Ceisya hacker jenius dan ahli bela diri mati konyol gara-gara emosi membaca novel dark romance The Alpha’s Obsession. Takdir gila melempar jiwanya bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran cupu bernasib paling sial mati menjadi tumbal sahabatnya sendiri, Belva.
Namun, Ceisya yang sekarang menolak mati! Dengan otak cerdas dan kemampuan, Ceisya membalikkan keadaan. Ia melumpuhkan para pembunuh bayaran di tengah hutan salju, dan mulai membalas permainan licik Belva serta ancaman Bianca satu per satu.
Tetapi, Aksi Cesiya di atas salju memicu insting predator sang Alpha. Fenrir Volkov—Raja Serigala paling kejam, dingin, dan ditakuti di seluruh Kerajaan Valesia mendadak mengklaim Ceisya sebagai tawanan pribadinya, menyeretnya ke dalam kamar sang Raja, dan menguncinya dalam lingkar obsesi yang teramat posesif.
Di tengah intrik berdarah istana dan jeratan sang Raja Serigala, bisakah Ceisya merebut kebebasannya atau ia justru akan menyerahkan dirinya utuh menjadi milik Sang Alpha sepenuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asap Ungu dan Pembalasan Dendam si Mantan Hacker
Kepulan asap keunguan beraroma manis yang mengalir dari cerobong asap perapian kian mekat, membumbung tipis menutupi langit-langit kamar utama sang Alpha King. Udara di dalam ruangan luas itu mendadak berubah menjadi panas dan menyesakkan.
Sensasi menjalar aneh mulai merayapi seluruh pembuluh darah Ceisya. Rasa hangat yang membakar dari dalam perut bawah melesat cepat ke arah dada dan lehernya, membuat pandangan matanya agak mengabur dan seluruh persendian tubuhnya terasa lemas tak berdaya.
Buset dah! Ini racun apaan sih?! Efeknya cepat banget kayak alkohol oplosan! Batin Ceisya merutuki keadaan, giginya merapat menahan gelombang panas yang mencoba menguasai kesadarannya. Awas ya si ulat ketek Belva, aku balas nanti. Dapat ide dari mana coba ngirim asap perangsang lewat cerobong asap ginu? Dikira aku sinterklas apa?!
Dalam kondisi tubuh yang mendadak terkulai, Ceisya merasakan dekapan lengan kekar Fenrir justru semakin mengerat di pinggangnya.
Sang Raja Serigala tidak panik. Sebagai seorang Alpha murni berdarah dingin, tubuh Fenrir memiliki kekebalan alami yang tinggi terhadap racun biasa. Namun, aroma manis racun klan Vespera yang menyatu dengan aroma tubuh alami Ceisya justru memicu naluri binatang buas di dalam dadanya. Iris mata merah Fenrir menyala semakin redup dan pekat—tanda bahaya bahwa insting pemangsanya sedang diuji di titik tertinggi.
"Jangan dihirup terlalu banyak, Ceisya," bisik Fenrir rendah. Suara baritonnya terdengar amat dalam, bergetar langsung di ceruk leher Ceisya saat pria itu menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya di antara helai rambut cokelat gadis itu.
Napas bertemperatur tinggi milik Fenrir yang menyapu kulit lehernya yang peka membuat Ceisya merinding hebat. Sensasi dari scent-mark gigitan Fenrir sebelumnya mendadak berdenyut gila-gilaan, seolah menuntut sentuhan yang lebih intim.
Aduh, janan makin nempel gini dong! Jerit Ceisya dalam hati, matanya merem-melek menahan godaan. Gantengnya udah kelewatan, wanginya bikin mabuk, kalau terus-terusan pelukan gini bisa jebol dah nih vigin ku! Enggak boleh... aku sebagai mantan hacker terhormat harus tahan.
"Yang... Yang Mulia..." panggil Ceisya dengan suara yang tanpa sadar meluncur begitu serak dan lembut. Tangannya yang lemas bertengger di dada kemeja Fenrir, meremas kain hitam itu untuk mencari pegangan. "Lepasin... panas..."
