NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Keluarga Nelson.

...~•Happy Reading•~...

Ke esokan hari ; Rabu pagi yang dingin dan sepi, langit belum lagi terang. Nelson mengeluarkan motor ke halaman untuk merapikan barang-barang yang akan dibawa ke gunung. Semuanya diikat rapi di jok belakang motor, agar aman selama perjalanan.

Pak Esra ikut membantu merapikan barang bawaan, agar tidak mengganggu gerak dan pandangan Nelson ke spion. Beberapa saat, mereka bekerja tanpa suara sambil diperhatikan Bu Weny.

Setelah waktu menunjukan jam 5, Nelson pamit kepada orang tuanya. Dia berharap perjalanannya bisa tiba tepat waktu atau lebih cepat di gunung. Dua jam perjalanan bisa membuat dia tiba jam 7 di gunung dan sudah sangat terang.

"Nel berangkat sekarang, Pa. Supaya langit mulai terang saat tiba di kaki gunung." Pamit Nelson pada Papanya yang sedang berdiri di samping sambil memeriksa tali yang mengikat barang di jok motor.

Pak Esra merasa berat membiarkan Nelson pergi sendiri, tapi tidak diungkapkan. "Sudah berdoa?"

"Sudah, Pa. Papa doain juga, ya." Pinta Nelson.

Pak Esra menggangguk. "Papa Mama sudah berdoa khusus buat perjalananmu pagi ini." Ucap Pak Esra untuk menenangkan Nelson, agar bisa konsentrasi di perjalanan.

"Trims, Pa." Ucap Nelson sebelum naik motor.

"Jangan ngebut." Pak Esra memegang kotak di jok. "Kalau sudah mulai menanjak, jangan berhenti walau ada yang minta berhenti. Angkat tangan saja, sebagai tanda minta maaf."

"Iya, Pa. Nel ingat." Nelson mengiyakan, karena Papanya sudah mengatakan sejak malam, saat dia pulang beli bensin.

"Kalau belum lapar, jangan berhenti buat makan di jalan. Tunggu sampai di tempat Kakek saja." Papanya ingatkan lagi.

"Iya, Pa. Ini masih kenyang." Nelson mengelus perutnya, karena sudah sarapan sejak subuh.

"Kalau Papa gak ada kegiatan di Gereja, akhir pekan nanti kami menyusul ke atas. Tapi gak usah bilang sama Kakek. Nanti ditungguin."

"Iya, Pa. Nel ngerti. Surprise." Ucapnya cepat agar Papanya tidak terus mengingatkan. Tapi dalam hati dia berharap Papa Mamanya bisa menyusul di akhir pekan untuk menyenangkan hati Kakeknya.

Sebelum pakai helm, Nelson melihat Mamanya hanya diam sambil menatapnya dari depan pintu dengan mata berkaca-kaca. "Weenniiiii.... Hiiiiii..." Nelson menunjukan gigi dan muka jelek. "Kalau kangen, peluk yang di sebelah ini, ya." Nelson menunjuk Papanya untuk meledek Mamanya.

"Anak nakal. Hati-hati di jalan." Bu Weny mengibaskan tangan, menyuruhnya pergi. "Titip salam buat Kakek dan Om Ridho sekeluarga." Ucap Bu Weny lagi. Nelson mengangkat jari sebagai tanda OK.

Pak Esra merapikan backpacker di punggung Nelson. "Sudah. Hati-hati di jalan. Kalau sudah tiba, kabari kami." Pinta Pak Esra. Nelson mengangguk dan mengangkat jari, OK. Kemudian Nelson memakai helm dan menjalankan motor meninggalkan halaman rumah.

Saat berada di jalan raya, hatinya senang bisa berangkat pagi. Walau langit berwarna kelabu, jalanan masih terang dengan lampu lalu lintas. Dia berharap tiba di kaki gunung nanti langit mulai terang, agar lebih mudah naik ke gunung.

