Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
"Dari mana kau tau banyak tentang itu? Jangan coba-coba untuk menipuku ya," ucap Samuel sambil menatap Naya dengan tatapan tajam.
"Ya sudah, mari ikut aku jika tidak percaya,tuan mungkin bisa melihat nya sendiri," jelas Naya yang kemudian turun dari mobil.
Sementara itu, Samuel yang penasaran pun akhirnya ikut turun dari mobil dan berjalan mengikuti Naya dari belakang.
Bau bau tidak sedap mulai menusuk ke hidung Samuel, rasanya dia ingin muntah mencium bau ikan,ayam dan bau-bau lain nya yang ada di pasar itu.
"Tuan muda,ayo cepat," ucap Naya memegang tangan Samuel dan berjalan menghampiri tempat penjual yang menjual lengkap lauk pauk yang masih segar seperti udang, kepiting,ikan dan lainnya.
"Lihat lah, ini sangat segar kan?" ucap Naya mengambil seekor udang besar dan memberikan nya kepada Samuel.
"Astaga, jauh kan benda ini dari ku, aku benar-benar takut!" ucap Samuel malah bersembunyi di belakang Naya.
Sang penjual yang melihat itu sontak tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Samuel yang tampak takut dengan seekor udang.
"Nona, dia seperti nya bukan orang yang seharusnya masuk ke pasar seperti ini, mengapa kau membawa nya? Lihat lah dia membuat hatiku geli dan tidak tahan untuk menertawakan nya," ucap sang penjual lagi.
"Maaf pak, dia memang tidak terbiasa dengan pasar-pasar seperti ini, oh iya aku beli udang nya ya," ucap Naya mulai berbelanja.
"Naya bodoh jangan beli itu aku tidak suka dan aku sangat geli dengan itu," ucap Samuel mencengkram erat lengan sang istri.
Naya tidak lagi mempedulikan ucapan Samuel, dia terus berbelanja,dan berbelanja membeli bermacam-macam jenis lauk untuk stok dan juga banyak jenis sayuran.
Satu jam pun berlalu, Naya dan Samuel kini telah masuk ke dalam mobil dan akhirnya situasi menakutkan dan mencengkam bagi seorang Samuel itu pun bisa terlewati.
"Akhirnya selesai juga, aku sangat bahagia bisa pergi ke pasar tradisional lagi," ucap Naya terlihat sangat bahagia.
"Lain kali aku tidak akan ikut, benar-benar seperti uji nyali saja," ucap Samuel dengan wajah merah nya.
"Tapi seru kan?" tanya Naya.
"Seru apanya? Pasang sabuk pengaman itu cepat! Aku harus cepat tiba di rumah dan mandi dengan banyak sabun, bau pasar ikan sudah menyatu dengan diriku, dan kau juga, bau mu sudah seperti bau penjual tadi saja," ucap Samuel sesekali menutup hidung nya.
_"Dasar orang kaya," batin Naya menatap kesal suaminya meskipun orang itu tidak menyadari nya dan fokus menyetir mobil._
Jauh di lubuk hati Samuel yang paling dalam, tadi itu lumayan seru, dia melihat bagaimana Naya begitu lihai dalam berbelanja, biasanya dulu dia tidak pernah melihat suasana pasar yang ramai, bertemu orang-orang yang ramah bahkan tidak saling kenal bisa tertawa begitu lega.
"Dulu aku hanya slalu menemani Aurel ke mall, membelikan nya barang-barang mahal, membuat dia bahagia, bahagia atas kebahagiaan nya aku rasa sangat cukup, tapi ternyata melakukan hal-hal baru, bergaul dengan orang-orang baik di pasar bukan lah hal yang buruk, mengapa Aurel dan Naya begitu berbeda?" batin Samuel sambil sesekali curi pandang pada Naya yang kini menatap luar jendela kaca mobil dengan tenang.
