatan Pemulihan: 1.2% per Hari. ]

Mu Rong duduk di tepi ranjang, tidak pernah beranjak seinci pun sejak membawa Ethan kembali dari medan laga. Tangannya yang lembut terus menggenggam tangan Ethan yang terasa sedingin es. Di samping tempat tidur, baskom berisi air hangat dan ramuan herbal spiritual yang ia racik sendiri telah mendingin berkali-kali.

"Kalkulasi taktis yang bodoh, Ethan..." bisik Mu Rong dengan suara parau, menatap wajah pria itu dengan tatapan yang bercampur antara rasa bersalah, kekhawatiran, dan cinta yang mendalam. "Kau selalu berbicara tentang efisiensi dan probabilitas, tapi kau mempertaruhkan nyawamu sendiri sampai seperti ini."

Meskipun sistem zirah cyber Ethan mampu melakukan perbaikan seluler, kerusakan pada fondasi spiritual akibat memaksa energi melampaui batas Ranah Pondasi Spiritual bukanlah sesuatu yang bisa disembuhkan dengan teknologi semata. Ini adalah benturan hukum alam yang nyata, dan Ethan harus membayar harga yang mahal untuk kemenangan tersebut.

Pintu aula depan kediaman diketuk dengan sangat perlahan dan penuh kehati-hatian. Manajer Qian melangkah masuk dengan kepala tertunduk dalam, tidak berani mengangkat pandangannya karena merasakan tekanan atmosfer yang berat dari sosok Mu Rong yang sedang menjaga Ethan.

"Nona Mu Rong..." Manajer Qian berbisik. "Hamba datang untuk melaporkan situasi kota. Sesuai perintah Tuan Muda Ethan sebelum pingsan, seluruh aset dari tiga sekte besar telah sepenuhnya disegel. Sisa-sisa jasad Penatua Liu dan Zhao telah dibersihkan, sedangkan Penatua Wu... saat ini dikurung di dalam penjara bawah tanah dengan rantai penekan Qi paling tebal."

Mu Rong perlahan melepaskan tangan Ethan, lalu berdiri memutar tubuhnya. Ketika ia menghadap Manajer Qian, kelembutan yang baru saja ia tunjukkan pada Ethan lenyap seketika, digantikan oleh aura dingin dan tegas yang siap mempertahankan takhtanya.

"Apakah ada pergerakan mencurigakan dari sekte-sekte kecil lainnya di Kota Logam Hitam?" tanya Mu Rong, suaranya terdengar seperti bilah pedang yang diasah.

"Tidak ada yang berani, Nona! Kematian tiga ahli Inti Emas dari Sekte Sanca Suci telah membuat seluruh kota mengira bahwa Tuan Muda Ethan adalah reinkarnasi dari keabadian Langit Ketiga. Mereka semua ketakutan setengah mati," jawab Manajer Qian dengan tubuh gemetar. Namun, ia ragu-sejenak sebelum melanjutkan, "Hanya saja... berita ini pasti sudah menyebar melalui jimat transmisi rahasia menuju markas besar Sekte Sanca Suci di Wilayah Pusat. Kita mungkin hanya memiliki waktu beberapa minggu sebelum tentara mereka yang sebenarnya datang."

Mu Rong mengepalkan tangannya di balik lengan bajunya. Ethan saat ini lumpuh total dan tidak bisa bertarung selama tiga bulan. Jika musuh baru datang sekarang, Kota Logam Hitam akan runtuh dalam sekejap.

"Manajer Qian, gunakan seluruh pasokan Intisari Logam Hitam yang tersisa untuk memperkuat formasi pertahanan elektromagnetik luar kota yang dibangun Ethan. Jangan biarkan siapapun keluar atau masuk kota tanpa izin tertulis dariku. Blokade total informasi kota ini dari dunia luar!" perintah Mu Rong tegas.

"Hamba laksanakan!" Manajer Qian membungkuk hormat lalu buru-buru mundur untuk menjalankan perintah.

