NovelToon NovelToon
Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Agnura

karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEN MELAKUKAN SEGALA CARA AGAR SERA BAHAGIA

Langit sore itu berwarna keemasan ketika Ken menghentikan mobil mewahnya di depan rumah Sera. Mesin mobil dimatikan, tapi detak jantung Ken justru semakin terasa kencang. Hari ini, dia sudah memutuskan satu hal—apa pun yang terjadi, dia akan membuat Sera tersenyum, bahkan jika itu berarti mengorbankan segalanya.

Pintu rumah terbuka perlahan, dan Sera muncul dengan wajah yang masih menyimpan keraguan. Namun saat matanya bertemu dengan tatapan Ken yang penuh kesungguhan, ada sesuatu yang berubah—sedikit kehangatan yang sulit ia sembunyikan.

“Ayo ikut aku,” ucap Ken pelan, tapi penuh keyakinan.

“Mau ke mana?” tanya Sera, sedikit curiga, tapi tidak menolak.

Ken hanya tersenyum tipis. “Kamu akan tahu.”

Perjalanan menuju mall terasa sunyi, tapi bukan sunyi yang canggung. Ada banyak hal yang tak terucap di antara mereka—tentang masa lalu, tentang kesalahpahaman, dan tentang perasaan yang mulai tumbuh tanpa izin. Ken sesekali melirik Sera, memastikan dia baik-baik saja, memastikan bahwa kehadirannya tidak membuat Sera merasa terpaksa.

Sesampainya di mall, Ken langsung menggandeng tangan Sera. Awalnya Sera ingin melepaskan, tapi genggaman Ken terasa hangat dan penuh perlindungan. Seolah berkata, “Aku di sini, dan aku tidak akan membiarkanmu sendirian.”

“Kita ngapain di sini, Ken?” tanya Sera lagi.

“Kita belanja. Kamu pilih apa pun yang kamu mau,” jawab Ken tanpa ragu.

Sera terdiam. “Aku nggak butuh apa-apa.”

Ken tersenyum, kali ini lebih dalam, lebih tulus. “Tapi aku butuh melihat kamu bahagia.”

Kalimat itu menghantam hati Sera tanpa ampun. Ada ketulusan yang tak bisa ia bantah. Ken tidak sedang pamer, tidak sedang mencoba mengesankan—dia benar-benar ingin membahagiakan Sera.

Mereka mulai berjalan dari satu toko ke toko lain. Ken tanpa ragu mengambil berbagai pakaian, tas, sepatu, bahkan perhiasan, lalu menyerahkannya ke Sera.

“Coba yang ini,” katanya sambil mengulurkan sebuah dress elegan.

Sera menggeleng. “Ken, ini terlalu mahal.”

Ken mendekat, suaranya melembut. “Kamu lebih berharga dari semua ini.”

Sera menunduk, berusaha menyembunyikan getaran di hatinya. Dia mencoba menolak, mencoba bersikap biasa saja, tapi setiap perhatian kecil dari Ken perlahan meruntuhkan dinding yang selama ini ia bangun.

Di ruang ganti, Sera menatap dirinya di cermin. Dress yang dipilih Ken benar-benar cocok. Untuk pertama kalinya, dia melihat dirinya bukan sebagai seseorang yang terluka, tapi sebagai seseorang yang layak dicintai.

Ketika dia keluar, langkahnya ragu. Namun begitu Ken melihatnya, matanya langsung terpaku.

“Kamu… cantik banget,” ucap Ken tanpa berpikir panjang.

Sera terdiam. Pujian itu terasa berbeda. Bukan sekadar kata-kata kosong, tapi penuh makna.

Waktu terus berjalan. Tas belanjaan semakin banyak, tapi Ken tidak peduli. Yang dia pedulikan hanyalah ekspresi Sera—senyum kecil yang mulai sering muncul, tawa ringan yang sempat hilang kini perlahan kembali.

Di sebuah kafe di dalam mall, mereka akhirnya duduk berdua. Sera memandangi semua kantong belanjaan di samping mereka.

“Ken, kamu nggak perlu melakukan semua ini,” ucapnya pelan.

Ken menatapnya dalam-dalam. “Aku tahu. Tapi aku mau.”

“Kenapa?” tanya Sera, suaranya hampir berbisik.

Ken menarik napas panjang. “Karena aku nggak mau kehilangan kamu. Karena aku ingin kamu tahu… kalau aku serius. Aku akan melakukan apa pun untuk melihat kamu bahagia, bahkan kalau itu berarti aku harus melawan semuanya.”

Sera terdiam. Hatinya bergetar hebat. Dia ingin percaya, tapi ada keraguan bahkan ketakutan dia atas kebohongan yang selama ini ia rahasiakan,

“Dan kalau aku nggak bisa membalas semua ini?” tanya Sera lirih.

Ken tersenyum, lembut, tanpa paksaan. “Aku nggak minta balasan. Aku cuma minta satu hal—jangan pergi.”

Air mata Sera akhirnya jatuh. Bukan karena sedih, tapi karena perasaan yang terlalu penuh. Untuk pertama kalinya, dia merasa benar-benar diperjuangkan.

Ken mengulurkan tangan, menghapus air mata itu dengan hati-hati. “Jangan nangis. Aku di sini, kan?”

Sera mengangguk pelan.

Di tengah keramaian mall, di antara lampu-lampu terang dan suara manusia yang berlalu lalang, ada dua hati yang perlahan menemukan jalan mereka. Ken yang keras kepala dengan cintanya, dan Sera yang perlahan belajar untuk membuka hati.

Dan hari itu, bukan tentang belanja atau barang mewah.

Tapi tentang seseorang yang berjanji, dengan caranya sendiri, bahwa dia akan melakukan segala cara… untuk membuat orang yang dia cintai benar-benar bahagia.

1
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu, Semangat Ya Berkarya.
😉🤍
Agnura Lestari 🍑
siap say otw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!