NovelToon NovelToon
Melampaui Takdir Langit (The Dao Beyond Heaven’S Sight)

Melampaui Takdir Langit (The Dao Beyond Heaven’S Sight)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Naevys Presspire

Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.

Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.

Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.

Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.

Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.

Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.

Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27: 4 Fraksi Besar Yang Berkuasa.

Su Lianhua berbicara dengan nada main-main, “Ahh, maaf. Aku hanya merasa ekspresi adik ke-13 terlihat lucu. Dia tampak sangat bingung. Ini pertama kalinya dia berada di keluarga, jadi melakukan satu kesalahan kecil juga hal yang wajar, bukan? Hahaha.”

Wajah Su Tianheng dan Su Zhenyu seketika berubah suram.

Niat awal yang sudah mereka bangun untuk menargetkan Su Dingxuan seolah dipatahkan begitu saja oleh Su Lianhua.

Su Tianheng menatap Su Lianhua sambil tersenyum tipis. “Melihat Kakak Su Lianhua bicara untuk adik ke-13, apakah Kakak sudah mengenalnya? Atau… Kakak berniat merekrutnya?”

Senyum itu tampak ramah, tetapi nada dan perkataannya sama sekali tidak menggambarkan keramahan.

Su Lianhua juga tidak terlihat terpengaruh. Senyum di wajahnya perlahan memudar, lalu ia menjawab dengan dingin, “Itu bukan sesuatu yang perlu Kakak Pertama khawatirkan…”

Melihat keduanya mulai bersilat lidah, dan memgabaikanya, Su Dingxuan hanya menoleh ke arah arena.

‘Siapa aku? Di mana aku? Apa yang sebenarnya dilakukan orang-orang ini?’

Telinganya terasa membengkak karena harus mendengar mereka saling membalas tanpa henti. Untungnya, suasana baru benar-benar berhenti ketika petinggi Clan datang.

Mereka adalah satu Kepala Clan dan enam Kepala Cabang.

Dengan kedatangan mereka, kompetisi pun resmi dimulai.

Berbagai teknik kultivasi mulai menghiasi arena hutan dengan cahaya yang berbeda-beda. Su Dingxuan, yang sejak tadi merasa terjebak dalam percakapan aneh, akhirnya kembali tertarik. Sesekali ia bahkan mengangguk ketika melihat seseorang berhasil mengalahkan lawannya dengan susah payah.

Namun, empat jam kemudian, ketertarikan itu perlahan memudar.

Semakin sedikit peserta yang tersisa, semakin jarang pula pertarungan terjadi. Beberapa orang bahkan memilih terus bersembunyi. Jika diperbolehkan, Su Dingxuan mungkin sudah pergi sejak tadi. Daripada menyaksikan petak umpet seperti ini, lebih baik ia menggunakan waktunya untuk berlatih.

Yang tidak ia ketahui, formasi rekaman yang ditampilkan di seluruh pulau terkadang menyorot tiga belas orang yang duduk di kursi khusus. Bahkan ekspresi bosannya pun ikut tertangkap. Jika bukan karena wajahnya yang tampan, mungkin ia tidak akan sering disorot seperti itu.

Dua jam kemudian, babak pertarungan battle akhirnya dimulai.

Seratus orang dibagi menjadi dua kelompok, lalu ditempatkan dalam satu arena yang sama. Mereka saling bertarung, menjatuhkan, dan memaksa lawan keluar dari pertarungan. Dibandingkan babak sebelumnya, pertarungan battle jauh lebih cepat. Tidak ada tempat untuk bersembunyi di arena itu, sehingga semua orang mau tidak mau harus mengeluarkan kemampuan mereka.

Pada akhirnya, dua puluh kandidat terpilih.

Mereka sudah pasti mendapatkan hadiah istimewa, hanya saja peringkat mereka masih harus ditentukan. Karena itu, undian kembali dilakukan.

Dalam kompetisi ini, para generasi utama Clan Su saling bersaing secara tidak langsung. Dengan melihat bawahan siapa yang dapat menang pasa kompetisi kali ini. Selain itu, jika ada keturunan Clan yang menarik perhatian, orang itu kemungkinan besar akan diundang oleh salah satu pihak.

Dari pertarungan langsung tersebut, Su Dingxuan mendapatkan beberapa pengalaman.

