Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat Ratus Kali Lipat
Dewo berjalan ke arah kasir di ikuti oleh pelayan supermarket yang tadi mengambilkan tas untuk dirinya karena memang pelayan supermarket tersebut bertugas sebagai kasir di supermarket tersebut Dewo sampai di kasir sementara pelayan supermarket juga mengekori Dewo dan langsung melangkah ke tempat kasir
"Berapa total harganya mba ?" tanya Dewo sambil menyodorkan tas yang ada di tangannya ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket mengambil tas yang di sodorkan Dewo
"Total semuanya empat ratus juta mas" jawab pelayan supermarket sambil tersenyum ramah sedangkan Dewo tercengang mendengar jawaban pelayan supermarket tersebut
Dewo tercengang bukan karena dirinya tak mampu membayar dengan uang nominal tersebut Dewo pasti mampu membayar harga tas dengan nominal tersebut karena kedua orang tuanya Dewo kaya raya bahkan Dewo juga menjadi CEO di perusahaan miliknya sendiri bukan perusahaan milik kedua orang tuanya sudah pasti Dewo bisa membeli ratusan juta supermarket kalau dia mau yang jadi permasalahan di otaknya Dewo adalah harga di bandrol tas itu cuma dua ratus juta gimana berubah jadi empat ratus juta Dewo curiga pelayan supermarket korupsi dan mengantongi uang kelebihan dari barang tas yang Dewo beli
"Mba harganya di bandrol tas itu cuma dua ratus juta koq tiba tiba jadi empat ratus juta memangnya tasnya beranak ?" tanya Dewo sambil memicingkan satu mata ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket tersenyum tipis lalu berkata
"Iya mas memang bandrol harga di tas itu dua ratus juta tapi yang dua ratus juta itu" perkataan pelayan supermarket belum selesai sudah di potong oleh Dewo
"Tuh kan benar harga satu tas itu dua ratus juta jadi jangan coba coba bohongi saya karena penglihatan saya bahasa gaulnya matanya saya itu masih jelas oh saya tahu pasti mba mau mengantongi uang dua ratus juga tersebut saya cuma mau ngingetin ke mba jangan melakukan itu soalnya itu berimbas mba akan di pecat dari supermarket ini apalagi ada cctv yang terpasang di supermarket" jelas Dewo sambil menatap nyalang ke pelayan supermarket sedangkan pelayan supermarket membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga yang benar saja apakah muka dirinya itu seperti koruptor kenapa Dewo menuduh seperti itu
"Mas dengar dulu penjelasan saya harga tas ini memang dua ratus juta namun pacarnya mas bilang ke saya" lagi dan lagi perkataan pelayan supermarket belum selesai sudah di potong oleh Dewo
"Apa tadi mba bilang pacar saya ? saya ngga punya pacar mba jadi jangan mengada ada" ketus Dewo mendelik ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket membulatkan kedua matanya
"Jadi mas belum punya pacar ? tapi tadi mba yang rebutan tas sama mas bilang mas itu pacarnya dia dan mba tadi belum membayar tasnya soalnya meminta saya supaya mas yang membayar tas tersebut saya ngga mengada ada mas tadi mba tadi meminta saya buat meminta tagihan tasnya ke mas" jelas pelayan supermarket sementara Dewo mengepalkan kedua tangannya
"Mba harusnya tanya KTP saya statusnya masih lajang atau gimana jangan sembarangan percaya ke orang bisa saja wanita tadi pencuri atau maling saya bukan pacarnya dia karena wanita gila tadi bukan selera saya kenapa mba main percaya kalau dia pacarnya kalau saya pacarnya dia pasti ngga berantem memperebutkan tas dengan warna dan merk yang sama" jelas Dewo menatap nyalang ke pelayan supermarket sedangkan pelayan supermarket menampilkan senyum di wajahnya
"Mas kalian di KTP itu statusnya cuma masih lajang atau menikah ngga ada kata kata sudah punya pacar atau belum punya pacar saya percaya ke wanita tadi bahwa dia bukan pencuri dan bukan maling karena pakaian dia dan tas dia juga barang branded dan limited edition tapi wanita tadi bilang mas pacarnya tapi mas pelit ke dia makanya dia minta bayarin tas ke mas kadang ada mas pacaran yang berantem kirain mas dan mba tadi pacaran yang beda karena biasanya orang lain seumpama pacaran itu beda pendapat tapi kalau mas dan mba rebutan barang yang sama dari segi warna dan merk barang tersebut" jelas pelayan supermarket sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut melongo dirinya di tuduh pelit kalau seandainya Ema ada di hadapannya sekarang pasti sekarang Dewo dan Ema sudah adu mulut bahkan sampai adu jotos
"Mba jadi wanita gila tadi menuduh saya pelit ?" tanya Dewo memastikan bahwa pendengarannya masih berfungsi dengan baik dan masih tajam melebihi tajamnya pisau sementara pelayan supermarket dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap
"Iya mas wanita tadi bilang mas itu pacarnya dia tapi pelit" jawab pelayan supermarket sedangkan Dewo semakin mengepalkan kedua tangannya
"Awas saja lo kalau gue ketemu lagi sama lo bakal gue beri pelajaran" kata Dewo dengan nada lantang dengan semangat yang berkobar kobar seperti kobaran api sementara pelayan supermarket menatap ke Dewo lalu berkata
