NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Bagaimana jadinya jika seorang gadis bermata batin harus terikat dalam pernikahan dengan mafia berdarah dingin?

Aiko Kurogawa sudah cukup tersiksa dengan "kutukan" Indigo yang mengalir di darahnya. Namun, demi terhindar dari dunia kelam keluarganya, ia terpaksa menerima perjodohan dengan Ren Tachibana. Pria kejam yang hidupnya hanya didorong oleh dendam.

Awalnya, Aiko hanya ingin bertahan hidup. Namun, tinggal di sisi Ren membuat hidupnya kian mencekam. arwah-arwah penasaran tak pernah berhenti berbisik di sekitar pria itu, mengungkap satu per satu rahasia kelam dari masa lalu.

Kini, Aiko dihadapkan pada pilihan sulit.
Tetap diam demi menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menggali kebenaran yang ternyata mengikat takdir mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 16

Merasa tersudut, Aiko tidak mundur. Tangan kirinya justru bergerak cepat, mencengkeram balik pergelangan tangan Ren yang sedang menahan dagunya.

​"Kau ingin tahu wanita seperti apa ibuku?" bisik Aiko dengan suara bergetar. "Maka rasakan sendiri."

​Aiko memejamkan mata. Ia melepaskan seluruh batasan spiritualnya, membiarkan energi dingin di tubuhnya mengalir melalui titik sentuhan kulit mereka, menyalurkan gema suara yang baru saja menerornya beberapa menit lalu.

.

.

​Ren tersentak, dengan mata yang melebar. Di dalam pendengarannya ia bisa mendengar suara asing yang tumpang-tindih dan serak.

​“Perjanjian... Darah yang belum dibayar... Keturunan yang terikat...”

​Bukan hanya suara, gelombang hawa dingin menghantam dada Ren hingga ia refleks tersentak melepas tangannya. Napas Ren memburu. Logika rasionalnya menolak keras apa yang baru saja terjadi.

​Namun, sebelum Ren sempat menuntut penjelasan, tubuh Aiko di hadapannya mendadak menegang.

​Uhuk!

​Aiko terbatuk keras. Setitik darah segar keluar dari sudut bibirnya, mengotori kerah yukata putihnya. Detik berikutnya, kedua mata Aiko terpejam rapat dan tubuhnya limbung ke depan.

​"Aiko!"

​Refleks Ren bergerak lebih cepat dari egonya. Ia menangkap tubuh lemas Aiko sebelum membentur lantai. Tatapan mata Ren tertuju pada noda merah di bibir istrinya.

​Tanpa berpikir dua kali, ia mengangkat tubuh Aiko dan membaringkannya di atas kasur miliknya.

​Ren berdiri tegak di sisi ranjang, memandangi wajah pucat Aiko yang bernapas pendek-pendek. Telapak tangannya sendiri masih terasa kebas dan dingin.

​Dengan langkah cepat, Ren berjalan ke ambang pintu. Dua pengawal di luar langsung membungkuk tegang.

​"Panggil dokter sekarang."

​"Ba-baik, Tuan Besar!"

​Malam itu, setelah dokter memberikan penanganan dan membersihkan sisa darah di bibir Aiko, Ren tidak beranjak dari kamar. Ia menarik sebuah kursi kayu ke sisi tempat tidur.

​Ren duduk bersedekap, mengunci pandangannya pada wajah Aiko sepanjang malam. namun pikirannya masih menyangkal dengan suara yang ia dengar dan sensasi aneh di tangannya.

**

Keheningan pagi itu mendadak terasa asing bagi Aiko saat ia perlahan membuka matanya. Sentuhan pertama yang dirasakan kulitnya bukan permukaan tatami yang keras, melainkan kehangatan kasur yang empuk dan selimut tebal yang membungkus tubuhnya.

Aiko mengerutkan kening. Kesadarannya yang belum pulih sepenuhnya memaksa matanya untuk mengerjap beberapa kali, menyesuaikan diri dengan terangnya ruangan. Ia menoleh ke samping, dan jantungnya seketika berdesir tajam.