Berbagai Teknik Kultivasi digunakan di hadapannya. Sebagian pernah ia ketahui, sebagian lainnya bukan berasal dari kumpulan kultivasi Clan. Melihat itu semua membuatnya semakin sadar bahwa dalam hal pertarungan, ia hampir tidak memiliki pengalaman nyata.

Saat melawan pemimpin bandit waktu itu, ia menang karena serangan diam-diam dan juga memiliki Realm lebih tinggi.

Namun, jika ia bertarung melawan orang yang benar-benar berpengalaman, sebaik apa pun Teknik Kultivasinya, jika ia tidak dapat beradaptasi dengan cepat, semuanya tetap bisa berakhir buruk.

Tatapan Su Dingxuan masih tertuju pada pertandingan, tetapi pikirannya sudah bergerak ke hal lain.

‘Sepertinya aku juga butuh module chips yang dapat melakukan analisis real time untuk bertarung… Tapi masalahnya adalah material. Dengan hardware yang sekarang, memang mungkin melakukan analisis untuk memperkirakan gerakan lawan, tetapi itu hanya terbatas pada kemampuan manusia biasa.

‘Kultivator adalah sesuatu yang melampaui batas itu. Ada berbagai macam harta, teknik bela diri, dan cara bertarung yang sulit diprediksi… Aku harus mempercepat rencana petualangan. Selain mencari material, aku juga perlu mendapatkan pengalaman.’

Setelah kompetisi selesai, Su Dingxuan tidak tinggal lebih lama.

Ia langsung pergi.

Pertama, ia menuju Pulau ke-4 untuk menemui ibunya sebentar dan mengobrol dengannya. Namun, ketika semakin banyak orang mulai berkumpul di dekatnya, Su Dingxuan segera berpamitan untuk pulang.

Di tengah jalan, langkahnya terhenti.

Dengan mata sedikit menyipit, Su Dingxuan menatap seseorang di depan.

Seorang pria muda duduk di atas tandu yang didirikan tepat di tengah jalan, jelas-jelas menghalangi arah pulangnya. Di dekatnya berdiri beberapa pria dan wanita muda lain. Hanya dengan melihat wajah pria itu, Su Dingxuan sudah tahu siapa dia.

Su Mingze.

Pemilik tempat duduk nomor empat.

Su Mingze sedang meminum anggur yang dituangkan oleh bawahannya. Ia tersenyum, lalu mengangkat gelas ke arah Su Dingxuan, seolah sedang menyambut seorang tamu lama.

Setelah berpikir sebentar, Su Dingxuan berjalan mendekat.

“Saudara ke-13,” kata Su Mingze dengan santai, “di hari yang cerah seperti ini, maukah Anda menemani saudaramu ini minum sebentar?”

Begitu kata-katanya selesai, seseorang segera meletakkan sebuah gelas tepat di depan Su Dingxuan.

Su Dingxuan tersenyum. “Tentu.”

Ia langsung duduk.

Karena meja itu kecil, keduanya duduk saling berhadapan. Dari awal sampai akhir, pandangan Su Mingze tidak pernah benar-benar lepas dari Su Dingxuan.

Setelah diam sebentar, Su Mingze tersenyum lalu menuangkan anggur. “Karena kamu sudah setuju, maka kita bisa dikatakan sudah saling kenal.”

Ia menoleh sedikit ke samping, memandang pepohonan di dekat jalan seakan sedang membicarakan hal ringan. “Kamu baru kembali ke keluarga, jadi belum mengenal bagaimana situasi sebenarnya. Karena kita sudah saling kenal, saudaramu ini akan berbaik hati menjelaskan sedikit.”

“Terima kasih, Saudara Su Mingze.”

“Tidak perlu sungkan.” Su Mingze menggoyangkan gelas di tangannya perlahan. “Ada perselisihan internal di dalam Clan. Tapi semua itu masih berada dalam cakupan toleransi, karena ada petinggi Clan dan enam leluhur yang mengawasi. Yang benar-benar membuat keadaan Clan tidak baik-baik saja justru faktor eksternal. Saudara tahu apa itu?”

Su Dingxuan menggelengkan kepala.

Su Mingze melanjutkan, “Dalam dua puluh tahun lagi, akan ada alam rahasia yang terbuka. Di dalamnya terdapat berbagai sumber daya berharga, termasuk warisan. Jika hanya warisan biasa, tentu tidak akan menimbulkan kegemparan sebesar ini. Tapi ini adalah warisan rahasia zaman kuno. Siapa pun yang mendapatkannya bisa melambung tinggi.”

