NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Pewaris Dingin

Istri Kontrak Sang Pewaris Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Konflik etika / CEO
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fabdul

​Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Aira Kirana terpaksa menerima tawaran nikah kontrak dari Devan Mahendra. CEO dingin yang membutuhkan istri formalitas demi posisinya di Mahendra Group. Bagi Devan, Aira hanyalah transaksi yang bisa dibeli dengan uang.

​Namun, Aira menolak tunduk. Di tengah intrik dan hinaan keluarga Mahendra, ia berdiri tegap mempertahankan harga diri dan ketulusannya sebagai perajin tenun.

​Saat benih kepedulian Devan mulai tumbuh, bayang-bayang masa lalu bernama Clara kembali hadir, membawa ujian baru bagi hubungan mereka.

​Mampukah Devan meruntuhkan egonya demi mempertahankan Aira? Ataukah Aira memilih pergi, membuktikan bahwa ketulusan tak pernah bisa dibeli?

​Sebuah kisah tentang harga diri, penyesalan suami, dan kekuatan ketulusan yang meluluhkan hati yang beku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fabdul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjelang Hari Perayaan

Beberapa hari berlalu sejak Siska datang ke penthouse untuk mengurus persiapan pakaian Aira. Sejak saat itu, jadwal Aira mulai dipenuhi berbagai persiapan menjelang perayaan ulang tahun Mahendra Group.

Gaun yang dipilih Siska sudah selesai dikerjakan. Pagi itu, seorang staf mengantarkannya ke penthouse untuk memastikan semuanya siap sebelum hari acara.

Aira memeriksa gaun berwarna biru tua dengan sulaman perak itu sekali lagi. Ia tidak banyak berkomentar ketika staf tersebut menjelaskan beberapa hal mengenai pakaian dan aksesori yang akan dikenakannya nanti.

Setelah memastikan semuanya sesuai, Aira mengucapkan terima kasih dan meminta staf itu menyampaikan bahwa gaunnya sudah diterima.

Ia kemudian menyimpan gaun tersebut dengan hati-hati.

Bagi Aira, menghadiri acara besar seperti ini bukanlah hal yang biasa. Ia memang pernah menghadiri makan malam bersama keluarga Mahendra beberapa waktu lalu, tetapi perayaan ulang tahun perusahaan tentu berbeda. Akan ada lebih banyak orang, termasuk para pemegang saham dan tamu penting yang mungkin belum pernah ia temui.

Aira masih mengingat bagaimana beberapa tamu mempertanyakan latar belakangnya pada acara makan malam sebelumnya. Ia bisa menghadapi pertanyaan semacam itu, tetapi ia tidak ingin kehadirannya justru menjadi masalah bagi Devan.

Menjelang siang, Aira duduk di ruang tengah sambil memeriksa pesan dari Ratih. Adiknya itu mengabarkan bahwa kondisi ibu mereka masih stabil. Aira merasa sedikit lega setelah membacanya.

Ia membalas pesan itu, mengingatkan Ratih agar menjaga kesehatan dan tidak lupa memberi kabar jika ada sesuatu yang perlu disampaikan.

Setelah itu, Aira meletakkan ponselnya di atas meja.

...___🍀🍀🍀🍀____...

Menjelang siang, Devan keluar dari ruang kerjanya di penthouse setelah menyelesaikan panggilan telepon. Ia melihat Aira duduk di ruang tengah.

"Gaunnya sudah selesai?" tanyanya.

Aira menoleh. "Sudah, Mas Devan. Tadi pagi diantar ke sini."

Devan mengangguk singkat. "Bagus. Pastikan semua persiapan selesai sebelum hari acara."

"Iya."

Devan hendak kembali ke ruang kerjanya, tetapi berhenti sejenak.

"Satu hal lagi. Acara nanti akan dihadiri banyak orang penting dari perusahaan. Mungkin ada yang bertanya tentang pernikahan kita atau latar belakangmu."

Aira menatapnya, menunggu kelanjutan ucapannya.

"Kalau ada yang mengatakan sesuatu tentangmu, jangan terburu-buru menanggapi. Aku tidak ingin urusan pribadi kita menjadi bahan pembicaraan di acara perusahaan."

Nada bicara Devan tetap datar.

"Aku mengerti, Mas Devan. Aku akan menjaga sikapku."

Devan mengangguk sebelum kembali ke ruang kerjanya. Aira tidak bertanya lebih jauh. Ia memahami bahwa Devan ingin menghindari persoalan pribadi yang bisa memengaruhi urusan perusahaan.

...___🍀🍀🍀🍀____...

Di tempat lain, Hadi Mahendra sedang berada di ruang kerjanya. Di atas meja terdapat beberapa dokumen yang berkaitan dengan persiapan perayaan ulang tahun Mahendra Group.

Acara itu bukan sekadar perayaan tahunan. Bagi Hadi, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat posisinya di hadapan para pemegang saham menjelang penentuan posisi penuh CEO perusahaan.

Selama ini, ia terus mengamati langkah Devan. Keponakannya itu memiliki dukungan yang cukup kuat, tetapi pernikahan mendadaknya dengan seorang perempuan dari luar lingkungan keluarga Mahendra telah membuka celah yang bisa dimanfaatkan.

