NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh dalam pelukan

"KELUAR! Atau kalian akan menyesal seumur hidup!" teriak Dion sekali lagi, suaranya menggelegar bagaikan guntur.

"Baiklah... Kami pergi! Kami pergi sekarang juga!"

Giyandra dan ibunya tidak berani membantah lagi. Wajah mereka pucat pasi, ketakutan setengah mati. Mereka berbalik dan berlari tertatih-tatih menuju pintu keluar, panik hingga kaki mereka saling bertabrakan dan terjatuh berkali-kali. Pintu dibanting keras, meninggalkan keheningan yang mendalam.

Di sudut ruangan, Tamara hanya tersenyum tipis menyaksikan kepergian mereka yang konyol dan memalukan.

Setelah memastikan mereka benar-benar pergi, Dion kembali mendekati Tamara. Ia mengusap puncak kepala wanita itu dengan lembut, wajahnya tampak serius dan sedang berpikir keras.

"Maafkan aku, Sayang. Sepertinya tempat ini sudah tidak aman lagi. Aku benar-benar bingung, bagaimana mereka bisa tahu lokasi apartemen rahasia ini?" ucap Dion penuh tanda tanya.

"Tidak apa-apa, Kak. Santai saja," jawab Tamara manis, menyunggingkan senyum terbaiknya. "Walau bagaimanapun, Giyandra adalah istri sahmu. Kalau aku berada di posisinya dan melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain, aku juga pasti akan marah besar dan histeris."

Dion menggeleng pelan, lalu memegang kedua bahu Tamara.

"Hubunganku dengan Giyandra tidak seperti suami istri pada umumnya, Sayang. Di depan orang lain kami memang terlihat sempurna dan mesra, tapi itu semua hanyalah sandiwara belaka. Tidak ada cinta, tidak ada rasa. Hanya ada perjanjian dan kepentingan semata. Tidak ada tempat dihatiku untuknya, dan akan tetap seperti itu selamanya."

"Aku mengerti, Kak. Jadi kau tidak perlu menjelaskan apa pun padaku," bisik Tamara lembut.

Ia melingkarkan kedua tangannya di leher Dion, lalu menarik wajah pria itu dan mencium bibirnya sekilas. Namun, Dion tidak puas hanya dengan ciuman singkat saja. Ia membalas Tamara dengan ciuman dalam, dan penuh hasrat yang meledak-ledak.

Mereka kembali melanjutkan apa yang sempat tertunda. Tanpa melepaskan ciuman mereka, Dion dengan hati-hati merebahkan tubuh Tamara di atas ranjang empuk itu, tubuh kekarnya menindih tubuh mungil wanita itu.

Ciuman Dion bergerak turun perlahan, menyusuri leher jenjang, dada, hingga berhenti di gerbang kenikmatan milik Tamara.

"Ah... Kak Dion..." desah Tamara panjang, tangannya mencengkram rambut pria itu kuat-kuat saat dilahap dengan rakus. Matanya terpejam menikmati setiap sentuhan.

Sesaat kemudian, sesuatu yang keras dan kokoh perlahan masuk menembus batas dirinya, bergerak dengan irama yang lembut namun pasti. Nafas mereka saling berpacu, mengejar puncak kenikmatan duniawi yang membuat mereka melupakan segalanya. Ruangan yang tadinya dingin kini berubah menjadi panas dan membara, dipenuhi suara cinta yang memekakkan telinga.

 ***

Setelah memadu kasih sebanyak tiga ronde dengan berbagai gaya yang memuaskan, akhirnya kelelahan menyergap mereka. Dion terbaring lemas di samping Tamara, dan tak lama kemudian ia pun terlelap pulas.

Namun, Tamara tidak tidur.

Dengan gerakan sesenyap mungkin, ia turun dari ranjang dan berjalan menuju balkon apartemen yang tinggi. Angin malam berhembus dingin, namun tidak mampu mendinginkan api dendam yang masih membara di dadanya.

Ia mengambil ponselnya dari saku celana, lalu menekan sebuah nomor.

Tuuut...

"Halo, Bi Susi," bisik Tamara penuh kemenangan. "Terima kasih banyak sudah membantu menggiring Giyandra dan ibunya datang ke tempat ini tadi. Aku sangat puas... sangat puas melihat ekspresi ketakutan dan kepanikan di wajah mereka."

"Sama-sama, Nona. Orang tuamu dulu sangat baik pada Bibi, memperlakukan Bibi seperti keluarga sendiri. Hal kecil yang Bibi lakukan ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan kebaikan mereka dulu. Melihat mereka menderita, Bibi juga ikut senang." balas Bi Susi di seberang sana.

"Bi, aku mau minta tolong sekali lagi," ucap Tamara, matanya memancarkan kilatan licik. "Aku akan mengirimkan beberapa foto menarik. Tolong pastikan Giyandra melihat semua ini ya. Aku ingin dia tahu dan sadar, bahwa Dion... sekarang sudah sepenuhnya jatuh ke dalam pelukanku."

Tamara mematikan sambungan telepon, lalu membuka galeri ponselnya. Di sana tersimpan rapi foto-foto mesra, bahkan foto-foto panas saat ia dan Dion sedang bercinta tadi—foto yang diambilnya diam-diam saat pria itu sedang membuai dirinya.

Sent!

Foto-foto itu terkirim.

Tamara tersenyum puas menatap kota yang gemerlap di bawah sana. Permainannya baru saja dimulai, dan kali ini, ia tidak akan membiarkan siapa pun lolos begitu saja.

Bersambung...

1
Dewi
jangn menyerah tmara, kamu harus membals org-org yang jahat pada keluargamu
Dewi
jijik sama orangnya tapi minta dibikinin jus sama orang itu
Dewi
katanya orang kaya, tapi gak bisa bedain barang asli sama palsu
Dewi
ah, Pasti tamara pura-pura jatuh supaya bisa dekat dengan Dion
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!