NovelToon NovelToon
CAHAYA JINGGA

CAHAYA JINGGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:133.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuriyyah

Kehidupan punya kenyataan, karena hidup terus mengikuti takdir. Seperti kehidupan yang dijalani oleh gadis bernama Jingga. Di saat usianya masih remaja, dia harus kehilangan ibunya.

Namun Jingga tak pernah menyerah untuk menjalani kehidupannya. Walaupun dia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang tidak dia sukai.

Beruntung saat dia berusia dewasa, dia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sangat mencintainya. Hingga tak butuh waktu lama untuk Jingga menyandang status sebagai istri dari seorang manager restoran bernama Ken. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit, saat suaminya harus menikahi seorang gadis yang sedang mengandung anak dari suaminya.

Jingga berusaha mempertahankan rumah tangga yang baru dibangun, dia juga rela harus berbagi suami dengan wanita lain. Tetapi, kehidupan Jingga yang sebenarnya baru dimulai saat itu, saat dia harus rela melihat rumah tangganya yang hancur. Sampai dia berada dititik keputusasaan, hadirlah seorang laki-laki tampan bernama Ray Alfendra. Seorang pengusaha muda yang tampan, dengan ketulusannya dia bisa membawa Jingga pada kebahagiaan yang diimpikan Jingga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuriyyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Jingga sudah selesai memasak untuk makan malamnya. Resti sama sekali tak pernah membantu Jingga dalam urusan memasak, karena memang dia dilahirkan oleh keluarga yang cukup berada, sehingga membuatnya menjadi anak yang sangat manja, jadi tak heran jika dia tak bisa melakukan pekerjaan di rumah.

Dengan cekatan, Jingga menata makanan keatas meja, bahkan dengan aromanya saja yang menguar diruang makan itu, membuat siapa saja tak tahan untuk segera mencicipinya.

Seperti biasa Ken duduk diujung meja dengan kiri dan kanannya diduduki oleh kedua istrinya.

"Mas mau makan apa?" tanya Jingga yang sudah siap untuk menaruh berbagai makanan keatas piring sang suami.

"Aku mau tumis kangkung sama cumi krispy, terus sama gulai ikan aja sayang," jawab Ken dengan nada manja dan itu membuat Resti berdecak tak suka. Walaupun Ken sangat jelas mendengar ketidaksukaan Resti namun dia hanya acuh, seolah tak mendengar apapun.

"Iya Mas," balas Jingga yang langsung menaruh makanan yang ditunjuk Ken.

"Gimana Mas? Enak?" tanya Jingga lagi.

"Seperti biasanya sayang, selalu enak. Aku bingung kenapa masakan kamu semuanya enak-enak, bahkan tidak ada satupun yang tidak enak," jawab Ken disela kunyahannya.

"Alhamdulillah Mas, kalo semuanya enak. Hm, gimana Resti, kamu suka?" tanya Jingga kini beralih pada Resti.

"Enak Kak," jawab Resti seadanya, dan Jingga hanya tersenyum melihatnya.

"Kamu juga harus belajar memasak, biar kamu bisa bantu Jingga," ucap Ken sambil menatap kearah Resti.

"Iya. Oh iya Mas, bentar lagi kan usia kandungan aku semakin besar, sementara belum ada perlengkapan buat lahiran nanti. Gimana kalo besok kita belanja kebutuhannya Mas?" tanya Resti yang baru ingat bahwa dia belum memiliki persiapan apapun untuk lahirannya nanti.

"Ya udah, kamu tinggal belanja aja," jawab Ken yang terkesan cuek.

"Terus kamu nyuruh aku belanja sendiri? Masa kamu tega Mas, membiarkan wanita yang tengah hamil belanja sendiri, " balas Resti setengah kesal.

"Mas, mending kamu anterin Resti, kasian kan kalo nanti dia bawa barang belanjaannya sendiri," ucap Jingga.

"Tapi sayang, aku males," ucap Ken sambil melirik kearah istri tercintanya.

"Kamu gak boleh seperti itu Mas, ingat, dia juga istri kamu," ucap Jingga lagi berusaha membujuk agar suaminya itu mau mengantar Resti.

"Ok, aku bakal nganterin dia belanja, asal kamu juga ikut. Aku gak bisa pergi tanpa kamu sayang," ucap Ken sambil mengecup punggung telapak tangan istrinya. Sedangkan Jingga hanya tersenyum melihat perlakuan suaminya yang menurut dia begitu manis.

