NovelToon NovelToon
WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:871
Nilai: 5
Nama Author: aina susiyanti77

Di tinggal meninggal dunia oleh suami bukan keinginanku. namun terkadang ketika sebuah pilihan datang manusia tidak dapat menolaknya.

Saat pak Burhan dan Bu Salma menemui ku, agar aku menikahi anaknya Prasetio yang sudah beristri aku tidak punya jalan lain kecuali menerimanya.

karena keterbatasanku dalam mencari nafkah, dan demi menolong Prasetio yang kata ibunya butuh pendamping lantaran istrinya sakit parah.

Disinilah letak kesalahanku, tetapi ternyata justru kesalahanku ini adalah petunjuk terang tentang kematian ibuku.


Suatu hari tak sengaja aku menemukan selembaran dokumen, yang tercantum nama ayahku di lemari Pak Burhan, akhirnya sejarah kelam masa lalu terbongkar, aku tahu siapa sebenarnya suamiku Prasetio, Pak Burhan, Prilia istri pertama suamiku, ibunya Prilia, dan Bu Salma ibu mertuaku.

Ada apa sebenarnya di balik kematian ibuku?
Bagai mana selanjutnya hubunganku dengan Prasetio setelah semua terkuak?

Simak kisah panjangku dalam WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aina susiyanti77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Nomor Telpon Dalam Sebuah Catatan.

​Siska masih terbaring lemas di atas ranjang, tubuhnya menggigil hebat meski sudah aku selimuti dengan kain sarung seadanya.

​"Ibu... dingin sekali... Siska pusing, Bu..." bisik Siska lirih dengan bibir yang gemetar dan pucat.

​Aku merengkuh tubuh mungilnya rapat-rapat ke dadaku, mengelus keningnya yang terasa sangat panas. Lalu ku ambil air hangat untuk mengompres kepalanya dengan handuk kecil.

"Siska makan dulu ya? ucapku lembut sebentar Ibu ambil nasi dulu di dapur, Rian... adek di sini ya bersama kakak Ibu mau ambil nasi di dapur?. " Ku turunkan putra bungsuku itu ku dudukan di sisi Siska.

Aku berjalan ke dapur mengambilkan sepiring nasi yang sudah ku masak tadi bersama telur dadar yang sudah aku goreng dan ku letakkan di atas meja makan.

Sesampainya di kamar langsung aku suapin ke dua anakku itu, Rian makan dengan lahap, namun Siska karena badannya masi tidak enak makannya jadi sedikit. Tapi Alhamdulillah ada berapa suapan yang sudah masuk mengganjal perutnya.

Selesai ke dua anakku makan, pikiranku kembali teringat tentang dokumen yang sudah membuat jantungku berdetak lebih kencang tadi.

 Aku ingin masuk lagi ke kamar Pak Burhan dan memeriksa kembali lemari jati itu, siapa tahu masi ada berkas yang bisa aku jadikan petunjuk.

"Rian di sini dulu ya bersama kakak, Ibu mau lihat mbah dulu di kamar?! " ucapku pelan padanya.

Melihat Rian diam aku melangkahkan kaki menuju kamar ayah mertuaku, karena rasa penasaran ingin lebih banyak tahu lagi tentang perkebunan itu. Begitu aku masuk beruntung mertuaku itu masi seperti posisi semula tenang dan tertidur pulas.

​Aku mendekati lemari kayu jati tua itu sekali lagi dengan sangat hati-hati. Jemariku yang dingin meraba bagian dalam rak paling bawah.

​Di sudut terdalam, jemariku menyentuh sebuah benda keras: sebuah buku catatan kecil bersampul kulit hitam. Cepat-cepat kusambar buku itu dan kubuka halamannya.

​Perhatianku mendadak terkunci rapat tatkala mataku menatap sebuah nama yang dilingkari tinta merah tebal:

​Baskoro, S.H. – Notaris/Pengacara Pribadi Almarhum Hendra

​Kontak: 0812-XXXX-XXXX

​"Pak Baskoro..." bisikku pelan, aku merobek kertas yang berisi no telpon itu lalu ku masuk kan dalam saku daster.

