NovelToon NovelToon
LAST TRIP EXPRESS

LAST TRIP EXPRESS

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / TKP
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

​Damar hanya ingin satu hal dalam hidupnya, pekerjaan kantoran yang tenang, duduk di belakang meja tanpa harus berhubungan dengan banyak orang. Namun, akibat terlilit utang dan tergiur gaji fantastis, si pemuda introvert dan penakut ini malah salah menandatangani kontrak kerja gaib di agen travel misterius bernama Last Trip Express.

​Tugas Damar bukanlah membawa turis biasa, melainkan menjadi tour guide untuk rombongan hantu! Dari hantu penari yang histeris, hantu bapak-bapak yang lupa meletakkan kunci brankas, hingga hantu artis yang minta dibuatkan acara fansign terakhir—Damar harus memandu mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan TKP kematian demi menyelesaikan urusan terakhir mereka sebelum berpindah ke alam selanjutnya.

​Di bawah ancaman bosnya yang cantik, modis, sarkastik, dan super galak—Madam Helga—Damar harus memutar otak mengatasi kehebohan para arwah, teror dari makhluk halus jahat, dan kepanikan dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Ancaman Agen Rival

Getaran dari jam saku Chrono-Compass di genggaman Damar semakin kencang, memancarkan denyut merah yang membakar telapak tangannya.

Hawa dingin yang janggal merayap masuk dari balik celah pintu kaca depan, menyapu habis aroma harum kayu cendana dan menggantinya dengan bau belerang serta debu jalanan yang asam.

Kring!

Bel kuningan di atas pintu tidak sekadar berdering, melainkan berdenting sumbang seperti retak. Pintu kaca tebal kantor Last Trip Express terdorong terbuka pelan.

Kabut tipis berwarna abu-abu kehijauan bergulung masuk, memadamkan beberapa lilin gaib yang menghiasi sudut ruangan.

Dari balik kabut tersebut, muncul sosok pria tinggi berkulit pucat pasi. Pria itu mengenakan setelan jas abu-abu keperakan bergaya modern yang terpotong sangat rapi, sepatu kulit mengilap yang tidak menapak tanah, serta tongkat berkepala tengkorak perak yang ditopang di tangan kanannya.

Tidak seperti arwah penumpang bus yang transparan atau penuh luka, pria ini memancarkan aura kekuatan yang padat, dingin, dan sangat terorganisir.

"Luar biasa," katanya.

Suara pria itu terdengar halus, seperti desisan kain sutra yang digesekkan ke batu, penuh aksen formal yang dibuat-buat.

"Lampu kantor masih menyala. Tapi baunya ... ah, aroma pemandu tur manusia yang berdebu dan ketakutan. Sangat tidak berkelas."

Damar melangkah mundur dua langkah, memegang clipboard kayu dan jam sakunya bak tameng darurat.

"S-Siapa kamu?! Kantor ini udah tutup buat pelayanan umum! Kalau mau daftar tur, datang lagi besok!"

Pria berjas abu-abu itu terkekeh pelan, tawa yang tidak menyentuh matanya yang berwarna hitam pekat tanpa bagian putih. Ia mengetukkan ujung tongkat tengkoraknya ke lantai kayu.

TAP!

Gelombang tekanan gaib merayap di lantai, membuat perabotan kantor bergetar halus.

"Daftar tur? Pada agen travel kumuh yang nyaris bangkrut ini? Tolong, jangan bercanda, Anak Muda. Namaku Gabriel. Direktur Operasional Eternity Horizon Express—agen travel transmisi jiwa nomor satu di Sektor Lima."

Damar menyipitkan mata. Eternity Horizon Express? Agen travel gaib pesaing?!

Gabriel melayang pelan mengelilingi meja depan, mengusapkan sarung tangan kulitnya yang putih bersih ke atas tumpukan dokumen yang baru saja dirapikan Damar.

Ia menatap ke arah gorden beludru hitam menuju ruang pribadi Madam Helga, lalu tersenyum miring saat menyadari wanita pemilik kantor sedang tidak ada di tempat.

