NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Golek Kayu Sihir

Ludaka menggeram murka sambil melotot marah ke arah sang prajurit penjaga istana. Di belakang nya Pangeran Mapanji Wijaya dan Warak berjalan mendekat.

"Ampuni saya Ki..

Tapi saya hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Tolong ampuni saya", hiba sang kepala regu penjaga istana itu sambil berusaha bangkit dari tempat jatuh nya.

" Menjalankan tugas sebagaimana mestinya kata mu?!

Kapan pernah ada peraturan yang memperbolehkan seorang penjaga istana melecehkan perempuan hah?! Di kitab hukum mana ada kata-kata seperti itu? ", kali ini Pangeran Mapanji Wijaya ikut bicara.

" I-itu itu anu... ", sang kepala regu penjaga istana gelagapan dicecar oleh sang pangeran.

" Ita itu ita itu....

Dasar brengsek!! Prajurit, bawa bajingan ini ke penjara kotaraja. Tanpa ijin dari ku, siapapun tak boleh membebaskannya..!! ", titah Pangeran Mapanji Wijaya yang membuat dua orang prajurit bergegas menghormat.

"Sendiko dawuh Gusti Pangeran.. "

Dua orang prajurit langsung menyeret kepala regu penjaga istana itu ke arah selatan. Meskipun ia menghiba mohon pengampunan, tapi Pangeran Mapanji Wijaya sama sekali tidak bergeming mendengar apa yang ia minta.

"Kau baik-baik saja Nisanak?!! ", Pangeran Mapanji Wijaya mengalihkan perhatian nya pada Subadra.

Tetapi adik seperguruan Ludaka dan Warak ini bukannya langsung menjawab pertanyaan itu malah melongo menatap ke arah sang pangeran. Ketampanan Pangeran Mapanji Wijaya yang jauh diatas para pemuda yang pernah ditemui Subadra, benar-benar mampu menghipnotis murid Resi Mpu Kumbayana itu.

Warak yang melihat adik seperguruan nya terpesona dengan paras rupawan Pangeran Mapanji Wijaya, langsung berdehem keras sambil menyenggol bahu Subadra.

Ehheeemmmm eheeeem!!!

Kontan saja Subadra sadar dari pikiran nya. Dia langsung membenarkan kemben nya yang hampir tak mampu memuat buah dada nya yang besar sebelum bicara.

"Oh iya ada apa, Kakak tampan? Ada yang bisa aku bantu? ", ucap Subadra dengan manja.

Ludaka, Warak dan Resi Mpu Kumbayana kompak menepuk jidat mereka, malu sekaligus takut pada Pangeran Mapanji Wijaya karena sikap Subadra yang menurut mereka kurang sopan.

" Kau tadi tak mendengar pertanyaan ku? ", lanjut Pangeran Mapanji Wijaya bertanya.

" Tanya apa ya Kakak Tampan? Kok aku sepertinya tidak mendengar nya. Aku ini... ", Subadra tak jadi meneruskan omongan nya kala melihat Resi Mpu Kumbayana melotot ke arah nya.

Pangeran Mapanji Wijaya tersenyum tipis.

" Sudahlah, itu berarti kau baik-baik saja...

Ludaka, Warak..!! Habis ini temui aku di beranda Keputran Watugaluh. Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian. Aku permisi dulu.. ", setelah berucap demikian, Pangeran Mapanji Wijaya melangkah meninggalkan mereka berempat menuju ke arah kediaman pribadi nya.

Begitu Pangeran Mapanji Wijaya pergi, Ludaka langsung mendekati adik seperguruannya.

" Aduhhh bocah ini kenapa tidak bisa bersikap hati-hati..

Guru, kau ingin kami mendapat masalah ya?", protes Ludaka pada Resi Mpu Kumbayana.

Heeeehhhhhhh....

"Subadra memang tidak mengerti tata krama istana, Daka...

Padahal sudah berulang kali aku ajari tapi tetap saja tak mengerti. Aku benar-benar menyerap mengajarinya ilmu tata krama istana", keluh Resi Mpu Kumbayana sambil menghela nafas panjang.

" Heh Adik Subadra...

Kau tahu siapa orang yang kau panggil Kakak Tampan itu tadi heh? ", Warak kini turut bicara. Subadra menggelengkan kepala.

Huuufffffff...

" Dia itu adalah Gusti Pangeran Mapanji Wijaya, putra kedua Gusti Ratu Sri Isyana Tunggawijaya penguasa Kerajaan Medang yang agung ini. Dia itu majikan ku dan kakak mu Si Ludaka ini. Kau sudah melakukan kesalahan besar", lanjut Warak yang langsung membuat Subadra pucat pasi.

"D-d-dia Gusti Pangeran Mapanji Wijaya?!! ", sahut Subadra setengah tak percaya.

Resi Mpu Kumbayana, Ludaka dan Warak kompak mengangguk.

Lemas sudah dengkul Subadra. Tubuhnya limbung tetapi untung saja Ludaka bergerak menahannya agar tidak jatuh.

" Semuanya sudah terjadi, sekarang cepat pikirkan cara agar beliau memaafkan Subadra. Jangan sampai kemarahannya berakibat pada kalian berdua ", Resi Mpu Kumbayana menatap Ludaka dan Warak bergantian.

Ludaka menghirup nafas dalam dalam sebelum menghembuskan nya dengan kasar.

