NovelToon NovelToon
Unexpected Marriage

Unexpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Action / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: chiechi

Cerita berlatarkan negara luar

Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.

"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.

*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.

"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.

"A-apa?"

"Menikahlah dengan ku."

Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.

Simak yuk 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pagi hari, Meira terbangun lebih pagi dari biasanya, dengan kepala yang masih sedikit pusing ia membuka mata nya perlahan dan terlihat samar-samar seseorang yang tengah tertidur dengan posisi duduk di sebuah kursi di sampingnya. Ia melihat sekeliling kamar dengan secara seksama.

"ini benar kamarku, tapi kenapa ada. . ." potongan nya terhenti ketika ia melihat ke arah Alexi.

"astaga!! manusia kutub kenapa dia bisa disini?" gumam Meira.

"apa kau sudah baikan?" tanya Alexi dengan mata yang masih terpejam.

Sontak suara Alexi membuat Meira kaget dan kembali berpura-pura tidur. Alexi membuka matanya dan beranjak dari tempatnya, ia pergi keluar dari kamar Meira tanpa sepatah kata. Setelah mengetahui pria itu telah pergi, gadis itu kembali membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia mengetap-ngetipkan matanya berharap kalau semua itu hanyalah mimpi.

"gila...!! kenapa bayangan pria menyebalkan itu selalu mengikuti ku?" rengek Meira sambil mengacak-acak rambutnya.

Tiba-tiba tercium aroma masakan yang begitu menggugah selera, Meira beranjak dari tempat tidurnya dan mengikuti asal aroma masakan itu berasal. Ia berjalan keluar kamarnya dan langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang pria sedang masak di dapurnya. "OMG! siapa yang telah berani masuk ke rumah ku?" gimana Meira membalikkan badannya hingga membelakangi pria itu.

Untuk menjaga diri, ia mengambil sebuah pemukul baseball dan berjalan mengandap-ngendap menghampiri pria yang sedang berada di dapur nya itu. "hiiiaaatttt....." teriak Meira sambil mengarahkan pemukul baseball itu ke arah pria tersebut. Namun dengan ketangkasannya, Alexi berbalik dan menahan pemukul itu dengan sebelah tangannya.

"apa ini cara mu berterimakasih hah?" ucap Alexi dengan pose yang begitu cool.

"kau!! ngapain di dapur ku? dan apa maksud mu aku harus berterimakasih?"

"dasar gadis kecil yang barbar, simpan itu sebelum melukai dirimu sendiri." ucap Alexi sambil menurunkan tangan Meira yang masih menggenggam pemukul itu di hadapannya.

Alexi pun melanjutkan masaknya dan menyajikannya di sebuah meja makan. Sementara dengan gadis itu, ia masih terdiam melongo melihat tingkah pria di hadapannya. Dengan santainya Alexi duduk dan makan masakannya sendiri tanpa menawari gadis yang masih terdiam di tempatnya.

braakkk....

Meira menggebrak meja dan membuat pria itu menghentikan sarapannya.

"kamu pikir kamu siapa hah?! seenaknya numpang tidur dan makan di rumah orang!"

"ch, duduklah."

Meira menarik sebuah kursi dan duduk di hadapan pria yang menurutnya menyebalkan. Alexi kembali mengambil alat makannya dan membagi makanan nya dengan Meira.

"makanlah, kau pasti kelaparan karena telah membuang tenaga secara cuma-cuma."

"apa peduli mu?"

"dan siapa juga yang mau makan masakan mu? siapa tau kamu memasukan racun di dalamnya."

"aku gak membuat penawaran dua kali, jika kamu gak mau ya udah."

Alexi kembali menarik makanan nya dan makan sendiri dengan pesona yang begitu menggoda. Meira hanya melongo menatapnya sambil memegang perut yang nyatanya memang lapar. "aisshhh... menyebalkan!" ucap Meira yang kembali masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya. Di dalam sebuah kamar mandi, ia teringat dengan kejadian semalam tentang dirinya yang berada di sebuah club malam bersama dengan Sakha.

"kenapa bisa tiba-tiba dia disini? apa yang sebenarnya terjadi?"

"manusia kutub yang begitu misterius, telah banyak hal yang dia lakukan tapi aku gak tau alasan nya apa." sambung Meira sambil berendam di sebuah bathtub.

Selesai membersihkan dirinya, Meira kembali ke ruang tengah dan lagi-lagi ia mendapati Alexi yang sedang duduk santai dengan sebuah berkas di hadapannya.

"kenapa kau masih disini? apa waktu luang mu terlalu banyak?" tanya Meira dengan begitu ketus.

"duduk, dan baca ini." ucap Alexi menyodorkan berkas itu.

"apa ini?"

Pria itu hanya terdiam dan membiarkan Meira membaca berkas yang di bawakan nya. "apa maksud semua ini? kemarin kau menculik ku dan membawa ku bertemu dengan orangtua mu, lalu sekarang....?" ucapan Meira terhenti, ia membuang nafas kesal nya dan mengalihkan pandangan nya.

Dengan wajah yang datar serta sikap santai nya Alexi menikmati sebuah apel yang berada di tangannya, dan mengabaikan Meira yang sedang menuntut penjelasan dengan semua yang dia lakukan. "aisshh.. benar-benar menjengkelkan." gumam Meira.

