NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:176
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Kepulangan dan Cetak Biru Ekspansi

​Penghancuran fasilitas bawah tanah Ordo Mata Dantian di Lembah Tengkorak Merah menjadi tamparan keras bagi organisasi gelap tersebut. Tidak hanya kehilangan reaktor pemurni dan puluhan Kristal Dantian hasil panen mereka, seluruh arsip data riset sains-kuno mereka pun jatuh ke tangan Cheon Ryeon.

​Tiga hari setelah pertempuran di lembah, rombongan Ordo Roda Bintang bersama Jaegal So-yeon tiba kembali di wilayah perbatasan Pegunungan Shiwan.

​Di pinggir Lembah Bayangan Maut, langkah mereka terhenti.

​Jaegal So-yeon menghentikan langkahnya di bawah naungan pohon cemara hitam, membuka kipas sutranya dengan bunyi TAK yang jernih. Angin sore mengibaskan jubah sutra peraknya yang anggun.

​"Aku harus kembali ke markas Utama Aliansi Ortodoks di Central Plains," kata So-yeon sambil menatap Ryeon. "Penghancuran markas cabang Ordo Mata Dantian pasti bikin para tetua di Aliansi mulai saling curiga. Aku butuh memanfaatkan kekacauan ini buat mengamankan posisi Keluarga Jaegal."

​Ryeon mengangguk pelan. "Langkah yang masuk akal. Amankan jalur informasi di Central Plains. Dalam dua bulan ke depan, Ordo Roda Bintang bakal mulai membangun jaringan perdagangan dan logistik di perbatasan timur."

​So-yeon menyunggingkan senyum tipis yang memikat. Dia merogoh sebuah kompas kuno berbahan logam paduan dari balik lengan bajunya lalu menyerahkannya pada Ryeon.

​"Ini kompas pelacak frekuensi yang kudapat dari arsip rahasia keluargaku," ujar So-yeon. "Alat ini bisa mendeteksi keberadaan kepingan logam sains kuno dalam radius lima puluh mil. Simpan ini. Anggap saja sebagai tanda kesetiaan aliansi kita."

​Ryeon menerima kompas kuno itu, mengamati ukiran presisi dan jarum magnetiknya yang bergetar halus.

​"Terima kasih," sahut Ryeon singkat. "Hati-hati di perjalanan kembali. Tetua-tetua faksi Ortodoks itu sama beracunnya dengan orang-orang di Kultus."

​So-yeon tertawa pelan, suaranya jernih bagaikan denting lonceng angin. "Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, Cheon Ryeon. Sampai jumpa di Central Plains."

​Dengan gerakan yang sangat anggun bagaikan sehelai bulu burung melayang, Jaegal So-yeon melompat naik ke atas tebing batu dan menghilang di balik kanopi hutan Central Plains.

​Sore harinya, rombongan Ryeon melangkah masuk melewati gerbang utama Akademi Kultus Iblis.

​Kedatangan mereka disambut meriah oleh ratusan anggota Ordo Roda Bintang yang berbaris rapi di sepanjang jalan menuju Lembah Bawah. Pengawalan puluhan Kristal Dantian berenergi murni serta material baja paduan buatan Ordo Mata Dantian membuat aura kekuasaan Ordo Roda Bintang makin tak tergoyahkan.

​Di dalam Markas Pusat Ordo, Tang Jin-Bao langsung mengurung diri di laboratorium kimia bawah tanah bersama puluhan murid pengrajin.

​TRANG! TRANG! TRANG!

​Suara dentingan tempaan besi dan desir uap pendingin bergema tanpa henti sepanjang malam. Dengan memanfaatkan energi dari Kristal Dantian yang dievakuasi dari fasilitas bawah tanah, efisiensi pemurnian baja mikro-karbon meningkat hingga 300%!

​Dua hari kemudian, Ryeon menggelar rapat komando tertinggi di Aula Utama Ordo.

​Di hadapan Tang Jin-Bao, Gong Son-mi, Baek Hyun, serta sepuluh komandan divisi baru, Ryeon membentangkan sebuah cetak biru rahasia yang baru saja diselesaikannya.

​Cetak biru itu berisi rancangan Senjata Komposit Generasi Kedua"Luar biasa..." bisik Baek Hyun dengan mata berbinar-binar menatap rancangan belati khusus untuk divisinya. "Dengan sudut aerodinamis dan bobot ringan begini, kecepatan pelemparan jarumku bisa naik dua kali lipat tanpa menimbulkan suara angin sedikit pun!"

​Gong Son-mi menepuk dadanya yang dilapisi zirah komposit terbaru. "Dengan ini, barisan perisai kita sanggup menahan gempuran serentak dari lima puluh master Ranah Pembentukan tanpa ada satu pun yang goyah!"

​Ryeon berdiri dari kursinya, menatap seluruh komandan divisinya dengan mata hitam yang dingin dan penuh tekad.

​"Kekuasaan kita di dalam Akademi Kultus Iblis sudah mutlak," suara Ryeon bergema memenuhi aula. "Tapi tujuan kita bukan cuma jadi raja kecil di dalam tembok Pegunungan Shiwan."

​Ryeon menunjuk peta perbatasan Central Plains di dinding.

​"Dua minggu dari sekarang, kita bakal membuka Serikat Dagang Roda Bintang (Star-Gear Trading Guild) di Kota Perbatasan. Kita bakal menjual obat-obatan racikan Jin-Bao, peralatan pertukangan efisien, dan zirah komposit ke seluruh benua Murim."

​Jin-Bao tersenyum lebar, matanya membentuk garis tipis membayangkan tumpukan koin emas yang bakal mengalir masuk. "Serikat Dagang?! Wah, kalau itu jalan, kita bukan cuma kaya raya, Bos... tapi kita bisa mengontrol arus logistik seluruh faksi di Murim!"

​"Tepat," tegas Ryeon. "Uang dan logistik adalah darah dari setiap peperangan. Dengan menguasai perdagangan dan informasi perbatasan, kita bakal membongkar seluruh jaringan Ordo Mata Dantian sampai ke pusatnya di Central Plains."

​Seluruh komandan divisi berdiri serempak, mengepalkan tangan di dada dan membungkuk hormat kepada Cheon Ryeon.

​"SIAP MELAKSANAKAN PERINTAH, BOK/BOS CHEON RYEON!" seru mereka bergemuruh.

​Di balik jendela markas yang tinggi, matahari terbenam memancarkan warna merah keemasan di atas Pegunungan Shiwan. Roda takdir kini telah berputar sempurna. Sang Jenderal Sains dan Ordo Roda Bintang siap melangkah keluar menundukkan seluruh benua Murim di bawah pijakan logika dan kekuatan mutlak mereka!

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!