NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikmati Babak Baru

Tring!

Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Reyhan. Ia segera membuka pesan tersebut yang ternyata merupakan pemberitahuan resmi dari divisi pusat tempatnya bekerja.

Diberitahukan kepada seluruh jajaran manajemen dan karyawan bahwa dalam waktu dekat perusahaan akan memperkenalkan CEO baru. Seiring dengan pergantian kepemimpinan ini, akan diadakan restrukturisasi struktur organisasi secara besar-besaran demi menciptakan sistem kerja yang lebih efisien. Selain itu, kebijakan pertukaran karyawan antar-kantor cabang akan segera diberlakukan guna pemerataan skill dan kompetensi.

Reyhan hanya tersenyum tipis membaca informasi tersebut. Alih-alih cemas seperti karyawan lain yang takut kehilangan posisi, ia justru merasa tenang. Sebagai salah satu manajer berprestasi, Reyhan merasa posisinya sangat aman. Ia sudah menyiapkan berbagai siasat dan laporan kerja yang dipoles sedemikian rupa agar citra dirinya tetap bersinar di mata CEO baru nanti. Dengan penuh percaya diri ia meletakkan kembali ponselnya dan melanjutkan perjalanan pulang.

Sesampainya di rumah, sepi langsung menyambut Reyhan. Langkah kakinya terdengar menggema saat ia melintasi ruang tamu sambil membawa buket bunga mawar merah yang besar. Pemandangan di dalam rumah tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Tidak ada tanda-tanda keberadaan Xena. Di ruang tengah, hanya ada Nadine yang sedang menimang Aksara yang mulai tenang, didampingi oleh Bu Mirna yang duduk di sofa.

"Xena! Sayang!" panggil Reyhan dengan suara lantang.

Sama sekali tidak ada sahutan. Perasaan tidak enak yang mengganjal di dadanya sejak pagi kini semakin meronjak naik. Reyhan menatap ibunya dan Nadine bergantian dengan dahi berkerut.

"Nadine, Ibu... di mana Xena? Kenapa rumah sepi sekali? Di mana dia?"

Bu Mirna hanya diam seribu bahasa. Ia memalingkan wajahnya, berpura-pura sibuk memperbaiki letak bantal sofa, membiarkan Nadine yang maju untuk memberikan penjelasan.

Nadine mendengus dalam hati karena sang ibu mertua malah menyerahkan tugas penjelasan ini kepadanya.

"Mas Reyhan, Mbak Xena sudah pergi dari rumah ini. Tadi dia dijemput oleh seseorang menggunakan mobil."

Mendengar hal itu, jantung Reyhan rasanya berhenti berdetak sesaat. Buket bunga mawar di tangannya mendadak terasa begitu berat.

"Pergi? Dijemput siapa?! Ke mana dia pergi?! Kenapa dia sama sekali tidak ada konfirmasi atau meneleponku terlebih dahulu? Dan kenapa kalian baru bilang sekarang?" cecar Reyhan dengan nada suara yang meninggi, urat-urat di lehernya mulai menegang karena panik.

Nadine menggelengkan kepala, "Kami benar-benar tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, Mas. Mbak Xena tiba-tiba langsung pergi begitu saja. Kalau kamu mau tahu lebih jelas, coba kamu minta penjelasan langsung ke Mbak Xena saja, Mas."

Melihat gelagat tidak beres dari ibu dan istri sirinya, kepanikan Reyhan berubah menjadi kemarahan. Naluri laki-lakinya tahu ada sesuatu yang sengaja disembunyikan darinya.

"Kalian pasti mengajak ribut Xena lagi, kan?!" tuduh Reyhan to the point. "Sudah kubilang berkali-kali, kan? Jaga sikap kalian. Biarkan Xena baik-baik saja di rumah ini, jangan pernah menyentuh atau mengusiknya! Dan lagipula, kenapa sampai jam segini kalian berdua belum juga pulang ke rumah masing-masing?!"

Tuduhan telak itu membuat Bu Mirna tidak tahan untuk tidak ikut bersuara. Ia berdiri dari sofanya.

"Kamu sendiri ngapain, Rey? Belum waktunya balik kantor tapi sudah pulang ke rumah, malah sekarang memarahi Ibu dan Nadine demi membela wanita keras kepala itu."

Reyhan tidak berniat menjelaskan alasan sebenarnya. Fokus utamanya sekarang adalah Xena. Dengan tangan gemetar ia langsung merogoh saku celana dan menghubungi nomor istrinya.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.

Reyhan mencoba berulang kali, namun hasilnya tetap sama. Berpindah taktik, Reyhan membuka aplikasi pelacak lokasi yang terhubung dengan ponsel Xena. Namun, nihil. Lokasi Xena tidak dapat dilacak sama sekali, semua akses komunikasi telah diputus secara sengaja dan profesional.

