NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jual Mahal

"Kenapa kamu menyuruh adikmu untuk ambil es teh? Kan adikmu nggak bisa bawa dua gelas," ucap Bian pada Reyhan yang saat ini sudah berada di dapur sebelah ruang makan untuk membuat es teh.

Reyhan ketahuan memantau adiknya yang sedang meminta es teh kepada Bian. Tentu saja Elova harus minta es teh itu pada Bian atau Aluna karena dia tak bisa membuatnya sendiri. Saat Elova meminta es teh, Bian langsung melihat ke arah sekitarnya. Ternyata ada Reyhan yang tengah bersembunyi di balik guci. Reyhan sangat malas untuk bertemu dengan Aluna sehingga menyuruh Elova. Namun malah Elova mengatakan jujur bahwa dia disuruh oleh Reyhan. Bian tahu kalau anak bungsunya itu jarang minum es teh. Sehingga curiga kalau ada orang yang menyuruhnya.

"Reyhan cuma bilang mintakan es teh ke Papa kok. Nggak yang suruh bawakan es teh. Dasarnya Papa aja yang nggak mau buatkan," ucap Reyhan mengelak tuduhan dari Bian.

"Lho... Ndak gitu ya, Abang. Tadi Abang bilang kalau Lopa halus bawa es teh ke luang kelualga. Tadi Abang juga udah janji buat kasih Lopa satu tetes sebagai imbalan. Jangan pitnes Lopa lho," ucap Elova tak terima.

"Kamu salah dengar, Lova. Coba nanti itu telinganya dibersihkan dulu biar ndak salah dengar," ucap Reyhan yang saat ini membuat es tehnya sendiri dengan terpaksa. Lebih tepatnya karena disuruh oleh Bian untuk membuat es teh sendiri.

"Masa Lopa salah dengal sih? Coba Papa lihat telinga Lopa. Ada kecoaknya ndak? Kok bisa Lopa salah dengal," ceplos Lova sambil mendekatkan telinganya pada Bian.

Elova duduk di pangkuan Bian sambil menarik telinga kecilnya. Mendengar perdebatan antara Elova dan Reyhan itu membuat Aluna menahan tawanya. Sungguh suasana ramai begini adalah hal yang diinginkannya sejak dulu. Hidup di bangunan belakang rumah selama beberapa tahun, membuat dia kesepian. Walaupun Bibi Tari sering bertandang ke bangunan itu, tapi tetap saja hanya sebentar. Reyhan yang melihat Aluna menahan tawanya pun mendelik sinis karena merasa diejek. Aluna tidak tahu kalau Reyhan sampai mendelikkan mata ke arahnya.

"Iya, ini telinganya Lova kemasukan uang koin." ucap Bian dengan asal.

"Wah... Langka itu, Papa. Bisa dijual ini telinganya Lopa. Atau dimasukkan museum saja?" tanya Elova dengan hebohnya. Bian sampai menggelengkan kepalanya melihat bagaimana Lova sangat cerewet.

"Kalau mau ketawa, langsung tertawa saja." sindir Reyhan pada Aluna.

"Tante hanya merasa bahwa kalian ini lucu sekali," ucap Aluna sambil terkekeh pelan.

"Kami bukan boneka yang lucu. Nggak usah sok asyik," ucap Reyhan dengan ucapan pedasnya.

"Reyhan, jangan seperti itu sama Tante Aluna. Tante tuh..."

"Belain aja terus itu perempuan. Papa tuh emang suka buat anaknya sengsara," sela Reyhan yang kemudian pergi sambil membawa satu gelas es teh.

Astaga...

Bian sampai memijat pelipisnya karena pusing mendengar ucapan Reyhan yang sangat keterlaluan menurut dia. Padahal Aluna hanya tertawa karena merasa lucu dengan perdebatan Elova dan Reyhan. Elova yang bingung pun langsung meringkuk dalam pangkuan Bian. Ada rasa takut dalam hatinya karena suara keras dari Reyhan. Sedangkan Aluna, tidak masalah kalau memang Reyhan belum menerimanya. Apalagi ini ada sosok asing yang tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya.

"Jangan dimasukkan ke hati ucapan Reyhan. Dia itu sebenarnya baik kok, nanti juga pasti luluh sama kebaikan hatimu." ucap Bian merasa tak enak hati pada Aluna.

"Benal. Abang Leyhan itu baik kok, cuma galak sedikit. Lopa aja seling dimalahi sama Abang Leyhan. Tapi Lopa tahu kalau Abang sayang sama Lopa," ucap Elova yang tiba-tiba menyahut.

"Lobak mau kenalan sama Tante nggak?" tanya Aluna yang saat ini mencoba mendekatkan diri pada Elova.

"Siapa lobak? Lopa pakai p," seru Elova sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal.

"Lucu lobak tahu. Itu kan panggilan kesayangan Tante untuk kamu," ucap Aluna sambil terkekeh pelan.

"Wihhh... Ndak usah bilang kesayangan kalau di belakang masih sayang-sayangan sama olanglain," ucap Elova sambil mengibaskan rambut keritingnya.

Eh...

