NovelToon NovelToon
Gadis Kesayangan Langit

Gadis Kesayangan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ceriwis07

Gladys Chandra Wiguna atau biasa dipanggil Gadis adalah mahasiswi berbakat dari fakultas bergengsi Kota A. Wajah cantik dan sosok mungilnya menyembunyikan jiwa pemberani yang kuat.

Malam itu, saat ia pulang dari cafe, seorang pria memaksanya masuk mobil. Di dalamnya menanti Langit Mahesa seorang bisnis man yang memiliki perusahaan raksasa di kota A. Pria yang sudah memiliki istri, Bella Safira. Akankah Gadis kembali ke kehidupannya yang tenang? Ataukah cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, menggoyahkan semua yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceriwis07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukum Karma Itu Nyata

"Kau memang sangat pintar, Langit..." ucap Anin pelan, senyum tipis terukir di bibirnya. "...tapi kenapa giliran soal cinta dan hati, kau jadi sangat bodoh?" ejeknya lagi.

Langit mendecakkan lidah kesal, wajahnya terlihat jengah dan tidak sabar.

"Sudahlah, jangan basa-basi!" potong Langit tegas. "Sudah dua kali kau menolongku. Aku tidak percaya kau melakukan ini semua tanpa alasan. Apa yang sebenarnya kau inginkan? Katakan!"

Anin menatap mata pria itu dalam, lalu pandangannya perlahan beralih ke arah Gadis yang masih lemas dan bersandar di dada Langit. Wajah wanita itu terlihat pucat dan kelelahan luar biasa.

"Tidak banyak yang kuinginkan..." jawab Anin santai namun tegas. "Aku ingin... dia ikut bersamaku."

"APA?!" Langit terkejut, tangannya refleks memeluk Gadis semakin erat. "Apa yang akan kamu lakukan padanya?!" tanya pria itu waspada, siap bertarung jika perlu meski tubuhnya penuh luka.

Anin justru tertawa kecil melihat reaksi cemburu dan protektifnya.

"Kamu tidak perlu khawatir begitu..." bisiknya lembut. "Aku hanya ingin membawanya pergi sebentar. Dan aku janji... aku akan mengembalikannya secara utuh, tidak kurang satu apapun."

Tanpa menunggu persetujuan penuh, Anin mengangkat tangan memberi kode pada kedua pengawalnya.

"Bawa Nona Gadis masuk ke mobil," perintahnya singkat.

Dua pengawal itu bergerak sigap. Ternyata Gadis memang sudah tidak sadarkan diri lagi, tubuhnya lemas dan pingsan karena kelelahan, rasa sakit akibat cambukan, dan tekanan emosi yang terlalu berat.

Mereka dengan hati-hati mengambil alih tubuh mungil itu dari gendongan Langit, lalu membawanya masuk ke dalam mobil mewah milik Anin.

Langit hanya bisa diam terpaku, terlalu lemah untuk melawan dan terlalu percaya pada wanita di hadapannya ini.

Pintu mobil ditutup. Anin melangkah masuk dan duduk di samping Gadis.

BRUMMMM!!!

Mesin mobil menderum keras. Dengan cepat kendaraan itu meluncur kencang meninggalkan halaman rumah utama, meninggalkan Langit dan Charlie yang masih berdiri terpaku di bawah terik matahari.

Langit masih berdiri terpaku di bawah terik matahari, menatap mobil yang membawa Gadis menghilang ditikungan jalan. Hatinya terasa kosong dan gelisah, namun ia percaya pada Anin.

Di sampingnya, Charlie hanya bisa diam mendampingi tuannya yang masih memegang erat pinggangnya sendiri, menahan rasa perih di punggung yang masih menganga dan berdarah.

Namun keheningan itu tidak berlangsung lama.

Belum berselang lama setelah kepergian mobil Anin, terdengar lagi suara deruman mesin mobil lain yang masuk ke halaman rumah utama.

Sebuah mobil mewah berhenti tidak jauh dari mereka. Pintu terbuka, dan turunlah sepasang suami istri. Mereka adalah Bowo dan Dewi, orang tua kandung dari Bella.

Wajah mereka terlihat sombong dan angkuh, seolah-olah tidak tahu apa-apa tentang kejahatan anak mereka sendiri.

