Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Safe Shiva!
Setelah keluar kamar mandi Aida buru-buru memakai pakaian nya kembali, dan langsung keluar dari kamar Jay. Beruntung anak-anaknya belum ada yang pulang.
"huff, untung mereka belum pulang." Gumamnya setelah berada di dalam kamar nya sendiri, merasa lega karena anak-anaknya tidak akan mengetahui perbuatan mereka berdua tadi.
"Udah jam lima lewat, mending pesan makanan online aja, capek banget." Aida yang merasa kecapean merebahkan tubuh nya di ranjang, sambil memilih menu makanan melalui ponselnya, dia memesan makanan via online dari pada memasak sendiri. Apalagi sekarang sudah terlalu begitu telat memulai untuk memasak sesuatu yang belum terfikir kan oleh nya.
Dirasa sudah cukup, Aida bangkit bersiap untuk mengganti pakaian. Dia memilih gaun malam berwarna sedikit gelap, mengingat dia masih menjalankan misi layar hologram nya untuk tidak memakai pakaian dalam. Agar bisa menyamarkan tanda merah di bagian gundukan payu daranya itu.
***
Sementara itu, Jay yang masih berdiam diri di dalam kamar, mengobrol ringan bersama Milea.
'Lu udah selesai melakukan misi?' Tanya Milea memulai obrolan saat Aida telah keluar dari kamar Jay.
'Lho? Emangnya lu nggak tau?' ucap Jay heran menimpali pertanyaan Milea. Bisa-bisanya entitas yang berada di dalam tubuh nya itu tak mengetahui perbuatan nya tadi.
'Ya nggak tau lah, selama lu menjalankan misi, tubuh gue diambil alih sama sistem sebelum energi gue mencapai tujuh puluh persen.' Balas Milea menjawab rasa heran pemuda itu.
Jay manggut-manggut, seakan mengerti dengan penjelasan Milea. 'Kalau boleh tau, energi lu berapa persen sekarang?' Tanya Jay sambil mengenakan pakaian santai nya.
'Baru ke isi dua puluh persen,' Jawab Milea dengan jujur. 'Thanks ya, misi yang baru saja lu selesai kan menambah energi gue sebanyak lima belas persen.' Imbuhnya berterima kasih pada Jay karena telah menyelesaikan misi itu dengan benar.
'Ah! Santai aja. Lagian misinya enak-enak gitu. Hehehe' Kekeh Jay mengingat permainan nya saat bersama Aida tadi.
Seharusnya, disini itu dia lah wajib berterima kasih. Dengan adanya Milea, kakinya bisa sembuh sempurna, ditambah bentuk fisik nya kini jauh berbeda. Dia tak tahu, apakah harus senang atau ketakutan mendapatkan berkah seperti ini.
Senang karena perubahan fisiknya dan perubahan perlakuan sepupunya, namun dia juga merasa ketakutan. Mengingat sosok Milea saat pertama kali bertemu. Putri Mahkota Raja Iblis itu begitu menyeramkan.
'Misi baru terpicu! Selamat kan Shiva! Batas waktu tiga puluh menit!' Tiba-tiba saja suara robotik itu terdengar kembali di telinga Jay.
'Milea! Milea!' Jay mencoba memanggil Milea, namun beberapa menit berlalu tak ada jawaban.
Suara peringatan alarm tiba-tiba saja berbunyi. 'Sisa waktu dua puluh tiga menit! Ikuti tanda panah yang muncul di hadapan host sebagai petunjuk!' Suara robotik itu kembali terdengar, namun kali ini nadanya seperti mendesak Jay agar segera melakukan misi nya.
Merasa misi kali ini adalah sesuatu yang mendesak, tanpa fikir panjang lagi Jay mengikuti arah jarum panah yang hanya dirinya saja bisa melihat tanda itu. Memacu motor matic nya tanpa meminta ijin pada Aida.
***
Sementara itu di jalanan yang cukup sepi, Shiva melajukan motor nya dengan tenang. perjalanan dari kota ke rumah nya memakan waktu setengah jam. Di tengah perjalanan, motor nya tiba-tiba saja mati mendadak, dan untung nya di jalanan yang cukup datar.
