Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Keputusan Alex
Hampir jam 10 malam Lala baru masuk kembali kedalam kamar " Yah kirain udah tidur " batin Lala berjalan pelan menuju ranjang .
Lala naik keatas ranjang dan berbaring disamping Alex yang masih duduk fokus dengan iPad nya .
" Om kasih selimut " pinta Lala karena kaki Alex menghimpit selimut .
Alex tidak bergeming malah seperti tidak mendengar perkataan Lala .
" Om tuli ya" kata Lala yang jadi kesal karena sering sekali dikacingin Alex akhir-akhir ini .
" Om " teriak Lala sampai Alex menoleh menatap nya .
" Bagi selimut " kata Lala memaksa Alex mengangkat sebentar kakinya .
Drettt
Drettt
" Kak Fu " Lala akan menjawab telfon itu namun ponselnya langsung diambil Alex .
" Tidur ini sudah malam " pernyataan Alex .
" Lala angkat telfon sebentar Om ha,"
" Aku bilang tidur , jangan membantahku " tegas Alex dengan suara meninggi sampai Lala ingin menangis mendengar tingginya suara Alex .
" Om tapi,"
" Tidur, apa kamu tidak mendengar, patuhi aturan yang aku berikan" kata Alex dengan tegas .
" Hiks " Lala langsung bersembunyi kedalam selimut dan menangis sampai tersedu-sedu karena dimarahi Alex .
Setelah beberapa saat membiarkan Lala menangis Alex menarik selimut bahkan membuangnya sampai jatuh kelantai .
" Hwaaaa, Papi " tangis Lala duduk menangis memeluk lututnya.
" Aku adalah suami kamu, hormati dan hargai aku , walaupun kita tidak begitu akrab namun bukan berarti kamu bisa menerima telfon dari laki-laki lain seenaknya" ucap Alex benar-benar memarahi Lala setelah 3 hari ini banyak diam .
" Sekali lagi aku melihat kamu menelfon dengan laki-laki lain, aku pecah ponsel kamu itu " ucap Alex .
1 Jam kemudian .
Alex menoleh menatap Lala yang masih belum berhenti menangis setelah Alex memarahi nya satu jam yang lalu.
" Lala berhenti menangis , kepalaku pusing mendengar nya " pernyataan Alex menatap Lala yang berbaring memunggungi nya .
Alex meletakkan iPad nya dan berjalan mengambil selimut yang sebelumnya dia lempar kelantai .
" Ini sudah malam, tidurlah jangan menangis lagi " ucap Alex menyelimuti Lala , merasa iba juga melihatnya menangis tiada henti .
" Hwaaaa, Om jahat , marah-marah aja Lala, nggak tau salah Lala apa " tangis Lala dengan suara parau .
" Kalau , hiks, emang Om nggak suka Lala, yaudah, balikin Lala sama Papi, hiks , Lala mau pulang " tangis Lala tersedu-sedu.
Alex langsung merangkul Lala kedalam pelukan nya " Aku marah karena ingin kamu berhenti berkomunikasi dengan pria lain, bukan ingin memulangkan kamu pada Papi " ucap Alex .
" Hwaaa, tapi Om," ucapan Lala terhenti ketika Alex mendekap Lala dalam pelukan hangat nya.
" Aku marah karena tindakan kamu salah, bukan karena tidak suka kamu disini " ucap Alex menyelimuti Lala dan mengelus-elus kepala nya .
" Udah ya jangan nangis lagi " kata Alex yang merasa iba dan kasihan melihat Lala menangis
Entahlah, wajah gadis nakal itu terlihat menyedihkan ketika dia menangis hingga Alex tidak tega melihatnya.
Mendapatkan kehangatan dari tubuh Alex membuat Lala yang sudah lama menangis jadi mengantuk .
Perlahan tapi pasti elusan Alex dikepala Lala membuatnya tertidur " Apa aku terlalu keras padanya?" ucap Alex mengusap sisa air mata di pipi Lala .
" Dia masih belum dewasa secara alami walaupun umurnya sudah cukup, Aku rasa sebab itu dia tidak peka ataupun mengerti dengan apa yang bisa dia lakukan atau tidak setelah menikah " batin Alex .