Ia tidak sedang berada di atas kasur lantainya sendiri. Ini adalah ranjang besar milik Ren.

Aiko bergerak hendak bangkit, namun rasa pening yang luar biasa hebat langsung menghantam pangkal kepalanya, memaksanya kembali menjatuhkan kepala ke atas bantal. Lenguhan pelan lolos dari bibirnya yang masih terasa kering dan kaku.

"Jangan bergerak jika kau tidak ingin memuntahkan isi perutmu ke atas kasurku."

Suara berat dan serak itu terdengar dari sudut ruangan. Aiko menoleh lambat ke arah sumber suara. Di atas sebuah kursi kayu tebal yang ditarik tepat ke sisi tempat tidur, Ren masih duduk bersedekap. Kemeja hitam yang dikenakannya semalam tampak sedikit kusut di bagian lengan, dan beberapa kancing teratasnya terbuka, menampilkan gurat lelah yang jarang terlihat di wajahnya. Matanya yang memerah menatap Aiko tanpa ekspresi.

Ren menurunkan kedua tangannya dari dada. Ia bangkit berdiri, membuat tubuh tingginya langsung mendominasi pandangan Aiko. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Ren melangkah mendekat. Ia membungkuk sedikit, lalu menempelkan punggung tangan kanannya ke atas dahi Aiko.

Sentuhan itu terasa sangat tiba-tiba. Kulit tangan Ren yang hangat berbenturan dengan sisa hawa dingin yang masih mendekam di tubuh Aiko. Aiko menegang, matanya melebar menatap wajah Ren yang berada begitu dekat. Selama beberapa detik, tidak ada yang bergerak. Hanya ada keheningan di mana sepasang mata mereka saling berpandangan.

Ren menarik kembali tangannya dengan gerakan kaku setelah memastikan suhu tubuh Aiko tidak lagi setinggi semalam. Ia menegakkan tubuhnya, kembali memasang wajah datarnya.

"Demammu sudah turun," ucap Ren dingin, berbalik memunggungi ranjang dan melangkah menuju meja kecil di sudut kamar. "Jangan berpikir untuk mati di tempat ini dan membuat repot pengawalku."

Aiko berusaha duduk, menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang sembari menarik selimut hingga ke dada. "Aku tidak berencana mati di rumah suamiku sendiri, Tuan Ren. Tapi aku juga tidak menyangka seorang pemimpin Tachibana-gumi rela memberikan ranjangnya untuk tawanan politik sepertiku."

Ren menghentikan langkahnya. Ia berbalik lambat, menatap Aiko dengan mata yang menyipit berbahaya. Tangan kanannya, yang semalam mencengkeram tangan Aiko dan ikut merasakan getaran asing itu, secara refleks bergerak samar di balik saku celananya.

"Kau mengira trik murahan semalam bisa membuatku kehilangan akal, Nona Kurogawa?" desis Ren. "Suara-suara serak di dalam ruangan ini... aku tidak tahu racun atau sugesti apa yang kau gunakan hingga indra pendengaranku ikut terganggu semalam. Klan Kurogawa memang selalu punya cara kotor untuk mengacaukan fokus musuhnya."

Aiko terkekeh hambar, meski dadanya terasa sesak. "Jika kau menganggapnya sebagai racun, mengapa kau tidak membuangku kembali ke lantai? Mengapa kau membiarkan dokter pribadimu merawatku?"

Ren tidak menjawab pertanyaan itu. Sebagai gantinya, ia mengambil sebuah botol obat dari atas meja dan melemparnya ke atas kasur, tepat di dekat jemari Aiko.

"Mulai hari ini, urusanmu di luar rumah ini selesai. Kau dilarang kembali ke kampus," perintah Ren, suaranya tidak menerima bantahan dan negosiasi. "Pihak universitas akan menerima surat penundaan semester atas namamu hari ini. Kau akan tetap berada di dalam kediaman ini, di bawah pengawasanku."

Mendengar kata 'dilarang kuliah', raut wajah Aiko langsung berubah drastis. "Kau tidak bisa mengurungku seperti ini! Insiden di tangga darurat kemarin bukan salahku. Dan jika kau mengurungku di rumah ini, kau sama saja menyerahkanku pada sesuatu yang lebih buruk."

