NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Ligar Cahyadi

Alex Zenifer adalah seorang ketua gengster White Tiger yang dikenal dengan julukan raja dari para gengster.

Alex berhenti menjadi ketua gengster White Tiger karena ibunya meminta dia untuk berjanji padanya.

Perjanjian yang harus diwujudkan oleh Alex adalah melanjutkan sekolah di akademi elite untuk menjadi orang yang baik.

Di Akademi Alex tidak sengaja bertemu dengan lima gadis kembar.

Alex selalu fokus dalam belajar karena ingin mewujudkan janji yang tertanam pada jiwa dan pikirannya.

Orang tua dari ke lima gadis kembar adalah teman baik ayah dan ibu Alex sebelum mereka berdua meninggal.

Alex diminta untuk mengajari mereka berlima sekaligus juga melindungi mereka semua dari bahaya, karena kedua orang tua dari lima gadis kembar mengetahui Alex adalah ketua gengster terkuat di indonesia.

Apakah Alex bisa mengubah semua sifatnya?

Apakah Alex bisa mengajari dan melindungi mereka berlima?

Apakah Alex bisa merasakan cinta dari lima gadis tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19 Satu Perintah Yang Dapat Mengguncang Satu Wilayah

...*Selamat membaca*...

Kemunculan Alex yang berada di tengah-tengah lapangan, membuat pemimpin gangster lain beserta bawahannya tertawa terbahak-bahak. Mereka tidak menyangka kalau orang yang mengancamnya itu hanyalah seorang anak dengan usia sekitar 14 tahun.

"Hahahah... Lelucon macam apa ini!? Dasar bocah sinting." tawa pemimpin gangster tersebut dengan mengejek Alex.

"Astaga, kukira bala bantuan dari markas pusat datang kesini, tapi kenyataannya kenapa bocah yang usianya sama dengan kelima putriku memberanikan diri untuk berbicara pada pemimpin gangster itu. Kalau begini terus, nyawanya sudah dipastikan dalam bahaya." gumam Zaenal sambil memikirkan cara melepaskan ikatannya, untuk menyelamatkan Alex beserta semua pasukannya.

"Berarti jawabanmu menolak untuk melepaskan mereka semua." ucap Alex sambil menatap wajah pemimpin gangster yang berada di hadapannya.

"Hahahaha... Hei bocah, apakah kau sama sekali tidak memiliki otak ya hah? Bisa bisanya kau menggertak diriku untuk melepaskan mereka." jawab pemimpin gangster tersebut dengan membungkukkan tubuhnya, lalu mendekatkan wajahnya.

"Semoga kau tidak menyesal dengan keputusan mu ini." ucap Alex dengan pandangan yang tajam serta tidak menunjukkan sedikitpun rasa takut.

"Semakin lama aku mendengar ocehan mu, semakin kesal pula mendengarnya. Terlebih lagi aku tidak takut dengan orang-orang yang diajak olehmu, karena mereka semua akan berbalik menjadi bawahanku." ucap pemimpin gangster tersebut dengan sangat percaya diri.

Tanpa membuang banyak waku, pemimpin gangster tersebut langsung berbicara sekeras mungkin, supaya orang yang berada di paling belakang mendengarnya. Demi menyukseskan bujukannya, dia berkata akan memberikan tempat yang layak serta dipenuhi wanita untuk bermain jika mereka bersedia mengikutinya. Dan tentu saja, harta jarahan dari perumahan masyarakat setempat akan dibagi hasil secara merata.

"Jadi bagaimana menurut kalian semua? Bukankah hal seperti itu yang di inginkan oleh kita sebagai para gangster." lanjut pemimpin tersebut dengan sangat bangga.

"Memang benar apa yang dikatakannya itu, ialah hal yang sangat di inginkan bagi para gangster seperti dirinya. Sungguh disayangkan kalau anak seusianya harus mati sia-sia di tempat ini." gumam Zaenal dalam hatinya dengan menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa.

"Hei ketua, Bisakah aku menghajar wajahnya? Tanganku sudah gatal sekali." ucap salah satu orang dengan badan yang cukup besar yang bernama Rifan, yakni salah satu pemimpin gangster wilayah barat yang dikalahkan oleh Alex dalam berduel satu lawan satu.

