NovelToon NovelToon
Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Alya Pramesti kehilangan segalanya dalam satu hari karier sebagai dokter yang dibangunnya bertahun-tahun hancur karena fitnah, dan tunangannya sendiri memilih berpaling ke pelukan wanita lain di depan matanya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, dia justru bertemu Raka Wirawan CEO dingin dan misterius yang menawarkan kesepakatan tak masuk akal: menjadi istri kontrak selama satu tahun. Bukan karena cinta, tapi demi memenuhi permintaan terakhir sang nenek yang sekarat.

Alya menerima, tanpa ekspektasi apa pun selain bertahan hidup dan membuktikan diri.

Namun semua berubah saat sebuah malam krisis memaksa Alya mengambil alih sebagai dokter menyelamatkan nyawa nenek Raka saat semua orang panik. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu terlihat tanpa emosi itu melihat Alya bukan sekadar "istri di atas kertas", melainkan seseorang yang nilainya jauh lebih besar dari yang pernah disadari siapa pun termasuk orang-orang yang dulu membuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketenangan Sementara

Beberapa minggu berlalu sejak penangkapan Vania dan terungkapnya kebenaran di balik skandal keluarga Wirawan. Kehidupan Alya dan Raka perlahan menemukan keseimbangan yang selama ini mereka cari — bukan lagi sebagai pasangan kontrak yang saling menjaga jarak, melainkan sebagai suami istri sungguhan yang saling mendukung sepenuh hati.

Alya kembali aktif praktik di Rumah Sakit Harapan Bunda sebagai konsultan tetap, sambil mulai merancang rencana jangka panjang untuk membuka klinik kecil miliknya sendiri, sebuah mimpi yang sempat dia kubur dalam-dalam setelah pemecatan yang menghancurkan kariernya dulu. Raka, di sisi lain, mulai lebih sering meluangkan waktu di luar pekerjaan, sesuatu yang jarang dia lakukan sebelum pernikahan mereka.

Hubungan Alya dengan ibu Raka juga berkembang jauh lebih hangat. Wanita yang dulu begitu dingin dan menjaga jarak itu kini mulai sering mengunjungi mereka, bahkan beberapa kali mengajak Alya berbelanja bersama atau sekadar minum teh sore sambil bercerita tentang masa mudanya — kisah-kisah yang tidak pernah dia bagikan pada siapa pun sebelumnya, termasuk pada Raka sendiri.

"Kau tahu," kata ibu Raka suatu sore, saat mereka duduk berdua di taman rumah, "aku sudah lama tidak merasa senyaman ini berbicara dengan seseorang. Mungkin karena kau tidak pernah menghakimiku, meskipun aku memperlakukanmu dengan buruk di awal."

"Semua orang berhak mendapat kesempatan kedua, Bu," jawab Alya sambil tersenyum, menikmati momen kebersamaan yang dulu terasa mustahil untuk mereka capai.

Sementara itu, Oma Ratna semakin pulih kesehatannya, bahkan sudah bisa berjalan pelan tanpa kursi roda dengan bantuan tongkat. Dia sering menghabiskan waktu bersama Alya, meminta diperiksa kesehatannya secara rutin, sekaligus menikmati kebersamaan dengan cucu menantunya yang sudah dia anggap seperti cucu kandung sendiri.

Suatu malam, dalam sebuah makan malam keluarga sederhana yang dihadiri Oma Ratna, ibu Raka, Alya, dan Raka sendiri, suasana hangat itu terasa begitu berbeda dari ketegangan yang mewarnai bulan-bulan pertama pernikahan mereka.

"Aku ingin mengumumkan sesuatu," kata Raka tiba-tiba, menatap seluruh anggota keluarganya dengan senyum yang jarang dia tunjukkan. "Aku sudah memutuskan untuk mendirikan yayasan kesehatan atas nama ayah, sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanannya selama ini. Yayasan ini akan fokus membantu tenaga medis muda yang menghadapi ketidakadilan dalam kariernya, seperti yang pernah dialami Alya."

Alya menatap Raka, terharu mendengar rencana itu. "Raka, ini... ini luar biasa."

"Dan aku ingin kau yang memimpin yayasan ini," lanjut Raka, menggenggam tangan Alya erat. "Karena tidak ada orang lain yang lebih memahami betapa pentingnya keadilan bagi para tenaga medis, selain dirimu sendiri."

Air mata bahagia menggenang di mata Alya, sementara Oma Ratna dan ibu Raka tersenyum haru menyaksikan momen itu, seolah semua luka dan kerumitan yang mereka lalui bersama akhirnya membuahkan sesuatu yang indah dan bermakna.

Malam itu ditutup dengan tawa dan kehangatan yang jarang mereka rasakan sebelumnya, sebuah keluarga yang akhirnya benar-benar utuh setelah melewati badai demi badai bersama-sama.

Namun jauh dari kehangatan itu, keesokan paginya, sepucuk surat resmi tiba di kantor Wirawan Group, dikirim oleh sebuah firma hukum ternama yang jarang kalah dalam persidangan besar. Sekretaris pribadi Raka membuka amplop itu dengan tangan sedikit gemetar, membaca isinya dengan mata membelalak.

Dia segera bergegas ke ruang kerja Raka, wajahnya pucat pasi.

"Pak Raka," katanya terbata, menyerahkan surat itu, "kita baru saja digugat. Seseorang mengklaim memiliki hak waris atas dua puluh lima persen saham Wirawan Group, dengan bukti yang katanya berasal dari perjanjian rahasia yang dibuat mendiang ayah Anda puluhan tahun lalu."

Raka menerima surat itu dengan alis berkerut, membaca nama penggugat yang tertera di bagian bawah dokumen — sebuah nama yang sama sekali tidak pernah dia dengar sebelumnya seumur hidupnya.

Bagas Wirawan Pradana.

"Siapa ini?" gumam Raka, kebingungan sekaligus waspada, merasakan firasat bahwa ketenangan yang baru saja mereka rasakan mungkin tidak akan bertahan lama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!