(REVISI)
Bagaimana jika ingatan mu di hapus oleh kakakmu dengan alasan bahwa ia mencintaimu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ketua kocheng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
William
Violet hanya ingin pulang ia rindu Regan ia juga rindu akan canda tawanya bersama Agra "kak Regan hiksss.... Vi mau pulang kak jemput Vi kak hikss..." Hampir setengah jam Dave pergi membiarkan Violet menangis sendiri di dalam kamarnya Violet melirik pintu ada niatan untuknya kabur perlahan Violet turun dari ranjang lalu berjalan berniat membuka pintu tetapi ternyata dikunci Violet berjalan mengelilingi kamarnya yang cukup luas ia menghampiri jendela dan mustahil untuk Violet kabur lewat sana karena sekarang ia tengah di lantai tiga 'ya tuhan bebaskan aku dari manusia tak punya hati itu biarkan aku pergi darinya' batin Violet dan pintu terbuka memperlihatkan Dave yang sedang membawa susu coklat di tangannya 'ternyata keinginanku tidak terkabul' batin Violet
"Vi sayang Daddy bawakan susu hangat buat kamu" ujar Dave lalu menyimpannya di atas laci dave berjalan menghampiri violet yang menatap datar dirinya "ada apa sayang? Kamu masih marah?..." Dave mengusap pipi Violet yang langsung ditepis kasar oleh Violet "kamu kenapa Vi?..." Violet tidak menjawab ia masih setia menatap datar Dave ''jangan uji kesabaranku violet!.." Dave menarik pinggang Violet memisahkan jarak diantara mereka Dave menarik tekuk leher violet menciumnya dengan paksa Violet berusaha berontak ia memukul dan mendorong dada Dave tapi tenaganya kalah telak dengan satu gigitan akhirnya dave melepas ciuman mereka "apa yang kamu lakukan Vi? Kau menggigit Daddy ?" Dave mengusap darah yang keluar dari mulutnya Violet tau mengapa Dave menciumnya itu karena Violet tidak menjawab pertanyaan Dave barusan "aku membencimu kak sangat membencimu!..." Dave menyunggingkan senyumnya ia membawa Violet ke ranjang menidurkannya dengan kasar lalu menindih Violet mengunci pergerakan tubuh Violet "tepati janji kakak jangan seperti ini aku mohon" pinta Violet dengan putus asa tenaganya semakin melemah kepalanya mulai terasa sakit "istirahatlah Vi Daddy akan mengurus sesuatu" ujar Dave lalu mengecup kening violet lembut dan pergi entah kemana Violet takut jika ia akan menikah dengan Dave saat tadi Dave mengatakan 'akan mengurus sesuatu' Violet takut jika Dave sedang mempersiapkan pernikahan mereka yang paling penting adalah sekarang ia harus kabur dari Dave iya Violet harus pergi sebelum Dave kembali lagi
Violet bangun dan berjalan ke arah pintu ia pegang kenop pintu dan tak dikunci betapa senangnya Violet saat tau bahwa pintu tersebut tidak terkunci Violet membuka perlahan pintu kamarnya dan terlihat banyak maid yang berlalu lalang Violet tidak boleh membuat para maid curiga padanya ia harus terlihat tenang "permisi nona?" Violet melirik salah satu maid yang memanggilnya "nona mau kemana? Lebih baik anda istirahat karena nona pasti lelah" sekarang Violet harus bagaiman maid ini pasti maid kepercayaan Dave karena ia berbeda dari semua madi yang Violet lihat Violet memasang wajah marahnya sekarang ia harus terlihat galak agar bebas melakukan apapun "tidak sopan sekali kamu memerintah saya!..." Maid itu menunduk tidak berani menatap Violet dan ini kesempatan Violet untuk menjalankan niatnya "pergi!.. " perintah Violet dengan nada yang terkesan galak "tapi nona anda mau ke~" belum