"Gimana Res? Kamu gak keberatan kalo aku ikut?" tanya Jingga pada Resti

"Iya Kak gak papa," jawab Resti dengan wajah cemberut. Lagi-lagi dia harus melihat adegan romantis suaminya.

Setelah mereka menyelesaikan makan malamnya, seperti biasa Resti kembali ke kamarnya hanya seorang diri. Pasalnya, setelah dia sah menjadi istrinya Ken, tidak pernah satu malam pun, Ken tidur dengannya.

Tanpa sepengetahuan Resti, sebenarnya Jingga selalu membujuk suaminya agar bergantian tidur dikamar Resti, namun hasilnya selalu nihil, karena Ken sama sekali tak mau tidur bersama Resti.

"Mas apa kamu gak kasihan sama Resti, sejak awal dia tinggal dirumah ini, dia selalu tidur sendiri," ucap Jingga berusaha membujuk suaminya, karena bagaimana pun Jingga tahu,suaminya itu kurang bersikap adil.

"Biarkan aja sayang, kamu gak perlu repot-repot mikirin soal dia. Mending kita mikirin aja, kita mau punya anak berapa lusin," ucap Ken mengalihkan pembicaraan karena dia tidak suka kalo harus membahas Resti.

Jingga hanya menghembuskan nafas kasarnya, lagi-lagi sikap suaminya seperti ini. Tapi dia tak berani membantah apa yang diucapkan suaminya.

"Haha kamu ngaco Mas, memangnya aku pabrik pembuatan anak, yang dengan mudah bisa melahirkan banyak anak sekaligus," balas Jingga sambil terkekeh, ada-ada saja suaminya ini.

"Ya maksud aku bukan begitu sayang. Kita kan bisa menyicil satu persatu, hehe" ucap Ken sambil nyengir kuda. Tanpa Ken sadari, ucapannya menyentuh sisi terdalam hati Jingga, yang mana sampai sekarang dia belum juga hamil. Padahal mereka sudah mengikuti program kehamilan.

"Maaf Mas, aku belum bisa kasih kamu anak," ucap Jingga sedih dan Ken langsung bisa menangkap tatapan sedih istrinya.

"Enggak sayang. Maaf, bukan begitu maksud Mas," ucap Ken penuh rasa bersalah.

"Kamu percaya kan kalo suatu saat nanti kita akan dipercaya untuk memiliki seorang anak," ucap Ken berusaha menenangkan istrinya yang mulai meneteskan air mata.

"Iya Mas, ak---" ucapan Jingga terpotong oleh Ken.

"Sstt, maafin Mas. Bukan maksud Mas membuat kamu sedih sayang, Mas cuma berharap kita punya anak banyak, tak peduli hadirnya mereka kapan, tapi yang jelas Mas percaya bahwa suatu saat nanti, Allah bakal kasih kita rezeki seorang anak," ucap Ken sambil menarik Jingga kedalam pelukannya.

"Maafin Mas. Ayo sekarang mending kita tidur ya sayang," ucap Ken sambil membaringkan Jingga tidur.

Dengan pelukan hangat dari suaminya, ternyata mudah bagi Jingga untuk terbang kealam mimpi. Ken terus mengusap lembut punggung istrinya, sungguh dia merasa menyesal telah menyinggung soal anak pada Jingga.

...----------------...

"Kak, temenin aku ke mall dong," ucap Dafa sambil melihat kearah kakaknya yang tengah fokus pada laptopnya.

Dafa heran, padahal ini hari libur, tapi kakaknya itu terus saja bergerumul dengan pekerjaannya.

"Kamu pergi sendiri aja. Kamu gak lihat, kalo Kakak itu lagi sibuk," ucap Ray tanpa melirik kearah adiknya.

"Ck! Kakak lupa, ini tuh hari libur. Terus aja seperti itu, gila kerja," balas Dafa sambil berdecak tak suka.

Namun Ray sama sekali tak terpengaruh oleh ucapan Dafa, bahkan dia sama sekali tak menggubris ucapan Dafa, Ray hanya melirik sebentar kearah adiknya.

"Ayolah Kak... Temenin aku, aku bingung harus beli apa buat nenek," ucap Dafa yang terus membujuk Ray.