Setelah Manajer Qian pergi, Mu Rong melangkah menuju ruang bawah tanah kediaman. Di sana, di dalam sel yang dilapisi oleh teknologi jaring elektromagnetik statis milik sistem Ethan, Penatua Wu tergantung lemas dengan rantai spiritual yang mengikat anggota tubuhnya. Wajah pria tua yang dulunya angkuh itu kini dipenuhi kerutan dalam, matanya redup, dan dantiannya yang hancur membuatnya tampak seperti pengemis tua yang ringkih.

TAP. TAP.

Suara langkah kaki Mu Rong menggema di lorong bawah tanah yang lembap. Penatua Wu perlahan mendongakkan kepalanya yang kotor, menatap Mu Rong dengan senyum getir yang penuh keputusasaan.

"Nona muda dari Keluarga Mu... pria yang dekat denganmu itu, benar-benar seorang monster," bisik Penatua Wu dengan suara serak. "Dia menghancurkan Inti Emasku, merampas kultivasiku yang telah kubangun selama tiga ratus tahun... dalam satu kedipan mata."

Mu Rong berhenti di depan jaring elektromagnetik, menatapnya tanpa rasa iba sedikit pun. "Kau mencoba membunuhnya dengan jimat penghancur diri, Penatua Wu. Apa yang kau terima hari ini adalah akibat dari kalkulasimu sendiri. Sekarang, katakan padaku... berapa banyak ahli Ranah Inti Emas yang tersisa di markas besar Sekte Sanca Suci?"

Penatua Wu tertawa kecil, batuk mengeluarkan darah hitam. "Mengapa aku harus memberi tahumu? Agar kalian bisa bersiap? Biarkan aku memberi tahu kalian satu hal... Pemimpin Sekte kami, Leluhur Sanca Suci, telah mencapai Ranah Inti Emas Tahap Akhir dan berada di ambang menembus Ranah Jiwa Baru (Nascent Soul). Begitu dia tahu tiga penatua agungnya tewas di tempat terpencil ini, dia sendiri yang akan turun memimpin sepuluh ribu murid untuk meratakan Kota Logam Hitam!"

Mendengar informasi tersebut, jantung Mu Rong berdenyut kencang. Ranah Inti Emas Tahap Akhir adalah eksistensi yang sepenuhnya berbeda dari tiga penatua yang mereka hadapi kemarin.

Tiba-tiba, sebuah suara yang familier, meskipun agak lemah, terdengar dari arah tangga pintu masuk ruang bawah tanah.

"Informasi yang sangat berharga, Penatua Wu. Terima kasih telah memperbarui basis dataku."

Mu Rong tersentak kaget dan langsung menoleh. Di sana, Ethan berdiri sambil bersandar pada dinding batu lorong. Ia tidak lagi mengenakan zirah bajunya, melainkan jubah kain hitam biasa. Tubuhnya masih dibalut perban nano di beberapa bagian, dan wajahnya masih pucat, namun sepasang mata kelamnya telah kembali memancarkan kilatan kecerdasan taktis yang tajam.

"Ethan! Kenapa kau bangun?! Tubuhmu—" Mu Rong melesat maju, langsung menopang lengan Ethan dengan cemas.

Ethan tersenyum tipis, menatap Mu Rong dengan kehangatan yang langka. "Sistemku mendeteksi peningkatan detak jantungmu dari jarak jauh, Rong'er. Aku tidak bisa membiarkan saudagar informasiku menakut-nakuti dirimu."

Ethan menoleh kembali ke arah Penatua Wu yang membelalakkan mata melihat pria yang kemarin sekarat kini sudah bisa berjalan kembali. Ethan mengangkat tangan kanannya yang memegang sebuah perangkat siber berbentuk kubus hologram kecil yang menampilkan sisa poin sistemnya: 59.750 Poin.

"Tiga bulan tanpa energi Qi memang merupakan batasan taktis yang berat," ucap Ethan dingin sambil menatap proyeksi hologram di depannya. "Namun, hukum kuantum tidak membutuhkan meridian untuk bekerja. Dengan poin yang tersisa ini, aku tidak perlu menunggu tiga bulan untuk menghadapi Pemimpin Sekte kalian. Rong'er... panggil Manajer Qian. Kita akan mengubah seluruh kota ini menjadi satu pabrik senjata otomatis berskala makro. Perang yang sesungguhnya melawan Sektor Pusat... baru saja dimulai dari atas cetak biru ini."

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!