NovelToon NovelToon
Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Mafia / Gotcha ! Hati Boss Mafia / Cinta Seiring Waktu / Mata-mata/Agen / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:23.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Vivian Adison adalah seorang agen yang diutus ke Amerika untuk mencari seorang penjahat paling berbahaya dari Amerika. Selama penyelidikan, targetnya tertuju pada seorang Mafia yang ada di Amerika dan tanpa sengaja, dia bertemu dengan orang yang dia curigai.
Pertemuan pertama mereka begitu tak terduga apalagi pertemuan kedua mereka, semakin membuat Matthew tergoda tapi Vivian tidak tertarik dengannya karena Vivian memiliki masa lalu yang kelam.

Demi membuktikan diri jika dia bukan target yang dicari Vivian, Matthew membantu Vivian dalam misinya dan tanpa mereka sadari mereka punya musuh yang sama.

Seorang penghianat yang ada di organisasi selalu menggagalkan misinya dan pil pahit harus Vivian telan saat mengetahui siapa sebenarnya target yang sedang dia cari. Cinta yang dia pertahankan, hancur berantakan.

Akankah Matthew memenangkan hati Vivian? Bagaimana kisahnya? Jangan lupa dengan Michael, dia selalu membantu kakaknya dari belakang. Apa dia juga akan mengalami kesulitan dalam percintaan seperti kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trust Me

para tamu undangan berlari kearah pintu keluar dan berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri.

Team evakuasi sudah siap mengevakuasi dan begitu mendapat laporan dari Vivian jika ada lima bom yang sedang aktif, team penjinak bom juga sudah siap dengan alat-alat mereka.

Alarm yang ada digedung terus berbunyi, sebagian petugas yang ada didalam gedung menertipkan tamu agar tidak ada yang terjatuh dan terinjak.

Korban yang terkena tembakan juga dievakuasi dan dibawa keluar oleh petugas, mobil Ambulance dan mobil kebakaran sudah dipanggil, mereka harus waspada dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Clarina masih mencari Matthew karena dia mau mengajak Matthew pergi dari sana, setelah tamu undangan sudah banyak keluar, Clarina melihat Matthew bersama dengan gadis yang berdansa dengannya tadi dan segera berlari kearahnya.

Vivian mengangkat rambutnya keatas dan mengikatnya, dia harus bergegas melihat bom-bom itu tapi pada saat dia hendak melangkah pergi, Matthew menahan tangannya.

"Babe, ikut aku keluar!" ajaknya.

"Kenapa kau belum keluar? Disini sangat berbahaya jadi keluar!" perintah Vivian.

"Tidak, aku akan keluar denganmu!" Matthew tidak mau melepaskan tangannya.

"Jangan membuang waktuku, waktu terbuang banyak dan benda-benda itu bisa meledak kapan saja!"

"Tapi benda itu sangat berbahaya!" Matthew masih tidak mau melepaskan tangan Vivian, apa dia tidak tahu betapa berbahayanya benda yang ada di atas meja kue? Dia tidak akan membiarkan gadis incarannya mati meledak.

"Lepaskan Fredd, menjinakkan bom adalah keahlianku!" jawab Vivian dan sebelum Matthew mengucapkan sesuatu Clarina sudah berlari kearahnya dan masuk kedalam pelukannya. Saat pegangan tangan Matthew terlepas, Vivian segera berlari kearah bom untuk melihat benda itu.

"Matt, ayo kita keluar," ajak Clarina.

Matthew mendorong bahu Clarina hingga pelukannya terlepas, dia juga memandang Vivian yang sudah berdiri didepan bom yang ada dimeja kue.

"Clarina segera ajak kedua orang tuamu pergi sejauh mungkin! Pergi yang jauh dan jauhi gedung ini sejauh mungkin. Jangan berada didekat gedung dalam jarak sepuluh meter!"

"Kenapa?" tanya Clarina tidak mengerti.

"Pergi!"

"Bagaimana denganmu?" tanya Clarina lagi.

"Aku akan membantunya jadi segera pergi!"

Clarina mengangguk dan segera berlari keluar, saat itu team penjinak bom sudah masuk kedalam Karena para tamu sudah keluar. Matthew ingin menghampiri Vivian tapi seorang petugas menahannya.

"Tuan anda tidak boleh ada disini!" ucap petugas itu.

"Apa? Aku akan membantunya!" ucap Matthew sambil menunjuk kearah Vivian.