Fenrir terkekeh pelan—sebuah tawa gelap yang sarat akan dominasi dan rasa gemas yang tertahan. Tangannya yang besar berpindah melingkari punggung Ceisya, merengkuh tubuh gadis itu makin rapat hingga tak ada celah di antara mereka, lalu membaringkan tubuh mereka berdua di atas ranjang tebal bertiang empat tersebut.
Fenrir mengurung tubuh Ceisya di bawah naungannya, menumpukan kedua lengannya di samping kepala Ceisya tanpa menindih berat tubuhnya.
"Tahan kesadaranmu, manis," bisik Fenrir, jemari tangannya merapikan helai rambut cokelat yang menempel di dahi basah Ceisya dengan kelembutan yang sangat kontras dengan aura berbahaya yang memancar darinya. "Aku bisa saja mengambilmu sekarang juga di bawah pengaruh racun ini... Tapi aku bukan pria murahan yang membutuhkan racun untuk menikmati milikku."
Mendengar kata-kata tegas namun posesif itu, batin Ceisya mendadak adem seketika.
Wah, gila... Gentle juga nih serigala posesif. Kirain mau langsung main embat aja, batin Ceisya terperangah. Oke, karena kamu sudab bersikap ala gentleman, sekarang giliranku buag beresin si ular keket bulu ketek berbisa itu.
Meskipun tubuhnya masih digelayuti rasa lemas dan panas, otak cerdas Ceisya tidak pernah berhenti bekerja. Sebagai mantan petarung dan ahli teknologi, ia mengerti betul dasar-dasar peredaran darah dan aliran udara.
Ceisya menarik napas panjang melalui hidung secara perlahan, menggunakan teknik pernapasan khusus yang biasa dipakai para praktisi bela diri untuk menekan detak jantung dan menetralkan racun ringan di aliran darah. Dalam waktu beberapa menit, rasa lemas di persendiannya mulai berkurang drastis.
"Yang Mulia," panggil Ceisya, kini suaranya sudah jauh lebih stabil. Sepasang mata cokelatnya menatap lurus ke dalam iris mata merah Fenrir dengan binar jahil yang menyala. "Di mana saluran pipa pembuangan angin perapian kamar ini bermuara?"
Fenrir mengerutkan alis tebalnya, terkejut melihat betapa cepatnya gadis di bawahnya ini menguasai diri kembali dari pengaruh racun Vespera. "Sistem perapian sayap utara terhubung melingkar. Asap perapian kamarku berhulu langsung dari ruang pembakaran bawah yang melewati jalur kamar anak angkat istana... kamar Belva."
Sebuah senyuman miring yang sangat manis—sekaligus mematikan—terkembang di bibir Ceisya.
"Bagus," gumam Ceisya puas. Asli, desain arsitektur kastil ini bego banget, tapi menguntungkan buatku!
Ceisya mendorong pelan dada Fenrir agar pria itu memberi ruang. Dengan gerakan lincah yang membuat Fenrir terpana, Ceisya turun dari tempat tidur, melangkah mendekati meja rias berukir kayu di sudut kamar. Ia menyambar sebuah botol minyak wangi murni berbahan alkohol tinggi milik kerajaan, lalu membawanya mendekati perapian.
"Apa yang mau kau lakukan, gadis kecil?" tanya Fenrir sembari bersandar santai di tepi ranjang, memperhatikan setiap gerak-gerik Ceisya dengan tatapan tertarik.
"Mengembalikan paket salam perpisahan dari Nona Belva, Yang Mulia," jawab Ceisya santai.
Ia tuangkan minyak alkohol itu ke bagian bawah saluran udara perapian, lalu menyumbat celah atas cerobong kamarnya menggunakan kain mantel tebal milik Fenrir yang tak terpakai, menyisakan satu-satunya celah pembuangan udara kembali meluncur deras ke arah bawah—menuju perapian kamar Belva Vespera!
Menggunakan dorongan sihir angin kecil yang diam-diam dieksekusi oleh Fenrir—yang tersenyum dingin menyadari rencana cerdik Ceisya—seluruh asap pekat keunguan beraroma racun perangsang yang ada di kamar sang Alpha mendadak terhisap balik dan menyembur deras masuk ke dalam kamar Belva di lantai bawah!
Di saat yang bersamaan, di dalam kamarnya yang mewah, Belva Vespera sedang duduk menanti di depan cermin dengan gaun malam tipis. Wajahnya dihiasi senyuman culas.