"Apa maksudmu?"

Aiko mencenckeram ujung selimut tebal itu kuat-kuat. "Rumah ini... entitas kuno yang ada di balik dinding-dinding kayu ini sedang menuntut sesuatu. Mereka terus berbisik tentang perjanjian darah yang belum dibayar. Berada di kamar ini membuatku perlahan gila, Ren!"

Ren terdiam. Kata 'perjanjian darah' dan 'keturunan yang terikat' yang juga sempat menggaung di kepalanya semalam mendadak memicu benang merah yang selama ini buntu di otaknya. Ingatan Ren langsung melesat pada kasus pembantaian kedua orang tuanya belasan tahun lalu di paviliun barat, sebuah kasus yang mandek tanpa jejak.

Tatapan mata Ren yang semula penuh amarah perlahan berubah menjadi tajam dan penuh kalkulasi. Logika mafianya mulai bergeser ke arah yang berbeda. Ia mungkin belum sepenuhnya percaya pada hal mistis, namun jika keanehan Aiko ini nyata, maka wanita di hadapannya ini adalah kunci untuk sesuatu yang selama ini ia cari.

"Kau bilang kau bisa mendengar apa yang tidak bisa didengar orang lain," ucap Ren rendah, langkah kakinya kembali mendekat ke sisi ranjang. "Kau bilang tempat ini menuntut darah."

Aiko menatap Ren dengan kening berkerut, mencoba membaca perubahan ekspresi suaminya yang mendadak menjadi sangat dingin dan fokus.

"Ikut aku," perintah Ren pendek.

1
PrettyDuck
malah jadi aiko yg diiencer 😮‍💨
PrettyDuck
ngerinya gess 😫
PrettyDuck
kira2 kalo yakuza berkhianat hukumannya apa yaa~ 🥴
PrettyDuck
dan salah mencari kawan juga 🤭

makanya om kenji, baek2 jadi orang.
ber partner sama orang licik ya resiko gini, ikutan dikhianati 🥴
PrettyDuck
iss iblis bener emang si kaito ini.
di mana2 jadi pengkhianat 🥴
RahmaYesi
Jujur, aku suka cerita mafia mafia gini. Tapi, aku sangat amat lemah dan mengingat nama Karakter... 😂🙏

Semangat.....
PrettyDuck
kenapa mereka segitu pinginnya yumi mati sih? 😭😭
harusnya ren nih yg lihat adegan ini 🥴
PrettyDuck
lah? mereka penjahatnyaa??
PrettyDuck
waduh. aiko punya nasib yang sama gak? gak bisa berumur panjang. dia kan punya kemampuan kayak ibunya tuh 😭
PrettyDuck
ooo berarti kalian tuh waktu kecil udah pernah ketemu 🥺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jujur aja aiko. drpd kamu dituduh mulu. lagian dia juga sdh jd suamimu dan terlihat peduli padamu juga
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
huaaa menegangkan sekali. dua duanya harus di buat selamat ya Thor. jangan bikin aku nangis
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terngiang ngiang enggak tuh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku galau gais. aku takut Aiko terluka tapi aku juga tidak rela Ren terluka juga😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
haduuuh nih org ya. apa perlu diliatin penampakan di sekitar situ
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
susyaah ya kalo orang curigaan mulu.
Suhadhanie Nur Ezah
boleh ke minta lebih episod....jln cerita bagus....
PrettyDuck
berarti dulu tachibana sama kurogawa bestie ya? kenapa jadi musuh?
apa jangan2 hiroshi ngira bapaknya ren sengaja ngebunuh yumi, terus hiroshi ngebunuh pasutri tachibana?
hanya perkiraanku 🙏
🌺⃟ SasMaya: ada di bab selanjutnya kak 🤭
total 3 replies
PrettyDuck
kayak aiko suka muntah darah 🥺
PrettyDuck
ooo ternyata sengsaranya karena ke-indigo-an dia 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!