Jalanan kota yang masih sepi dan belum banyak kendaraan hilir mudik, membuat dia tiba di kaki gunung lebih cepat dari yang diperkirakan.

Namun dia terkejut melihat perubahan lingkungan kaki gunung yang tertata rapi dan gedung baru seperti kantor dan ruko di kiri kanan jalan. Dia terpaksa berhenti untuk membaca papan penunjuk arah ke kampung Kakeknya.

'Papa gak bilang ada banyak jalan menuju ke atas.' Nelson membatin di jalan bercabang. Situasinya sangat berbeda ketika mereka naik angkot, sopir langsung menuju tempat tujuan.

Setelah langit mulai terang dan tahu arah yang dituju, Nelson menjalankan motor perlahan menuju kampung Kakeknya. 'Ternyata tidak semudah yang kubayangkan.' Nelson membatin sambil mulai menjalankan motor perlahan dan hati-hati di jalan yang mulai menanjak dan berkelak-kelok.

Ketika makin menanjak, Nelson mengangkat kedua tangan sebagai tanda syukur dan lega melihat jalan di depannya. 'Pantas Papa ijinin aku bawah motor. Ternyata jalanan ini sudah dihotmix dan marga jalan terlihat jelas.' Nelson membatin ingat terakhir kali naik angkot bersama orang tuanya. Jalan sangat rusak, berlubang, banyak batu kecil dan pasir sepanjang jalan. Sehingga mobil tidak bisa berjalan cepat dan kadang oleng.

Dia menelusuri jalan yang terus menanjak dan berkelok-kelok dengan hati senang, seakan sedang berwisata ke gunung sambil menikmati udara pagi yang sejuk.

'Pantas Papa minta aku berangkat saat langit terang. Ternyata melewati jalan hutan tropis ini, masih gelap dan gak ada lampu penerang jalan.' Nelson makin mengerti rasa khawatir Papanya. Dia jadi waspada, terhadap orang, bintang liar atau ular yang tiba-tiba muncul di jalan, depan motornya.

Pohon pakis hijau, tinggi dan lebat di sepanjang jalan, makin menambah angker suasana. Setiap tikungan atau kelokan dia membunyikan klakson dan dibalas oleh angkot atau motor yang mengarah turun gunung. Suatu kondisi yang membuat dia tegang, tapi juga senang.

'Benar kata Papa. Kalau jam segini, orang dari gunung mulai turun untuk bekerja atau beraktivitas di kota. Jadi jalanan mulai ramai dengan motor dan angkot.'

Ketika melewati hutan tropis yang gelap, dia disambut oleh pemandangan di kiri kanan jalan yang penuh dengan kebun sayur, cabe tomat, membuatnya tercengang. Sesuatu yang tidak bisa dilihat saat naik angkot. 'Waaah....' Hanya kekaguman yang terungkap dari hatinya.

Dia terus menelusuri jalan yang berliku sambil sesekali melihat pemandangan yang menyejukan mata. 'Waaaaah... kalau gak ingat pesan Papa, gak boleh berhenti, aku akan berhenti di sini.' Nelson membatin saat melihat di kiri jalan.

Sinar mentari di ufuk timur, membuatnya terpesona oleh pemandangan laut lepas di kejauhan. Dari tempatnya yang tinggi, dia bisa melihat warna sunrise keemasan yang memukau di langit, juga pantulan cahayanya ke permukaan laut yang tenang.

'Siapakah yang tidak memuliakan Tuhan melihat ciptaannya yang luar biasa indah ini? Huuuu..' Nelson tertegun.

'Siapakah yang berani merasa hebat di hadapan-Nya setelah menyaksikan ini?' Nelson membatin sambil melihat pesona alam yang memukau mata dan hatinya.