Aluna dan Bian sampai melongo tak percaya mendengar apa yang diucapkan oleh Elova. Bahkan sekarang bocah cilik itu langsung turun dari pangkuan Bian. Aluna dan Bian yakin kalau Elova pasti terpengaruh oleh sesuatu sehingga menirukan. Bian sampai malu sendiri di hadapan Aluna karena kedua anaknya seperti tidak sopan kepada perempuan itu. Dia pun menyadari kalau jarang meluangkan waktu untuk kedua anaknya. Sehingga tak tahu perkembangan anaknya.

"Lova, kamu bisa ngomong gitu meniru siapa?" tanya Bian pada Lova yang sedang berusaha mengambil es teh dari atas meja.

"Ndak ada Lopa tilu-tilu," ucap Lova tak mau mengaku.

"Kata Abang, Tante ini Ibu tilinya cendol. Ndak baik, suka siksa anak kecil yang kulus sepelti Lopa. Jadi ndak mau Lopa jadi kesayangannya Tante ini. Tapi kalau Tante ini kasih Lopa uang selibu, Lopa bisa pikilkan lagi." lanjutnya.

Lopa mau jual mahal,

Setelah berhasil mengambil gelas berisi es teh, Elova pun pergi meninggalkan Aluna dan Bian. Dua orang dewasa itu sangat terkejut mendengar ucapan Elova. Apalagi saat Elova minta uang seribu buat bayar agar mau jadi kesayangan Aluna. Bian rasanya ingin menenggelamkan wajahnya di rawa-rawa agar tak ditanya oleh Aluna. Dia yang hampir setiap hari bersama dengan keduanya saja shock, apalagi Aluna.

"Mas, anakmu yang satunya ketus. Terus ini yang perempuan, kok begini sih? Rasanya aku ingin tertawa," tanya Aluna sampai tak bisa berkata-kata lagi.

"Ini pasti ulah Reyhan. Dia mengajari adiknya hal yang aneh-aneh," ucap Bian sambil menggelengkan kepalanya.

"Jangan menuduh orang sembarangan, Mas. Siapa tahu Lova meniru kamu?" ucap Aluna sambil terkekeh pelan.

"Mana ada aku seperti itu? Baru pertama bertemu saja aku sudah terasa berwibawa dan tegas. Terus juga penyayang. Lha ini? Lova kenapa centil sekali?" ucap Bian sambil menggelengkan kepalanya.

"Sudah lah, ayo kita ke kamar. Kamu butuh istirahat setelah drama aneh ini," ajaknya mengalihkan pembicaraan.

Aluna menganggukkan kepalanya sambil tertawa. Tak menyangka hanya karena celotehan dari Elova ini membuat dia bisa tertawa dan perutnya sedikit kram. Aluna segera meraih tongkat kayunya kemudian pergi bersama Bian. Suaminya itu menjaga Aluna dari belakang untuk memantau ingatan istrinya. Namun Bian baru sadar akan sesuatu setelah melihat tongkat kayu milik Aluna.

"Sepertinya aku harus membelikan tongkat baru untuk Aluna. Itu kayunya sudah rapuh," gumam Bian dari belakang Aluna. Tongkat kayu yang digunakan oleh Aluna itu hanya terbuat dari batang pohon.

"Sekalian periksa ke Dokter mata. Siapa tahu mata Aluna masih bisa disembuhkan," lanjutnya dengan penuh keyakinan.

Ini benar kamarnya kan, Mas?

Eh... Iya, benar.

1
Sani Srimulyani
jangan2 itu salsa lagi .....
Sani Srimulyani
inget ya kata lova: perempuan itu selalu benar dan laki2 itu selalu salah....🤭
Novita Sari
lova top pokoknya
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Nisa Via
giliran sendiri nya dikasih tau fakta...malah bilang nya SABAL GITU AJA NGEGAS HAHHAHAHAH LOBAK EMNG PANDAI DEBAT 😂😂
E F
😄😄😄😄🙏😍💪
Ita Xiaomi
Reyhan dan Lova tetap sayang Ibu Aluna ya.
E F
lg gpp bgtt thor🤭😄💪😍
Sani Srimulyani
udah mending pindah sekola aja. biar tau rasa tuh si Dayat.
Sani Srimulyani
kamu emang ga cocok temenan sama mereka Reyhan. bener kata loba mereka itu bisa bawa pengaruh buruk buat kamu.
Novita Sari
Alhamdulillah lova n rayhan udah membela aluna..
Novita Sari
ayo lova mana suaranya jawab pak dayat biar kena mental anak kecil......😄😄😄
Sani Srimulyani
sombong banget nih orang, ga pantes dia dijadiin guru. bukannya ngasih motivasi ke anak malah jatuhin mental anak 😡
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ya ampun, kok ada ya guru ngomongnya begitu, emang setiap siswa harus bisa semua pelajaran?!

coba klau anaknya Pak Dayat digituin, emang mau nerima? yang ada Pak Dayat juga bakalan emosi sama seperti Bian.


klau ngomong tuh disaring dulu Pak, jangan asal ceplos aja, emang semua orang bisa nerima apa yang bapak ucapkan?! /Panic//Drowsy/
Sani Srimulyani
tenang aja bentar lagi juga Aluna bisa lihat lagi.
Novita Sari
feeling lova top gak bisa ragukan
..
Ita Xiaomi
Meriah klo ada Lova😁
Ita Xiaomi
Banyak triknya nih batita🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
gelut mulu nih lopa sama papanya....🤭
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣dikira naga apa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!