NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:915
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar¹⁹

    Entah bagaimana cara Qu Ning melakukannya. Yang jelas, pada akhirnya, Grup Industri Qu hampir sepenuhnya melepaskan penawaran dalam lelang tanah tersebut.

    Lebih dari itu, mereka sama sekali tidak mencurigai pihak keluarga Xue.

    Lahan itu pun akhirnya jatuh ke tangan keluarga Xue.

    Sementara itu, Xue Yao sebagai salah satu anggota tim pengembangan tahap awal, segera memulai pekerjaan pengembangan lahan Jing'an.

    Di kediaman keluarga Xue, sang kakek Xue mengakhiri panggilan teleponnya dengan wakil direktur, lalu berdiam diri cukup lama di ruang tehnya.

    Penampilan Xue Yao benar-benar melampaui perkiraannya.

    Ia sudah menduga bahwa Xue Yao akan menunjukkan prestasi yang baik, tetapi sama sekali tidak menyangka bahwa akan bersinar sedemikian rupa.

    Dalam percakapan barusan, wakil direktur juga menyebutkan bahwa pada awalnya Keluarga Qu sebenarnya memiliki keunggulan cukup besar dalam lelang tanah tersebut, terutama karena pengalaman pengembangan luar negeri mereka yang memang masih menjadi kekurangan pihak keluarga Xue.

    Selain itu, selama tahap awal, keluarga Qu juga selalu menunjukkan sikap seolah-olah lahan itu sudah pasti menjadi milik mereka.

    Siapa sangka, mereka justru mundur sejak putaran pertama perputaran.

    Itu sama saja dengan secara terang-terangan mengundurkan diri.

    Wakil direktur secara tersirat menyampaikan bahwa ia merasa pengunduran diri keluarga Qu ini kemungkinan menyimpan cerita tersendiri.

    Dan kakek Xue pun dapat menangkap maksudnya, ia merasa ada kaitannya dengan Xue Yao.

    Meski tidak tahu bagaimana cara Xue Yao melakukannya, hasil ini benar-benar mengejutkan sekaligus menggembirakan.

    "Tuan. Tuan Tua Su sudah datang."

    Zhang Xu mengetuk pintu dengan ringan dari luar dan melapor dengan suara rendah.

    "Baik."

    Kakek Xue memutar kursi rodanya, menoleh ke arah kakek Su yang masuk.

    "Keluarga Xue kalian ini sebenarnya mendapatkan keberuntungan besar apa?"

    Kakek Su jelas sudah mengetahui bahwa keluarga Xue berhasil memenangkan lelang tanah Jing'an. Wajahnya dipenuhi ekspresi tak percaya.

    "Apakah pernikahan politik itu benar-bebar sedemikian ampuh? Sampai-sampai keluarga Qu rela melepaskan keuntungan besar yang sudah di depan mata demi kalian, dan membiarkan keluarga Xue memperoleh lahan Jing'an dengan begitu mudah."

    Kakek Xue menggelengkan kepalanya.

    "Cucu lelakiku itu tidak punya kemampuan sebesar itu. Tetapi aku memang punya seorang cucu perempuan yang hebat."

    Kakek Su langsung mengerti.

    "Xue Yao?"

    Ia duduk berhadapan dengan kakek Xue, sorot matanya penuh kekaguman.

    "Gadis kecil itu sungguh luar biasa. Aku juga sudah mendengarnya, dia bahkan lebih hebat daripada dirimu ketika masih muda."

    Mendapat pujian semacam itu dari sosok legendaris yang membangun kekayaannya dari nol seperti kakek Su merupakan hal yang sangat langka.

    Kakek Xue tersenyum bangga.

    "Jadi kau juga mengakui bahwa aku dulu memang hebat?!"

    Kakek Su menggelengkan kepala, sudah tidak tahan dengan 'Ketidaksopanan' sahabat lamanya itu.

    Namun, ia memang benar-benar mengagumi Xue Yao.

    "Gadis ini hidup di luar keluarga selama delapan belas tahun. Banyak pelajaran dan pendidikan yang seharusnya ia dapatkan tidak pernah ia jalani. Namun lihatlah, setelah ia menangani berbagai proyek, cara berpikir dan kreativitasnya justru jauh melampui mereka yang belajar secara kaku dari buku. Jelas terlihat bahwa bakat seseorang memang tidak bisa dibendung."

    Kakek Xue pun sangat setuju. Di matanya sekarang, cucu perempuan yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang istrinya itu justru mewarisi naluri bisnisnya. Bahkan lebih menyerupai dirinya dibandingkan kedua putranya sendiri.

    "Lao Su, mungkin kita selama ini keliru. Menjaga warisan memang penting, tetapi jika hanya terus dijaga dari generasi ke generasi, ketajaman justru akan terkikis. Kekayaan memang bisa bertahan beberapa generasi, tetapi makna perjuangan saat kita membangun semua ini akan hilang. Saat masih hidup, tak perlu terlalu memikirkan masa setelahnya. Kekayaan anak cucu seharusnya mereka raih sendiri. Sekarang, jika generasi muda memiliki bakat dan kemampuan, kita seharusnya memberi mereka kesempatan untuk tampil. Menurutmu bagaimana?"

    Orang sering mengatakan bahwa kekayaan tidak akan bertahan lebih dari tiga generasi. Karena itu, pewaris generasi ketiga biasanya dituntut untuk sangat berhati-hati, tidak perlu berjasa besar, asalkan tidak membuat kesalahan.

    Kakek Xue dulu juga merasa pandangan itu masuk akal. Namun kini, ia memiliki pemikiran yang berbeda.

