NovelToon NovelToon
Jodoh Dadakanku

Jodoh Dadakanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / Romansa Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Wulan Antya

Hidup mati seseorang tidak ada yang tahu.
Begitupun dengan jodoh.

Hawa yang memberontak karena dijodohkan dengan kakak kelasnya akhirnya mencoba menerimanya, dengan perjanjian agar di rahasiakan. mengingat mereka masih duduk di bangku sekolah, tapi qodarullah ibu Hawa sakit dan meminta Hasby mengucap ijab kabul secara rahasia di tempat ibu Hawa dirawat. ibunya meninggal dengan tenang karena Hawa tidak sendiri lagi, sudah ada Hasby dan keluarga barunya.

Dengan berat hati Hawa menerima status barunya itu serta mencoba menjalaninya. Entah mampu bertahan atau berhenti ditengah jalan, Hawa tak tahu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Antya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19

Jalanan masih ramai dengan kendaraan yang melintas. Hawa meminta Hasby berhenti disebuah taman kota sejenak. Mereka duduk menghadap air mancur yang diberi penerangan lampu warna warni. Angin bertiup pelan, suara para penjual yang menjajakan jualannya terdengar riuh rendah, suara kendaraan dan sesekali bunyi klakson menyahuti.

Hasby memandang sekitar tengah mencari sesuatu untuk menemani mereka duduk ditaman malam ini.

 "Mau camilan?" Hasby bertanya dengan lembut.

"Aku udah kenyang kak, kalau boleh es matcha aja kak," jawabnya tersenyum lebar. Mengacungkan dua jari membentuk huruf v.

"Ok, mau ikut apa disini?"

"Ikuuuut," Hawa segera berdiri dengan cengiran dibibirnya. Terkesan manja, tapi sejak hubungannya dengan Hasby tidak sekaku yang ia bayangkan. Ia mulai berani mengekspresikan diri. Tanggapan Hasby juga baik. Membuat Hawa merasa dijaga dengan baik.

Mereka berhenti di tempat jualan minuman. Hawa menyebutkan pesanannya dan Hasby memilih es kopi. Disela-sela menunggu minumannya, Hawa melihat jualan cilor disampingnya. Ia berjalan menghampiri dan memesannya. Hasby hanya melihat sambil menggelengkan kepalanya.

"Katanya udah kenyang tapi masih mau makan aja," gumamnya pelan.

" Kak,mau cilor nggak?" Hawa menyodorkan cilor yang masih mengepulkan asap tipis kehadapan Hasby.

"Nggak, makasih. Duduk sana lagi Wa!" berjalan ke bangku taman lagi, menikmati angin malam.

"iya kak, ayo," Hawa mengikuti dari belakang.

Mereka duduk di bangku taman yang menghadap air mancur. Sungguh pemandangan yang membuat nyaman.

"Makasih ya kak," Hawa melihat air mancur dengan suara gemericik air yang menenangkan. Hasby menoleh melihatnya dalam diam. "makasih udah ngebolehin aku jajan macam-macam dan pergi main. Apa lagi ini waktu malam, yang dari dulu aku ingin. tapi kata ibu anak perempuan nggak boleh keluar malam. sekarang aku ditaman malam-malam bersama seorang laki-laki, suamiku sendiri," jujur Hawa sambil terus melihat air mancur, tidak berani melihat Hasby.

"Ibu berkata seperti itu untuk menjaga kamu, bukan mengekang," Hasby menanggapi.

"Iya kak,,, aku ngerti," Hawa menoleh tersenyum lembut. " Kak, aku masih nggak percaya dan tidak habis pikir. Bisa-bisanya kita nikah muda seperti ini. Yang lebih aku heran lagi, saat tahu kakak sekolah sambil kerja juga. Masyaallah kak Hasby, apa kakak punya cita-cita nikah muda?" celotehnya panjang.

"Alhamdulillah. Papa dan Mama yang mengajarkanku untuk belajar dan terjun langsung dari awal. Dulu aku juga nggak mau tapi setelah terjun langsung ketemu klien, ikut rapat Papa, akhirnya aku tertarik dan belajar lebih keras lagi," jelas Hasby "sampai saat Papa dan Mama memberitahu kalau aku sudah dijodohkan, dan ternyata jodoh itu kamu. Lucu kalau dipikir, nikah muda dengan adik kelas. disaat masih sekolah," lanjutnya tersenyum tipis saat mengingat awal-awal saat ia tahu dijodohkan.

