NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Balas Dendam

Menunggu jam makan malam Hermawan dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga. Sudah menjadi tradisi di keluarganya, setiap menjelang makan malam, mereka diwajibkan untuk berkumpul, karena dengan begitu akan tercipta kerukunan.

"Nina, bagaimana dengan lukamu? Apakah masih sakit?"  tanya Hermawan menoleh pada anak perempuannya yang tengah fokus membaca novel di handphonenya.

Pria itu begitu mengkhawatirkannya, bahkan selama berada di kantor dia tidak bisa tenang, dia tidak bisa membayangkan bagaimana putrinya dipermalukan di tempat umum hingga mengalami luka-luka akibat kekerasan yang dilakukan oleh keluarga rekan bisnisnya.

"Masih sakit Pa, tapi udah mendingan kok,"  jawab Nina dengan menoleh sekilas kepada ayah sambungnya. Seharian penuh Nina istirahat di rumah, dia tidak pergi ke kampus, orang tuanya melarang pergi sebelum kondisinya benar-benar dinyatakan stabil.

"Syukurlah kalau begitu, tapi alangkah baiknya kalau kamu tidak buru-buru pergi ke kampus. Papa sudah izinkan kamu untuk beberapa hari. Istirahat aja di rumah sampai benar-benar pulih."

Orang tua sambung mana yang bisa memberinya kenyamanan. Selama ini ia selalu mendengar cerita dari teman-temannya yang selalu mendapatkan perlakuan buruk dari orang tua sambungannya, tapi sangat berbeda dengan ayah sambungnya, bahkan Dion anak kandungnya sendiri kalah perhatian darinya.

"Sebenarnya aku menyarankan untuk dibuat ke dokter saja biar mendapatkan perawatan khusus." Rendra menyahut memberinya nasehat.

"Papa juga berpikir seperti itu Rendra, tapi dianya sulit dibujuk," sahut Hermawan. "Papa khawatir lukanya tidak kunjung mengering. Itu kan kena pecahan beling, cukup bahaya!"

Nina menyengir, tidak banyak yang tahu bahwa dirinya paling anti dengan dokter apalagi jarum suntik. Bahkan ia berharap Rendra tidak akan pernah mengetahuinya.

"Kenapa sih, nolak banget buat berobat? Kamu nggak takut kalau lukamu ini bakalan menimbulkan infeksi?" tanya Rendra dengan mengedarkan pandangannya ke arah Nina.

"Enggak apa-apa kok, kan udah diobati, nanti juga bakalan sembuh."

Obrolan mereka terhenti ketika ada suara bel yang cukup kencang berasal dari depan rumahnya. Hermawan maupun Widya saling bertatapan dengan mengerutkan keningnya. "Sepertinya ada tamu Pa? Memangnya Papa lagi ada janji sama seseorang?"

Hermawan menggeleng. "Enggak tuh, kalau aku ada janji sama orang kan aku selalu bilang sama Mama. Mungkin temannya Nina yang mau membesuknya, atau bisa jadi Sania."

"Yaudah deh, biar Mama buka dulu." Widya langsung beranjak untuk memastikan siapa yang sudah berkunjung ke rumahnya. Niatnya menunggu jam makan malam, tapi keburu ada tamu yang datang.

Deg,, Bola mata Widya hendak loncat ketika pintu terbuka dan mendapati seseorang yang begitu familiar, hanya saja umur yang membuatnya terlihat lebih tua.

'bukankah ini Mas Wiryo? Mau apa dia ke sini? Apakah dia sengaja mencariku?'

Wajah Widya memucat dengan tubuh bergetar. Dia begitu nervous dipertemukan kembali dengan pria yang pernah hadir di kehidupannya.

"Ma—maaf, cari siapa?" Widya berpura-pura tak mengenali pria itu. Selain masih jengkel ditambah lagi dengan pria itu membawa istri dan anaknya membuatnya semakin muak.

Pria itu terbengong dengan menggumam. 'widya, apa benar dia ini Widya? Tapi kok dia ada di sini? Apa dia bekerja di sini? Atau~~

"Siapa yang datang ma? Kenapa nggak disuruh masuk?"

Hermawan yang penasaran, diputuskannya untuk melihat siapa orang yang sudah bertemu ke rumahnya. Didapatinya sang istri yang masih bengong di tengah-tengah pintu tak kunjung mempersilahkan tamunya masuk.