"Ya, ocehannya sangat mengganggu telingaku, jadi bisakah ketua mempercayakannya padaku untuk menangani orang itu." ucap salah satu orang dengan badan yang tinggi dan bernama Fadil, yakni salah satu pemimpin gangster wilayah timur yang dikalahkan oleh Alex dalam segala permainan virtual.

"Bisakah kalian berdua diam!" pinta salah satu orang yang berbadan kekar yang bernama Reza, yakni salah satu pemimpin gangster wilayah utara serta mantan anggota tentara bayaran yang dikalahkan oleh Alex dalam berduel menggunakan pisau.

Mendengar perkataan seperti itu, pemimpin gangster tersebut sangat terkejut karena bujukannya telah gagal, meskipun dia bersusah patah memberikan yang terbaik pada mereka. Begitu pula dengan Zaenal beserta pasukannya, mereka sama sekali tidak percaya kalau 10 ribu orang tersebut menolak bujukan tanpa berpikir dua kali.

"Apa aku tidak salah mendengarnya? Sebenarnya siapa anak yang bernama Alex Zenifer ini? Mengapa orang yang berkali-kali lipat lebih besar darinya, sangat menghormatinya?" gumam Zaenal dalam hatinya sambil berpikir mengenai Alex.

"Apa? Mengapa kalian sangat patuh pada bocah ingusan ini? Bukankah kalian lebih kuat dan dengan mudah bisa menghancurkan tubuh bocah ini?" teriak pemimpin gangster tersebut dengan tidak mengerti apa yang di inginkan oleh mereka.

"Terlalu banyak bicara!" ucap Alex sambil menendang *********** dengan keras.

"Buuukkkk"

Seketika, pemimpin gangster tersebut berlutut sambil merintih kesakitan karena tendangannya sangat tepat mengenai barang masa depannya. Namun serangan Alex tidak berhenti begitu saja, dia langsung melesatkan kembali tendangannya dan kini mengarah pada leher dari pemimpin gangster tersebut.

"Buuukkkk"

Tendangan yang kuat serta terarah, membuat pemimpin gangster tersebut hampir tidak sadarkan diri.

"Uggghhh... Kenapa... Tendangan dari bocah ini begitu kuat... Dan membuatku hampir pingsan." gumam pemimpin gangster tersebut dengan mempertahankan dirinya supaya tetap sadar. "Arrrggghhh... Dasar bocah sialan!" lanjutnya dengan menghunuskan pedang panjang yang mengarah tepat pada kepala Alex.

"Whoosss"

"Ahh tidak... Kali ini anak itu akan benar-benar mati." ucap Zaenal dalam hatinya sambil berusaha keras untuk melepaskan ikatannya, namun usahanya telah sia-sia.

Namun dengan respon yang cepat, Alex melesatkan tendangan ketiga kali dan kini dia mengarahkannya tepat pada genggaman tangan kanan pemimpin gangster tersebut, sehingga pedang panjang yang dia pegang terlempar ke atas langit.

"Buuukkk..."

"Apa? Bagaimana mana kau bisa..." tanya pemimpin gangster tersebut dengan sangat terkejut, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena pedang yang terlempar ke atas kini dipegang oleh Alex, dan diarahkan pada lehernya.

"Sringgg"

"Aku akan memberimu kesempatan satu kali lagi. Apa jawabanmu mengenai perkataanku tadi?" tanya Alex sambil mengiris lehernya hingga berdarah, sesuai dengan apa yang sudah dilakukannya terhadap Zaenal.

"Uggghhh... Meskipun kau mengalahkanku, kau tidak akan bisa berbuat apa-apa karena aku memiliki banyak sandra, dan satu kali perkataan dariku bisa membunuh mereka semua." jawab pemimpin gangster tersebut dengan menolak tawaran dari Alex.

"Maksudmu para tentara ini?" sela Rifan sambil menunjuk Zaenal beserta pasukannya yang baru saja dilepaskan ikatannya.

"Bagaimana bisa kalian melakukannya dengan cepat? Dan kapan kalian bertindak tanpa diperintah olehnya?" tanya pemimpin gangster tersebut dengan tidak percaya.

"Tentu saja karena kami diberi pelajaran oleh ketua, dan mengalami hal yang sama sepertimu. Kami hanya melakukan hal ini ketika kau sedang bertarung dengan ketua, dan salah satu pelajaran yang ketua berikan pada kami adalah bertindak selagi ada kesempatan untuk menang." jawab Fadil dengan menjelaskan pelajaran yang diberikan oleh Alex, ketika mereka kalah darinya.

