NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:153.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

 Setelah Melody meminum obatnya, efek kantuk dari dosis dokter mulai bekerja. Kepalanya yang tadi sibuk memikirkan skenario "diculik Kaisar" perlahan terasa berat sampai akhirnya ia tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka—benar-benar kehilangan imej bidadarinya.

​Kaisar merapikan selimut Melody, memastikan gadis itu hangat. Saat ia hendak duduk di sofa kamar, ponsel di saku jaketnya bergetar hebat. Nama "Papa" tertera di layar.

​Kaisar melirik Melody sejenak, lalu berjalan pelan keluar kamar dan menutup pintu dengan sangat rapat agar suara baritonenya tidak mengusik tidur si pasien seblak.

​"Ya, Pa?" jawab Kaisar begitu sambungan terhubung. Suaranya berubah 180 derajat—lebih dingin, formal, dan penuh wibawa.

​"Di mana kamu? Kenapa absen hari ini? David bilang kamu tidak ada di markas maupun di sekolah," suara berat di seberang sana terdengar menuntut.

​"Ada urusan mendesak," jawab Kaisar singkat.

​"Urusan mendesak apa sampai putra mahkota Aeros harus mangkir dari tanggung jawabnya? Jangan bilang ini soal gadis yang kamu selamatkan dari anak buah Thomas kemarin."

​Rahang Kaisar mengeras. "Dia sedang sakit. Saya harus menjaganya sampai kondisinya stabil."

​Terdengar tawa hambar dari seberang telepon. "Menarik. Sejak kapan seorang Kaisar Luca Aeros jadi perawat sukarela? Ingat posisi kamu, Kai. Jangan sampai kelemahanmu terendus musuh. Papa tidak mau dengar kamu mengabaikan latihan atau bisnis hanya demi seorang gadis warga sipil."

​"Dia bukan sekadar warga sipil, Pa," potong Kaisar, suaranya merendah namun tajam. "Dia tanggung jawab saya. Kalau Papa khawatir soal bisnis, semuanya terkendali di tangan David dan Azka untuk hari ini."

​"Dan bagaimana dengan Zoya? Papa dengar kamu membelanya di depan umum tadi pagi. Mana yang sebenarnya kamu jadikan prioritas?"

​Kaisar terdiam sejenak. Ia melirik ke arah pintu kamar Melody yang tertutup. "Zoya adalah bagian dari masa lalu yang harus saya tuntaskan. Tapi Melody... dia adalah urusan masa depan saya. Papa tidak perlu ikut campur."

​"Berani kamu mengatur Papa?"

​"Saya hanya menegaskan batasannya, Pa. Saya tutup telponnya, saya harus kembali ke dalam," ucap Kaisar tegas sebelum memutuskan panggilan secara sepihak.

​Ia menghela napas panjang, menatap ponselnya dengan tatapan datar. Kaisar tahu, keputusannya berada di rumah Melody hari ini akan memicu badai di keluarganya, tapi melihat Melody yang tadi pingsan di pelukannya membuatnya sadar—ia tidak akan membiarkan gadis itu sendirian, bahkan jika itu berarti harus melawan ayahnya sendiri.

Kaisar kembali masuk ke dalam kamar dengan langkah yang jauh lebih berat dari sebelumnya. Ia menutup pintu pelan, lalu bersandar sejenak di sana sambil memijat pangkal hidungnya. Umpatan tadi masih menyisakan rasa sesak di dadanya—antara tekanan dari sang Papa dan perasaan asing yang makin lama makin sulit ia kendalikan.

​Ia berjalan mendekat ke arah ranjang, lalu duduk di tepian kasur. Matanya yang tajam kini meredup, menatap lekat wajah Melody yang sedang tertidur pulas. Hilang sudah Melody yang galak, berisik, dan penuh drama. Yang tersisa hanyalah gadis pucat yang napasnya terdengar teratur.

​Tangan Kaisar perlahan terulur. Jari-jarinya yang biasa memegang senjata atau mencengkeram kerah baju musuh, kini bergerak sangat lembut mengelus rambut Melody yang berantakan di atas bantal.

​"Lo bener-bener bikin gue gila," bisik Kaisar, suaranya sangat rendah hingga nyaris tak terdengar.

​Ia menjeda usapannya, menatap setiap inci wajah Melody. "Gue nggak pernah rencana buat peduli sejauh ini. Gue harusnya fokus sama urusan Papa, fokus sama Zoya, fokus sama Amours. Tapi kenapa pikiran gue isinya cuma gimana caranya biar lo nggak teriak sakit perut lagi?"

​Kaisar mendengus pelan, menertawakan dirinya sendiri yang mendadak jadi puitis di depan orang pingsan.

​"Bangun, Mel. Jangan lama-lama tidurnya," gumamnya lagi sambil menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Melody. "Dunia terlalu sepi kalau nggak ada ocehan bidadari gadungan kayak lo. Dan gue... gue nggak suka ngerasa sepi kayak gini."

​Ia terus mengawasi Melody dalam diam, seolah-olah jika ia berkedip sekali saja, gadis di depannya akan menghilang. Di kamar yang sunyi itu, sang ketua geng yang paling ditakuti se-antero sekolah akhirnya mengakui kekalahannya—ia sudah jatuh terlalu dalam pada "sumber berisik" yang kini menjadi satu-satunya alasan dia masih bertahan di sana.

1
Wati Ningsih
thor klu bisa si melody bertransmigrasi lagi dong, aku gak rela ada wanita lain di situ ☹️☹️☹️☹️☹️☹️☹️
Tante AniRetno
ko ya ada pemeran lg thor knp g sm melody aja..
Wati Ningsih
☹️☹️☹️☹️☹️☹️☹️
Wati Ningsih
aku gak bisa komentar apapun selain 😭😭😭😭😭😭😭🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Wati Ningsih
yahhh nangis aku baca episode ini,sumpahhhh 🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Wati Ningsih
nanggung kai selusin aja sekalian 😃😃😃😃😃😃😃😃
Wati Ningsih
selamat menempuh hidup baru 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Devi..
keputusan yg egois dari Melody.. pdhal bisa ngikutin sesuai kesepakatan aja utk dia mencari wanita yg bisa jd pengganti Alyn utk Kenzie😌
Devi..
jujur bingung, aku ngiranya Wiratama itu keluarga Militer bukan mafia.. krn yg aku tangkap dari cerita di bab" atas gtu.. lha kok ini Wiratama jg keluarga Mafia😅 apa aku yg salah nangkep ceeitanya yaa🤔
Wati Ningsih
huhhh panass🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
lexxa
diawal² nagih tpi skrang gimn gituuuuuuuu....
tpi semangatt thorr selalu ditunggu update ny..
Rianie Sofyan
diulang kah?
Wahyuningsih
aduh thor jln critanya kok jdi rumit gini sih bikin pusing thu thor 🤔🤔 dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn pake lma thor
Wahyuningsih
ys jln satu2nya ya itu tdi berbagi kn enak y gk thor kok ribet amat.... amat aja gk ribet
si mesteri
bagus tapi radak aneh dan abstrak gitu
/Smile//Sweat//Grievance/
Wati Ningsih
gmn tuhhhh,🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
Wati Ningsih
nah loh pusing gaktuh si melody, gmn bagi waktunya tuh. 🤔🤔🤔🤔😍🤔😍
Zhang Wuyang (张五阳)
setuju gw 🗿💃
Zhang Wuyang (张五阳)
what demi ungker "kau menyentuh milikku"💃
Azlina85
Runyam..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!