"Tuan tolong ini perintah, warga sipil tidak boleh ada disini karena berbahaya."

Matthew sangat kesal dan melihat Vivian kembali, itu bom yang sangat berbahaya, apa Vivian tahu tentang benda itu?

Karena dia terus didesak untuk pergi, dengan terpaksa Matthew keluar dari gedung dan setelah lokasi steril dari warga sipil, seorang petugas menutup pintu gedung karena mereka akan melakukan pekerjaan mereka.

Vivian masih mempelajari bom yang belum pernah dia lihat dimana ditengah-tengah benda berbahaya itu terdapat dua bola seperti kelereng yang berputar berlawanan arah.

Beberapa orang petugas menghampirinya dan memberi alat yang dia butuhkan, Vivian segera mengambil obeng dan mulai membuka sebuah penutup yang ada dibom sedangkan petugas yang lain sedang menjinakkan empat bom lainnya.

"Angel bagaimana?" tanya rekannya dari earphone yang terpasang ditelinganya.

"Aku sedang mempelajarinya," jawab Vivian sambil melihat puluhan kabel berwarna warni bagaikan benang kusut yang ada dibom.

"Berapa waktu yang kita punya?" tanya rekannya lagi.

"Tidak banyak, kurang lebih tiga puluh menit!" jawab Vivian lagi karena angka yang ada dibom sudah menunjukkan angka 25:15.

Diluar sana Matthew sungguh kesal, jika saja dia boleh masuk? Dia segera menghubungi Michael karena dia ingin adiknya meretas cctv yang terdapat didalam gedung untuk melihat situasi didalam.

Begitu mendapat perintah dari Kakaknya, Michael segera meretas cctv yang ada didalam gedung. Michael melihat para petugas juga seorang wanita sedang berusaha menjinakkan sebuah bom yang sangat dia kenal.

"Kak, sebaiknya kau masuk dan bawa dia pergi, kau tahu bom itu tidak bisa dijinakkan," ucap Michael.

"Mich, sambungkan telephoneku ketelephonenya. Aku akan berbicara dengannya!"

"Sebentar!" Michael kembali meretas dan tidak lama kemudian, sambungan telephone Vivian sudah berubah.

"Patrik, patrik!" panggil Vivian karena sambungan telephonenya mengalami gangguan.

"Babe, ini aku!" tiba-tiba saja terdengar suara Matthew.

"Apa? Kenapa bisa kau?!" Vivian sungguh tidak percaya mendengarnya.

"Babe, biarkan aku masuk. Aku akan membantumu!"

"Tidak, kau warga sipil dan kami tidak bisa membahayakan warga sipil."

"Percayalah Babe, aku bisa membantumu!" Matthew meyakinkan.

"Tidak Fredd, ini berbahaya!" tolaknya.

"Trust me babe!"

Vivian berpikir sejenak, mungkin pria itu memang bisa membantu apalagi tidak ada orang yang mau membahayakan dirinya sendiri.

"Baiklah, aku akan meminta mereka membiarkan kau masuk!"

"Segera babe Karena kau tidak punya banyak waktu dan perintahkan orang-orang yang ada didalam untuk pergi dan perintahkan semua orang untuk menjauhi gedung dan jangan ada yang mendekat dalam jarak radius 10 meter!" perintah Matthew.

Setelah berkata demikian, sambungan telephone Vivian kembali normal dan terdengar suara patrik memanggil-manggil namanya.

"Angel, Angel, apa kau dengar? Seseorang meretas dan menyusup diantara pembicaraan kita!" ucapnya.

"Patrik tarik pasukan dan perintahkan team yang ada didalam untuk pergi, jauhi gedung dan jangan ada yang mendekat dalam jarak radius 10 Meter. Seorang pria yang ada dipintu, biarkan dia masuk!" pinta Vivian.

"Tapi Angel?"

"Patrik lakukan, kita tidak punya banyak waktu!"

Sesuai permintaan Vivian, pasukan ditarik dan para petugas yang sedang menjinakkan bom diperintahkan keluar. Mereka diminta untuk menjauhi gedung, area gedung disterilkan dan tidak ada yang boleh mendekat dalam jarak 10 meter.

Matthew diperbolehkan masuk dan dia segera berlari mendekati Vivian yang masih melihat serangkain kabel yang rumit.

"Bagaimana babe?" tanya Matthew sambil membuka jasnya.