"Helga sedang keluar, ya?" gumam Gabriel dengan nada geli yang meledek. "Pasti sedang mengemis perpanjangan lisensi ke Dewan Transmisi. Kasihan sekali. Padahal agen travelnya tinggal menghitung hari sebelum ditutup paksa."

"Madam Helga gak mengemis!" potong Damar tegas, rasa setia kawannya pada sang atasan mendadak mengalahkan ketakutannya. "Tur pertama kami sukses besar! Semua arwah pergi dengan damai!"

Gabriel menghentikan langkah melayangnya, memutar tubuhnya 180 derajat menatap Damar. Matanya yang seram menatap lurus ke arah tas selempang Damar—tempat buku catatan tua bersampul kulit itu disembunyikan.

"Sukses besar?" Gabriel tertawa lebih keras, suara tawanya memantul dingin di dinding kantor. "Kamu benar-benar tidak tahu apa-apa, ya? Kasihan sekali ... manusia polos yang dijadikan umpan ini."

Damar mengernyitkan dahi.

"Umpan apa maksudmu?!"

Gabriel melayang mendekati Damar hingga jarak mereka hanya tersisa satu meter. Bau belerang yang tajam menyeruak membuat Damar terbatuk pelan. Gabriel mencondongkan tubuhnya, menatap Damar dengan pandangan penuh belas kasihan yang beracun.

"Kamu pikir Helga memilihmu karena bakat pemandu turmu yang mengagumkan itu?" bisik Gabriel, suaranya menusuk langsung ke benak Damar. "Kamu pikir kontrak tinta merah dan gaji sepuluh juta itu adalah bentuk kebaikannya? Jangan naif, Damar. Kamu cuma dimanfaatkan Helga untuk membayar dosa besarnya ratusan tahun lalu."

Jantung Damar berdegup kencang menghantam dadanya. Tangannya yang memegang tas selempang menyerap dinginnya buku catatan tua di dalam.

"Dosa ... apa?" tanya Damar pelan, suaranya agak tercekat.

Gabriel mengusap dagunya dengan cermin tengkorak tongkatnya, mengamati reaksi Damar dengan puas.

"Ratusan tahun lalu, ada seorang pemandu tur legendaris yang mengorbankan jiwanya sendiri demi menyelamatkan Helga dari hukuman Dewan Gaib. Jiwa pemandu itu hancur, terlempar ke dalam siklus reinkarnasi tanpa ingatan, sementara Helga dihukum untuk mengelola agen travel ini sampai seluruh utang jiwa sang pemandu terlunasi."

Gabriel menunjuk dada Damar dengan ujung tongkat peraknya.

"Helga tidak memandangmu sebagai Damar, Si Pemandu Tur. Dia cuma melihatmu sebagai wadah penembus dosanya. Dan kamu diseret ke dunia gaib ini agar jiwa manusiamu ini bisa dikuras sedikit demi sedikit untuk memberi daya pada bus tua itu dan membersihkan kutukan pada cermin kunonya!" lanjut Gabriel dengan nada provokatif yang tajam. "Begitu seluruh arwah di itinerary-nya selesai menyeberang ... maka jiwa manusiamu yang tersisa akan hancur, dan Helga akan bebas, meninggalkanmu mati konyol tanpa bekas!"

Kalimat-kalimat Gabriel menghantam kesadaran Damar bagaikan godam berat.

Sketsa wajah di buku tua, ungkapan kesepian Madam Helga di depan cermin, hingga kata-kata dalam catatan kuno.

Takdir akan selalu membawamu kembali ke sisiku untuk membayar utang darah kita.

Seketika terhubung menjadi satu gambaran utuh yang mengerikan.

Apakah Madam Helga benar-benar hanya memanfaatkannya? Apakah rasa peduli yang diperlihatkan wanita itu hanyalah rasa bersalah atas kejahatan masa lalunya?

Melihat keraguan yang membakar mata Damar, Gabriel tersenyum puas. Ia merogoh saku jasnya, menarik keluar sebuah kartu nama perak berukir rumit dan meletakkannya di atas meja kerja.