Shiva memeriksa tanki bahan bakar motor nya, dan itu masih ada. Kemudian dia merogoh saku celananya, mengambil ponsel. Dan ternyata ponselnya sudah kehabisan daya.
"Aah sial!" Ketus Shiva sedikit menendang ban motor nya. Kemudian, dengan terpaksa dia mencoba mendorong motor tersebut pelan-pelan.
"Kenapa motor nya dek?" Seorang lelaki yang memiliki banyak tato di wajah nya menyapa gadis itu.
"Mogok bang, padahal bensin nya masih ada nih." Jawab Shiva sekenanya kepada pria yang menegur nya itu.
Tampilan Shiva hari ini bisa dikatakan biasa-biasa saja. Mengenakan kaos oblong berwarna merah muda, dan celana jeans tiga perempat menutupi bagian bawahnya. Rambutnya yang sebahu di biarkan terurai dengan sedikit bergelombang.
"Mau abang bantuin?" Tanya pria lainnya yang dibonceng pria bertato. "Disini sepi loh!" Lanjut sang pria mengingat kan.
'Warning! Hati-hati dengan dua pria itu! Mereka berniat melecehkan Host!'
Mendengar suara robotik yang sudah biasa di dengar di telinga Shiva, gadis itu jadi waspada. Menoleh sebentar pada dua pria yang menyapanya, tubuh nya jadi bergetar.
Dua sosok pria bertato itu begitu terlihat menyeramkan. Tubuh besar mereka sangat tegap, tidak memungkinkan untuk nya berkelahi dengan mereka. Walaupun dia percaya diri bisa menumbangkan mereka jika satu lawan satu.
"Ma-makasih bang, tapi itu nggak perlu. Rumahku udah dekat kok." Jawab Shiva dengan tergagap menanggapi tawaran sang pria.
Pria kedua turun dari motor temannya, mendekati Shiva yang masih mendorong motor matic nya. Langsung saja pria itu memegang lengan Shiva. "Jangan menolak tawaran kami dek!"
Dengan gerakan yang sudah di pelajari nya, Shiva melepaskan genggaman pria itu dengan mudah, motor nya pun oleng dan tergeletak begitu saja.
"Jangan macam-macam bang!" Gertak Shiva bersiap-siap dengan kuda-kuda nya.
"Hahaha, ternyata nih cewek galak juga jo!" Pria yang masih diatas motor tergelak melihat temannya yang bernama paijo tersungkur hanya dengan satu gerakan gadis itu.
"Lumayan Min! Sepertinya gadis ini cukup terlatih." Timpal Paijo menanggapi ucapan temannya yang bernama Paimin. Menepuk-nepuk pakaian nya yang terkena debu jalanan, Paijo berjalan dengan pelan mendekati Shiva yang sudah siaga.
"Jangan mendekat!" Gertak Shiva, melihat kedua pria itu mendekati nya dari sisi kanan dan kiri gadis itu.
"Hahaha. Gadis kecil ikut lah bersama kita! Abang mu ini pasti akan memperlakukan mu dengan baik." Ucap Paijo dengan kilatan mesum di matanya.
"Hahaha. Benar, Kalau kau merasa tidak puas, teman-teman kami masih banyak di camp." Timpal Paimin menambah kan.
Mereka berdua sangat hati-hati mendekati Shiva yang siaga. Namun gadis itu terus melangkah mundur, meyakinkan mereka untuk percaya diri bahwa gadis itu saat ini sangat ketakutan terhadap mereka berdua.
Tanpa perhitungan lagi, melihat jarak diantara mereka berdua semakin mendekat, Shiva melayang kan tendangan pada wajah Paimin yang berada disisi kiri nya.
Kaki Shiva yang melayang berhasil di tangkap dengan mudah oleh Paimin yang juga seorang petarung bebas. Makanya dia dengan percaya diri melakukan pembegalan di kawasan yang sepi ini.
Melihat rekannya sudah berhasil memegang pergelangan kaki Shiva, Paijo langsung saja mengunci pergerakan Shiva dari belakang gadis itu. mengambil kedua tangan gadis itu dan menyatukannya pada punggung nya.
***