"Buat nenek?" tanya Ray heran.

"Iya. Rencananya lusa depan, aku mau kerumah nenek. Nginep, sekalian refresh otak biar gak seperti Kakak yang gila kerja," ucap Dafa dengan kekehan diakhir.

Ray hanya berdecak tak suka dengan ucapan sang adik.

"Gimana Kak? Mau ya!" ucap Dafa setengah memaksa.

"Iya," balas Ray cepat. Dia hanya pasrah mengikuti kemauan adiknya, lagi pula dia sudah menyelesaikan pekerjaannya.

Dafa senang dengan jawaban sang kakak. Akhirnya dia bisa keluar bareng Ray. Sebenarnya dia sedikit rindu dengan kebersamaan bersama kakaknya yang akhir-akhir ini jarang dilakukannya karena terhalang oleh kesibukan masing-masing.

Sesampainya dipusat perbelanjaan yang ada dikota Bandung, Dafa dan Ray langsung menuju ke tempat oleh-oleh makanan khas Bandung. Karena mereka tahu bahwa neneknya itu sangat suka dengan makanan khas dari daerah ini yaitu Peuyeum.

Setelah membeli beberapa makanan selain peuyeum, mereka berniat akan makan siang sekaligus.

Namun mereka kaget kala berpapasan dengan orang yang mereka kenal. Bahkan Dafa tak menyangka bisa bertemu dengannya lagi disini. Dafa sampai tak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
kalo judul novelnya apa???
Nurriyah: Wah, terima kasih kak atas kunjungannya 😍😍😍
total 3 replies
Puan Harahap
nyicil 10 like thor
mampir ya
Puan Harahap
hadir dan salam daroi pria idola
Puan Harahap
hadir, salan pria idola
Puan Harahap
hadir
Puan Harahap
salken thor
Rochmah Yuliati
gak ada lanjutannya thor??
Nurriyah: Maaf ya kak, belum bisa up lagi. Tapi Author akan segera menyelesaikannya 🙏
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
dasar ken,,, gak punya urat malu,,,,kepedean banget,,, skrg ngakuin anak dulu loe kemana aja,,, malah gak mengakui anak dlm kandungan jingga sbgai darah dagingnya,,,,
Nurriyah: Sesal selalu di akhir, mungkin itu yang dia rasakan kak 😊 😊
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
wah...wah...wah ini lebih memalukan lagi istri baru seminggu meninggal dah ngejar mantan aja dengan tak tau malunya bahkan meremehkan orang lain kayak dia yang lebih baik baik aja ckckck
Nurriyah: Iya kak 😊 😊 😊
total 1 replies
Nafisa Hasan
urat malunya udah putus tu
Nurriyah: 😊😊😊 iya kak
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
awas klo ken bikin ulah dengan keadaan rey yg sekarang
Nurriyah: Kalo bikin ulah nanti ta getok kepalanya kak 😀
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
semoga cepet sadar dan pulih...dan semoga kecelakaan ini murni bukan rencana seseorang
Nur Aida Zhaafira
jgn sampe kenapa2 sama rey
Nafisa Hasan
heeh ada apa kk......
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
nah loh,,,,apa yg terjadi sampai jingga begitu kaget,,,,!?!?
Anissa Magfirah
jangan bikin terkejut juga lho thor jantung kita yang baca , dan buat kita penasaran,
lanjutan ceritanya harus dobel lho tho, kalian lama nggak up nya
Viorinne Chella
Semangat thor
semoga urusan real nya cpt kelar
dan bisa update lagi 💞
Nurriyah: Iya kak terima kasih 😊
total 1 replies
Nafisa Hasan
sehari sekali dong kk upnya
Nurriyah: Maaf kak kemarin ada acara keluarga jadi tidak bisa update 🙏
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
cara ken menemui anaknya yg salah,,,kenapa harus dgn cara tdk baik,, tentu saja jingga merasakan kesal dgn tindakan ken
Anissa Magfirah
saya senang saja sikap jingga , tapi saya juga muak melihat sikap ken yg terlalu angkuh, syukurlah kalau ken sadar, tapi, sebagai mantan suami, dia seharusnya secara baik baik dan jgn terlalu angkuh , jengkel ,kecewa sama ken ,
피롷: dri kmaren aku pgen bgt geplak palanya ken pke panci pink😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!