NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 Nyaris

Ayana saat ini berdiri di depan kamar Tiara, setelah pekerjaannya selesai menyiapkan makanan itu. Tiara ternyata menyuruhnya untuk meninggalkan mereka berdua. Ayana sudah pasti menurut, menunggu di depan pintu kamar dengan nafas tampak tidak stabil.

Entah mengapa wajah cantik itu terlihat gelisah, tidak seperti biasanya dan ini bukan pertama kali dia harus menunggu pimpinannya bertemu dengan kekasihnya, tetapi seperti ada rasa yang berbeda, tidak tenang, tidak nyaman dan ingin cepat-cepat sang pimpinan keluar.

Krekkk.

Akhirnya pintu itu dibuka dan dengan cepat membalikkan tubuh. Emir melihat dirinya, dalam beberapa detik mereka justru saling menatap dengan ekspresi yang tidak terbaca.

"Sudah selesai. Pak?" tanya Ayana mengalihkan suasana canggung di antara keduanya.

"Iya. Ayo!" jawab Emir berjalan mendahului Ayana sembari menghela nafas.

Kemudian Ayana menyusul atasannya itu, dengan kepalanya masih menoleh ke arah kamar ruang perawatan dari kekasih Emir, tetapi Ayana tetap melanjutkan langkahnya dan menatap lurus kedepan.

Keduanya sudah sama-sama berada di luar, menuruni anak tangga menuju parkiran mobil. Ayana kurang fokus berjalan dan bisa-bisanya bersenggolan dengan seseorang yang menaiki anak tangga sebagai jalan memasuki tempat tersebut.

Ting....Ting...ting...ting....

Akibat tabrakan tersebut membuat cincin yang masih digenggam terlepas. Emir menghentikan langkah dan melihat bagaimana cincin itu berguling menuruni anak tangga dan menoleh ke belakangnya, melihat Ayana yang menutup mulutnya menggunakan satu tangan.

Emir mengerutkan dahi, seolah bertanya kepada Ayana? Apakah itu cincin pernikahan mereka.

"Maaf...pak..." Ayana buru-buru melangkah mendahului Emir dengan mengejar cincin tersebut yang masih saja berguling.

Emir menghela nafas menyusul Ayana dengan mempercepat langkahnya. Hanya Karena untuk mengejar cincin yang ternyata sudah sampai pada jalan raya.

Langkah Emir seketika berhenti mendadak, di depannya Ayana berjongkok untuk mengambil cincin tersebut, mungkin terlalu banyak mengucap syukur karena kembali mendapatkan barang itu sehingga tidak menyadari keberadaannya.

Brammmmm

Sepeda motor melaju terlalu kencang, begitu sangat cepat. Mata Emir melebar, tanpa sempat berpikir panjang, tubuhnya lebih dulu bergerak daripada logika. Iya berlari. Ayana tidak menyadari jika saat ini situasinya dalam bahaya.

"Ayana...." suara Emir yang keras membuatnya kaget dan perlahan menoleh ke belakang dan tanpa menyadari sepeda motor yang semakin dekat ke arahnya.

Dalam satu tarikan nafas, emir meraih lengan Ayana dan menariknya menjauh dengan kuat.

Skrettt

Ban motor berdecit sangat keras saat pengendara mencoba menghindar.

Keduanya terjatuh ke sisi jalan. Nafas tersenggal, jantung berdegup liar, beberapa detik berlalu dalam diam yang menegangkan.

Ayana benar-benar schok, mental Emir dengan penuh rasa takut, masih gemetar dengan matanya penuh dengan keterkejutan badan sementara Emir terdiam sejenak mengatur nafas menyadari betapa tipisnya antara celaka dan selamat yang hampir saja Ayana.

"Kenapa ceroboh sekali....?" suara Emir terdengar begitu berat menatap Ayana tajam akibat kecerobohannya yang hampir saja nyawanya melayang.

"Maaf. Pak, saya tidak menyadari keberadaan motor itu," jawab Ayana terdengar lirih merasa bersalah.

Mata Emir tertuju pada cincin yang masih di pakai Ayana, untung saja dia sempat meraihnya.

"Apa cincin itu longgar sampai terjatuh dari jari kamu?" tanya Emir.

"Tidak. Pak, saya tidak memakainya," jawab Ayana.

"Apa tidak bisa dipakai saja?" tanya Emir.

