NovelToon NovelToon
Istri Kepala Desa

Istri Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Di usia 23 tahun, Laras harus memikul beban berat sebagai istri Kepala Desa yang disegani. Di balik potret keluarga harmonis, ia berjuang sendirian mengurus rumah dan dua balita yang masih menyusu, sementara perutnya kian membesar dengan anak ketiga.

​Sebagai anak tunggal, sang suami menuntut Laras terus melahirkan demi garis keturunan, tanpa peduli pada raga Laras yang remuk karena kelelahan. Di siang hari ia menjadi pengabdi warga, dan di malam hari ia dipaksa tetap "siaga" melayani suami. Laras terjebak dalam pengabdian yang membunuh perlahan: antara cinta, tuntutan tradisi, dan batas akhir kekuatannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

***

Sinar matahari pagi yang menerobos celah gorden kamar terasa jauh lebih terang dari biasanya, atau mungkin hanya perasaan Laras saja yang sedang bergejolak. Hari ini adalah hari yang telah ditandai dengan tinta merah di kalender dinding: hari pertama kursus menjahit profesional di kota.

Sejak pukul lima subuh, Laras sudah terjaga. Ia telah menyiapkan semua kebutuhan Gilang dan Arka, mulai dari seragam sekolah Gilang hingga bekal cemilan Arka. Namun, pusat kegelisahannya adalah boks kecil di sudut kamar tempat Arshaka masih terlelap pulas.

Laras berdiri di depan cermin, merapikan kemeja tunik hijaunya untuk kesekian kali. Tangannya gemetar saat menyematkan jarum pentul pada jilbabnya. Di pantulan cermin, ia melihat Bagas masuk ke kamar sambil menggendong Shaka yang baru saja terbangun dan mulai menggeliat.

"Mas... apa Laras batalkan saja ya?" suara Laras terdengar sangat ragu. Ia berbalik, menatap suaminya dengan tatapan cemas.

Bagas menghentikan langkahnya, ia menatap istrinya dengan senyum tipis yang menenangkan. "Batalkan? Kenapa? Bukannya semalam kamu sudah sangat semangat menyiapkan alat tulis dan metlin?"

"Laras nggak tega, Mas. Shaka masih kecil banget. Gimana kalau dia haus? Gimana kalau dia rewel terus karena Mas nggak bisa menenangkannya? Terus Arka... Arka itu kalau main suka lupa waktu, nanti kalau dia jatuh gimana? Mas kan harus tetap urus balai desa juga," rentetan kekhawatiran itu meluncur begitu saja dari bibir Laras.

Bagas berjalan mendekat, satu tangannya yang bebas merangkul bahu Laras. "Ras, dengar Mas. Mas sudah mengosongkan jadwal rapat sampai jam satu siang. Pak Sekdes sudah tahu kalau Mas akan bekerja dari rumah pagi ini. Soal Shaka, stok ASI di kulkas sudah banyak, kan? Mas sudah belajar pakai pemanas botol semalam."

"Tapi Mas..."

"Nggak ada tapi-tapian, Sayang," potong Bagas lembut namun tegas. "Ini bukan cuma soal belajar menjahit. Ini soal kamu yang berhak punya waktu untuk dirimu sendiri. Kamu sudah lima tahun memberikan 24 jam setiap harinya untuk Mas dan anak-anak. Sekarang, berikan empat jam saja untuk mimpimu. Mas janji, dunia nggak akan runtuh dalam empat jam."

Laras menghela napas panjang. Ia mencium pipi Shaka dengan sangat lama, seolah-olah akan pergi ke luar negeri selama bertahun-tahun. "Maafin Mamah ya, Dek. Mamah pergi sebentar saja."

**

Sepanjang perjalanan di dalam angkutan kota yang membawanya ke lembaga kursus, pikiran Laras sama sekali tidak berada di jalanan. Ia terus meremas tasnya, berkali-kali membuka layar ponselnya hanya untuk melihat apakah ada pesan masuk dari Bagas.

Sesampainya di ruang kelas yang dipenuhi oleh manekin dan deru mesin jahit, Laras merasa seperti orang asing. Di sekelilingnya, banyak wanita muda dan beberapa ibu yang tampak sangat percaya diri. Guru kursus, seorang wanita paruh baya bernama Bu Linda, mulai memberikan penjelasan tentang teknik dasar pola.