" Kita harus cepat menyusulnya ke Keputran Wetan. Kita harus mendapatkan pengampunan nya. Begini, nanti aku akan meminta agar Subadra menjadi dayang pribadi nya untuk menebus kesalahannya. Aku rasa dengan begitu, beliau pasti akan legawa mengampuni sikap kurang ajar nya ", ujar Ludaka yang membuat Resi Mpu Kumbayana dan Warak menghela nafas lega.

Mereka berempat segera berjalan masuk ke dalam istana. Tujuan nya cuma satu, Keputran Wetan.

Pangeran Mapanji Wijaya sedang menyesap beningnya air siddhu yang tersaji di cangkir saat mereka berempat memasuki Keputran Wetan. Ludaka, Warak dan Subadra segera berlutut sementara Resi Mpu Kumbayana berdiri.

"Ada apa ini? Kenapa kalian tiba-tiba berlutut pada ku? ", tanya Pangeran Mapanji Wijaya sembari meletakkan cangkir air siddhu pada meja di sebelah.

" Kami ingin meminta ampun atas sikap bodoh murid saya Subadra tadi, Gusti Pangeran..

Dia sudah bersikap kurang ajar pada Gusti Pangeran tadi di depan gerbang istana. Tadi kami sudah menasehati nya dan dia tahu salah. Sebagai tanda ketulusan hati, Subadra ingin mengabdi pada Gusti Pangeran sebagai dayang pribadi. Mohon Gusti Pangeran menerima ", ucap Resi Mpu Kumbayana dengan penuh hormat.

" Aku tidak mempermasalahkan nya, kalian jangan berlebihan begitu.. ", Pangeran Mapanji Wijaya menggoyangkan telapak tangannya.

" Jika Gusti Pangeran tidak menerima Subadra, itu berarti Gusti Pangeran masih belum memaafkan kami. Kami mohon dengan sangat Gusti Pangeran bersedia menerima Subadra.. ", Resi Mpu Kumbayana hendak ikut berlutut pada Pangeran Mapanji Wijaya.

Waktu itu ada aturan tak tertulis yang menyatakan bahwa seorang brahmana, pendeta atau agamawan tidak perlu menyembah pada raja. Ini karena berdasarkan aturan kasta di tempat asal Agama Siwa yang menyatakan bahwa derajat agamawan lebih tinggi dari para ksatria.

Melihat Resi Mpu Kumbayana hendak menyembah, Pangeran Mapanji Wijaya buru-buru menghentikan niatnya. Membuat seorang brahmana berlutut jelas akan menimbulkan gejolak besar di masyarakat.

"Resi jangan berlebihan, jika sampai resi berlutut pada ku, semua orang akan mengutuk ku...

Baiklah, aku terima murid resi sebagai dayang pribadi ku. Begini sudah cukup bukan? "

"Terimakasih atas kemurahan hati Gusti Pangeran... ", ucap Resi Mpu Kumbayana yang disambung senyuman Ludaka, Warak dan tentu saja Subadra.

'Asyik, setiap hari aku akan bersama dengan pangeran tampan ini. Suatu saat dia pasti akan jatuh ke pelukan ku', batin Subadra sambil tersenyum bahagia.

*****

Seorang wanita sepuh dengan pakaian serba hitam berjalan masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan benda benda menyeramkan. Sebuah patung besar Batari Durga dengan sepuluh lengannya nampak berdiri kokoh di tengah ruangan itu. Asap kemenyan dan setanggi tercium memenuhi seisi ruangan yang diterangi oleh lampu sentir minyak jarak pada beberapa sudut.

Bebungaan menghiasi kaki patung Batari Durga ini. Sebuah belanga besar dengan cairan merah darah nampak bergolak semakin menambah keangkeran tempat ini.

Tiba-tiba mata perempuan sepuh itu tertuju pada sebuah golek ( boneka kayu) berwarna hitam yang diletakkan pada kaki arca Batari Durga. Perempuan sepuh itu segera menyambar boneka itu dengan penuh keterkejutan.

"I-ini bagaimana bisa??!! ", seru perempuan sepuh itu setengah tak percaya.

Ternyata warna hitam pada golek kayu itu bukan hanya warna kotor saja terapi sesuatu yang lebih berbahaya. Ya, warna hitam itu adalah Racun Kalawisa, sebuah racun yang bisa dikirimkan lewat teluh atau santet. Perempuan sepuh itu mengusap golek kayu itu dan menemukan bahwa golek kayu sihir ini kembali bersih seperti baru dan Racun Kalawisa tak bisa meresap masuk ke dalam nya.

"Celaka! Ini benar-benar celaka..!!

Bongkeng! Bongkeng dimana kau...??!! "

Dari arah pintu masuk ruangan itu, seorang lelaki bertubuh bungkuk setengah berlari masuk ke dalam.

"Sejak kapan golek kayu sihir ini berubah warna seperti ini?" , tanya perempuan sepuh itu penuh selidik.

"Dua hari yang lalu, Nyai...

Sebelumnya selalu berwarna putih, tapi entah mengapa dua hari yang lalu tiba-tiba berubah menjadi hitam begitu", jawab Bongkeng sang cantrik perempuan sepuh ini.

Si perempuan sepuh ini adalah Nyai Selasih, seorang dukun santet terkenal dari wilayah Ngrawa yang ada di selatan Sungai Kapulungan yang masuk wilayah Tanggulangin. Dia dijuluki sebagai tokoh sesat yang ditakuti oleh para pendekar maupun para bangsawan di Tanah Jawadwipa.

Nyai Selasih segera melemparkan golek kayu sihir itu ke sudut ruangan sebelum berkata,

"Aku harus segera melaporkan masalah ini.. "

1
pendekar angin barat
mantap
Amit
ajian tameng waja dean
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!