selsai berbicara Violet sudah memotong ucapannya "saya mau kemana itu terserah saya pergi!..." Sebenarnya Violet tidak tega membentak seperti ini tapi demi pergi dari rumah ini ia harus menghilangkan sejenak rasa empatinya "kalau begitu biarkan saya menemani nona" Violet harus lebih galak agar ia bisa sendiri dan tidak ada yang menemani "saya cuman ingin keliling rumah saja jangan buat mood saya jadi hancur saya bilang pergi!!..." Maid itu membungkuk lalu pergi meninggalkan violet "aman..." Ujar Violet sembari mengusap dadanya Violet mulai berjalan menuju lantai bawah ia menuruni tangga melewati para maid yang tak curiga sedikitpun saat hampir sampai di pintu utama Violet kaget dengan para bodyguard yang berjajar di depan pintu ia melewati mereka yang sama sekali tidak peduli dengan kehadiran Violet 'kenapa mereka semua aneh... Terserah yang penting aku bisa pergi dari sini' batin Violet lalu membuka gerbang dan berlari ke jalanan Violet berlari tanpa tujuan ia terus berlari dengan sesekali melihat ke belakang takutnya ada yang mengejarnya
Dave duduk di kursi ruang kerjanya di lantai dua ia tau jika Violet kabur dari rumah tapi ia biarkan Violet bermain terlebih dahulu sebelum ia bawa pulang kembali dan soal pernikahan mereka itu palsu Dave tidak merencanakannya sama sekali ini hanya untuk mengancam Violet saja ia akan menikahi Violet saat Violet sudah lulus menjadi mahasiswa dan itu masih lama dan jika Dave merebut keperawanan Violet anggap saja ia khilaf dan itu tak masalah baginya karena cepat atau lambat Violet akan menjadi miliknya milik Dave Adhyasta ranjaya
Violet berlari berlari hingga tak sengaja menuburk maskot yang tengah berdiri hingga mereka berdua terjatuh semua brosur berhamburan ke lantai dengan marah maskot itu berdiri dan melepas kepala maskotnya "kalau jalan liat²!..."
Deg. Maskot itu terdiam saat ia melihat orang yang menabraknya tadi walaupun Violet tengah melihat kebawah tapi ia tau siapa dia ia adalah Violet orang yang dulu dijodohkan dengannya
Violet mendongak menatap maskot tadi yang tengah menatap nya Violet bangun dan membersihkan pakaiannya dari debu "Violet?..." Panggil maskot itu Violet kaget saat ia dipanggil entah mengapa wajahnya sangat tak asing dan Violet ingat dia adalah William anak dari drian Wiguna seingat Violet William anak konglomerat tetapi mengapa ia menjadi maskot apakah Dave yang melakukannya? Seperti yang ia lakukan kepada orangtuanya menghancurkan perusahaan mereka agar mereka menderita? William memutar matanya menarik nafas panjang lalu menghembuskannya "William? Kamu William kan?" Tanya Violet dan dibalas anggukan oleh William Violet tersenyum berbeda dengan William yang menatap tak suka Violet 'gara² ****** ini aku hidup menderita kedua orangtuaku mati dibunuh si brengsek itu lihat saja nanti' batin William "kenapa kamu ada disini?" Tanya Violet dengan ramah "aku tinggal dengan nenekku dan sekarang aku sedang bekerja" Violet mengangguk paham "kau sendiri mengapa disini?" Violet bingung harus menjelaskan bagaimana dan Violet hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan William "ikutlah denganku akan ku pertemukan kamu dengan nenekku dia sangat baik" ajak William "tapi tunggu aku ganti pakaian terlebih dahulu"lanjut William dan berlari masuk ke dalam toko tak lama setelah itu William keluar denga pakaian biasa "tunggu bagaiman dengan pekerjaanmu? Nanti gajimu di potong bagaimana?" Violet berdiri di hadapan William berusaha mengatakann bahwa pekerjaannya lebih penting daripada mempertemukan Violet dan neneknya "setelah ini aku akan mendapatkan uang jadi kamu tenang saja" ujar William lalu pergi mendahului Violet yang tengah bingung karena tak tau akan kemana akhirnya violet mengikuti William