"Hmmm, saya baru melepasnya tadi ketika di ruang Nona Tiara. Nona Tiara tadi sempat menyinggung masalah cincin dan saya takut Nona Tiara juga melihat cincin yang sama di jari manis saya," jawab Ayana.

Seketika Emir terdiam, kata-kata yang sudah tersusun rapi di kepalanya ingin marah-marah kepada Sekretarisnya itu karena kecerobohannya dan apalagi hanya karena cincin yang tidak dipakai, siapa sangka Ayana melakukan semua itu hanya untuk mencegah kesalahpahaman dan kecurigaan Tiara dan dengan hubungan mereka.

"Jangan sampai kejadian ini terjadi lagi!" tegas Emir membuat Ayana menganggukan kepala.

Emir kembali mengatur nafas, berdiri dan mengeluarkan tangannya untuk Ayana berdiri. Ayana menyambut unggulan tangan tersebut dengan keduanya akhirnya sama-sama berdiri.

Ayana merapikan pakaiannya menepuk-nepuk bajunya untuk menepis debu-debu yang tertempel.

*****

Ayana dan Emir saat ini sudah kembali pulang ke rumah. Ayana masih mencoba untuk menenangkan diri setelah insiden yang hampir saja merenggut nyawanya. Emir melihat pada Ayana ternyata membuka laci dengan memasukkan cincin pernikahan mereka ke dalam laci

"Jika sampai hilang maka saya akan menyuruhmu untuk menggantinya," Ayana melihat ke arah Emir ketika mendengar suara itu.

"Maksud. Bapak?" tanya Ayana.

"Cincin itu dibeli untuk dipakai bukan untuk disimpan, harganya tidak murah 3 kali gajian mungkin kamu belum bisa membelinya," ucap Emir memperjelas maksud dari kata-katanya ternyata tidak suka cincin itu laci yang memakainya.

"Hmmmm, tapi bagaimana jika nanti Nona Tiara melihat saya menggunakan cincin ini? Apa yang harus saya katakan?" tanya Ayana dengan gugup.

"Bukan hanya kamu satu-satunya wanita yang menggunakan cincin. Tidak akan mencuri perhatiannya hanya karena kamu memakai cincin, jangan terlalu mempersulit pikiran, pakailah," jawab Emir.

Ayana menghela nafas, ternyata mau tidak mau di aras kembali mengenakan cincin tersebut

*****

Ayana dan Diva menikmati makan siang di kantin kantor.

"Ayana, belakangan ini aku melihat kamu banyak sekali pekerjaaan bersama dengan Pak Emir. Bahkan pagi hari kalian ke kantor bersama-sama dan pulang juga. Apa, pak Emir memberi kamu pekerjaan tanpa melihat waktu dan tidak sesuai dengan prosedur?" tanya Diva.

"Tidak! Jika pagi secara kebetulan aku sama-sama datang ke kantor bersama dengan pak Emir, itu karena kebetulan saja ada pertemuan di pagi dengan klien dan begitu juga dengan pulang," jawab Ayana sudah pasti berbohong.

"Huhhhh, tetap saja aku kasihan pada kamu yang bekerja terlalu berlebihan dan nanti akan mempengaruhi kesehatan kamu," sahut Diva

"Makasih atas perhatiannya kepadaku," sahut Ayana dengan tersenyum.

"Oh iya Ayana, apa kamu masih sering bertemu dengan kekasih Pak Emir yang masih sakit itu?" tanya Diva.

Ayana menjawab dengan menganggukkan kepala.

"Aku benar-benar heran dengan pak Emir, apa dia tipe laki-laki setia yang menunggu kekasihnya sembuh. Tetapi menurutku di sini kekasihnya adalah wanita yang cukup egois, seharusnya dengan kekurangannya, menyadari dan bukan memanfaatkan," ucap Diva.

"Shutttt, kamu apa-apaan sih, tiba-tiba saja mengomentari hal yang tidak jelas. Kita sebaiknya jangan ikut campur dengan urusan asmara orang lain," sahut Ayana.

"Huhhhhh, aku hanya berpendapat saja. Memang pak Emir akan mengabdikan hidupnya kepada wanita yang jelas-jelas tidak akan bisa memberikan apapun kepadanya? Jika aku menjadi pak Emir, sudah pasti aku akan mencari pasangan lain dan bukan berarti aku egois dan tidak ingin bertanggung jawab," sahut Diva.

Ayana tidak memberi respon apapun Diva.

Bersambung.....

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!