King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seragam Amelia
Semua murid kelas sepuluh B berkumpul di lapangan. Mata pelajaran pertama kelas sepuluh B olahraga. Jadi semua murid di suruh berkumpul di lapangan.
Guru membunyikan peluitnya. Semua murid yang tadinya asik mengobrol seketika diam. Karena kalau mereka masih melanjutkan mengobrol, maka mereka akan kena hukuman.
" Ayo anak-anak, sekarang kalian lari satu putaran"
" Ya Pak"
" Nggak boleh malas-malasan, kalau kalian masih ngeluh, bapak tambah lagi satu putaran"
Murid sepuluh B pun lari satu putaran. Mereka paling malas kalau di suruh lari mengelilingi lapangan. Apalagi anak-anak cewek, mereka paling nggak suka lari.
Berbeda dengan Queenza dan Amelia, kedua gadis itu sangat semangat kari pagi. Queenza kadang nggak sempat lari pagi, jadi dia memanfaatkan kesempatan ini untuk membakar kalorinya.
" Liat Monika dan teman-temannya, Queen"
" Biasa anak-anak manja, makanya baru lari sebentar saja mereka sudah sesak nafas"
Queenza dari kecil sudah terbiasa olahraga pagi. Karena kedua orang tuanya juga suka berolahraga. Entah itu joging, renang atau senam.
" Monika, ayo cepat lari. Kamu sudah ketinggalan jauh sama teman-teman kamu yang lain"
" Capek Pak"
" Nggak ada alasan, cepat lari. Kalau tidak tambah satu putaran lagi"
Monika dan teman-temannya kesal sama guru olahraga. Padahal mereka beneran sudah capek, tapi tetap aja di suruh lari. Kan mereka nggak biasa lari pagi.
" Ayo semangat larinya. Biar tubuh kalian sehat, jadi biasakan lari lagi"
Beberapa murid sudah ada yang mau menyelesaikan satu putaran. Begitu juga dengan Queenza dan Amelia.
" Alhamdulillah akhirnya selesai juga satu putaran" ucap Amelia.
Queenza dan Amelia minum dulu. Kebetulan pak guru sudah menyediakan air mineral kemasan untuk mereka.
" Segera ya Queen "
" Iya Mel "
Queenza melihat Monika dan teman-temannya masih jauh tertinggal dibelakang.
" Coba kalian Monika dan teman-temannya, mereka sepertinya kecapean"
" Biarkan saja, makanya jangan manja"
Ada banyak lagi obrolan teman sekelasnya. Queenza hanya mendengarkan saja. Ia tidak ingin ikut campur. Tapi kalau Monika yang duluan mengusik, lain lagi ceritanya.
Akhirnya semua murid sudah menyelesaikan satu putaran. Begitu juga dengan Monika dan teman-temannya.
" Gila capek banget"
" Iya, kaya besok kita harus sering lari pagi deh"
" Kamu benar Vel, gue sampai ngos-ngosan gini" kata Viona.
" Coba liat cewek miskin itu. Dia terlihat sangat senang karena lebih dulu menyelesaikan larinya " kata Friska.
" Gimana kalau nanti kita kerjain dia"
" Setuju, gue juga nggak suka sama cewek miskin itu "
" Kalian lihat kemarin dia sudah pandai melawan kita"
" Itu karena adanya si Queenza itu. Coba kalau tidak, mana mungkin dia berani melawan kita"
Monika dan teman-temannya berencana akan mengerjai Amelia. Mereka sudah lama tidak bermain-main dengan cewek miskin itu.
" Baiklah anak-anak, sekarang kita lakukan kegiatan berikutnya "
" Ada lagi Pak"
" Tentu saja, kita akan belajar lempar cakram "
Pak guru minta tolong beberapa orang anak cowok, untuk mengambil alatnya. Alat itu berbentuk piringan pipih.
Murid cowok itu mengambil cakram di tempat penyimpanan barang-barang olahraga. Mereka membawa beberapa cakram itu ke lapangan.
Berat cakram itu bermacam-macam. Untuk laki-laki beratnya dua kilo. Sedangkan untuk wanita beratnya satu kilo.
" Bapak akan mencontohkan cara melempar cakramnya. Kalian semua perhatian, nanti ketika mempraktekkan nya tidak salah. Kalau salah, bisa-bisa tangan kalian akan sakit"
Queenza dan Amelia memperhatikan pak guru. Begitu juga dengan murid yang lain, mereka tidak ingin cidera nanti saat melakukan latihan.