"William?" Tanya Dave pada kei yang memberitahukan bahwa Violet sedang bersama William "iya tuan" Dave menatap lurus ke luar jendela dan tersenyum penuh arti
Violet heran mengapa tempat ini sangat ramai bahkan ini masih pagi dan tempat ini sudah banyak orang "William? Vi mau pulang Vi gak nyaman" William berbalik menghadap Violet dengan smiriknya "jika sudah kesisni bagaimana bisa pulang nikmati saja Violet!" William menarik tangan Violet menyeretnya masuk lebih dalam ke tempat itu "sakit William Vi mau pulang!..." Ini tempat sex dimana cuman ada wanita dan pria yang tengah bercinta tak ada celah untuk Violet lari mengapa ia bodoh mau ikut dengan William 'jika seperti ini apa bedanya dengan manusia itu' batin Violet dan mereka pun sampai di kamar VIP dimana hanya orang ber-uang yang bisa masuk kesana "nggak jangan bawa aku kesana brengsek!!.."
Plak!.. satu pukulan Violet terima diwajahnya ia menangis "diam ****** kau sangat memuakkan akan ku jual kau dan aku akan mendapatkan uang banyak!..." Violet menggeleng ia takut dengan apa yang akan terjadi William membuka pintu dan menyeret violet masuk ke dalam terlihat banyak orang yang sedang bercinta dan mereka berhenti di salah satu pria tua yang tengah berciuman dengan wanita penggoda "tuan saya membawakan yang segar untuk tuan" ujar William pria tua itu melirik William lalu melirik Violet "bagus William sekarang kau pergi tinggalkan dia bersamaku" William mengerutkan keningnya "tapi uangnya tuan?" Pria tua itu menyunggingkan senyumnya "kau punya hutang padaku dan sekarang hutangmu lunas sana pergi!..." Para bawahan pria tua itu langsung menyeret William pergi dari sana dan Violet ia diam dan saat hendak lari pria tua itu menarik tangan violet "kau mau kemana manis temani aku maka akan kuberi uang yang banyak" pria itu hendak mencium Violet tapi dengan cepat Violet menendang bagian intim pria itu hingga ia meringis kesakita "dasar ****** tak berguna!!"
Plak...plak...plak... Semua tamparan dan pukulan mendarat di wajah Violet ia tersungkur karena pukulannya yang sangat keras "hikss... Jangan pukul lagi hikss... Maaf....maaf..hikss" para wanita penggoda disan tertawa menertawakan Violet yang jual mahal padahal ia sedang diberi kesenangan pria tua itu menjambak rambut violet hingga Violet mendongak "layani aku dan akan ku lepaskan kau" Violet menggeleng ia menolak dengan keras pria tua itu menampak kembali Violet hingga darah segar mengalir di bibir violet
BRAK!! Semua orang yang ada di ruangan itu kaget dan langsung menunduk saat kedatangan Dave dengan wajah yang sangat murka "tu..tuan Dave apa kabar ke..Napa anda datang ketempat rendah seperti ini" ujar pria tua itu dengan lembut Dave melirik violet yang banyak luka lebam dan darah di bibirnya "kekasihku sedang bertamu ke sini dan sepertinya ia diperlakukan buruk" ujar Dave pada pria tua itu "aah mana mungkin tuan saya pemilik tempat ini mana mungkin memperlakukan buruk kekasih tuan" ujar pria tua itu "Vi?..." Violet melirik Dave dengan tangisnya entah mengapa Violet merasa lega saat Dave datang pria tua itu kaget saat