    Stabilitas tidak pernah identik dengan mediokritas. Kemampuan lah yang menjadi faktor utama.

    Jika orang yang cakap memegang kemudi, maka kapal raksasa bernama keluarga Xue, apapun badai yang dihadapi, pasti mampu melaluinya dengan selamat.

    Apa yang dikatakan kakek Xue seolah merujuk pada Xue Yao, tetapi juga tidak hanya tentang Xue Yao.

    Kakek Su pun menghela napas pelan.

    "Kau benar. Saat muda dulu, kita berani berpikir dan berbuat apa saja. Sekarang setelah tua, kita justru berubah menjadi tipe orang yang dulu paling kita pandang rendah."

    Beberapa waktu lalu, Su Chen resmi memasuki perusahaan keluarga Su dan langsung mencuri perhatian, dengan cepat menyelesaikan beberapa kerja sama yang sangat mengesankan.

    Beberapa hari sebelumnya, ia baru saja mengambil alih lini bisnis properti dan pengembangan wisata keluarga Su, dan sikap yang ia tunjukkan sudah sangat jelas.

    Ia ingin bersaing, dan ingin menang dengan indah.

    Sebaliknya, Su Heng justru terlihat mulai kehilangan keseimbangan mental dan menjadi gelisah.

    Kakek Xue: "Tubuhku akhir-akhir ini justru semakin baik. Dokter juga mengatakan aku masih bisa hidup setidaknya lima tahun lagi. Lima tahun sudah cukup bagi sebuah bibit kecil untuk tumbuh menjadi pohon besar, apalagi jika bibit itu sejak awal memang tidak biasa."

    Kelemahan Xue Yao terletak pada usianya.

    Meskipun kini ia tampil luar biasa, pada akhirnya ia masih muda. Di dalam grup perusahaan, pengaruh dan kewenangannya masih rendah, dan hal-hal semacam itu tidak bisa diubah dalam sekejap. Dibutuhkan waktu dan perencanaan.

    Sebelumnya, kakek Xue merasa umurnya tidak lama lagi. Sehingga kelemahan ini cukup untuk membuatnya menyingkirkan Xue Yao dari pertimbangan sebagai pewaris. Sebab, sekalipun kesempatan itu diberikan, setelah ia pergi, Xue Yao akan sulit mengendalikan situasi keluarga Xue yang begitu rumit.

    Namun sekarang, situasinya berbeda.

    Ia masih memiliki setidaknya lima tahun, cukup untuk mengatur semuanya.

    Sambil menuangkan secangkir teh Pu'er untuk dirinya sendiri, Kakek Su menyesapnya perlahan, lalu berkata dengan penuh perasaan, "Hebat, Lao Xue. Kau memang punya keberanian. Kau benar, aku juga belum akan masuk liang kubur sekarang. Masih ada waktu untuk memilih."

    Pada saat yang sama, Xue Mo yang diam-diam sedang bertemu dengan Lin Ling sama sekali tidak menyadari bahwa selama dirinya di skors dan menjauh dari perusahaan, Xue Yao telah sepenuhnya menggantikan posisinya.

    Bukan hanya di mata para karyawan grup, tetapi juga di hati kakek Xue.

    Saat ini, Xue Mo justru sedang memeluk kehangatan lembut seorang perempuan, sama sekali tidak mempedulikan bahwa esok hari adalah jamuan pertunangannya.

    Setelah insiden di studio, Lin Ling menyadari bahwa dirinya telah menimbulkan masalah besar, hingga Xue Mo nyaris harus 'mengorbankan daging' untuk melindunginya.

    Ditambah dengan sikap ibu Xue terhadap dirinya saat ini, Lin Ling memahami betul bahwa satu-satunya jalan untuk mengubah keadaan adalah dengan mencengkeram Xue Mo erat-erat, membuatnya tidak bisa melepaskan diri.

    Karena itu, ia mempertaruhkan segalanya demi menahan Xue Mo tetap di sisinya.

    Dalam pelukan hangat dan lembut itu, Xue Mo yang semula masih menyimpan sedikit ketidakpuasan terhadap Lin Ling, akhirnya kembali jatuh di tangan sang kecantikan.

    Tentu saja, ia tahu bahwa hubungannya dengan Lin Ling sama sekali tidak boleh diketahui orang lain.

    Kini, ia sudah tidak lagi memiliki tekad sekuat dulu untuk menjadikan Lin Ling sebagai menantu tertua keluarga Xue.

    Seluruh rekening bank atas namanya telah dibekukan. Nyonya Xue mengawasi alur keuangannya dengan sangat ketat, dan untuk sementara ia juga tidak dapat menarik dana dalam jumlah besar dari rekening umum Vila Shanse.

    Akibatnya, ia hanya bisa memberikan beberapa barang berharga kepada Lin Ling, agar ia menjualnya sendiri untuk mendapatkan uang.

    Jam tangan, bros permata...

    Barang-barang bernilai puluhan juta itu begitu saja diberikan kepada Lin Ling, lalu secara tidak langsung jatuh ke tangan Lin Zhi Du.

    Lin Zhi Du pun tahu bahwa untuk mendapatkan ikan besar, umpan harus dipasang lama. Karena itu, ia tidak pelit. Bahkan membiarkan Lin Ling menyewa sebuah Vila agar Lin Ling dan Xue Mo bisa bertemu secara diam-diam.

    Namun yang tidak diketahui oleh Xue Mo dan Lin Ling adalah bahwa di vila tersebut, Lin Zhi Du telah memasang tak terhitung kamera tersembunyi.

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!