gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Pagi hari nya El bangun terlambat, El mengumpat cukup keras karena hari ini dia tak mungkin masuk sekolah.
"Ckck, karena semalam kepala gue sakit jadi nya telat bangun. " decak El yang duduk di balkon kamar nya, menikmati udara segar.
"Mending gue pergi beli makanan dulu. " ucap El yang segera mencuci wajah nya dan mengganti pakaiannya.
El pun siap dan mengendarai motor nya mencari makanan, El berhenti di dekat pedagang kaki lima.
"Mending gue makan bakso aja. " gumam El saat melihat pedagang bakso yang muncul di pagi hari.
"Bakso nya satu sama jus jeruk nya, makan disini. " ucap El memesan makanan.
"Baik neng di tunggu. " jawab mas bakso.
El pun masuk dan berjalan sambil memainkan ponsel nya.
"Kenapa ga masuk.? " tanya seseorang membuat El mendongak dan ternyata si pemilik suara adalah Al.
"Telat." jawab El yang duduk di meja yang dia pilih.
"Kenapa bisa telat.?"tanya Al membuat El menatap heran.
"Bawel banget sih lo, dan lo sendiri kenapa ada disini. " ucap El yang merasa heran dengan sikap Al yang bawel sekali.
"Gue juga telat. " jawab Al yang memilih untuk pergi dari warung bakso itu.
Al memang telat karena dalam perjalanan menuju sekolah ban motor nya kempes, hingga dia harus menunggu dan berujung telat.
Al memilih untuk makan dan tanpa di sangka malah bertemu dengan El.
El sendiri memilih untuk tak peduli dan menikmati bakso dan minuman nya yang sudah sampai.
Setelah makan El kembali menuju apartemen nya untuk memeriksa cctv, sekali gus dia ingin mengetahui apa rencana Handaru dan Hana selanjutnya.
"Ga ada apa-apa. " gumam El saat melihat cctv di ruangan Bima anak Handaru.
El beralih pada cctv di kamar ayah nya, dia ingin melihat apakah Hana ada disana atau tidak nya.
"Hallo mas, aku ga bisa jagain Bima malam ini, karena suami ku pulang malam ini. " ucap Hana. berbicara melalaui ponsel dengan Handaru.
"..... "
"Iya nanti aku bakalan cek kesana sebentar, dan kamu jadi malam ini nyerang markas anak Venom.? " tanya Hana.
".... "
"Ya sudah, aku tutup dulu nanti aku kabari lagi. " ucap Hana mematikan ponsel nya.
"Jadi malam ini Handaru akan menyerang markas Al. " gumam El.
El melihat Hana yang bergerak akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Bima.
El beralih melihat cctv bagian ruangan perawatan Bima.
cukup lama El menunggu dan ternyata benar Hana sampai di sana.
"Mana papa tante.? " tanya Bima pada Hana.
"Papa kamu sedang sibuk mengatur penyerangan malam ini. " jawab Hana meletakkan makanan dan juga minuman di atas meja.
"Apa?, papa mau nyerang anak Venom malam ini.? " tanya Bima kaget.
"Iya, dan oleh karena itu kamu keluar rumah sakit jadi nya besok, tidak mungkin malam ini. " ucap Hana membuat Bima mengangguk paham.
"Ya sudah tante pergi dulu, kalau ada apa-apa segera hubungi tante. " ucap Hana yang segera pergi dari rumah sakit.
"Jadi Bima akan kalian pindahkan esok hari. " gumam El dengan senyuman miring tercetak di bibir nya.
El sendiri segera mempersiapkan sesuatu untuk malam ini, karena dia akan memulai aksi nya.
....
Malam hari nya El pergi dengan mobil milik nya yang sudah lama sekali tak pernah dia gunakan.
El sampai dan segera memeriksa keadaan apakah sudah aman untuk dia melancarkan aksi nya.
"Sepertinya sudah aman. " gumam El yang segera masuk setelah meretas semua cctv di rumah sakit itu.
El memasuki kamar perawatan Bima, dan ternyata di dalam nya Bima sudah tertidur.
El berjalan mengendap dan di tangan nya ada suntikan yang berisi obat bius.
El menyuntikkan tepat di lengan Bima, Bima awal nya memberontak tapi sudah kehabisan tenaga karena suntikan El.
El kembali keluar dan mengambil kursi roda untuk membawa Bima pergi dari rumah sakit ini.
Tak lama El sampai di mobil dengan Bima yang sudah ada di dalam mobil juga, El memang ingin membuat Hana Dan Handaru kalut atas hilangnya Bima.
El sendiri tak menyangka jika malam ini rencana nya berjalan dengan mulus tanpa ada hambatan sama sekali.
"Gue harus segera pergi. " ucap El yang mulai mengendarai mobil nya meninggalkan rumah sakit menuju tempat dia akan menyembunyikan Bima.
....
Beralih pada Al yang saat ini berkumpul di markas Venom bersama para sahabat nya.
"Si bos mah bolos kagak ngajak njir. " ucap Bagas bersungut-sungut.
"Jijik njir wajah lo. " sentak Ryan membuat Nino tertawa.
"Bos ada yang nyerang markas. " ucap salah satu anggota masuk dengan tergesa-gesa.
Al segera bangkit bersama yang lain, mereka keluar dan melihat jika memang ada yang menyerang markas Venom.
"Siapa kalian. " teriak Al sebagai pemimpin Venom.
"Kalian tak perlu tau siapa kami. " teriak salah satu di antara mereka.
"SERANG." Teriak pria itu dan terjadi lah baku hantam.
Bugh
Bugh
Krekk
Krekk
Anggota Venom memang tidak banyak, tapi jangan salah mereka memiliki kekuatan yang hebat, ilmu bela diri yang bagus juga.
"Siapa lo.? " tanya Al pada seseorang yang baru saja sampai setelah para orang yang menyerang markas nya tumbang.
"Tidak perlu tau siapa saya, karena saya akan menghancurkan kamu dan kelompok kamu ini. " ucap Handaru yang datang telat.
"Gue ga ada urusan sama lo. " jawab Al yang memang tidak mengenali pria ini.
"Jangan lupa jika satu tahun yang lalu kalian telah membunuh Bima. " ucap Handaru membuat Al berdecak kesak.
"Jadi anda orang tua Bima, perlu anda ketahui jika Bima mati bukan karena geng saya, tapi anak anda saja yang bodoh. " ucap Al yang memang ingat saat satu tahun yang lalu dia tawuran dengan geng Bima.
"Jangan coba coba lari tanggung jawab, dan kamu Alexander akan saya buat hancur. " ucap Handaru kepada Al.
Handaru mengeluarkan pistol dari balik jacket yang dia kenakan.
dor
"Ga usah nuntut saya, dan yang terjadi kepada anak anda itu adalah ulah nya sendiri karena dengan bodoh nya melawan kelompok saya. " ucap Al menatap tajam papa dari Bima.
"Kamu tunggu saja pembalasan saya. " ucap Handaru yang memilih pergi dari tempat itu, karena anak buah nya sudah pada tumbang.
Tidak mungkin di lanjutkan , yang ada dia akan kalah dan membuat anak Arthur Smith semakin di atas awan karena berhasil mengalahkan saya.
Tapi tunggu Handaru akan segera membalas Al atas apa yang sudah dia lakukan kepada Bima dan juga dendam nya kepada Arthur Smith juga harus terbalaskan melalui putra satu satunya.