Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 32
Ibunya Reno benar-benar tidak bisa menerima semua ini. Dia tidak ingin tinggal di tempat ini, Bagaimana jika sampai teman-temannya tahu nanti.
"Lakukan sesuatu, Reno! Ibu tidak ingin tinggal di tempat ini." ungkapnya pada sang putra.
Dia merasa bahwa tempat ini terlalu kecil dan sempit. Tidak mewah sama sekali dan menurutnya sangat buruk.
"Kak, aku juga nggak mau tinggal di tempat ini. Ini terlalu kecil, Bagaimana jika teman-temanku tahu nanti?" sahut adiknya yang juga merasa sesak tinggal di tempat ini.
Padahal rumah yang tidak terlalu buruk. Ini rumah yang dia beli dengan uangnya sendiri. Tapi apa yang dilakukan keluarganya, mereka malah menganggap bahwa tempat ini sangat buruk.
"Honey, kau tidak bercanda bukan? kita tidak mungkin tinggal di tempat ini kan?" tanya istri saya juga belum bisa menerima kenyataan.
"Pokoknya ibu Ibu tidak mau tahu, kita harus pindah dari tempat ini. Ibu-"
"CUKUP!!!" sentak Reno yang benar-benar sudah muak dengan mereka semua.
Mendengar suara Reno yang menggelegar seperti itu membuat mereka semua langsung diam. Tidak ada yang berani bersuara lagi
"Sekarang terserah kalian ingin apa. Jika Ibu ingin tinggal maka tinggallah, jika tidak Ibu bisa pergi dan cari tempat di mana Ibu bisa tinggal. Kamu-" tunjuknya pada sang adik.
"Kamu memiliki suami, suruh dia bekerja dan cari uang untuk mewujudkan semua impianmu. Bukan hanya tahu menumpang dan menikmati apa yang sudah ada!" ucapnya pada sang adik.
Kini, tatapan Reno beralih pada sang istri. Dia tidak percaya ini semua, bahwa wanita yang begitu dia cintai malah menganggapnya rendah hanya karena mereka pindah dari rumah itu. Lagi pula memang benar, jika itu adalah rumah Rendra. Jadi untuk apa mereka semakin merendahkan harga diri mereka untuk tinggal di tempat itu.
"Kamu, jika kamu tidak ingin tinggal di sini maka kembalilah pada orang tuamu. Aku tidak bisa menahanmu atau memberimu kehidupan yang lebih mewah lagi. Jadi silakan pergi, dan cari apa yang kamu inginkan di luar sana. Karena mungkin aku sudah tidak bisa memberikanmu hidup yang bergelimang harta seperti kemarin lagi!" ujar Reno yang berlalu begitu saja meninggalkan mereka semua.
Baik ibu, adik kan juga istrinya mereka langsung terdiam. Tapi rasanya masih belum bisa menerima hal ini.
Rendra tiba-tiba saja kembali dan membawa wanita yang diakui sebagai istrinya. Bahkan yang membuat mereka semakin tidak percaya lagi ketika anak laki-laki itu memiliki wajah yang begitu mirip dengannya. Sungguh benar-benar sangat luar biasa.
" Alana, pasti Alana bisa membantu kita. Ya, hubungi Alana sekarang. Katakan pada anak-anak jika Rendra kembali ke Amerika membawa anak dan istrinya. Ibu yakin jika wanita itu adalah gadis simpanannya dulu. Ibu yakin itu!" ucapnya pada sang Putri, yang membuat wanita itu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Alana di sana.
Sedangkan Alana, dia sudah tahu apa maksud dan tujuan mereka menghubunginya saat ini. Sudah pas ini berhubungan dengan Rendra. Jika tidak mana mungkin orang-orang sombong ini menghubunginya.
"Halo Alana, ini aku-"
"Kenapa? apa kalian menghubungiku ingin mengatakan jika Rendra mengusir kalian dari rumah dan membawa anak dan wanita simpanannya itu?" mereka bertiga benar-benar tidak percaya bahwa Alana mengetahui semuanya.
Tapi kenapa wanita ini tidak bertindak? bukankah dia begitu mencintai Rendra. Kenapa langsung menyerah begitu saja.
"Kamu sudah tahu tapi kenapa tidak memberitahunya pada kami?" tanya ibunya Reno lagi.
"Untuk apa aku memberitahukannya pada kalian? ada atau tidaknya aku memberitahu pada kalian, Rendra akan tetap mengusir kalian dari sana. Aku bahkan sudah bisa menebak apa yang terjadi pada kalian saat ini. Jadi nikmati saja kehidupan kalian, dan jangan pernah menggangguku lagi!" ucap Alana sebelum memutuskan sambungan teleponnya.
Dia melemparkan ponsel yang begitu saja ke atas meja setelah bicara dengan manusia-manusia tidak tahu diri itu. Dulu Mereka terlihat begitu sombong dan aku, tapi kini mereka tidak ada apa-apanya. Karena setidaknya, Alana memiliki harta yang cukup atas perceraiannya dengan Rendra.
"Kau benar-benar membawa mereka rupanya." gumam Alana yang tidak menyangka jika Rendra benar-benar bisa melakukan hal ini.
Terlebih untuk wanita itu. Wanita yang membuat dirinya bahkan tidak bisa mendapatkan senyuman Rendra yang begitu langka..
"Sehebat itukah dia, Ren? Hingga kamu bahkan tidak pernah menyebut namaku ketika kita bercinta. Karena di hatimu hanya ada wanita itu!" gumam Alana, mengingat kala mereka bercinta dulu, Rendra bahkan tidak terlihat menikmati percintaan mereka malam itu.
**