"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelajaran di meja restoran
Mobil keluarga kecil itu berakhir di salah satu restoran seafood. Saat pintu kaca itu terbuka, aroma bumbu yang menyatu dengan seafood segar langsung menyapa penciuman Athena dan yang lainnya.
"Untuk berapa orang tuan?"
"Tiga, aku ingin ruangan yang terbaik." Jelas Logan.
"Tentu Tuan, mari... Silahkan." Tuntun karyawan restoran.
Kursi dengan bawahan lembut itu menjadi dudukan mereka. Aurora langsung membuka buku menu. "Daddy! Rora mau ini!" Pintanya.
"Kau pilihlah, ingin apa."
"Ok, apapun?" Tanya Athena memastikan.
"Iya." Athena mengulum senyum, dia akan membeli makanan yang diinginkannya. Tidak seperti dulu menyuapi Aurora dan memakan sisanya dengan dalih rasa sayang.
"Baiklah!" Putus Athena.
"Aku pesan udang asam manis, lobster panggang, kepiting pedas dan juga oyster!" Pesan Athena.
"Sudah suamiku. Sekarang, giliran mu." Ujar Athena menyerahkan buku menu nya.
Pesanan datang, pelayan menatanya dengan rapi. Aroma semakin menyeruak, menggelitik indra penciuman Athena. "Akhirnya!" Sorak Athena tak sabaran.
"Mommy, akan menghabiskan semuanya?"
"Tentu saja. Mommy sudah memesan, harus dihabiskan."
"Athena, kau yakin?" Tanya Logan, pria itu menahan tangannya.
"Ya suamiku. Tenang saja, aku akan habiskan. Nah! Makanan mu dan Aurora sudah datang. Kau makanlah juga." Athena menyeret oyster dengan lelehan keju didepannya dan langsung menikmati nya.
"Mommy....." Panggil Aurora, dia menatap udang bakar dengan saus garlic didepannya.
"Ya? Kenapa?" Balas Athena tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan nya.
"Mommy, bisa bantu kupaskan kulit udang nya?" Gerakan sumpit Athena terhenti. Dia menoleh pada Aurora. Dulu, dia melakukan nya dengan senang hati, hingga tangannya terasa lengket bukan main.
"Rora... Rora sudah besar. Jadi, belajar kupas kulitnya sendiri." Ucapan itu tentu membuat Aurora tak percaya, begitu juga dengan Logan.
"Athena, dia tidak terbiasa."
"Karena itu, dia harus terbiasa."
"Dia masih kecil."
"Usianya sudah 5 tahun. Dia bisa melakukan nya, lagipula... Dia yang memilih, maka dia harus menyelesaikan nya."
"Putriku tidak terbiasa...."
"Kalau begitu kau yang membantunya." Potong Athena cepat.
"Athena, kita di restoran. Setidaknya lihat situasi." Logan bicara dengan tenang.
"Aku tau."
"Athena..... Aku tidak bisa melakukan nya."
"Jadi, siapa yang mengupaskan kulit udang nya? Pelayan? Atau mommy?"
"Aunty Miranda! Mommy tidak sayang padaku! Aku kan tidak bisa, aku ingin merasakan bagaimana dikupaskan oleh mommy!" Oh, lihatlah... Air mata itu, akhirnya mengalir.
"Daddy, mommy Athena tidak sayang Aurora." Adunya.
"Rora, menangis tidak membuat udang nya mengelupas dan masuk ke perut mu. Mommy tidak akan melakukannya. Belajar sendiri." Tegas Athena.
"Rora tidak mau makan.... Mommy memarahi ku!"
"Ya sudah, tidak perlu makan."
"Athena, kau....."
"Aku mommy nya. Dia mengatakan itu kan? Kalau begitu, aku yang mengajari nya. Dia harus mandiri, dia bukan anak yang belajar memegang sendok. Dia begini, karena terbiasa Logan. Dia terbiasa dimanjakan, karena itu dia begini."
"Athena, aku meminta pengertian mu. Apa begini sikap mu pada anak?"
"Aku tidak menyakitinya. Aku mengajari nya kemandirian, kalau kau tidak setuju. Kau yang kupaskan. Aku tidak akan melakukannya, terserah dengan apa yang kau pikirkan! Mau dia menangis, berguling di sini. Biarkan saja! Menangis Rora, menangislah yang kencang dan katakan pada semuanya disini kalau mommy mu ini mommy yang buruk!"
"Jangan mengeraskan suara mu pada putriku."
"Kalau begitu tenangkan dia." Athena bersikap biasa dan melanjutkan makan nya. Dia tidak peduli dengan tatapan Logan maupun tangisan Aurora.
"Sudah sayang, jangan menangis. Hmm, bagaimana kalau Daddy pesankan yang lain. Rora ingin apa? Daddy...." Tapi buku menu langsung Athena ambil.
"Athena!"
"Dia akan menjadi anak yang tidak bertanggung jawab dan lari dari masalah yang tidak bisa diselesaikan nya, kalau diberikan menu yang lain."
"Kau ingin membuat putriku kelaparan?" Tanya Logan tak percaya. "Athena, aku mengerti ketidakharmonisan diantara kita, tapi tolonglah..."
"Dia tidak akan kelaparan. Ada cumi, sayuran, dan lobster dengan daging yang terlepas dari cangkangnya. Dia tinggal pilih, dia tidak alergi apapun."
"Aku tidak kekurangan uang...."
"Aku tidak bicara tentang uang! Tapi melatih nya! Logan, aku ingin Aurora menjadi anak yang baik, bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Aku tau rasa sayang mu padanya, tapi... Coba pikirkan, dia dibiasakan manja, orang lain melakukan prosesnya dan dia menikmati hasilnya, jika dibiarkan terus-menerus, menurut mu?" Logan diam.
"Kalau kau berpikir apa yang aku katakan ini salah, baiklah! Aku tidak berhak melarang nya, aku hanya ibu tiri nya kan? Kau Daddy nya, kau yang berhak memutuskan nya." Athena mengembalikan buku menu itu pada Logan dan memilih diam. Aurora tidak lagi menangis, tapi air matanya masih mengalir.
"Daddy....." Panggilnya, Logan menatap wajah basah putrinya dan buku menu di depannya.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