" Lihat posisi badan dan juga kaki bapak. Kalau kalian melakukan seperti yang bapak contohkan ini, maka kalian pasti akan baik-baik saja"
Olahraga ini melatih kekuatan otot inti, keseimbangan, serta koordinasi motorik tubuh melalui gerakan rotasi yang kompleks.
Para murid takjub melihat lemparan pak guru. Lemparannya cukup jauh. Mereka bisa nggak melemparnya sejauh itu.
" Sekarang kalian coba secara bergantian "
" Baik Pak"
Beberapa murid cowok dan cewek mencoba melempar cakramnya. Queenza juga ikut mencoba, karena ia ingin melihat sekuat apa otot tangannya.
Queen mempraktekkan sesuai arahan dari pak guru tadi. Ia mulai melemparkan cakram yang ada di tangannya.
" Wah Queen, jauh banget lemparannya"
" Makasih Mel. Kamu mau coba "
" Iya, ajarin aku ya"
Queenza mengantarkan Amelia. Kalau posisi Amelia salah, maka Queen akan menyuruh Amelia untuk membetulkan posisinya.
" Sekarang, lempar"
Amelia senang karena berhasil melempar cakramnya. Lemparannya cukup jauh.
" Aku berhasil Queen "
" Kalau caranya benar, pasti berhasil kok melemparnya "
" Makasih ya Queen"
" Sama-sama Mel"
Beberapa murid laki-laki juga berhasil. Bahkan mereka ada yang melakukannya berulang-ulang.
" Berat banget sih cakramnya" kata Viona.
" Iya, gimana mau melemparnya kalau seberat ini" kata Friska.
" Nggak usah lempar. Ngapain kalian mengangkat cakram itu" kata Monika.
" Kita duduk-duduk aja di sini. Biarkan saja yang lain yang melempar cakramnya" kata Velisya.
" Nanti pak guru marah"
" Pak guru nggak melihat kita kok Vi"
Monika tidak akan mengangkat cakram itu. Nanti tangannya bisa lecet. Jadi ia akan bersantai-santai saja.
Bel pun berbunyi, tandanya jam istirahat. Murid-murid pun senang karena mereka bisa istirahat.
" Baiklah anak-anak, belajarnya kita cukupkan sampai disini. Minggu depan kita akan mengambil nilai untuk lempar cakram"
" Baik Pak"
" Tolong letakkan kembali cakramnya ke gudang "
" Baik Pak"
Setelah itu pak guru meninggalkan lapangan. Satu persatu murid juga meninggalkan lapangan. Mereka akan menggantikan pakaian.
Murid perempuan mengganti pakaian di ruang ganti. Mereka mengambil baju di loker mereka masing-masing.
" Queen"
" Iya Mel"
" Kok baju aku nggak ada ya"
" Emang kamu letakan dimana bajunya?"
" Di dalam loker. Tapi sekarang kok nggak ada ya"
" Kamu yakin nyimpannya di loker"
" Yakin Queen "
Queenza membantu mencari baju Amelia. Ia juga tidak tau kenapa baju sahabatnya bisa hilang.
" Disini juga nggak ada Mel. Coba kita cari di dalam kelas "
Amelia dan Queenza mencari di dalam kelas. Siapa tau bajunya ada di sana. Baru beberapa langkah Queenza dan Amelia mencium aroma terbakar. Mereka berdua segera melihat ke sumbernya.
" Queen lihat"
Amelia kaget melihat bajunya terbakar. Amelia mencoba memadamkan apinya. Queenza ikut membantu.
" Ya Allah, siapa sih yang tega membakar baju aku"
Queenza melihat sekelilingnya. Tidak ada satupun orang di sana.
" Gimana nih Queen, seragam aku satu-satunya "
Seragam putih abu-abu Amelia cuma satu. Sekarang seragam itu sudah terbakar. Siapa yang tega membakar baju seragamnya.
Queenza menenangkan sahabatnya. Perbuatan mereka sudah kelewatan. Queenza berjanji akan mencari siapa pelakunya. Ia akan membalas perbuatan orang itu.
" Apa nggak masalah kalau aku pake baju olahraga"
" Nggak apa-apa, nanti aku akan bilang sama buk guru. Siapa tau nanti buk guru bisa bantu kita "
Amelia mengangguk tanda mengerti. Mereka pun kembali ke kelas.
To be continued.
Happy reading guys 🤗🤗🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....