Ia berhenti sesaat, lalu menatap Su Dingxuan lebih dalam.

“Saudara Su Dingxuan pasti tahu, Clan Su bukan satu-satunya kekuatan Nascent Soul di Heaven-Severed Spirit World. Ada dua Sekte dan enam Clan, termasuk Clan Su. Itu baru fraksi-fraksi di level Nascent Soul. Di atasnya, masih ada kekuatan yang lebih kuat.”

Su Dingxuan memang terkejut dengan informasi ini.

Awalnya, ia mengira Su Mingze akan membicarakan urusan internal Clan dan perselisihan di antara generasi muda. Siapa sangka, orang ini justru mulai memperkenalkan keadaan di luar Clan.

Informasi seperti ini benar-benar baru baginya.

Sebelumnya, Su Dingxuan terlalu fokus pada bagaimana caranya agar bisa berkultivasi. Ia belum punya waktu untuk memahami peta kekuatan dunia ini secara menyeluruh.

Ia sendiri sudah melihat betapa luasnya wilayah Clan Su. Bahkan untuk menyelesaikan misi dengan cepat, seseorang harus menggunakan Teleportasi. Jika Clan Su saja sudah sebesar ini, lalu masih ada kekuatan-kekuatan yang lebih kuat dari Clan Su…

Sulit membayangkan seberapa besar wilayah yang dikuasai fraksi-fraksi itu.

Su Mingze sengaja berhenti sebentar, memberi waktu agar Su Dingxuan dapat mencernanya. Setelah itu, ia baru melanjutkan.

“Kamu tahu? Kekuatan puncak di Heaven-Severed Spirit World adalah empat Sekte. Nine Heaven Cloud (Awan Sembilan Langit). Twilight Void Valley (Lembah Kekosongan Senja). Ten Thousand Desolate Sword (Pedang Desolasi Sepuluh Ribu). Dan Star River Mountain (Gunung Sungai Bintang)”

“Empat Sekte ini disebut sebagai empat kekuatan besar.”

Su Mingze mengangkat satu jari. “Clan Su berada di bawah pengawasan Sekte Nine Heaven Cloud. Termasuk fraksi yang setara dengan Clan Su, seperti Clan Lin, Cloud Mist Sect, dan Holy Crane Gate.”

Lalu ia melanjutkan, “Sekte Ten Thousand Desolate Sword memiliki Clan Zhao, Clan Huo, Iron Blood Blade Sect, dan Hidden Sword Pavilion di bawah pengawasan mereka.”

Su Mingze berhenti sejenak untuk minum, kemudian kembali berkata.

“Sekte Twilight Void Valley memiliki Shadow Soul Sect, Clan Mo, dan Clan Yan.

“Terakhir, Star River Mountain memiliki Astral Palace, Clan Chan, dan Clan Ye.”

Melihat tatapan Su Dingxuan yang terkejut, Su Mingze tersenyum puas.

“Sekarang kamu tahu seberapa luas dunia ini, kan? Itu baru sebagian wilayah. Belum lagi ada kekuatan besar yang setara dengan empat Sekte besar, yaitu Demonic Path.”

Su Dingxuan terdiam beberapa saat.

Ia mencerna nama-nama itu satu per satu, lalu akhirnya mengangguk. “Lalu, apa kekuatan puncak yang bisa dicapai dunia?”

“Hmm?”

Su Mingze tidak menyangka Su Dingxuan akan beradaptasi secepat itu. Ia mengira adik ke-13 ini masih akan tertegun oleh luasnya dunia luar, seperti kebanyakan saudara lain yang pertama kali mendengarnya.

Setelah diam sebentar, Su Mingze tetap menjelaskan.

“Kekuatan terkuat yang bisa dicapai adalah Void Refining. Jumlahnya hanya dapat dihitung dengan jari. Di empat Sekte Besar saja, hanya ada enam. Untuk detail spesifiknya, aku tidak tahu. Terlebih lagi, Demonic Path yang setara dengan mereka pasti juga memiliki sosok besar seperti itu.”

Ia menurunkan gelasnya. “Biasanya mereka hanya fokus pada kultivasi. Umur mereka sangat, sangat panjang, jadi mereka jarang terlibat dalam urusan duniawi.”