"Aku masih tidak mengerti dengan apa yang kalian ucapkan. Bisa-bisanya kalian mengalah pada bocah seperti ini, bukankah akan lebih mudah mengalahkannya bila dilakukan bersama-sama." ucap pemimpin gangster tersebut dengan tidak menyerah membujuk mereka, untuk mengalahkan Alex.

"Memang mudah untuk mengatakannya, namun pada kenyataannya kami bertiga kalah dalam sekejap, ditambah lagi dengan 300 orang yang ikut bersama kami. Sungguh mengerikan bila mengingat kembali kejadian di waktu itu, namun intinya kami dengan tulus mengikuti ketua supaya menjadi orang baik dan berguna bagi masyarakat." jawab Reza.

"Bagaimana bisa 300 orang dikalahkan begitu saja sama bocah ini, apa mungkin dia adalah rumor yang sering dibicarakan akhir-akhir ini oleh gangster lain, yaitu..." ucap pemimpin gangster tersebut namun perkataannya disela oleh Rifan.

"Benar sekali apa yang ingin kau ucapkan, orang yang berada di hadapanmu ini adalah ketua dari gangster White Tiger. Jadi apakah kau masih ingin melakukan perlawanan?" sela Rifan sambil bertanya padanya.

"Bila aku tahu lebih awal tentang dirinya, mungkin aku akan menyerah tanpa dipermalukan seperti ini." ucap pemimpin gangster tersebut dengan menaruh kedua tangan di belakang kepalanya.

Setelah itu, semua gangster yang mengikuti pemimpin tersebut diikat dengan tali yang cukup kuat, lalu menyerahkan sisanya pada Zaenal. Karena urusannya di wilayah selatan sudah selesai, Alex beserta orang yang mengikutinya langsung pergi ke tempat lainnya.

"Tunggu sebentar!" pinta Zaenal pada Alex.

Mendengar perkataan seperti itu, Alex langsung menghentikan langkah kakinya, lalu dia menoleh ke belakang.

"Ada apa lagi? Bukankah urusan disini sudah selesai?" tanya Alex sambil menoleh padanya.

"Ahh iya, semuanya sudah di urus dengan baik, bahkan mereka mengikuti perintahku tanpa adanya perlawanan. Dan terimakasih sudah menyelamatkan kami." jawab Zaenal sambil membungkukkan setengah badannya.

"Tidak perlu berterima kasih padaku, aku hanya melakukan hal yang seharusnya dilakukan." ucap Alex, lalu dia kembali berjalan.

"Bolehkah aku memberitahu pemimpin negara mengenai hal ini, mungkin kamu bisa mendapatkan kehormatan darinya." ucap Zaenal.

"Dengan senang hati akan ku tolak penghargaan seperti itu. Sudah kubilang aku hanya melakukan hal yang seharusnya dilakukan, namun bila kau menginginkan kehormatan ini ambil saja semuanya." jawab Alex dengan menolak tawaran dari Zaenal, lalu dia pergi menjauh bersama dengan bawahannya.

Zaenal sangat terkejut, setelah mendengar jawaban dari Alex yang langsung menolak tanpa tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Namun dia sangat kagum kepadanya, karena Alex sama sekali tidak memperhitungkan balasan dari orang yang sudah ditolongnya.

"Kalau begitu aku akan mengambil penghargaan ini, dan aku berjanji akan membantumu di masa depan nanti. Semoga kita dipertemukan kembali Alex Zenifer." gumam Zaenal dalam hatinya, dan berniat untuk membalas budi di masa depan nanti.

***

Alasan seperti itulah yang membuat Zaenal terus mencari keberadaan Alex hanya untuk membalas budi, atas penyelamatan dirinya beserta rekannya di waktu dulu.

"Aku sudah tidak sabar lagi untuk segera bertemu dengannya. Semoga kali ini dia bersedia aku undang untuk makan malam di rumahku." gumam Zaenal dalam hatinya sambil bersiap-siap pergi keluar dengan membawa beberapa pasukan elit.

Disisi lain...