" Percuma saja aku mendiami Lala jika dia tidak paham apa yang membuat aku diam " kesimpulan Alex memikirkan cara lain untuk mengajari istri nakal nya itu
" Mmmmh, Bubub " gumam Lala melingkarkan tangannya dan memeluk lebih erat .
Deg
Ini adalah kali pertama Alex dan Lala tidur berdekatan walaupun selama 10 hari menikah mereka tidur seranjang namun selalu terhalang bantal guling .
" Aneh , kenapa jantungku tiba-tiba berdetak begitu kencang disaat Lala memelukku " batin Alex yang merasakan hal itu .
...........
Keesokan paginya.
Hoammm
Lala yang baru bangun itu menguap dan duduk mengucek matanya " Cepat siap-siap kita sarapan" ucap Alex yang duduk disofa .
Lala menoleh mendengar suara Alex yang duduk disofa dengan laptop menyala diatas pangkuan nya .
" Hmmm" malas Lala membuang pandangan nya tidak mau menatap Alex yang semalam memarahi nya .
" Nggak mau tinggal sama Om lagi " kata Lala bergegas turun dari ranjang dan masuk keruang ganti.
Alex menutup laptopnya dan menghampiri Lala keruang ganti yang ternyata sedang mengemasi barang-barang nya .
Tanpa basa-basi Alex mengambil koper Lala dan meletakkan nya diatas kepala lemari yang tinggi hingga Lala tidak bisa menjangkaunya.
" Ihhhh, Om balikin koper aku " rengek Lala .
" Mau kemana?" pertanyaan Alex.
" Pergi " kata Lala dengan bete .
" Aku tidak mengizinkan nya " tegas Alex .
" Om izinin atau enggak Lala bakalan tetap pergi dari rumah ini, Kalau nggak boleh bawa barang-barang yaudah " kata Lala mengambil tas genggam nya .
Alex memegang tangan Lala yang berjalan melewati nya sampai berhenti " Kamu pergi kemanapun akan tetap aku dapatkan , jadi jangan coba-coba melawan ku " tegas Alex .
" Siapa juga yang melawan , Om selalu marah-marah sama aku , jadi aku nggak mau tinggal sama Om lagi " pernyataan Lala .
" Aku tidak akan marah lagi, asal kamu mematuhi aturan ku" pernyataan Alex .
" Om siapa kok ngatur-ngatur " sewot Lala .
" Aku suami kamu, apa perlu aku membacakan setiap pasal dibuku pernikahan kita?" pernyataan Alex .
" Aku juga istri Om, istri itu dinafkahi, disayang, dibahagiakan bukan dimarahi setiap hari " pernyataan Lala yang lebih spesifik.
" Jangan menuntut nafkah jika kamu sendiri tidak melakukan kewajiban sebagai istri " ucap Alex .
" Om mau itu, aaa, anu, aaa, mmmm" ucapan Lala terhenti merasa kesulitan mengucapkan hal se vulgar itu .
" Untuk saat ini aku hanya ingin kamu menghargai dan menghormati aku sebagai suami" pernyataan Alex yang tidak ingin hal lebih .
" Mulai besok akan ada seorang guru tatakrama yang akan mengajari kamu tentang cara bersikap, berpikir dan berperilaku sebagai nyonya keluarga Alexander Graham " ucap Alex .
" What, guru tatakrama?" melek Lala .
" Sebelum kamu menjadi Nyonya Alexander Graham secara resmi di pesta pernikahan kita nanti, kamu harus belajar segala tatakrama dan budaya " keputusan Alex.
" Kalau nggak mau?" pertanyaan Lala.
" Harus mau " kata Alex tidak terbantahkan.
" Dan satu lagi berhenti memikirkan cara untuk kabur dariku , kita sudah terlanjur menikah jadi kamu adalah satu-satunya istriku sampai kapanpun, jadi kita akan memulai semuanya dari awal " keputusan Alex setelah memikirkan segalanya .
" Om tapi,"
" Tidak ada tapi-tapian Sayang, selamanya kamu akan menjadi istri dan melahirkan anak ku " pernyataan Alex .
" Hahhhh, Om mau hamili aku?" melek Lala .
" Tentu saja, kamu harus melahirkan pewaris kita " kata Alex yang untuk pertama kalinya mengecup pipi Lala .
" Di hamili sekarang Om?" pertanyaan Lala dengan spontan.
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