'Nelson, jalan lagi. Nanti bisa kembali dengan teman-temanmu.' Bisik hatinya, mengingatkan. Dia jadi menggeleng, karena mulai tergoda untuk berhenti dengan makin memperlambat laju motor. Dia jadi tersenyum ingat Angga dan Monce.

'Aku akan kembali lagi ke sini untuk menikmati ini secara khusus.' Tekad Nelson. Setelah mengangkat kedua tangan, dan menurunkan kaca helm, dia melanjutkan perjalanan yang terus menanjak dan berkelak-kelok.

Ketika dari jauh terlihat rumah kampung pertama, dia merasa lega. Suasana sekitar berubah, dan aktivitas orang kampung mulai terasa, juga bau masakan memenuhi udara.

Dia terus menanjak dan bersyukur melihat jalan masih hotmix dan marga jalan tetap bagus. Dia berharap jalan tetap seperti itu hingga tiba di kampung Kakeknya yang terletak paling akhir.

Ketika memasuki kampung Kakeknya, Nelson jadi bingung. 'Semoga aku masih ingat rumah Kakek. Perbaikan jalan ini merubah keadaan kampung. Apa tanda rumah Kakek?' Nelson berbicara sendiri saat memasuki kampung Kakeknya.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jelas beda dnk, circle Nelson tulus sdgkn Alena pny circle ...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku udah mulai paham nih. ternyata alena hanya bergaya punya banyak uang ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau numpang sama saudara emang begini sih. ga enak rasanya. mendingan kost
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
marah2 aja nih mamanya. apa mama dan papa alena sdh berpisah ya
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Huaaa itu salah satu taktik & strategi Alena spy bisa deket dgmu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena sadis. berubah cuma buat menarik hati babang nelson. semua cara ditempuh. wanita begini menyeramkan 🙊🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hilihh Alena itu cuma pencitraan biar terlihat berubah baik dihadapan Nelson lagian udah kayak penguntit aja sich tau segala kegiatan Nelson di luar 😒😒🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk kasih tau dulu Evi takut jatah buatnya dihabiskan sama Angga 🤭🤣🤣
Rahmawati
ikut terharu liat kasih sayang kakek pada nelson🥰
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Walaupun tidak punya pohon durian Nelson dapat jatah durian super yg banyak namanya juga rezeki tak terduga malah bisa berbagi sama teman-teman Nelson malah jadi ajang barter oleh-oleh dari hasil pulang kampung walaupun Nelson sendiri yg pulang ke kampung kakeknya
🍁🐰Avrily❤🔍🌐
persahabatan sudah jarang ditemukan saat ini. semoga bisa jadi inspirasi 👍👍💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
senang baca persahabatan dan cara pertemanan babang nelson angga dan monce ❣️
Rahmawati
angga harus tutup mulut biar liurnya gk netes😂
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
persahabatan antara Nelson Angga dan Monce benar benar sudah seperti saudara kandung aja saling berbagi saling support satu sama lainnya keren
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Angga, kita samaaa, mau dua²ny 🤣👍🥳
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Kalau pas loncat kunjungi kakek mu Nelson biar beliau tidak merasa kesepian walaupun ada Tine bersamanya tetaplah orang tua itu mendambakan cucu-cucu nya yg lain untuk berkunjung walaupun sebentar ❣️
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Rupanya Alena mengambil uang dari Tante nya bukan dari papanya, kenapa kamu kesal Alena memang nya bisa langsung datang sendiri kalau tidak dicari dulu, Papa mu juga ada urusan lainnya bukan kamu saja yang beliau urusin ❣️
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Tidak mungkin Nelson akan tinggal lama di rumah kakeknya Mama Tine, jadi orang kok selalu berpikiran negatif thingking terus sama orang lain ❣️
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋❣️🇲🇨
dia saingan cinta.. sama-sama berjuang untuk mengejar abang Nelson. harusnya bersaing yang sehat saja ya kan? Masa Alena dengan cara begitu ❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!