Alex baru saja pergi dari dalam taman bermain, dia langsung menghubungi Salim dan Aqila untuk segera mencari beberapa informasi mengenai orang yang keluar dari taman bermain.

"Dreed... Dreed... Dreed..."

"Maaf telat mengangkat panggilan dari anda tuan muda." jawab Shalim.

"Segera cari informasi mengenai orang-orang yang keluar dari taman bermain, yang biasa aku kunjungi setiap bulan. Bila Aqila bersama dengan paman, sampaikan kepadanya untuk menghubungi para pemimpin yang ku percaya di wilayah Jawa Barat." pinta Alex dengan pembicaraan serius.

"Baik tuan muda, dengan segera akan saya lakukan." jawab Shalim sambil menutup HP miliknya, lalu segera menyampaikan pesannya pada Aqila. "Aqila... Aqila... Aqila..." lanjutnya dengan berteriak di dalam gedung memanggil namanya.

"Kenapa kau berisik sekali paman Shalim? Bukankah kita harus mematuhi setiap peraturan yang ada di semua tempat?" tanya Aqila yang sedang duduk bersama dengan manager gedung tersebut.

"Gawat, ini sangat gawat... Tuan muda... Tuan muda menyuruhmu menghubungi setiap pemimpin dari wilayah Jawa Barat." jawab Shalim dengan terburu-buru.

"Apa? Bila tuan muda bilang seperti itu, pasti ada suatu hal yang terjadi pada anak-anak dari panti asuhan." ucap Aqila sambil berdiri. "Pak, mungkin kita membicarakan hal ini lain kali, karena pada saat ini ada masalah yang harus segera diselesaikan." lanjut dengan berpamitan pada manager gedung tersebut.

"Baiklah, bila ada sesuatu yang bisa kami bantu, jangan sungkan untuk segera menghubungiku." ucap manager tersebut dengan memberikan bantuan.

"Terimakasih, kalau begitu saya undur diri." jawab Aqila, lalu dia keluar bersama dengan Shalim dan sesegera mungkin melakukan apa yang diperintahkan oleh Alex. "Sungguh sial sekali bagi orang yang telah membuat tuan muda marah, terlebih lagi telah melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan pada orang-orang yang disayangi olehnya." lanjut dalam hatinya, sambil memikirkan kembali masa-masa Alex sebagai ketua gangster White Tiger.

...Bersambung......

...{Pemberitahuan Update}...

...insyaallah author akan up episode terbaru setiap hari pada pukul 21.00 WIB. Author berharap pada para pembaca semua untuk memfavoritkan novel ini, supaya kelanjutannya tidak ketinggalan....

...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini. Karena hal seperti inilah yang membuat para author sangat bahagia, terutama bagi saya....

...Terimakasih 🙏...

1
Kezia
semangat thor
Kezia
aduuhh setelah sekian lama
Ahmad Najib
kenapa gak dilanjutin sih 😒
Ahmad Najib
author ingkar janji ih hampir 1 tahun gak di up episode nya
Ahmad Najib
astaga udah lama kok gak dilanjutin padahal cerita gak gak terlalu ngebosenin
Ahmad Najib
mana lanjutnya woi
Kezia
lanjuuuttt
⍣☙𝐶𝑙𝑙𝑎𝑠𝑠𝑖𝑐☕︎⍣
assalamualaikum, hadir kak..
semangat ya👏👏
🎱YenZ🍒
Mangatz Bang Boz 🏇🏇🏇
Ibn Edy
lanjut terus thor
system terkuat
lanjut
system terkuat
lanjut thor dan semangat terus
boy 🤦
ok thor
Ibn Edy
semangat terus thor
𝑳 𝑪: terimakasih support nya kak... 1 bab lagi sedang di review 🙏
total 1 replies
Nurul
bantai!!!bantai!!!
𝑳 𝑪: siap kak, nanti malam keluar 2 bab
total 1 replies
system terkuat
ok lanjut
𝑳 𝑪: siap kak, nanti malam keluar 2 bab
total 1 replies
boy 🤦
ok thor
boy 🤦: yap 🙏
total 2 replies
system terkuat
lanjut
𝑳 𝑪: siap kak, seperti biasa jam 21.00 wib 😇🙏
total 1 replies
boy 🤦
ok, tetap semangat
boy 🤦: ok 💪🙏
total 2 replies
boy 🤦
ok thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!