"Oh..., pak Wiryo rupanya." Hermawan yang awalnya bersikap ramah kini memasang wajah dingin kepada tamunya itu.

"Pak Hermawan..., maaf saya sudah mengganggu waktu istirahat anda. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan anda, ini~~

"Silahkan masuk pak Wiryo!"

Widya melengos masuk rumah tanpa berbasa-basi. Ia sangat malas bertatapan muka dengan pria itu. Ia bahkan tidak pernah tahu suaminya ternyata memiliki hubungan bisnis dengannya.

"Mari silahkan duduk!" Meskipun hatinya sudah terlanjur sakit, tapi sangatlah tidak sopan jika membiarkan tamunya berdiri di teras.

"Terimakasih banyak Pak,"

Wiryo diikuti oleh Zoya dan juga Maura memasuki kediaman Hermawan. Mereka duduk di ruang tamu yang mewah. Zoya maupun Maura dibuat terpana melihat interior ruangan yang begitu memukau. Zoya selalu berpikir dirinya orang yang paling berkuasa, ia tak menyangka kediaman Hermawan jauh lebih mewah dibandingkan dengan tempat tinggalnya.

"Ada perlu apa pak Wiryo datang kemari?" tanya Hermawan berbasa-basi.

"Em..., anu Pak, kehadiran kami ke sini pertama-tama ingin meminta maaf kepada anda dan keluarga, kedua kami ingin bertanya, kenapa perusahaan kami di blacklist dari kota ini? Memangnya apa yang membuat pak Hermawan begitu marah kepada kami?"

Sudah bisa ditebak, kehadiran mereka di rumahnya hanya ingin mencaritahu tentang pemblaclistsan yang dilakukannya, karena dengan begitu ia memiliki kesempatan untuk mengungkapkan kejengkelannya.

Dengan santai Hermawan menjawab pertanyaan tersebut. "Seharusnya anda tahu apa alasan saya memblacklist perusahaan Roya Grup. Perusahaan anda tidak menguntungkan bagi saya, selain itu keluarga anda sudah berani melakukan kekerasan terhadap putri saya."

"Tap—tapi bukankah selama ini anda tidak pernah mempermasalahkan perusahaan kami, pak? Kita bahkan sempat membahas perluasan kerjasama, kenapa mendadak seperti ini anda mengambil keputusan? Ini tidak adil pak, alasan bapak sangatlah tidak masuk akal!"

Wiryo tak puas dengan jawaban yang Hermawan berikan. Di situ Hermawan secara terang-terangan telah meremehkannya. Perusahaannya memang kecil, sangat jauh dibandingkan dengan perusahaan Adijaya grup, tapi bukan berarti tidak memiliki nilai? Ia yakin ini hanya alasan Hermawan yang ingin menjatuhkan nama baiknya.

"Apanya yang tidak masuk akal pak Wiryo?" Hermawan membantah. "Perusahaan Anda memang sangat kecil, tentu itu tidaklah sepadan dengan perusahaan induk yang saya miliki. Bukan maksud saya ingin merendahkan, tapi pada kenyataannya memang seperti itu kan?"

Hermawan memang sengaja ingin membalas dendam atas perlakuan keluarga Wiryo terhadap putrinya. Nina sudah dipermalukan di depan banyak orang, kini ia terang-terangan menghina usaha pria itu.

"Pak Hermawan, saya tahu anda marah kepada saya, tapi bukan berarti memblacklist perusahaan saya. Jangan libatkan antara kepentingan umum dengan kepentingan pribadi pak, mohon pengertiannya."

Diam-diam Widya menguping. Dia baru tahu ternyata pria itu memang memiliki hubungan kerjasama dengan suaminya, dan  kini hubungan mereka merenggang karena sikap satu permasalahan yang dianggap cukup menyinggung suaminya.

"Saya sudah cukup mengerti dengan kondisi anda pak Wiryo," bantah Hermawan dengan suara agak meninggi. "Tapi sikap keluarga anda sangatlah tidak bermoral!"

Hermawan tak peduli kalaupun kata-katanya cukup pedas dan menyinggung pria itu, yang terpenting baginya ia bisa membalaskan dendam putrinya yang terzolimi.

"Anak-anak saya datang ke pesta yang diselenggarakan oleh anda. Mereka mewakili saya yang tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain, tapi kenapa keluarga anda bersikap kasar terhadap putri saya? Memangnya putri saya salah apa dengan keluarga anda? Apakah dia sudah merebut kekuasaan yang anda miliki? "

1
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!