NovelToon NovelToon
Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Sepanjang hidupnya, Bayu Rahaja selalu dijuluki si pembawa sial hingga puncaknya kedua orang tuanya meninggal dunia dalam sebuah tragedi yang memaksanya pulang ke rumah tua keluarganya. Di tengah keputusasaan saat ditagih hutang dan membereskan barang-barang usang peninggalan kakeknya, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah batu hitam kehijauan yang diam-diam mengaktifkan sebuah pusaka kuno. Waktu di sekitarnya mendadak berhenti, dan Bayu menyadari bahwa kesialannya selama ini adalah harga yang harus dibayar untuk membangkitkan Batu Waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Cklek.

Pintu ruang interogasi di Polsek Sukamaju terbuka perlahan.

Seorang polisi paruh baya dengan perut buncit dan kumis tebal masuk membawa dua cangkir kopi panas.

"Silakan diminum dulu kopinya, Nak Bayu dan Neng Anya," ucap polisi itu sambil meletakkan cangkir di atas meja besi.

"Biar pikiran kalian lebih tenang setelah kejadian mengerikan tadi."

Bayu mengangguk sopan dan menarik cangkir kopi itu mendekat.

"Terima kasih banyak, Pak Polisi," jawab Bayu dengan nada tenang.

Anya yang duduk di sebelah Bayu hanya diam sambil menatap uap panas dari cangkir kopinya.

Tangan gadis berkacamata itu sudah tidak bergetar lagi seperti saat di minimarket tadi.

"Perkenalkan, saya Inspektur Haris yang akan mencatat kesaksian kalian hari ini," kata polisi itu sambil duduk dan membuka buku catatannya.

"Mari kita mulai dari kamu dulu, Nak Bayu."

Bayu memperbaiki posisi duduknya agar terlihat lebih meyakinkan.

"Baik, Pak Haris, silakan tanyakan apa saja," ucap Bayu.

"Menurut laporan petugas di lapangan, kedua perampok bersenjata itu tiba-tiba tumbang sendiri," ujar Haris sambil menatap mata Bayu tajam.

"Satu tangannya retak parah, dan yang satu lagi kepalanya tertimpa botol kecap sampai pingsan."

Haris mengetukkan pulpennya ke meja beberapa kali. Tuk. Tuk. Tuk.

"Apakah kamu melihat siapa yang menyerang mereka berdua?" tanya Haris.

Bayu memasang wajah bingung dan menggelengkan kepalanya pelan-pelan.

"Saya tidak melihat apa-apa, Pak," jawab Bayu dengan suara sedikit gemetar yang dibuat-buat.

"Saya langsung jongkok dan sembunyi di balik rak makanan ringan saat dengar suara tembakan pertama."

Haris menghela napas panjang dan mencatat sesuatu di bukunya.

"Lalu bagaimana dengan suara benturan keras yang terdengar sebelum mereka jatuh?" selidik Haris lagi.

"Saya kira itu suara rak yang ditendang oleh perampoknya, Pak," sahut Bayu dengan cepat.

"Saya benar-benar ketakutan sampai menutup telinga rapat-rapat."

Haris beralih menatap Anya yang sejak tadi mendengarkan dengan saksama.

"Bagaimana dengan Neng Anya? Neng kan yang disandera oleh perampok berparang itu," tanya Haris lembut.

Anya membetulkan letak kacamatanya yang sedikit merosot di hidungnya.

"Saya juga kurang tahu pasti, Pak Inspektur," jawab Anya dengan nada datar.

"Saya memejamkan mata karena leher saya sudah ditempel parang," lanjutnya.

"Tiba-tiba saja lutut perampok itu seolah tertekuk sendiri dan kepalanya terbentur sesuatu dengan sangat keras."

Bayu melirik Anya dari sudut matanya dan merasa sedikit lega.

"Bagus, gadis ini ternyata tidak melihat apa-apa juga," batin Bayu bersyukur.

Haris menutup buku catatannya dengan wajah sedikit frustrasi.

"Kejadian ini sungguh aneh dan tidak masuk akal," gumam Haris pelan.

"Kami sudah mengecek kamera CCTV minimarket, tapi sayang sekali rekamannya rusak akibat tembakan perampok tadi," keluh Haris.

Bayu menahan senyumnya mendengar informasi penting dari polisi tersebut.

"Syukurlah CCTV-nya mati, jadi tidak ada bukti visual aku menghilang dari balik rak," batin Bayu girang.

Haris akhirnya berdiri dan merapikan seragamnya.

"Baiklah, kesaksian kalian sudah cukup untuk saat ini," kata Haris.

"Kalian boleh pulang sekarang, tapi kami mungkin akan memanggil kalian lagi jika butuh keterangan tambahan."

"Terima kasih banyak, Pak Haris," ucap Bayu dan Anya hampir bersamaan.

Mereka berdua berjalan keluar dari ruang interogasi menuju lobi kantor polisi yang ramai.

Saat melewati meja piket, Bayu tidak sengaja mendengar percakapan dua orang polisi berseragam.

"Gila, berani sekali dua perampok itu beraksi siang bolong," ucap polisi pertama.

"Kamu tidak tahu? Mereka itu anak buahnya Bos Cobra dari geng utara," bisik polisi kedua.

"Cobra pasti ngamuk besar dengar anak buahnya ditangkap gara-gara hal konyol seperti ini."

Langkah Bayu sempat terhenti sepersekian detik mendengar nama itu.

"Bos Cobra? Sepertinya masalah minimarket ini akan berbuntut panjang," batin Bayu dengan kening berkerut.

Ia harus lebih berhati-hati jika geng kriminal itu mulai mencari tahu siapa yang menggagalkan aksi mereka.

Bayu melangkah keluar dari pintu kaca kantor polisi dan menghirup udara siang yang terik.

Ia berniat langsung pergi ke pasar tradisional untuk melanjutkan belanjanya yang tertunda.

"Hei, Bayu, tunggu sebentar," panggil sebuah suara wanita dari arah belakangnya.

Bayu menoleh dan melihat Anya sedang berlari kecil menghampirinya.

"Ada apa, Anya? Kamu butuh bantuan untuk pulang?" tanya Bayu ramah.

Anya menggelengkan kepalanya lalu menunjuk ke sebuah kedai es kelapa di seberang jalan.

"Boleh kita duduk di sana sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ajak Anya serius.

Melihat raut wajah Anya yang tidak bisa dibantah, Bayu akhirnya mengangguk setuju.

Mereka menyeberang jalan dan duduk di salah satu kursi kayu panjang di kedai tersebut.

"Bang, es kelapanya dua gelas ya," pesan Anya kepada penjualnya.

Setelah penjual itu pergi menyiapkan minuman, Anya langsung menatap mata Bayu lekat-lekat.

"Kamu berbohong pada Inspektur Haris tadi," tembak Anya tanpa basa-basi sedikit pun.

Bayu mengangkat sebelah alisnya, berpura-pura bingung dengan tuduhan tiba-tiba itu.

"Berbohong soal apa? Aku kan sudah bilang aku sembunyi di balik rak," elak Bayu sambil tertawa kecil.

1
lizzy Bae
Bagus banget ceritanya lanjutkan!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!