NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebahagiaan Menghampiri

“Perutnya makin kenceng pak… sakit…”

Aku berusaha menahan tawa saat punggung mas Ar dicengkram kuat oleh seorang ibu yang sedang mengalami kontraksi hebat.

Mas Ar menatapku tajam, seolah tidak boleh menertawakannya.

“Aw… pak sakit banget. Dokternya mana si?, malah nyuruh ibu duduk disini tau bayinya udah mau keluar.” Si ibu itu kembali mencengkram punggung dan menarik kemeja yang dipakai oleh mas Ar, lagi-lagi aku tidak bisa menahan tawa melihat ekspresi mas Ar.

“Sabar bu sabar… tarik nafanya pelan-pelan.” Ujar sibapak kemungkinan besar adalah suami si ibu yang mau melahirkan.

Kini kami sedang duduk di kursi tunggu tempat pengambilan obat. Karena semalaman aku tidak bisa tidur, pada akhirnya pagi ini mas Ar memaksaku untuk pergi ke dokter. Dan dokter mengatakan ada sedikit infeksi disaluran terlinga akibat dari tamparan yang sangat kuat dari Sabrine. Itulah yang menyebabkan aku demam, meriang dan sakit kepala.

“Aw…pak sakit banget..”

“Aw….” Mas Ar mendesis pelan, karena jambakan kuat di kepalanya. Tangan ibu itu beralih pada belakang kepala mas Ar.

Aku membelalakan mata. “Sabar mas..” ucapku pelan.

“Sabar ya bu… sebentar lagi perawatnya datang.” Ucap si bapak itu, dengan sabar mengusap-usap perut istrinya.

“Bapak bisanya cuman ngucap sabar-sabar terus. Tapi gak ngersain sakitnya seperti apa, yang bapak tau cuman enaknya saja.”

Deg.

Badanku sedikit menegang.

“Kenapa?”

“Engga.. mas..” baru teringat, jika semua perempuan akan merasakan seperti yang dirasakan oleh ibu itu. Mengandung, melahirkan kemudian menyusui. Begitulah istimewanya seorang wanita.

Tidak lama dua orang perawat datang dengan membawa dua kursi roda.

“Lama banget sih mbak. Saya sudah tidak kuat takut bayinya berojol disini.”

Dua orang perawat itu langsung kena semprot si ibu, namun dengan sigap dua orang perawat itu cepat membatu si ibu untuk menaiki kursi roda.

Sebelum pergi si bapak meminta maap pada mas Ar karena sudah menjadi pelampiasan istrinya. Mas Ar mengangguk dan tersenyum tipis tanda memaapkan.

“Emang sesakit itu ya?”

Aku menoleh dan menaikkan alis. “Aku gak tau mas, aku belum merasakannya.”

Aku menatap netra mata elangnya yang sangat tajam itu. Sorot mata yang akan memikat setiap mangsa yang ingin mendekat. Dalam netra matanya seperti orang yang sedang bingung.

“Mau?” Tanya mas Ar, singkat tapi mampu membuat jantungku serasa ingin copot.

“Jika dikasih sama Allah, aku mau banget.”

Entah mengapa, rasanya sangat hangat didalam hati ini. Seolah mas Ar, memberi harapan yang indah pada kehidupan rumah tangga kami. Karuniani anak dan hidup bahagia bersama mas Ar. Tidak terasa senyum terukir diwajahku.

“Kenapa senyum. Kan rasanya sangat sakit, emangnya kamu gak takut?”

Aku menghela napas pelan. “Kata ibu pernah bilang, kalau kontraksi saat melahirkan itu memang sangat sakit. Tapi rasa sakit itu akan hilang ketika tangisan bayi yang keluar.”

Mas Ar sesekali menganggukkan kepalanya kala mendengar penuturan dariku. Jadi gemas sekali liat ekspresi wajahnya, jadi pengen cubit hidungnya itu.

“Perjuangan ibu juga tidak habis sampai sana, ibu harus menyusui belum lagi akan terasa sangat sakit jika Asi nya tidak lancar, seorang ibu harus menahan kantuknya demi menjaga sang buah hati yang terjaga dimalam hari. Dan sejak itulah uluran tangan dan dukungan suami di butuhkan.”

Mar Ar kembali mengangguk, aku ingin tertawa melihatnya, pria ini sudah mendapat pelajar hidup.