Langit hanya memandang datar, tatapannya dingin dan penuh kebencian melihat wajah kedua orang tua ular berbisa itu.

Belum sempat Bowo dan Dewi melangkah jauh, tiba-tiba salah satu pengawal pribadi Kakek Mahesa berlari kecil mendekati mereka.

"Maaf, Tuan..." ucap pengawal itu dengan nada hormat namun tegas. "Tuan Besar meminta Tuan Langit untuk kembali masuk ke dalam. Ada hal penting yang harus dibicarakan."

Suasana kembali mencekam.

Langit harus kembali masuk ke sarang singa itu lagi, menghadapi kakeknya, dan berhadapan langsung dengan orang tua Bella!

Langit berjalan masuk kembali ke dalam ruangan besar itu dengan langkah yang berat namun tetap tegap. Punggungnya masih terasa perih luar biasa, namun harga dirinya jauh lebih tinggi daripada rasa sakit itu.

Matanya langsung tertuju ke tengah ruangan.

Di sana, terlihat Bella dan Jerry sedang duduk berlutut dengan wajah pucat dan gemetar ketakutan. Posisi mereka persis sama persis seperti posisi Langit dan Gadis saat dicambuk.

Melihat pemandangan itu, Bowo dan Dewi langsung syok.

"BELLA!!" teriak Dewi histeris.

Mereka berdua segera berlari kencang, berniat untuk langsung menarik dan membangunkan anaknya dari posisi berlutut yang memalukan itu.

"Bangun sayang! Kenapa kamu duduk di lantai dingin begitu?! Siapa yang berani menyuruhmu?!" teriak Bowo marah.

Namun...

"JANGAN MENDEKAT!"

Dua orang pengawal Kakek Mahesa langsung maju dan menghadang langkah mereka dengan tubuh kekar. Tangan mereka mencegah kedua orang tua itu untuk menyentuh atau menolong anaknya.

"LEPASKAN! KAMI ORANG TUANYA!" berteriak Bowo tak terima.

"TIDAK ADA HAK KALIAN MEMPERLAKUKAN ANAK KAMI SEPERTI INI! DIA ANAK BOS BESAR JUGA! KALIAN SIAPA BERANI MENYAKITINYA?!" teriak Dewi dengan suara melengking dan emosi memuncak.

Mereka benar-benar tidak terima melihat putri kesayangan mereka disiksa dan dipermalukan seperti itu di hadapan banyak orang.

Langit berjalan tenang menuju ke arah keluarga sendiri. Ia duduk di sofa besar tepat di sebelah Silvia, ibunya tersayang.

Melihat anaknya duduk, Silvia langsung menyambar dan memeriksa keadaan punggung anaknya dari samping dengan wajah cemas.

Suasana di sekitar mereka masih ricuh karena teriakan Bowo dan Dewi, namun keduanya seolah berada di dunia sendiri.

Dengan suara sangat pelan, hampir tak terdengar, Silvia membisikkan pertanyaan yang paling ia khawatirkan.

"Di mana kekasihmu itu, Nak?" tanya Silvia cepat dan panik.

"Apa dia baik-baik saja? Bagaimana dengan lukanya?" bisik ibu itu lagi, tangannya gemas ingin memeluk anaknya tapi takut menyentuh lukanya.

Langit menoleh sedikit, menatap mata ibunya dengan tatapan yang sedikit lebih tenang meski wajahnya masih pucat.

"Dia dibawa oleh Anin," jawab Langit pelan. "Tenang saja... dia akan merawat Gadis dengan baik. Gadis akan aman di sana."

DUG!!

Tongkat kayu jati itu kembali dihentakkan keras ke lantai marmer.

Seketika... seluruh suara gaduh dan teriakan Bowo serta Dewi lenyap seketika. Ruangan kembali hening total, sunyi senyap, hanya terdengar suara napas para penghuninya yang tertahan.

Kakek Mahesa duduk tegak di singgasana nya, wajahnya tampak sangat kecewa dan murka.

