NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang singa keluar dari sarangnya

Fajar belum benar-benar menyingsing saat ponsel Arden bergetar di atas meja marmer. Sebuah titik koordinat masuk dari Danantya.

"Target terkunci. Gudang tua di area pelabuhan. Dia sendirian, tapi kondisinya tidak stabil. Hati-hati, Den."

Arden melirik Violet yang masih terlelap berselimut jasnya. Dengan gerakan sangat hati-hati, ia membenarkan letak selimut itu, lalu menyambar kunci mobilnya. Ia meninggalkan secarik kertas di samping ponsel Violet: "Ada urusan mendadak di kantor. Jangan keluar apartemen sampai aku kembali. Pengawal ada di depan pintu."

Konfrontasi di Pelabuhan

Gudang itu beraroma karat dan air laut yang asin. Arden melangkah masuk dengan langkah mantap, sepatu pantofelnya berbunyi nyaring di atas lantai beton. Di sudut ruangan, Arjuna duduk di antara tumpukan botol kosong, memegang korek api yang apinya menyala redup.

"Akhirnya datang juga... Pangeran London," ejek Arjuna dengan suara serak. "Mana Violet? Takut membawanya ke sini?"

Arden berdiri tiga meter di depan Arjuna. Wajahnya tidak menunjukkan amarah yang meledak, justru ketenangan yang sangat mematikan. "Lepaskan korek itu, Arjuna. Kamu sudah melampaui batas dengan menyentuhnya di Bali dan mengirim teror ke apartemenku."

"Gue mencintai dia lebih dulu!" teriak Arjuna sambil berdiri goyah. "Lo cuma pria kaku yang beli dia pakai saham perusahaan! Lo nggak tahu apa-apa tentang Violet!"

"Cinta tidak meneror, Arjuna. Cinta juga tidak membuat orang yang dicintai gemetar ketakutan," suara Arden rendah dan menusuk. "Kamu bukan mencintainya, kamu hanya terobsesi pada sesuatu yang tidak pernah bisa kamu miliki karena sifat burukmu sendiri."

Arjuna tertawa gila, hendak melemparkan korek itu ke tumpukan kain berminyak di dekatnya, namun dengan gerakan secepat kilat yang tak terduga dari seorang CEO, Arden menerjang. Ia mencengkeram pergelangan tangan Arjuna, memelintirnya hingga korek itu terjatuh, lalu menekannya ke dinding.

"Dengar baik-baik," desis Arden tepat di telinga Arjuna. "Aku punya cukup bukti untuk menjebloskanmu ke penjara seumur hidup atas percobaan pembunuhan dan teror. Tapi aku akan memberimu satu pilihan: Pergi dari negara ini hari ini juga, atau aku pastikan namamu dan keluargamu hancur hingga ke akar-akarnya."

Arjuna gemetar. Ia melihat kilatan di mata Arden—itu bukan lagi mata pria kantoran, melainkan mata seorang pria yang siap menghancurkan apa pun demi miliknya.

Apartemen Arden - Pagi Hari

Violet terbangun dengan kepala sedikit pening. Ia melihat catatan dari Arden dan tersenyum kecil, namun hatinya merasa tidak tenang. Ia menyentuh cincin amethyst di jarinya.

Ting!

Sebuah notifikasi muncul di layar televisi apartemen yang terhubung dengan sistem keamanan. Violet melihat rekaman CCTV depan apartemen. Evara dan Lavanya kembali datang, tapi kali ini mereka tampak panik.

Violet membuka pintu. "Ada apa? Kok mukanya kayak habis lihat hantu?"

"Vi! Lihat ini!" Evara menyodorkan ponselnya. Sebuah akun gosip menyebarkan foto Arjuna yang tampak babak belur di sebuah area pelabuhan dengan caption: 'CEO Bayu Group main hakim sendiri demi rebutan wanita?'

Violet terbelalak. "Tuan Bos... dia ke sana sendirian?"

"Arden nggak sendirian, dia bareng Danantya dan tim keamanan," sahut Lavanya. "Tapi masalahnya, Arjuna punya rencana cadangan. Dia sudah menjadwalkan postingan fitnah kalau sampai dia 'disentuh' oleh Arden."

Kepulangan sang Ksatria

Dua jam kemudian, pintu apartemen terbuka. Arden masuk dengan kemeja yang sedikit berantakan dan bekas luka kecil di buku jarinya. Violet langsung berlari dan memeluknya erat, hampir membuat Arden terjungkal.

"Tuan Bos gila! Kenapa ke sana sendirian?! Kalau dia bawa senjata gimana?!" Violet berteriak sambil menangis di dada Arden.

Arden terdiam sejenak, lalu perlahan tangannya yang besar mengusap rambut Violet. "Aku harus menyelesaikannya secara pribadi, Violet. Aku tidak bisa membiarkanmu hidup dalam bayang-bayang ketakutan."

"Tapi Tuan bisa kena masalah hukum! Lihat ini!" Violet menunjukkan berita hoaks itu.

Arden hanya melirik sekilas, lalu tersenyum tipis—senyum nyata pertama yang Violet lihat. "Lulusan London tidak akan sebodoh itu, Violet. Danantya sudah merekam seluruh percakapan dan aksi Arjuna tadi. Berita itu akan hilang dalam sepuluh menit, digantikan dengan berita penangkapan Arjuna atas kasus penipuan dana perusahaan ayahnya yang baru saja kami temukan."

Violet tertegun. "Tuan bener-bener... efisien ya?"

"Manajemen risiko, sayang," ucap Arden pelan. Ia menarik napas panjang, menghirup aroma melati dari rambut Violet. "Sekarang, Arjuna sudah tidak ada. Tidak ada lagi yang bisa menghalangi pertunangan kita."

Violet mendongak, matanya yang basah kini berbinar jahil kembali. "Berarti... Tuan Bos beneran mau tunangan sama aku? Bukan karena saham?"

Arden menatap mata ungu Violet. "Jika ini soal saham, aku sudah menikah dengan putri bankir seminggu yang lalu. Aku di sini... karena sepertinya apartemen ini terlalu sepi jika tidak ada suara berisikmu."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!