NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: jihan dwi

Lexa, seorang siswi populer yang terbiasa menindas siapa saja yang menghalangi jalannya, terbangun di sebuah kamar sempit yang asing. Saat memandang cermin, ia tersentak menemukan sosok Maya gadis lugu dan pendiam yang saban hari ia jadikan sasaran rundungan di sekolah. Karna suatu kejadian, jiwanya terperangkap dalam tubuh korban yang paling ia benci.
Terjebak dalam kehidupan Maya, Lexa kini harus merasakan dinginnya lantai kamar mandi tempat ia dulu menyiram Maya, pedasnya cemoohan teman-temannya sendiri, hingga kejamnya rasa terisolasi. Demi bertahan hidup dan mencari cara kembali ke tubuh aslinya, Sephia terpaksa membalas balik intimidasi kelompoknya sendiri—kali ini menggunakan akal dan keberanian yang tak pernah dimiliki Maya sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jihan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Bel tanda berakhirnya pengerjaan ujian berdering nyaring, menggema di seluruh sudut aula megah tersebut. Suara serentak desah napas lega dan helaan napas lelah dari ratusan peserta seketika memecah kesunyian yang telah bertahan selama dua jam. Pengawas ujian melangkah tegas mengumpulkan lembar jawaban dari setiap meja.Di mejanya, Maya meletakkan pulpennya dengan jemari yang terasa agak pegal. Namun, di dalam dadanya, bergelombang rasa puas yang teramat sangat. Maya berhasil menjawab seluruh soal termasuk bagian uraian analisis yang paling rumit dengan sangat rinci, tepat, dan sistematis. Setiap baris rumus dan penjelasan yang ia goreskan di atas kertas merupakan wujud dari seluruh air mata, keringat, dan ketekunan belajarnya selama ini. Maya menarik napas dalam-dalam, menyapu bulir keringat di dahinya, lalu menyunggingkan senyum tipis yang tulus. Baginya, perjuangan jujurnya telah tuntas dieksekusi tanpa cela.

Sesuai jadwal, seluruh peserta dipersilakan keluar ruangan menuju area foyer aula yang luas untuk menikmati jam istirahat sebelum pengumuman hasil skor akhir dibacakan.Saat melangkah keluar dari pintu aula, Lexa langsung disambut oleh kehadiran kedua orang tuanya yang sengaja datang khusus untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Papa Lexa, yang tampil memukau dengan setelan jas mahal sebagai sponsor utama acara, merangkul pundak putri tunggalnya dengan raut wajah penuh kebanggaan yang meluap-luap. Di sampingnya, Mama Lexa tersenyum manis memandangi Lexa.

"Bagaimana ujiannya, Sayang?" tanya Papanya dengan nada suara mantap dan renyah. "Lancar, kan?"

Lexa mengibaskan rambut panjangnya ke belakang, menyunggingkan senyum paling angkuh yang ia miliki. "Lancar banget, Pa! Soal-soalnya gampang banget buat Lexa. Nggak ada satu pun yang meleset!"

"Luar biasa! Ini baru anak Papa!" seru Papanya seraya tertawa bangga, menepuk-nepuk bahu Lexa di hadapan beberapa panitia dan orang tua siswa lain yang melintas. "Papa sudah bilang kan, darah pengusaha dan pemenang itu mengalir di tubuh kamu!"

Mama Lexa mengusap lembut pipi putrinya dengan linangan air mata haru. "Mama bangga sekali sama kamu, Lexa. Perjuangan kamu belajar siang dan malam akhirnya terbayar hari ini."

Pujian dan Sanjungan bertubi-tubi dari kedua orang tuanya menyiram ego Lexa hingga membumbung tinggi ke langit. Di dalam benaknya, deretan bayangan barang-barang bermerek yang telah ia impikan kini terasa kian nyata dan makin dekat di dalam genggaman. Ia sudah membayangkan betapa indahnya tas kulit edisi terbatas berlogo desainer ternama yang akan menghiasi lengannya, serta mobil sport merah mengilap yang dijanjikan papanya saat mereka kembali ke rumah nanti. Semua hadiah kemewahan itu terasa tinggal menunggu waktu untuk diklaim.Namun, di tengah momen kehangatan keluarga kaya tersebut, pandangan mata Mama Lexa tak sengaja bergulir melintasi kerumunan orang di dekat sudut foyer.

Di sana, berdiri seorang gadis berseragam kusam dengan ransel berat dan kacamata tebal, sedang meminum air mineral dari botol ulangnya sendiri. Wajah bersahaja itu sangat tidak asing bagi Mama Lexa."Lho... bukannya itu...?" Mama Lexa membelalakkan mata, menghentikan ucapannya sejenak.Tanpa memedulikan Lexa yang sedang mengoceh tentang rencana belanja, Mama Lexa melangkah cepat membelah kerumunan menuju arah tempat gadis itu berdiri. Lexa dan papanya yang terkejut terpaksa mengekor dari belakang.