"Bowo..." suara tua itu terdengar berat dan menggelegar. "Anakmu sungguh kurang ajar. Dia berani berselingkuh di belakang cucuku, dan dia bahkan berani berbuat dosa besar... berniat menghancurkan dan melenyapkan nyawa orang lain yang tidak bersalah!"

Kakek menatap tajam ke arah pasangan suami istri di depannya.

"Menurutmu... hukuman seperti apa yang pantas aku berikan kepada menantu keluarga Mahesa yang berkhianat seperti dia ini?!" tanya Kakek Mahesa dengan nada menekan.

Mendengar tuduhan itu, wajah Bowo dan Dewi seketika berubah pucat pasi. Mereka tercengang, mulut mereka ternganga tak bisa berkata-kata.

Mereka benar-benar tidak percaya!

Di mata mereka, Bella adalah anak gadis yang lemah lembut, sopan, dan cantik jelita. Bagaimana mungkin anak sebaik itu bisa berpikiran jahat, apalagi sampai melakukan tindakan kriminal yang mengancam nyawa orang lain?

Dan yang paling membuat mereka syok... tuduhan soal perselingkuhan.

"B-Berselingkuh? Anda bercanda kan?" gumam Dewi pelan, tangannya gemetar. "Anak kami mana mungkin melakukan hal seburuk itu... dia gadis baik-baik..."

Kenyataan pahit ini bagaikan petir yang menyambar di tengah siang bolong bagi kedua orang tua itu!

Mendengar ucapan naif dan polos dari mulut Dewi, seolah-olah Bella itu malaikat tak bersalah, kesabaran Langit habis sudah.

Pria itu tidak sengaja... atau lebih tepatnya sengaja, meledakkan tawa yang sangat keras dan keras.

"HAHAHAHAHAHA!!"

Tawanya terdengar melengking, penuh ejekan, dan sangat menohok. Ia tertawa sepuas hati menertawakan kebodohan dan ketidaktahuan kedua orang tua itu.

Seluruh mata di ruangan itu tertuju padanya. Langit berhenti tertawa, lalu ia menyeka sudut matanya yang basah karena tertawa, dan menatap tajam tepat ke wajah Dewi.

"Lemah lembut? Baik-baik?" ucap Langit pelan namun penuh sinisme. "Ibu benar-benar buta ya mendidik anak? Atau memang ibu dan ayahnya saja yang terlalu bodoh sampai tidak sadar kalau yang kalian besarkan itu sebenarnya ular berbisa yang siap menerkam siapa saja?"

"SUDAH!"

Suara Kakek Mahesa memotong pembicaraan dengan tegas dan dingin.

Wajah tua itu tidak bisa ditawar lagi, keputusan sudah bulat diambilnya.

"Terima atau tidak terima, itulah kenyataannya!" ucap Kakek tegas. "Kalian sebagai orang tuanya memang menyayanginya, tapi kesalahan dia sudah sangat fatal. Aku tetap akan menghukum Bella sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku di keluarga Mahesa!"

Tanpa memberi waktu untuk protes lagi, Kakek Mahesa langsung berteriak memerintah,

"PENGAWAL! CAMBUK MEREKA BERDUA! SEKARANG!"

WETT!! WETT!! WETT!!

Cambukan demi cambukan mulai mendarat dengan ganas.

Suara cambuk bersahutan dengan teriakan histeris yang memecah keheningan ruangan itu.

"AKKK!! SAKIT!! AMPUN KAKEK!! AMPUN!!"

"JANGAN! JANGAN PUKUL ANAKKU! KAMI TIDAK TAU!"

Bella, Dewi, maupun Bowo sama-sama menjerit kesakitan dan ketakutan. Tubuh mereka ditahan kuat-kuat oleh para pengawal, tidak ada jalan untuk lari atau melindungi diri.

Rasa perih dan panas yang dulu dirasakan Langit dan Gadis, kini mereka rasakan sendiri dengan balasan yang setimpal!

Hukum karma itu benar-benar nyata dan menyakitkan!

1
Erna Riyanto
Anin dulu pacar langit... berarti langit sdh tua dong seumuran bahkan mungkin lebih tua dr Anin(ibunya gladis)
Ceriwis07: Benar sekali 🤭
total 1 replies
anggita
like iklan👍☝
Ceriwis07: Terimakasih sudah mampir 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!