"Bergabunglah dengan Eternity Horizon Express," tawarnya halus. "Kami punya teknologi transmisi paling canggih, gaji lima kali lipat dari tempat kumuh ini, dan yang paling penting ... kami bisa memutus kontrak tinta merahmu tanpa perlu mengorbankan nyawamu. Pikirkan baik-baik sebelum Helga menghancurkan jiwamu sepenuhnya."

Belum sempat Damar menjawab atau memproses tawaran tersebut, sebuah gelombang angin keemasan yang sangat dahsyat meledak dari sudut ruangan.

BOOM!

Kabut hijau belerang milik Gabriel seketika buyar berkeping-keping. Kartu nama perak di atas meja terbakar menjadi abu dalam sekejap mata oleh pendar cahaya emas yang sangat panas.

"Berani sekali kau masuk dan menyebarkan racun di kantorku, Gabriel!"

Suara gelegar Madam Helga memotong udara bagaikan sabetan pedang. Wanita itu muncul dari balik pusaran cahaya keemasan, melayang anggun di udara dengan gaun hitamnya yang berkibar liar.

Kipas sutranya terbuka penuh, memancarkan simbol-simbol segilima emas yang menyala benderang. Wajah cantiknya dipenuhi amarah yang membara.

Gabriel melayang mundur beberapa meter, menutupi wajahnya dari radiasi cahaya emas Madam Helga. Ia tertawa pelan, sama sekali tidak terlihat panik.

"Ah, sang Pembuat Kontrak telah kembali," ejek Gabriel tenang. "Tepat waktu seperti biasa, Helga. Aku hanya sedang bersilaturahmi dengan staf barumu ... atau harus kusebut, 'wadah penyesalanmu'?"

"Tutup mulut kotormu!" bentak Madam Helga, mengibaskan kipasnya.

WUUUSH!

Bilah cahaya emas meluncur kencang memotong udara, menebas tongkat tengkorak perak Gabriel hingga terbelah dua!

Gabriel melompat mundur melayang menuju pintu keluar, meringis pelan saat ujung jas keperakannya agak terbakar sihir Helga.

"Serangan yang cukup kasar. Tapi racun skeptisme sudah tertanam, Helga. Mari kita lihat berapa lama pemandu manusiamu ini mau bertahan membantumu!"

Dengan sekali putaran tubuh, Gabriel melebur menjadi kabut abu-abu dan melesat keluar menembus kegelapan malam, menghilang tanpa bekas.

Ruangan kantor kembali hening, meninggalkan aroma terbakar dan hawa dingin yang tersisa.

Madam Helga mendarat di lantai kayu, merapikan syal bulunya yang sedikit berantakan. Napasnya agak memburu, matanya yang tajam perlahan-lahan beralih menatap Damar yang masih berdiri membeku di dekat meja belakang.

Damar menatap Madam Helga dengan pandangan yang rumit—perpaduan antara rasa takut, kebingungan, dan kepedihan atas kenyataan yang baru saja didengarnya. Tas selempang yang berisi buku catatan tua itu terasa sangat berat di pundaknya.

Madam Helga menyempitkan matanya, menyadari ada perubahan drastis pada tatapan mata pemandu turnya.

"Apa yang dikatakannya padamu, Damar?" tanya Madam Helga dengan suara dingin, walau ada kilatan getar yang coba disembunyikannya di balik tatapan itu.

Damar mengepalkan tangannya rapat-rapat di samping paha, menatap lurus mata wanita yang selama ini ia percayai sebagai atasannya. Perang batin melingkupi dadanya, menuntut jawaban atas misteri yang kini mengancam jiwanya sendiri.

1
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
selamat berpetualang di rumah orang tanpa undangan ,damar
😂
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kunci nya , di belakang foto keluarga damarr.. ciee 🤣
mangkane ndak usah rahasiaan kepada keluarga pak tedjo yg belom mnjdi bejo ..krn penyesalan harta warisan yg tak sampai ke anak nya
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
cepet adaptasi nya Damar
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
lets go Damarr
tour kemana kita yakk
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
masih untung damar
ngga ngompol di tempat
😂😂
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kontrak kerja Damar
serreemmm bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!