NovelToon NovelToon
Istri Kecil Uncle Dom (Kesempatan Kedua)

Istri Kecil Uncle Dom (Kesempatan Kedua)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Prince Aurora

Sial! .

Lagi-lagi Dom dibuat menangis karena cinta.

Satu kali lagi pria itu berlutut, memohon maaf dan mengemis cinta kepada istri kecilnya. Namun, sebesar apa cinta yang dia tunjukkan, Bella tetap menggeleng dengan linangan air mata. Hukuman telah wanita itu jatuhkan sepenuh cinta.

"Bella, apakah pria brengsek sepertiku tidak layak untuk mendapatkan kesempatan kedua?" Gugu Dominic dengan suara bergetar.

Keduanya saling mencintai, namun Dom kembali terlena dengan masa lalunya, perselingkuhan pria itu dengan Sarah menjadikan boomerang hebat bagi bahtera rumah tangganya bersama Bella.

Bisakah Dom merebut kembali rasa cinta dan percaya istri kecilnya seperti semula?

"Aku begitu mencintaimu, Bella. Dan kau hampir membuat pria seksi ini menjadi gila!" Desis Dominic, saat cintanya kali ini tercampur dengan ambisi amarah dan gairah.


D O N ' T P L A G I A T ! ! !
H A P P Y R E A D I N G, S U G A R R E A D E R S ! !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prince Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 — Dominic

Hujan turun dengan lembut di sore Sydney, membasahi trotoar dan membuat udara jadi segar. Bella duduk di sofa ruang tamu, memegang perutnya yang mulai membesar, perlahan merasakan tendangan kecil bayi mereka. Ia tersenyum tipis, tapi hati kecilnya tetap waspada. Dominic. Ia tidak ingin terlalu mudah luluh lagi.

Namun, suara Dominic yang memanggil dari balkon membuat hatinya berdebar.

“Bella… aku di sini.”

Wanita itu menoleh, dan matanya bertemu dengan Dominic yang berdiri di sana, payung besar di tangannya, tetap basah kuyup karena hujan. Di tangan lain, ia memegang sebuah tas kecil berisi perlengkapan bayi—mainan lembut, baju mungil, dan botol susu.

Bella mengangkat alis. “Kau… terlalu repot lagi, Dominic.”

Dominic tersenyum tipis. “Aku nggak repot. Aku cuma… ingin bayi kita merasa aku ada. Aku ingin dia mengenalku sejak awal.”

Bella menelan ludah, mencoba menahan rasa hangat yang merayapi hatinya. Ia tahu Dominic tidak akan pernah berhenti menembus pertahanannya, apalagi saat melihat bayi mereka.

Dominic masuk ke ruang tamu tanpa menunggu undangan. Ia meletakkan tas itu di meja, membuka salah satu baju kecil, dan tersenyum sambil berkata, “Lihat ini, aku pikir ini akan cocok untuk bayi kita. Lembut, nyaman… seperti aku ingin perlakukan dia nantinya.”

Bella menatapnya datar, tapi ada sesuatu yang mulai goyah. Dominic menatap perutnya, menaruh tangan di atasnya dengan lembut. “Hai, kecil… ini ayahmu. Aku nggak akan pernah ninggalin kamu atau mama-mu.”

Bella menahan napas. Suara Dominic lembut, tapi ada kesungguhan yang membuat hatinya sedikit retak. Ia ingin marah, ingin memarahi pria itu, tapi matanya tak bisa berpaling.

Dominic menoleh ke Bella. “Aku tahu kau masih nggak percaya sepenuhnya. Aku ngerti. Aku siap tunjukin dengan tindakan, bukan kata-kata.”

Selama beberapa menit, mereka duduk diam. Dominic tetap menaruh tangan di perut Bella, seolah ingin berbicara langsung dengan bayi mereka. Bella mengamati, hatinya campur aduk—marah, rindu, tapi juga hangat.

“Dominic… jangan terlalu dekat,” bisiknya akhirnya, tapi suaranya tak terdengar tegas. Ada getaran halus di akhir kata yang membuat Dominic tersenyum.

“Aku nggak akan memaksamu,” jawab Dominic. “Tapi aku akan ada di sini. Setiap saat kau dan bayi butuh.”

Hari-hari berikutnya, Dominic semakin konsisten. Ia mulai ikut menemani Bella ke dokter, membawa makanan sehat, bahkan sesekali membaca buku bayi keras-keras agar bayi mereka bisa mulai mendengar suaranya. Bella tetap jual mahal, tetap menolak sebagian besar perhatian, tapi sedikit demi sedikit ia mulai tersenyum saat Dominic bercanda ringan.