"Aku sudah memotong dua kabel ini tapi bolanya masih tetap berputar," jawab Vivian.

"Sisanya serahkan padaku!" ucap Matthew.

"Kau yakin?"

"Babe, waktu tinggal sepuluh menit lagi."

Vivian segera bangkit berdiri sedangkan Matthew mengambil kendali.

Vivian melihat Matthew dengan penuh selidik, pria itu pasti bukan orang sembarangan. Dia bahkan tampak ahli dan tidak ragu sama sekali saat memotong beberapa kabel dan menyambungkan kabel yang satu kekabel yang lain.

Tidak lama kemudian, Matthew telah selesai. Angka di bom sudah berhenti begitu juga dengan dua bola yang berputar sedari tadi. Vivian tampak lega tapi Matthew segera bangkit berdiri dan meraih tangan Vivian.

"Ayo segera pergi!" ajaknya.

"Kenapa? Bukankah kau sudah menjinakkan benda itu?"

"Babe, tidak semua bom bisa dijinakkan. Aku hanya mengurangi daya ledaknya saja jadi ayo kita pergi."

Vivian benar-benar heran tapi pada saat itu, muncul sebuah angka dari layar yang terdapat dibadan bom dan angka sudah menunjukkan angka lima.

"Oh My God!" ucap Vivian.

"Go!" Matthew segera menarik tangannya dan mereka segera berlari keluar untuk menjauhi gedung sejauh mungkin dan lima menit kemudian?

"Dhuaaar!" terdengar ledakan dari gedung.

Gedung langsung hancur dan karena mereka belum terlalu jauh dari gedung Matthew menarik Vivian kedalam pelukannya dan beberapa detik kemudian, tubuh mereka terhempas akibat terkena gelombang ledakan.

Matthew mengumpat saat tubuh mereka terhempas keatas aspal jalan. Beruntungnya dia sudah melakukan sesuatu pada bom itu jika tidak mungkin mereka akan ikut meledak dan gedung berlantai sepuluh itu sudah pasti rata dengan tanah tapi walau begitu, dampak dari ledakan tetap dahsyat dan menghancurkan benda yang ada didekat gedung.

1
Ros_10
baca ulang 2025😍
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Terjebak Pernikahan Kontrak Dengan Dosen Pembimbingku'

terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Rita Wati
Jawabannya: Ga ada sapi betina, krn sapi betina sedang istirahat di kandang sehabis melahirkan
Rita Wati
Selama bersama kel Smith, pasti ada kesempatan u/ beraksi. Minimal beraksi saat menyambut calon menantu.
Rita Wati
Pepatah bilang, tahi mata sendiri ga keliatan, tapi tahi mata orang lain kelihatan jelas skl🤣😄
Rita Wati
Bukan hanya untuk sesaat, tapi you are the king of looser
Rita Wati
As fast as
As far as
Rita Wati
Gary jadi penjahat yg super pengecut.
Pecundang
Rita Wati
Lebih enak kl Matt langsung menyebutkan nama Mich drpd menyebutkan adikku, kesannya Lebih akrab. Krn Vivi & Mich sudah saling kenal.
Rita Wati
Horeee.... buaya akan berpesta lagi🤣
Rita Wati
Mengapa saat pertama kali bertemu dgn Vivi, Gary tdk menggunakan nama aslinya?
Rita Wati
debt collector
Rita Wati
Tradisi kenalan dgn calon menantu gaya baru, ga pa ke drama lagi😄🤣
Rita Wati
Dan ruang atasan & ruang rapat seharusnya kenapa suara
Rita Wati
Mengapa pria Smith semuanya numpang tinggal di rumah targetnya???😄😄
Rita Wati
Kl tdk peduli dgn nyawa org lain pasti bukan Mat.
Nicaaaaa♥
luar biasaa
Milani Eman
jadi nga suka dgn vivian dia nga peka
Milani Eman
carli kyknya
Milani Eman
sharusnya vivian harus cutiga dgn Clark, krn selain Clark dan Keluarganya tak ada yg tau namana aslinya juga nma panggilan ya, dan knp Clark tau semua tentang dia, jdi agen hrusl punya insting kuat.
Milani Eman
Clark mau menghancurkan vivian dgn cara menghasut joget maxyon ayahnya untuk benci dgn David dan maxyon tdk tau jika vivian yg dia nggp sudah mayi masih hidup dan davidlah yg menyelamatkan anknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!