"Sebentar lagi..." bisik Belva penuh kemenangan. "Asap racun itu akan membuat Yang Mulia kehilangan kendali dan membunuh Ceisya karena ket ketahanan dirinya terusik... Atau setidaknya, Ceisya akan ternoda dan dibuang sebagai wanita murahan!"
Namun, belum sempat tawa kemenangan Belva meledak, PUFF!
Dari dalam perapian kamarnya sendiri, gumpalan asap ungu beraroma manis menyembur keluar dengan sangat kencang bagaikan pipa pecah! Dalam hitungan detik, seluruh kamar Belva dipenuhi oleh racun perangsang miliknya sendiri dalam konsentrasi lima kali lebih pekat!
"Uhuk! Uhuk!" Belva terbatuk-batuk hebat, panik mencoba melambaikan tangannya. Namun, racun buatannya sendiri merebak masuk ke dalam saluran pernapasan Belva tanpa ampun.
Seketika, seluruh tubuh Belva membara panas, matanya memerah, dan kesadarannya mulai kabur tersapu oleh hasrat liar yang ia ciptakan sendiri!
Kembali ke kamar utama sang Alpha King, Ceisya mengibaskan tangannya dengan puas, lalu berjalan kembali menuju tempat tidur utama dengan gaya santai seolah baru saja selesai menyiram tanaman.
"Beres," ujar Ceisya ringan, menepuk-nepuk tangannya. "Biar si ular ngerasain sendiri racun bikinannya. Lumayan, malam ini dia bakal sibuk mandi air es sampai pagi."
Fenrir menatap gadis di hadapannya dengan tatapan yang kian pekat oleh rasa kagum dan obsesi yang membara. Pria itu mengulurkan tangan kekarnya, menyambar pinggang Ceisya dan menariknya jatuh tepat di atas pangkuannya di tepi tempat tidur.
"Aduh!" Ceisya memekik pelan, tangannya refleks tertahan di bahu kokoh Fenrir. "Kan udah beres masalah racunnya, Yang Mulia! Kenapa ditarik lagi?!"
"Masalah racun memang sudah beres," bisik Fenrir rendah tepat di depan bibir Ceisya, jemarinya mengunci pinggang gadis itu dengan cengkeraman posesif mutlak. "Tapi masalahku dengannmu baru saja dimulai, manis... Kau berhasil membuatku semakin tidak bisa melepaskanmu."
Di tengah sapuan kehangatan dan keintiman di antara mereka berdua, dari arah pelataran luar kastil, suara lolongan serigala dalam jumlah ratusan mendadak bergema membelah malam yang dingin!
AWOOOOOO!
Lonceng darurat Kerajaan Valesia berdentang nyaring tiga kali berturut-turut—tanda bahaya tertinggi!
Seorang pengawal zirah perak mendobrak pintu luar kamar dengan wajah pucat pasi. "Yang Mulia Alpha King! Pasukan Klan Reinhardt dan Dewan Tetua telah mengepung kastil utama! Lady Bianca menuduh Anda telah disihir oleh pelayan ini dan menuntut eksekusi mati untuk Ceisya malam ini juga!"
Fenrir menyipitkan matanya tajam, sementara Ceisya hanya bisa menghela napas panjang dalam batinnya. Aduh, baru juga mau santai bentar, sudah diajak tawuran massal aja!
saran sedikit Bisa gak kalo gaya Bahasanya Ceisya dirubah lebih Elegan tnpa bawa' istilah kehidupan yg lalu, lebih swag lebih tajem, lebih pintar dn berani ngelawan terutama kalo sama Fenrir jgn terlalu nurutlahh biar fenrir yang ngejar tapi Ceisya kyak gak peduli gitu ada hargadirinya
dan tokohnya tangguh gak menye menye
Seru banget apalagi nnti kalo sudah masuk konflik ditunggu kakak kelanjutanya rajin update yaa
Alurnya Tipe aku bangett
Jangan buat mudah untuk fenrir mendapatkan Ceisya yaa kak buat fenrir gedebak gedebuk dulu sampek kecintaan sama Ceisya 😄😄
aku suka Alurnya🥰🥰🥰
karya baru sepertinya Seru
lanjut thor😊