Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."
Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.
Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:
[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]
Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.
Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18: PEDANG TANPA BILAH DAN KEHANCURAN ES
Wei Wuya bergerak seperti kilat putih. Setiap tebasan Pedang Tulang Roh miliknya meninggalkan jejak embun beku di udara yang mampu membekukan aliran Qi siapa pun yang mendekat. Namun, Ye Xuan—dalam identitas Lin Fan—tetap tenang. Ia tidak mencabut pedangnya dari kain pembungkusnya. Baginya, kain kasar itu adalah segel agar identitas aslinya tidak meledak di depan publik.
"Kau meremehkanku dengan tidak menghunus pedangmu?" Wei Wuya meraung, suaranya bergetar karena amarah yang dingin. "Teknik Terlarang: Seribu Patuk Elang Salju!"
Ribuan proyektil es berbentuk paruh elang meluncur dari segala arah menuju Ye Xuan. Tidak ada ruang untuk menghindar.
[Ding! Peringatan Sistem!]
[Tekanan Domain Es meningkat menjadi 200%. Kecepatan gerak Inang berkurang 40%!]
[Saran: Gunakan 'Niat Pedang Kekacauan' tanpa melepaskan energi ungu secara visual, atau Inang akan membeku menjadi patung pajangan akademi.]
"Aku tahu apa yang harus kulakukan," bisik Ye Xuan.
Ia menggenggam Pedang Penghancur Surga yang masih terbungkus kain dengan kedua tangannya. Ia tidak menggunakan kekuatan kasar, melainkan menarik energi dari Tulang Kekacauan Bawaan untuk menciptakan getaran frekuensi tinggi pada pedangnya.
"Teknik Tanpa Nama: Getaran Hampa."
WUUUUUMMMMM—
Udara di sekitar Ye Xuan tiba-tiba bergetar hebat. Saat proyektil es Wei Wuya menyentuh radius satu meter di sekitar Ye Xuan, es-es itu hancur menjadi bubuk halus sebelum sempat menyentuh jubahnya. Getaran itu begitu kuat hingga menciptakan efek "area mati" di mana tidak ada energi hukum es yang bisa bertahan.
Wei Wuya tertegun. "Apa?! Teknik apa itu? Tidak ada Qi yang keluar, tapi hukum esku hancur?"
Di tribun kehormatan, Mo Ran mengepalkan tangannya. Ia tahu apa yang dilakukan Ye Xuan. Itu adalah penggunaan murni dari Physical Law (Hukum Fisika) yang dikombinasikan dengan energi Kekacauan tingkat mikroskopis. Sangat cerdas, namun sangat berisiko.
"Giliranku," ujar Ye Xuan.
Ia melesat maju. Tanpa gerakan yang rumit, ia menghantamkan pedang terbungkus kain itu ke arah dada Wei Wuya. Meskipun pedang itu tumpul karena terbungkus, beratnya yang mencapai 100.000 kati ditambah momentum ledakan membuat udara di jalur serangannya meledak.
BOOOM!
Wei Wuya menyilangkan pedang tulangnya untuk menangkis. Namun, wajahnya langsung memucat saat merasakan beban yang menghantamnya. Itu bukan seperti dipukul oleh pedang, melainkan seperti ditabrak oleh sebuah gunung yang jatuh dari langit.
KRAK!
Pedang Tulang Roh yang legendaris itu mulai retak. Wei Wuya terlempar mundur hingga ke tepi arena, memuntahkan darah segar yang langsung membeku di atas es.
"Kau... kau memiliki kekuatan fisik Dewa Perang!" Wei Wuya menyeka darah di bibirnya, matanya kini memancarkan kegilaan. "Cukup dengan penyamaran ini! Jika aku tidak bisa memilikimu sebagai tawanan, maka aku akan menghancurkanmu sebagai debu! Pelepasan Bayangan: Elang Pencabut Nyawa!"
Tubuh Wei Wuya mulai diselimuti asap hitam yang pekat. Aura sucinya menghilang, digantikan oleh aura kematian yang jahat. Ini adalah kekuatan dari organisasi Bayangan Pencabut Nyawa milik Klan Su. Sayap esnya berubah menjadi sayap bayangan yang membusuk, dan kekuatannya melonjak drastis hingga mencapai Spirit Severing Tahap Menengah secara paksa.
"Hentikan pertandingan ini!" teriak Mo Ran sambil berdiri. "Dia menggunakan teknik terlarang yang membahayakan nyawa!"
Namun, kepala tetua akademi menahan lengan Mo Ran. "Tunggu... lihat Lin Fan. Dia bahkan tidak berkedip."
Di tengah arena, Ye Xuan menatap Wei Wuya yang kini tampak seperti monster bayangan. Ia menyadari bahwa jika ia tidak mengakhiri ini sekarang, Wei Wuya akan meledakkan seluruh arena dan membunuh semua orang di sini.
"Sistem, aktifkan 'Isolasi Ruang' selama 0,5 detik. Jangan biarkan siapa pun melihat apa yang terjadi di dalam pusaran ini," perintah Ye Xuan dalam hati.
[Ding! Mengkonsumsi 2.000 Poin Sistem. Mengisolasi Ruang... SEKARANG!]
Seketika, sebuah kabut hitam pekat menyelimuti pusat arena, menutupi pandangan semua orang, termasuk para tetua dan cermin ajaib. Di dalam kegelapan itu, Ye Xuan menarik kain pembungkus pedangnya hanya sedikit—hanya tiga inci.
Cahaya ungu yang paling murni dan paling mengerikan meledak keluar.
"Niat Pedang Kekacauan: Kepunahan."
Satu tebasan pendek. Tidak ada suara, tidak ada cahaya yang meluap ke luar isolasi. Namun, bagi Wei Wuya, itu adalah pemandangan kiamat. Ia melihat semua bayangan dan es miliknya tersedot ke dalam kegelapan yang dihasilkan oleh bilah pedang Ye Xuan.
"T-Tidak mungkin... Kau adalah—"
SLASH!
Kalimat Wei Wuya terputus selamanya. Jiwanya, kultivasinya, dan tubuh bayangannya lenyap ditelan oleh niat pedang Ye Xuan. Saat isolasi ruang menghilang setengah detik kemudian, yang terlihat hanyalah Ye Xuan yang berdiri tenang dengan pedang yang sudah terbungkus rapi kembali, sementara Wei Wuya tergeletak tak bernyawa dengan tubuh yang utuh namun tanpa setetes pun energi kehidupan tersisa.
Keheningan yang mencekam menyelimuti seluruh akademi.
"Pemenangnya... Lin Fan!" teriak wasit dengan suara bergetar.
Ye Xuan berjalan menuju meja hadiah, mengambil kotak kayu cendana yang berisi Pil Transformasi Roh. Ia menoleh ke arah paviliun Jiang Ziyan dan memberikan sedikit anggukan, lalu menatap Mo Ran yang tampak bernapas lega.
"Malam ini," bisik Ye Xuan saat melewati Mo Ran menuju asramanya, "Aku akan menerobos ke tingkat Spirit Severing. Persiapkan keberangkatan kita ke perbatasan Alam Surgawi."