"Sial!" umpat Reyhan frustrasi. Ia mengacak rambutnya dengan kasar, berjalan mondar-mandir di ruang tamu seperti singa yang kehilangan arah.

Bu Mirna yang melihat kepanikan luar biasa dari putranya mulai merasa jengah. "Reyhan, kamu kenapa frustrasi sampai seperti ini sih hanya karena ditinggal oleh Xena? Memangnya apa kelebihan wanita mandul itu? Biarkan saja dia pergi. Toh tanpa dia di sini, masih ada Nadine yang jauh lebih baik, lebih subur, dan bisa memberikanmu keturunan."

"Tapi apapun yang terjadi, aku nggak mau kehilangan Xena."

"Memangnya kenapa, Reyhan? Ada istimewa apa pada wanita itu, hah? Lama-lama ibu jadi gemas sama kamu yang ngeyel nggak mau lepasin Xena."

Reyhan sudah mangap hendak jawab, tapi dia urungkan karena malas ungkap alasannya. Menyadari itu, Nadine melangkah mendekati Reyhan, menyentuh lengan suaminya dengan lembut sembari menatapnya penuh harap. "Iya, Mas. Aku selalu ada di sisimu, apa pun keadaannya. Kita bisa membesarkan Aksara bersama-sama."

Mendengar penuturan Nadine, Reyhan justru merasa dadanya terasa terhimpit. Ia terdiam seribu bahasa menatap Aksara yang ada di gendongan Nadine. Hal itu malah mengingatkan tentang hasil tes DNA rahasia yang ia lakukan tadi pagi yang belum keluar. Pikiran buruk bahwa ia telah dicurangi oleh Nadine terus menghantui pikirannya. Bagaimana jika Aksara ternyata bukan anak kandungnya?

Menyadari situasi yang tidak bisa dipaksakan sekarang, Reyhan berusaha menekan kekecewaannya. Untuk sementara waktu ia terpaksa mengiyakan permintaan Bu Mirna agar Nadine dan Aksara tinggal di rumah itu, sementara dirinya akan memutar otak dan mengerahkan segala cara untuk mencari keberadaan Xena.

...****...

Sementara itu, di sisi lain kota...

Kontras dengan ketegangan yang terjadi di rumah Reyhan, suasana di sebuah mansion mewah berarsitektur modern Eropa terasa begitu tenang.

Xena sedang merebahkan tubuhnya di atas sun lounger yang empuk di tepi kolam. Pakaian kotornya telah berganti dengan setelan kasual berbahan mahal yang sangat nyaman. Semua rasa lelah, penghinaan, kebodohannya, dan beban yang ia pikul selama tinggal bersama keluarga Reyhan seketika luruh bersama air bilasan mandinya tadi.

Langkah kaki yang anggun terdengar mendekat.

"Ini minum dulu, sayang," ucap Maminya sambil menyerahkan gelas tersebut, lalu duduk di kursi sebelah Xena.

Xena tersenyum manis dan meminumnya sedikit. "Terima kasih, Mam."

"Mami sudah menyuruh pengacara keluarga kita untuk mengurus semua berkas perceraianmu dengan Reyhan. Tidak butuh waktu lama, pria tidak tahu diuntung dan keluarganya yang parasit itu akan segera menerima surat dari pengadilan. Mami pastikan mereka tidak akan mendapatkan sepeser pun dari harta yang pernah kamu bawa."

"Terima kasih, Mami. Aku memang sudah tidak ingin menolak lagi. Kemarin Xena bertahan hanya karena ingin menyelematkan aset."

"Baguslah kalau kamu sudah sadar. Oh ya, sesuai janji kamu sebelum pulang ke rumah ini, Papa sudah menyiapkan posisi untukmu. Kamu bilang kamu mau mulai membantu Papa mengelola perusahaan keluarga kita, kan?" Mami menyerahkan sebuah tablet yang berisi dokumen digital penting perusahaan. "Ini adalah berkas salah satu perusahaan kita. Papa ingin kamu yang memimpin langsung sebagai CEO baru di sana untuk melatih kemampuan manajemenmu."

"Iya, Mam, Aku sudah mempelajari profil perusahaan, bagan organisasi, serta data para karyawan. Bahkan aku tengah mempelajari anak perusahaan Papi yang lain."

"Bagus. Gitu dong dari dulu."

Xena tersenyum tipis, "Ya... namanya juga baru sadar. Kemarin-kemarin aku masih dibutakan cinta."

Mami tertawa lalu ia berujar lagi, "Satu lagi, nanti malam ada yang mau diomongin Papi ke kamu."

"Apa itu, Mam?"

"Nanti malam saja. Papi yang bilang."

Bersambung.

1
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!