"Mas buruan bayar tasnya kalau ngga mampu bayar biar saya kembalikan ke tempatnya lagi atau kalau mas mau mengambil tas ini tanpa membayar saya laporkan pihak keamanan di sini supaya menangkap mas" tegas pelayan supermarket sambil menaikkan puluhan juta oktaf sementara Dewo langsung menatap ke pelayan supermarket dengan tatapan tajamnya
"Iya mba saya bakal bayar tasnya daya mampu beli harga tas cuma segitu bahkan saya mampu beli ratusan juta supermarket yang termahal di kota ini saya heran sama mba memangnya mba ngga kenal siapa saya ceo muda yang banyak uang saya yakin security kalau yang gaul juga pasti ngga bakalan mau menangkap saya anak dari orang terkaya di kota ini oke saya bayar sekarang" jelas Dewo panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara pelayan supermarket nampak menatap Dewo dengan tatapan menelisik namun Dewo tak menyadari karena dirinya sibuk mengambil dompet yang ada di saku celananya lalu mengambil kartu ATM
"Ini mba" imbuh Dewo sambil menyodorkan kartu ATM di tangannya ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket nampak berbinar lalu menerima kartu ATM yang di sodorkan oleh Dewo
"Tunggu sebentar mas" kata pelayan supermarket hanya di balas anggukan kepala oleh Dewo sementara pelayan supermarket memproses pembayaran lewat kartu ATM setelah selesai dirinya mengembalikan kartu ATM tersebut ke Dewo
"Ini kartu ATM nya mas makasih" ucap pelayan supermarket sambil menyodorkan kartu ATM miliknya Dewo ke Dewo sementara Dewo yahh sedang melamun langsung tersadar dari lamunannya lalu menerima kartu yang di sodorkan pelayan supermarket
"Sama sama mba ingat kalau ada yang mengaku sebagai pacar saya jangan langsung percaya soalnya takut dia modus doang kecuali kalau saya memperkenalkan sendiri bahwa wanita tersebut pacarnya baru mba boleh percaya" jelas Dewo panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api lalu Dewo memasukkan kartu ATM tersebut ke dompet lalu dompet tersebut di sembunyikan ke tempat semula sementara pelayan supermarket mengangguk anggukkan kepalanya
"Iya mas" jawab pelayan supermarket singkat lalu Dewo mengambil tas yang sudah di bungkus oleh pelayan supermarket setelah itu dirinya berjalan ke arah tempat kemeja
Ema berjalan ke arah tempat pakaian untuk wanita dengan senyuman lebar yang tak pernah luntur dari wajahnya entah apa yang membuat Ema merasa bahagia dirinya berjalan ke sana sambil membawa tas yang menempel di tangannya
"Gue sangat bahagia karena gue bisa mengerjai pria sombong tadi lagian ngapain juga dia rebutan tas sama aku harusnya dia sebagai pria mengalah sama aku bukan malah ngajak berantem beruntung mama nelpon gue kalau tadi ngga di telpon okhw mama gue bakalan gue tonjok tuh muka sok ganteng pria sombong itu tapi gue senang karena tasnya gue di bayarin oleh dia lebih tepatnya gue maksa dia buat membayar tas yang gue beli secara gue langsung kabur gue jamin dia pasti dia makin jelek wajahnya karena kesal" batin Ema tak pernah melepaskan senyuman lebar di wajah cantiknya
Dewo berjalan ke arah tempat kemeja dengan kobaran api yang masih membara di dadanya dan kobaran api di kepalanya dirinya kesal karena sudah di rampok oleh Ema dan yang lebih parah lagi tangannya Dewo di gigit seperti sedang makan daging saja Dewo masih terus berjalan ke tempat kemeja
"Awas saja lo wanita gila kalau gue ketemu sama lo gue bakalan minta ganti rugi sebanyak empat kali lipat itu terlalu sedikit gue bakalan minta ganti rugi empat ratus kali lipat kalau dia ngga mampu bayar uang ke gue bakal gue kerjain dia dengan cara gue jadikan dia ob di perusahaan miliknya gue tanpa gue gaji" batin Dewo mengeluarkan senyuman licik di wajahnya
Ane masih sibuk memilih jas untuk suaminya namun dirinya belum menemukan jas yang cocok bahkan dirinya belum mengeliminasi jas walaupun satu butir dirinya bingung karena jas di supermarket tersebut sangat keren dan memukau di matanya membuat dirinya harus dilema memilih jas yang mana dirinya juga sedang menanti anaknya yang belum datang dari tadi sudah hampir satu jam namun anaknya ngga nongol nongol membuat Ane heran karena biasanya Dewo itu kalau memilih barang itu cepat kilat ngga seperti dirinya bahkan kalau di suruh balapan sama Ane pasti Dewo akan belanja dengan total belanjaan yang banyak dalam beberapa menit sementara Ane belum membeli apapun kalau di beri waktu beberapa menit
"Dewo kemana kenapa dari tadi dia belum balik ke sini padahal dia biasanya cepat kalau memilih barang dan di suruh belanja Dewo ngga di culik kan ? dia juga ngga bakalan nyasar kan tapi kayaknya Dewo ngga bakalan di culik soalnya makannya Dewo banyak banget nanti penculiknya rugi karena memberi makan Dewo dengan porsi banyak Dewo kayaknya juga ngga bakalan nyasar karena sekarang zaman sudah canggih suatu ada google map jadi aku yakin dia pasti sedang borong belanja banyaknya banget" gumam Ane sambil menatap jas yang ada di tangannya satu persatu