​Tiba-tiba, suara erangan serak terdengar dari atas ranjang.

​"Ma... Maya..."

​ " Ayah?" Sapaku pelan sedikit terkejut karena tiba tiba Beliau bangun.

​Pak Burhan menatap jemariku yang memegang buku kecil hitam itu, tentu saja Beliau sangat mengenal buku yang ku pegang ini.

​"Kamu... kamu sudah... baca surat pengalihan itu, Maya?" bisiknya dengan suara serak, patah-patah, dan terputus-putus tapi tanpa basa basi lagi dan langsung bertanya padaku.

​"Iya, ayah. '"Aku sudah baca semuanya," jawabku jujur. "Tapi aku mohon... jujurlah pada Maya. Ada apa sebenarnya di masa lalu kalian?

​Mata Paman Burhan membelalak seketika. Tubuhnya yang kaku bergetar semakin hebat, napasnya mulai tersengal-sengal.

​"Ayahmu... Hendra... tidak pernah salah apa-apa, Maya..." erang Pak Burhan patah-patah dari tenggorokannya yang serak. "Ayahmu... pria yang sangat jujur..."

​"Sebenarnya yang jahat itu saya maya, Semua surat itu... jebakan yang ayah mertuamu ini rancang sendiri! Ayah kandungmu terpaksa mengalah demi menyelamatkan orang lain, Maya!"

​Deg!

​Jantungku berdesir kencang.

​"Astagfirullah, Ayah... Tega sekali Ayah melakukan itu pada Ayah...kandungku" bisikku, menutup mulutku yang bergetar hebat karena kaget dan marah.

​"Sekarang kau Bawalah bawa surat itu ke Pak Baskoro," lanjut Pak Burhan tersengal-sengal, jemari tangannya yang kaku berusaha mencengkeram erat kain dasterku.

 "Selamatkan... hakmu dan anak-anakmu, Maya. Pras... belum tahu cerita sebenarnya memang, ketidak tahuan ini juga yang sudah dimanfaatkan sepenuhnya oleh Prilia"

​Pak Burhan memejamkan matanya rapat-rapat, menghembuskan napas lega setelah beberapa kalimat itu terucap keluar dari bibirnya.

"Sekarang kau temui lah Pak Baskoro nomor telponnya ada tercantum di buku itu, semoga nomornya belum ganti lakukanlah Maya sekarang juga. "

Aku diam tidak tahu harus bagai mana tidak ada lagi rahasia saat ini, benar kata ayah mertuaku itu aku harus segera pergi menemui Pak Baskoro.

"Kalau begitu aku telpon dulu Pak Baskoro ya yah?! Ucapku.

" Iya Maya lakukanlah biarlah ayah sendiri di rumah, ayah tidak apa apa, temui lah Beliau sekarang juga."

" Baik ayah. " jawabku lalu aku pamit permisi keluar dari kamarnya.

​Untuk menemui Pak Baskoro tentu aku harus pegang uang, tetapi uang satu juta itu sudah aku belanjakan bagai mana nanti kalau ada apa apa dengan ayah mertuaku, kalau sisa uang itu harus menemui Pak Baskoro pengacara itu.

Tiba tiba aku teringat Bu Aminah "ah siapa tahu Beliau ada simpanan. " Batinku.

​Dengan langkah cepat aku menuju rumah Bu Aminah melalui pintu belakang,kebetulan rumah itu pintunya terbuka. Tanpa ragu ku ketuk pintu yang terbuka itu.

"Oh Maya? ada apa May?" Sapanya ramah saat melihat aku yang berada di ambang pintu.

 Tanpa basa basi lagi aku menceritakan semuanya dan berkata bermaksud pinjam uang untuk peganganku.

Ternyata respon Bu Aminah sangat menggembirakan, ​tanpa membuang waktu, Bu Minah langsung merangkul bahuku hangat. "Tunggu sebentar di sini, Maya!" Ujarnya.

​Wanita baik hati itu bergegas masuk ke dalam rumahnya dan kembali membawa sebuah dompet kecil menyerahkan uang satu juta rupiah kepadaku.