"Kamu... anak rajin yang jualan sayur di pasar minggu lalu, kan?" sapa Mama Lexa dengan nada suara yang dipenuhi rasa terkejut sekaligus takjub luar biasa.Maya yang sedang meneguk airnya seketika tersentak. Ia meletakkan botol minumnya dan menunduk santun saat mengenali wanita anggun di hadapannya. "E-eh... iya, Tante. Selamat siang..."

Mama Lexa menggenggam kedua tangan Maya dengan raut wajah yang benar-benar tidak percaya. Beliau menatap seragam SMA Nusa Bangsa yang dikenakan Maya, lalu melirik tanda peserta olimpiade yang tergantung di dada gadis itu.

"Ya Tuhan... Tante benar-benar tidak menyangka!" cetus Mama Lexa dengan binar mata penuh kekaguman yang tulus. "Selain rajin membantu ibu kamu berjualan sayur dari subuh di pasar, ternyata kamu juga anak yang sangat pintar sampai bisa jadi perwakilan sekolah di olimpiade tingkat kota ini?!"

"Saya cuma berusaha sebisanya, Tante..." jawab Maya pelan dan santun, sedikit canggung menerima perhatian tiba-tiba itu.Melihat mamanya kembali memuji dan memegang tangan Maya dengan penuh kasih sayang di depan umum bahkan di panggung sebesar ini darah Lexa seketika mendidih hebat. Rasa panas yang membakar langsung menyengat dadanya. Matanya menyalang tajam menatap Maya dari balik kacamata mewahnya. Bagi Lexa, tindakan mamanya yang terus-menerus menyorot gadis miskin itu di depannya adalah sebuah penghinaan yang sangat tidak tertahankan.

"Ngapain sih Mama pakai nyamperin si anak penjual sayur ini segala?! Bikin malu aja!" geram Lexa di dalam hatinya dengan kepalan tangan yang mengetat.

Lexa hampir saja meledakkan amarahnya dan menarik tangan mamanya untuk pergi. Namun, tepat saat ia hendak melangkah maju, pandangan mata Lexa tak sengaja tertambat pada sudut panggung utama foyer.

Di atas meja berbalut kain beludru merah, berjejer piala-piala kristal yang berkilau di bawah sorotan lampu hall. Di barisan paling depan, berdiri sebuah piala berukuran paling besar dan paling tinggi, dengan ukiran pelat emas bertuliskan *JUARA 1 OLIMPIADE SAINS TINGKAT KOTA*.

Melihat piala megah itu berkilau anggun, rasa iri dan amarah Lexa terhadap Maya seketika menyusut, berganti dengan gelombang keangkuhan yang dingin.Lexa menyunggingkan senyum miring yang penuh kemenangan. Ia menyampingkan rasa jengkelnya, membiarkan mamanya berbicara sejenak dengan Maya. Dalam pikiran liciknya yang dipenuhi kepalsuan, Lexa merasa tidak perlu risau atau cemas lagi pada gadis penjual sayur itu. Biarlah mamanya memuji Maya sesuka hati sekarang, karena sebentar lagi, saat nama Lexa dipanggil ke atas panggung untuk menerima piala Juara Pertama tersebut, seluruh pujian dan sorotan dunia akan kembali menjadi miliknya secara mutlak.

"Puji saja dia sesuka Mama sekarang..." bisik Lexa sangat pelan pada dirinya sendiri seraya menatap piala nomor satu itu dengan mata berbinar penuh keserakahan. "Karena sebentar lagi, piala itu bakal jadi milik gue, dan si anak penjual sayur ini bakal sadar diri kalau dia cuma penonton di bawah panggung gue."

Dengan kepercayaan diri palsu yang membumbung tinggi akibat kunci jawaban curiannya, sang ratu sekolah berdiri menanti jam pengumuman dengan dada terangkat sama sekali tidak menyadari bahwa kebenaran dan keadilan takdir sedang bersiap melucuti seluruh kebohongannya di depan ratusan pasang mata.

1
Hadi Mulyono
seru ceritanya
Hadi Mulyono
jaman sekarang jangankan anak orang kaya .anak orang biasa ga pny aja bnyk yg kelakuan gayanya kaya orang kaya .kasihan maknya jg
Hadi Mulyono
kapan nih pindah jiwa maya
Hadi Mulyono
di awal cerita SDH menarik semoga bab nya ga terlalu panjang yg penting pny kualitas isi yg bagus
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!