Samuel sudah mulai bisa membedakan antara sifat Naya dan Aurel dan di antara mereka berdua hanya rasa masakan lah yang terasa sama.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di rumah. Naya membawa semua barang belanjaan nya ke dapur dan menta nya di dalam kulkas, sementara itu Samuel bergegas masuk ke dalam kamar untuk segera mandi.
Sementara menunggu Samuel selesai mandi, Naya pun memutuskan untuk membuat makanan terlebih dahulu, agar pada saat Samuel datang kembali ke dapur dia bisa langsung makan saja.
Naya mulai mengupas undang dan mulai asik berkutat dengan dapur nya.
Sementara itu di kamar Samuel.
Terlihat Samuel yang baru saja selesai mandi dan mengunakan pakaian rumahannya, seperti nya dia memutuskan untuk tidak masuk ke kantor hari ini.
Drt ... Drt ... Drt ...
Sebuah bunyi notifikasi pesan masuk terdengar jelas di ponsel Samuel yang ada di atas meja kerja nya.
Samuel yang penasaran pun melihat dan kemudian membuka isi pesan tersebut.
Tertera nama Azka di sana.
Isi pesan :
_"Tuan muda, aku ada di ruang tamu, ada hal penting yang ingin aku bicarakan, turun lah."_
Setelah membaca pesan tersebut, Samuel pun keluar dari kamar nya dan kemudian bergegas menuju ruang tamu lantai bawah untuk menemui Azka.
Benar saja, di sana Azka sudah menunggu nya, di hadapan nya terlihat sebuah map biru muda.
"Ada apa?" tanya Samuel.
"Aku ingin mengatakan bahwa besok kita sudah harus pergi ke kota x untuk menyelesaikan kerja sama dengan perusahaan x" jelas Azka dengan wajah serius.
"Menyelesaikan kerja sama dengan perusahaan x? Apa yang kau maksud? Mengapa harus menyelesaikan kerja sama dengan mereka?" Tanya Samuel kaget, karena setahu nya kerja sama dengan perusahaan x selama ini baik-baik saja.
"Ini tuan, anda bisa membaca nya terlebih dahulu," ucap Azka lagi, sambil memberikan map biru itu kepada Samuel.
Samuel yang di penuhi rasa penasaran pun akhirnya buru-buru membaca isi dari map tersebut. Alangkah kagetnya Samuel karena mendapati kerugian besar di perusahaan nya karena sebuah tipuan yang di lakukan oleh perusahaan x di kota x mereka selama ini mengirimkan barang-barang palsu kepada perusahaan Samuel ini benar-benar tidak bisa di biarkan.
"Baik lah, besok kita ke sana, jangan gegabah aku punya cara untuk membuat mereka semua menyesal sudah melakukan tindakan kurang hajar kepada ku," ucap Samuel sambil mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Baik tuan muda, aku mengerti," jawab Azka lagi.
Suasana pun menjadi sedikit cangung karena Samuel terlihat sangat marah, ini hal yang membuat Azka seperti ingin menghilang dari permukaan bumi.
Namun tiba-tiba bau masakan Naya yang menyengat tercium harum sampai ke ruang tamu.
"Maaf, tuan muda, bau masakan ini sangat lah wangi, aku merasa lapar," ucap Azka memanfaatkan kesempatan itu untuk mencairkan suasana.
Samuel pun ikut menghirup aroma masakan tersebut, benar seperti apa yang di katakan oleh Azka, diri nya juga merasa kelaparan karena bau masakan yang cukup enak ini.
Namun tidak lama kemudian, terlihat Naya yang datang menghampiri mereka berdua.
"Maaf menganggu, makanan sudah siap, bagaimana jika makan bersama?" tanya Naya terlihat menghormati Azka dan Samuel yang sedang berbincang.
"Aku? Bolehkah?" ucap Azka penuh harap.
"Mengapa tidak? Kebetulan aku masak banyak, ayo!" ucap Naya dengan senyum manisnya.
Sementara itu Samuel yang melihat nya seolah ingin menampar Azka karena terlihat begitu bodoh tanpa rasa malu dan tanpa ijin terlebih dahulu langsung berjalan mengikuti Naya ke dapur.
****
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,