​ "Bu Minah... terima kasih banyak... Saya janji akan ganti semua uang ini secepatnya."

​Bu Minah menggeleng seraya mengusap punggungku. "Sudah! Tidak usah memikirkan utang piutang dulu, yang penting kamu bisa menyelamatkan apa yang sudah menjadi hakmu. " Jawabnya menyemangati ku.

​"Saya tidak akan diam lagi, Bu," jawabku mantap, menyapu air mata di pipiku. "Mulai hari ini saya akan melakukan perlawanan. Saya akan rebut kembali apa yang seharusnya jadi hak anak-anak saya."

​"Bagus!" puji Bu Minah dengan pandangan mata bangga. "Kalau butuh bantuan atau perlu menitipkan Siska dan Rian saat kamu harus pergi mengurus berkas ke kota, datang saja ke Ibu. Ibu siap jaga mereka."

​"Terima kasih banyak, Bu Minah..." bisikku penuh haru.

Aku pamit pulang pada tetangga baik ku itu, ku langkah kan kaki menuju rumah kembali, masuk melalui pintu dapur yang tadi bahkan tidak sempat ku tutup.

​Aku kembali masuk ke dalam kamar, ku raba kembali tubuh Siska. Alhamdulillah panas nya sudah benar benar turun.

Ku ambil kembali nomor telpon yang bertuliskan nama Pak Baskoro itu, ku pindah kan dalam kontak telpon di ponselku.

Ku coba miskol untuk memastikan apakah nomor itu masih aktif.

Ku tekan layar terdengar nada dering sambung.

Dug

Jantungku kembali berdetak kencang, "Ternyata nomornya Masih aktif Alhamdulillah." ucap ku pada diri sendiri, aku tersenyum.

​Halo, selamat malam, Pak Baskoro?"

​"Iya benar, saya sendiri. Ini dengan siapa, ya?" tanya suara berat itu kembali. Terdengar jawaban dari sebrang.

​"Saya Maya, Pak... anak almarhum Hendra Wijaya," jawabku pelan.

​Hening sejenak di seberang telepon, sebelum akhirnya Pak Baskoro mendesah berat dan berbisik kencang, "Maya?!

Tut

Telpon terputus ternyata paket kuota ku habis.

Bersambung

1
Night Watcher
pak burhan?
Aina Senja: Terima kasih kritiknya🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
satu halaman diulang😇
Aina Senja: iya salah kirim kk, mau perbaikan tapi lagi di audit jadi belum berani kotak katik dulu, sebelum turun kontrak🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
kok nasi?
kyknya pribahasanya ; "karena setitik TINTA, rusak susu sebelahnya"
atau sudah ganti di era digital?
Aina Senja: hoho iya iya😍😍trimaksi kk
total 1 replies
Night Watcher
tadi pas prilia yg menyeret langkah kakinya mundur, lantainya kayu.
sekarang prasetyo yg berlutut, lantainya keramik.😇😇😇😇😇
Aina Senja: trimakasi kk, ini dia yg ku tunggu komen yg membangunkan tidurku 😍😍😍
total 1 replies
Night Watcher
mulai bosan,
Night Watcher
ngapain masih ngurusin karung bangkai yg nyimpen & ngelindungi para penyakit itu mayaaa..?!!
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kamu kuat maya. kamu tidak salah. mereka sendiri yang mengundang mu. kamu datang dengan niat tulus
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kasihan kamu. padahal kamu datang bukan sebagai pelakor
Aina Senja: trimakasi kk sudah mau mampir😍
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
oh akhirnya aku paham. memang tak selamanya istri kedua itu di utamakan
Aina Senja: begitulah nasib istri ke dua🥲🥲
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kok bisa Thor. aku masih belum paham?
Aina Senja: yg mana kk?
total 1 replies
Night Watcher
jangan kelamaan susahnya.. mulai trik² menjatuhkan lawan & nikmati sedikit² kebahagiaan.
Aina Senja: siap bosku
total 1 replies
Night Watcher
coba mampir... mudah²an cerita sengsaranya gak kesuwen..
Aina Senja: sangat tersanjung dengan hadirnya dirimu😍😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!