"Sama kak, aku bagai disiram puluhan batu es, sesak napas, tapi setelah mencoba menerima ya alhamdulillah, kakak ternyata lebih bisa berpikir dewasa disaat aku memberontak dengan kerasnya," Hawa tersenyum miris.

"Apa kamu menyesal Wa?" Hasby melihat ke netra Hawa tenang.

"Aku belum tahu kak, aku hanya mencoba menerima dan menjalaninya," Hawa juga melihat Hasby lekat "Apa kak Hasby mencintai seseorang?" napas Hasby tercekat.

Mereka saling pandang lama. Sampai Hasby menghela napas perlahan.

"Tidak ada," Hasby mengalihkan pandangannya ke air mancur. Tidak lagi melihat Hawa.

"Em, iya kak,,, kalau suatu saat kakak ingin pergi, tolong bilang sama aku, biar aku bersiap diri," Hawa melanjutkan memegang erat minumannya. Dadanya terasa sesak.

"Nggak usah bicara aneh-aneh!" kata Hasby datar. Menatap tajam Hawa.

Hawa membeku seketika melihat tatapan suaminya itu. Seolah terpancar kemarahan dari tatapannya.

"Iya kak, maaf," cicit Hawa menelan ludahnya.

Hening seketika. Hasby menyeruput coffee ice. melihat Hawa yang hanya diam tanpa meminum atau memakan jajanannya.

"Cepat habiskan!" katanya datar.

"iya kak," gugup Hawa, segera meminum matcha ice dan memakan cilornya sendirian. Karena Hasby tidak mau. makan dalam keheningan yang canggung membuatnya tidak bisa menikmati makanan yang di inginkannya.

Mereka sudah duduk di dalam mobil yang melaju pelan, karena Hasby ingin menikmati suasana malam. Hawa menguap terus dari tadi. Sesekali mengusap sudut matanya yang berair. Karena sudah hampir larut malam. Hawa memang tidak biasa tidur terlalu larut. Tidur terlalu larut memang tidak bagus untuk kesehatan.

Mobil membelok memasuki sebuah rumah mewah besar dan parkir disamping rumah. Hawa terkesiap karena tadi sempat terpejam sejenak.

"Ayo turun, lekas tidur!" Hasby mengingatkan Hawa tenang.

"Iya,, kakak juga, selamat malam kak," Hawa tersenyum lembut. Beranjak memasuki rumah meninggalkan Hasby sendirian diluar.

Hasby tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pelan. Melihat punggung Hawa menghilang di balik pintu kayu besar. Segera ia menyusul memasuki rumah dan ke kamar untuk istirahat.

                            ●●●

Pagi-pagi sudah bising dikamarnya, Hawa terlupa dengan tugas Matematikanya. Dari subuh ia mencoba mengerjakannya tapi belum menemukan jawabannya. Ingin rasanya mengetuk pintu Hasby dan meminta tolong, tapi rasa canggung dan sungkan membuatnya mengurungkan niatnya tersebut.

Dikamar Hasby tengah memakai seragam sekolahnya, sesekali melihat handphone nya yang menyala putih. Ia baru saja mendapat kiriman foto dirinya dengan Hawa semalam. Ternyata Om Adi melihatnya semalam. Untung saja Om Adi sudah tahu dari awal dan merahasiakannya. Sedikit kelegaan, tapi ia tidak sepenuhnya tenang.

Ada kabar kalau orang masalalunya telah kembali lagi. Ia memejamkan mata sejenak, menghela napas dengan kasar. Seolah tercampur emosi yang tertahan lama. Apa yang akan terjadi kalau Dia kembali. Bagaimana Hasby menanggapinya. Sedangkan sekarang ia terikat resmi dengan Hawa Maheswari, istri kecilnya.

Baru semalam ia dan istrinya berbicara lebih dalam. Ia ingin mengawali hubungan perjodohan ini dengan benar dan hati yang bersih,, tapi orang di masa lalunya kembali. Entah apa yang diinginkannya. Ia berkali-kali mengepalkan tangannya. Menahan emosi yang telah lama terkubur di dasar hatinya.

Ada rasa takut yang bersarang dihatinya, tapi ia tidak tahu takut karena apa. Takut masa lalunya atau takut istri kecilnya pergi darinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!