"dimana kamu menemui mama ku?"

"villa"

"tapi untuk apa semua ini?"

"tentu saja menikahi mu."

"aku gak mau menikah dengan siapapun dan pria mana pun!"

"tapi nyonya Yoona telah memberikan mu untuk ku, bagaimana dengan itu?"

"semenjak kejadian itu, dia bukan mama ku lagi!"

"dan sekarang, pergilah jangan pernah ganggu aku lagi!"

Meira menarik tangan Alexi dan menyeretnya keluar, ia menutup pintu dan menguncinya. Gadis itu pun bersandar pada sebuah pintu dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "kenapa mama mau menurutinya? kenapa dia memberikan aku pada pria itu dengan begitu saja?" hanya kedua pertanyaan itu yang kini berputar di kepala Meira.

*

Sebuah perjalan Alexi menuju perusahaannya.

"seperti nya mereka bergerak lebih cepat dari perkiraan." ucap Nino.

Alexi hanya menyeringai, terlihat seperti ia telah merencanakan sesuatu. "biarkan dia melakukan apapun sesukanya."

"tapi tuan, ini semua menyangkut NH."

"tenanglah, kita bicarakan nanti di perusahaan."

"baik tuan."

Tak butuh waktu lama akhirnya Alexi telah sampai di sebuah perusahaan, Ia keluar dari mobilnya dan dan langsung di sambut dengan beberapa wartawan yang telah menunggu nya. Beberapa pertanyaan mereka ajukan mengenai masalah produk makanan yang di pasarkan tidak layak edar karena tida memenuhi persyaratan.

Dengan santainya Alexi berjalan melewati kerumunan para wartawan yang di halangi oleh beberapa orang bawahannya. Setelah sampai di ruangan pribadinya, ia membuka laptop nya dan mengirimkan sebuah email pada seseorang.

"tuan bagaimana anda menanggapi semua ini? bukankah ini jelas-jelas pencemaran nama baik perusahaan?" tanya Nino.

"hubungi manager produksi, suruh dia untuk klarifikasi."

"dan segera tarik orang yang di tugaskan bekerja di grup Florence." sambung Alexi.

"baik tuan."

"sungguh trik yang licik." gumam Alexi.

**

Sementara itu di tempat lain, Meira kini telah berada di perusahaan nya, ia tengah sibuk dengan beberapa berkas yang telah menumpuk di hadapannya.

tok tok tok. . .

"permisi non, ini ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani." ucap sekretaris Bai yang membawa beberapa berkas.

Tanpa membaca terlebih dulu, Meira menandatangi semua berkas itu, karena rasa kepercayaannya pada sekretaris Bai yang telah lama menjadi tangan kanan mendiang papa nya. Setelah mendapatkan tandatangan Meira, sekretaris Bai segera kembali.

"pak Bai tunggu." ucap Meira menghentikan langkah pria itu.

"ya?"

"kapan terakhir Sakha kesini?"

"dua hari lalu tuan muda Sakha mengontrol, tapi hari ini katanya dia akan kemari untuk bertemu dengan non."

"baiklah."

Sekretaris Bai akhirnya bernafas dengan lega karena Meira tidak mencurigainya sama sekali.

***

Bersambung. . .

Mohon dukungannya jangan lupa like dan kasih gift makasih 🙏☺️

1
Jiong Fauziyah
thor apa kamu mengantuk
Jiong Fauziyah
katanya pinterrr gimana seh
Jiong Fauziyah
harusnya ayumy kan
Jiong Fauziyah
Meira Meira
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
Jiong Fauziyah
kadang suka keuheul ka tokoh cerita anu hese di bejaana.
Jiong Fauziyah
aseek suthornya ngantuk ya harusnya Lexy thoor bukan Nino😁🙏
Jiong Fauziyah
apakah ruang Presdir bisa dengan mudah ditemukan oleh orang yang baru pertama kali memasuki kantor?
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan
Ni MadeRose Kartoediharjoe
aku nangis thor...nyesek banget ya😭
Anita Kumala Sari
meira juga oon dh punya laki msu aja diajak pergi cwo, biar kt sodara jg bisa jahat ah P. A
Anita Kumala Sari
hhaahh gampang amat, apa dksh obat tidur...
fian widy
👍🏻
Marhaban ya Nur17
ih g kelar" konflik 😀 cmn muter" itu doank
Marhaban ya Nur17
y kan akting
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap lu berdua wkwkkw
Marhaban ya Nur17
alexi lg ekting kali y 😁 pura" tuh ama yuri
Marhaban ya Nur17
lagian lakinya udh bilang supaya jangan dekat" ama devan eh malah msh mau aja diajak keluar 🤔 oon padahal kuliah huufff
Marhaban ya Nur17
apakabar Lexi tuh di bar
Marhaban ya Nur17
sukurin lu sok" an se , lembek lu g tegas sikapnya
Marhaban ya Nur17
klasik ,,, di campur sesuatu keminuman
Marhaban ya Nur17
meira sok"an tau se klo ada apa" diem bae g bilang" uh capek kaya gini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!