Hadi mengambil salah satu dokumen, lalu meletakkannya kembali di atas meja.

"Apa persiapan untuk acara minggu depan sudah selesai?" tanyanya kepada sekretaris yang berdiri di hadapannya.

"Sebagian besar sudah, Pak. Daftar tamu dan susunan acara juga sudah dikonfirmasi."

Hadi mengangguk.

"Bagus. Pastikan para pemegang saham utama hadir."

"Baik, Pak."

Setelah sekretarisnya keluar, Hadi menyandarkan punggung ke kursi. Pikirannya kembali tertuju pada Aira.

Ia tidak terlalu peduli siapa perempuan itu sebenarnya. Yang menarik perhatiannya adalah bagaimana Devan tiba-tiba menikahinya, padahal selama ini keponakannya tersebut tidak pernah menunjukkan niat untuk membangun rumah tangga.

Pernikahan itu tentu memiliki alasan. Namun, selama Devan tidak memberikan penjelasan yang meyakinkan, pertanyaan akan terus muncul.

Dan bagi Hadi, pertanyaan yang tepat bisa menjadi awal dari keraguan.

Ia tidak perlu menyerang Devan secara langsung. Cukup dengan membuat orang-orang mulai mempertanyakan keputusan keponakannya itu, terutama ketika posisi penuh CEO belum ditetapkan.

Hadi tersenyum tipis.

"Kadang-kadang, orang tidak perlu dijatuhkan dengan tangan sendiri," gumamnya. "Cukup biarkan orang lain mulai meragukannya."

Pandangan Hadi beralih ke jendela besar di samping ruang kerja. Ia tahu bahwa Devan bukan orang yang mudah digoyahkan. Namun, bukan berarti keponakannya itu tidak memiliki kelemahan.

Dan kali ini, Hadi berniat mencari tahu seberapa jauh pernikahan tersebut bisa memengaruhi kepercayaan orang-orang terhadap Devan.

...____🍀🍀🍀🍀____...

Malam harinya, Devan baru tiba di penthouse setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Ia meletakkan jas di sandaran sofa, lalu melonggarkan dasinya.

"Kamu belum tidur?" tanyanya ketika melihat Aira keluar dari kamar.

"Belum. Saya hanya ingin memastikan semua persiapan untuk acara minggu depan sudah beres."

Devan mengangguk. "Kalau ada perubahan jadwal, Arga akan memberitahumu."

"Baik, Mas Devan."

Aira terdiam sejenak sebelum kembali bertanya, "Untuk acara nanti, apakah ada yang perlu kulakukan selain mengikuti susunan acara?"

"Ikuti saja arahan panitia. Kalau ada yang perlu kamu lakukan, nanti akan diberitahu."

"Baik."

Percakapan mereka berakhir tanpa pembahasan lebih lanjut. Aira kembali ke kamar, sementara Devan melanjutkan pekerjaannya di ruang tengah.

Bersambung...

1
Muft Smoker
Devan gengsi ny msh Segede Bulan ,,
Ariany Sudjana
Devan sudah ada hati sama Aira, cuma masih Denial dengan perasaannya sendiri
Jesselyn Runtuwene
lanjut 👍
Jesselyn Runtuwene
lanjut
fabdul
Luar Biasa
Jesselyn Runtuwene
lanjut
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Jesselyn Runtuwene
ijin promosi novel juga Judul Sang Pemain ( yang awalnya tidak suka bermain bola menjadi pemain profesional ) mampir yuk
Jesselyn Runtuwene
lanjut
Jesselyn Runtuwene
semoga saja Clara tidak menimbulkan masalah
Muft Smoker
Clara mungkin tenang dlm setiap obrolan ,, dan semoga akan ttap seperti tu ,, jgn prnh merusak rumah tangga prempuan lain ,, dan Devan harus selalu bisa mengambil sikap tegas ,,
Ariany Sudjana
kamu harus tegas Devan, jangan sampai si pelacur murahan itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan aira, apalagi mama kamu kelihatan sekali masih berharap Clara yang jadi istri kamu, hanya karena pertimbangan sama-sama keluarga konglomerat
Jesselyn Runtuwene
semoga Clara tidak menjadi masalah bagi Devan
Jesselyn Runtuwene
lanjut
Anvika
Ratih berhenti sejenak, keknya lebih bagus diganti napas Ratih tercekat.
fabdul: siap kak makasih ya atas masukannya, nanti aku baca kembali bab ini sebelum revisinya 😊
total 1 replies
Anvika
Mampir kak
Anvika
Lanjut
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,

semoga aj si Clara gx jdi ulet bulu di tengah2 Aira dan Devan ,,
meski pernikahan mereka di dasari Krn kesepakatan bisnis semata ,,
Muft Smoker: ok siap kak ,,
semangat trus /Grin/
total 2 replies
Muft Smoker
waah nyari masalah aj niih siapa pun org ny😏
Muft Smoker
kasih kopi Aira ,, biar jernih fikiran si Devan ,, 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!