Dave memanggil Violet ia bodoh telah memperlakukan Violet dengan buruk Dave menatap dingin pria itu dan dengan satu gerakan pisau yang berada di falambjas Dave sudah menancap di perut pria itu "bunuh semua wanita disini mereka telah menertawakan Violetku" Violet menggeleng ia berdiri dan berlari kepada Dave "nggak!...jangan lakukan itu jangan bunuh mereka jangan!...Vi mohon hikss... Jangan Vi takut hikss...." Dave diam jantungnya berdegup kencang saat Violet menggunakan kata 'vi' kembali Dave mengusap air mata violet lalu ia belai lembut Violet dan mengangguk "baiklah ayo kita pulang" Violet mengangguk dan saat Dave memapah Violet untuk berjalan tiba-tiba keseimbangan tubuh Violet goyah ia pingsan membuat Dave panik "Vi? Violet bangun sayang?" Dave menggendong violet dan berjalan "bunuh semua orang disini jangan sisakan satu pun!!..." Teriak Violet pada bawahnya dan kei yang langsung melaksanakan tugasnya semua penghuni disana tewas dibantai hanya beberapa menit dan dalam sekejap tempat itu hangus dibakar
Dave berada di rumah sakit ia menunggu di luar UGD ia sangat panik saat melihat luka lebam dan darah di bibirnya ia sangat marah ia juga takut dengan keadaan Violet sekarang ia pasti kesakitan Dave bodoh membiarkan Violet pergi seharusnya ia Kuring saja Violet di rumah tak lama setelah itu dokter pun keluar dan langsung Dave hampiri "bagaiman keadaanya?" Tanah Dave dengan panik "ia mengalami cedera otak ia harus banyak istirahat jangan sampai lelah karena bisa saja ia pingsan kembali" ujar dokter itu lalu pergi dan dengan cepat Dave masuk ia melihat Violet dengan luka diwajahnya dan wajahnya terlihat sangat lelah "maaf sayang Daddy bodoh maaf" Dave duduk di kursi samping Violet ia menggenggam tangan violet menciumi punggung tangan Violet dan menyimpannya di pipinya tak lama kei datang dari belakang dan menghampiri Dave "semua sudah beres tuan dan tuan William pun sudah berada di ruang bawah tanah" ujar kei dan Dave harus membuat perhitungan pada William karena telah membawa Violet ke tempat seperti itu saat Dave akan pergi meninggalkan Violet tetapi tangan Violet bergerak dan langsung menggenggam tangan Dave "nggak jangan pergi hikss..." Dave tersenyum ia tau sekarang Violet tengah ketakutan jadi ia uraungkan niat untuk menyiksa William mungkin akan ia lakukan lain waktu kei paham dengan situasi sekarang ia membungkuk lalu pergi meninggalkan ruangan itu "iya Vi Daddy disini jangan menangis lagi oke" Dave menggenggam erat tangan Violet dan Violet perlahan bergerak berusaha untuk duduk Dave pun membantunya "apa yang kamu rasa sekarang Vi? Apakah ada yang sakit?" Violet melirik Dave dan mengangguk "kepala Vi pusing" ujar Violet dengan bibir yang cemberut "bibir Vi sakit..." Ujar Violet dan memegang bibirnya yang sobek "kamu lapar?" Tanya Dave dan Violet mengangguk ia belum makan dari tadi "yauda Daddy cari dulu oke" Dave pergi meninggalkan Violet sendiri ia buru buru pergi mencari bubur supaya Violet tidak susah mengunyahnya
Dave berjalan di lorong rumah sakit demi Violet ia membeli langsung makannya itu dengan cepat Dave berjalan menuju ruangan Violet dan saat Dave membuka ia tak percaya Violet tidak ada di kasurnya 'spakah kamu ingin memulainya kembali Violet?' batin Dave dan berjalan mendekati kasur itu
____________$___&___________________________
-ini part terpanjang loh :"
*bonusnya foto Dave \(*0*)/
heran deehhh
apa lagi yg baca