Laras mencoba fokus. Ia membuka buku catatannya, namun setiap kali ia memegang pensil, wajah Shaka yang menangis terbayang-bayang di benaknya.

Apakah Bagas ingat mengganti popoknya? Apakah Gilang tidak menjahili Arka?

"Ibu Larasati?" panggil Bu Linda lembut.

Laras tersentak. "I-iya, Bu?"

"Garis kerungnya agak miring sedikit. Fokus ya, Bu. Konsentrasi adalah kunci utama dalam memotong pola," tegur Bu Linda ramah.

"Maaf, Bu," Laras tertunduk. Tangannya terasa dingin. Ia benar-benar merasa ingin berdiri, meminta maaf, dan berlari pulang. Ia merasa menjadi ibu yang egois. Di titik itu, ego dan rasa bersalahnya sedang berperang hebat.

****

Bersambung

1
Heresnanaa_
okee kak, terimakasih atas sarannya 🙏😂
Lee Mba Young
bu kades gk KB ya,, walah gimana warganya kl niru. punya anak bnyak gk papa sih tp yo di beri jarak. ini kades mlh ngasih contoh warga nya gk bner. nnti kl ada penyuluhan KB gimana. apa masih primitive desa nya mkne gk pada KB hadechh
Heresnanaa_: oke kak, terimakasih atas sarannya 🙏
total 1 replies
Amiera Syaqilla
hi
Heresnanaa_: hai Kaka, happy reading yaa 😚🫶
total 1 replies
Aira Zaskia
Senang kalau bagas bisa mengerti laras,saling membantu mengurus rmh tangga,pak kades harus bangga dong baju hasil jahitan istri sendiri
Aira Zaskia
Suka banget sama keluarga ini,akhirnya bagas bisa lebih baik sekarang,selalu membantu laras dalm mengasuh ank maupun pekerjaan rmh tangga,makin hangat keluarga kecil ini
Rini Kartanti
baik sekali
MARWAH HASAN
ceritanya bagus loh
MARWAH HASAN
bagus ceritanya
Sri Jumiati
suami egois tdk memikirkan istrinya yg kelelahan
Lee Mba Young
ini istri kepala desa ne seriusan cm lahiran Dan dirumah saja. gk mimpin rapat PKK, posyandu, pengajian, dll🤣. ibu kepala desaku keren ternyata bisa urus rumah, bisa mengajak ibu ibu rumah tangga punya kegiatan walau kami di desa kecil deket hutan.
Lee Mba Young
Wanita hrs punya ketrampilan mumpung suami dukung. nnti kita gk tau apa yg terjadi apa lagi anakmu banyak kl laki ttp setia yo gk papa kl laki nnti lihat wanita yg lbih Pinter punya ketrampilan trus jatuh Cinta ya wasalam.
ibu kepala desa hrse gk cm lahiran dirumah saja, hrse punya peran PKK, posyandu, trus ngajak ibu ibu kegiatan positive biar desa tambah Maju.
Aira Zaskia
Semangat ras,lanjutkan impian mu,suami mu sudah mendukung & memberikan apa yg km impikan,bahagianya liat bagas sekarang sudah berubah,lebih menghargain istrinya
Aira Zaskia
Akhirnya adik mas gilang & mas arka udh lahir,senangnya kalau bagas sudah bisa mengerti gimana jadi saras selama ini ngurus 2 ank,ngurus suami dengan umur yg masih muda,thor pokoknya panjangin gk papa deh suka banget,boleh gk sih ngelunjak pengen double up🤭
Aira Zaskia
Lanjut thor ,karyamu bagus
arniya
lanjutkan lagi....
Lana Soemarno
lanjut tapi konfliknya jangan terlalu berat thor ...
Nik momRiz&Ga
lanjut thor,,, 😍
Aira Zaskia
Bentr thor tk kasih vote yah soalnya ceritanya bgus
Heresnanaa_: maaciw banyakkk pokoknya 😚😚❤️
total 1 replies
Aira Zaskia
Semoga ibu & bayi nya lahir dan selamat
Heresnanaa_: huhuhu❤️❤️
total 1 replies
Aira Zaskia
Padahal ceritanya bagus loh, kok pda gk komen ,aku aja suka banget
Heresnanaa_: heheh, yukk ramein 🤭😚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!