“Lalu apakah ada Realm di atas Void Refining?” tanya Su Dingxuan.

Dari warisan Leluhur Pendiri Great Spirit Ancestral Sect, ia tahu bahwa dahulu pernah ada orang-orang yang mencapai puncak kultivasi dunia ini. Tetapi itu terjadi jutaan tahun lalu. Karena itu, ia ingin mengetahui bagaimana keadaan dunia saat ini.

“Ini…”

Su Mingze terdiam.

Ia berkedip beberapa kali sambil menatap Su Dingxuan, tampak ragu apakah harus menjelaskan atau tidak.

Su Dingxuan tersenyum. “Aku orang yang fokus pada kultivasi. Jadi anggap saja ini sebagai motivasi sekaligus peringatan untuk diriku sendiri, bahwa masih ada langit di atas langit.”

“Ada langit di atas langit?”

Mata Su Mingze sedikit bersinar. “Kata-kata yang bagus.”

Untuk sesaat, ekspresinya tampak seperti menemukan seseorang yang berada di frekuensi yang sama dengannya. Su Mingze sendiri juga mirip dengan Su Dingxuan. Baginya, alam yang lebih tinggi bukan hanya sesuatu untuk dikagumi, tetapi juga sesuatu yang dijadikan motivasi.

Ia meletakkan gelasnya perlahan, lalu berkata, “Sejak akhir zaman kuno, mungkin pernah terjadi kekacauan yang sangat besar. Membuat sebagian warisan leluhur dari zaman kuno menghilang. Itulah alasan mengapa orang-orang zaman sekarang selalu ingin menjelajahi setiap alam rahasia yang terbuka, baik yang sudah pernah muncul maupun yang baru muncul.

“Karena alam rahasia inilah tempat bagi dunia saat ini untuk mencari kebenaran, sekaligus mengumpulkan sumber daya.”

Su Dingxuan mengangguk pelan.

Penjelasan ini sekaligus menegaskan sesuatu baginya.

Puncak kultivasi yang dicapai dunia saat ini hanyalah Void Refining. Sedangkan ia sendiri dari warisan leluhur pendiri tau ada tingkatan lagi di atas Void Refining.

End Chapter 27.

1
Hadi Hadi
up up up
Naevys: Siap kak 🫡
total 1 replies
Naevys
Halo para pembaca, Naevys di sini.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.

Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.

Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.

Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Crimson Lotus Explosion
mau naya ni thor lu dpt ngak cuan di novel ini yg blm di tanda tangani salam pemula
Crimson Lotus Explosion: walaupun kita perbab bab update masih blm bisa ya di kontrak
total 2 replies
Hadi Hadi
lanjutkan
Dindinn
💪
Hadi Hadi
lanjutkan 😍😍😍😍
Naevys: Siap kak, 🫡
total 1 replies
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
Naevys: Sebentar lagi akan ada update chapter baru yah kak 🙏
Mkasih udah mampir
total 1 replies
Hadi Hadi
😍😍😍😍
Hadi Hadi
semangat 💪💪💪💪
Naevys: Thanks kak 🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up
Hadi Hadi
is good 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjutkan
Hadi Hadi
up up up up
Nameless Monarch
goks
Naevys: Thankyou kak
total 1 replies
Little Miao
Thor padahal lebih enak kalau nyebutnya Akar Spiritual aj.

Cuman saran aj🙏👍
Naevys: Makasih saranya kak, iya benar, saya akan revisi.

Klw ada lagi jangan sungkan berikan masukan kak, saya butuh itu. Mohon bantuanya🙏
total 1 replies
Naevys
Mungkin ada yang merasa kenapa novel ini serasa baca novel terjemahan??

Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅

Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.

Salam dari Naevys Presspire
Wawan
1 kembang dan iklan buatmu 💪✍️
T28J
/Rose//Rose//Rose/bunga untuk cerita sebagus ini
Naevys: Thanks kak, 🔥
total 1 replies
Ensley
Btw thor, bagi yang udah familiar dengan novel kultivasi memang aman sih nggak di jelaskan tentang tingkatan.

Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².

Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.

Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw
Naevys: Nanti akan ada penjelasan tingkatan kultivasinya kak, tapi kondisi MC sekarang belum mendukung itu
total 1 replies
Ensley
Tinggal jejak dulu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!