***

“Kamu sudah menunjukkan sifat asli dari dirimu leen.” Aku yang sedang menyuapi mas Ar makan malam, sontak menatapnya.

“Dulu kamu seolah benci denganku, sering menunjukkan tatapan tegas. Namun, pada aslinya kamu adalah wanita yang sangat lembut. Dan mengapa kamu selalu mencurahkan perhatian padaku, padahal aku belum mencintaimu leen?.”

“Emh…maap mas, aku sudah berprasangka buruk padamu. Ternyata kamu tidak seburuk itu, ternyata kamu adalah pria yang baik dan bertanggung jawab.”

Aku menghela nafas sejenak. Mas Ar menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Dan soal mencurahkan perhatian padamu, itu memang sudah tugasku sebagai istri. Soal belum mencintai itu urusanmu mas, aku tidak peduli dengan itu. Perhatian kecil darimu saja itu cukup.”

“Yakin kamu bisa bertahan dengan seorang suami yang tidak mencintai istrinya. Jika rasa itu tidak tumbuh dihati ini bagaimana?”

“Tapi Allah maha membolak-balikan hati mas.”

Aku berucap sambil menyedokan sesuap nasi kedalam mulut mas Ar.

“Aku menyukai kepercayaan dirimu.”

Mas Ar sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih basah, pria itu selesai berwudhu. Alhamdulillah hari ini mas Ar shalatnya pull dari subuh sampai Isya tidak ada yang terlewat.

“Mau shalat mas?, tunggu aku. Kenapa gak bareng aja?”

“Saya belum siap. Bacaanku shalatku masih banyak yang salah.”

“Gapapa mas, aku juga masih belum sempurna. Tapi kita perbaiki sama-sama.”

Akhirnya mas Ar mengangguk dan mempersilahkan aku untuk menjadi makmumnya malam ini.

Tidak terasa air mataku menetes, ketika gema takbir dari suara tegasnya terucap. Hatiku bergetar, ya Allah tolong bimbing pernikahan kami pada jalan yang lurus dan Engkau ridhoi.

“Do’a nya masing-masing dulu aku masih belum bisa memimpin do’a.”

“Iya mas..” ucapku seraya mengulurkan tangan untuk mencium punggung tangan mas Ar.

Mas Ar tampak sedikit ragu, namun pada akhirnya pria itu mengulurkan tangannya juga. Aku mulai mencium punggung tangannya, ada desiran hangat didalam dada.

Jadi seperti ini ya kebahagiaan seorang istri.

Selesai shat dan berdo’a.

Aku membantu melipat sajadah hitam milik mas Ar, selanjutnya aku melipat mukenaku dan menyimpannya di nakas samping tempat tidurku.

Malam ini aku full senyum, rasanya sangat bahagia sekali. Aku seperti menjadi istri yng sesungguhnya. Lah kan memang iya, bukan boongan. Tapi kini aku memang benar-benar istri mas Ar, bukan krena trikat janji lagi. Aku benar-benar istri mas Ar, dan mas Ar tidak akan melepaskannku.

“Leen.”

“Hemm apa mas?”

“Tolong buatkan kopi hangat, malam ini saya mau begadang karena kerjaan lagi numpuk.”

“Maap mas, karena aku sakit kamu jadi bolos kerja hari ini.”

“Anggap saja balasan kebaikan, karena kamu juga akan mengurusku jika aku sakit.”

*

*

Acie cie. Awas deh mas Ar nanti bagian kamu yang bucin sama Ayleen.

1
Ria Leilyhani
nah lo mas ar, ayleen cemburu, kasihan ayleen. lanjut thor
Ria Leilyhani: iya ga jelas banget jadi laki, buat mas Ar cemburu Ayleen biar tau rasa dia bininya ditaksir cowok lain😁
total 2 replies
Ria Leilyhani
lanjut thor, aku suka ceritanya
roses: makasih kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
buci tipis tipis dulu ya kak😁
Ria Leilyhani
nunggu mereka membucin
Buku Matcha
merinding ya thor
Buku Matcha
Mas Ar kok bisa hafal dengan hal beginian, bener bener suami idaman. walaupun agak bakal dikit.
Amiroh
lho ko g lanjut
roses: tuunggu up besok ya kak
total 1 replies
Aniza
lanjut thooor
Aniza: oke thooooor👍👍👍
total 2 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!