Suatu sore, Dominic duduk di sofa, membelai perut Bella sambil berbisik, “Lihat, kecil… ayahmu di sini. Ayahmu nggak akan ninggalin kamu.”

Bella menunduk, menahan air mata. Hatinya tahu, Dominic benar-benar berubah. Bukan sekadar kata-kata manis, tapi tindakan nyata yang membuatnya mulai goyah.

Dominic menatap Bella. “Aku tahu kau takut, Bella. Takut terluka lagi. Tapi aku mau kau percaya, aku nggak akan buatmu menangis lagi karena kesalahanku sendiri.”

Bella menatap mata Dominic, menemukan penyesalan dan cinta yang begitu dalam. Ia ingin menolak, ingin marah, tapi setiap kali melihat Dominic, hatinya terasa hangat. Ia tahu, meskipun ia jual mahal, Dominic siap menunggu sampai ia benar-benar percaya lagi.

Dominic tersenyum lembut. “Aku akan sabar. Aku akan tetap ada. Aku janji.”

Dan Bella, di balik dinding pertahanannya yang selama ini kuat, mulai merasakan sesuatu yang tak bisa ia abaikan. Bahwa Dominic bukan lagi pria yang sama seperti dulu. Ia pria yang berubah, yang belajar dari kesalahannya, yang siap mencintai mereka—Bella dan bayi mereka—tanpa syarat.

Di tengah hujan Sydney yang menetes lembut, satu hal jelas: Dominic tidak akan menyerah. Dan Bella, meskipun masih jual mahal, hatinya perlahan mulai membuka celah untuk percaya kembali.

1
mimief
ini orang ga kerja kerja apa yaaa🙄
dulu aja alesannya sibuk Mulu
Ampe kita di abaikan
dasar...kalau ada maunya aja,so soan semua ditinggal demi kita
nanti kalau udah dapet lagi juga lupa🙄
mimief
jadi...luluh kah?.
tapi siapa yg ga yaaa🫣
mimief
aku juga kalau jadi dia... bakalan goyah
kasih kesempatan ga ya?🙄🥹
Soraya
lanjut
mimief
kadang ga ngerti ya
.di otak para pelakor itu
dia cantik
dia sukses
tapi malah terobsesi sama milik orang lain
dan bodohnya para pria itu membuka pintu hati nya lebar"
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
aku bacanya ga nafas thor
mimief
jangan lemah...
ayo semangat bella
mimief
aku juga setuju lah Thor
cape sama orang yg belum selesai sama masa lalunya
kita akan selalu sendirian
terabaikan
dan...bukan sesuatu yg jadi prioritas
dia datang hanya kewajiban 🥹
mimief
hami yaa🥹🥹🥹
mimief
itu dia..
sebenarnya air mata bukan lah tanda kita lemah
tapi memberikan ijin buat tubuh kita mengeluarkan semua rasa
nangis aja..
yg kenceng.
tapi.....untuk saat ini aja
setelah nya kita bergerak maju ke masa depan
mimief
yah begitulah semua lelaki
mereka kan selalu merasa di zona nyamannya
merasa kita akan ditempat dan rasa yg sama
walaupun apapun yg terjadi
tapi mereka lupa semua asalnya dr mereka 🥹🥹
mimief
hiks....hiks.
kok aku yg emosi ya Thor
liat Diana yg ga tau malu
eh..mang lupa ya
pelakor mang semuanya ga tau malu🥹🥹
mimief
kau berharap apa dom...
lelah itu sesuatu yg nyata tapi tida berasa🥹🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
ya...tidak perlu mempertahankan yg ga mau bertahan buat kita🥹🥹
mimief: jujurly,aku si mau nya pisah
kita liat aja si dom ini
bener bener mau berubah atau tidak.
tapi Thor.... perselingkuhan itu seperti sakit kangker yg diam diam menyakiti kita dr dalam.
tak terlihat tapi sakitnya nyata.
walaupun mereka kembali lagi.
rasa itu ga akan sama...
ketidakpercayaan , curiga akan memberikan rasa sakit yg lebih🥹
total 2 replies
mimief
nyesek nya Ampe nembus layar Thor 🥹🥹
mimief
ya ampun aku Ampe ga nafas bacanya thor
ini...memang dr awal seperti ada yg salah bukan?🥹🥹🥹
mimief: 🥹🥹🥹🥹🥹
total 2 replies
Soraya
lanjut thor
Isn't Aurora!!💫: tetep stay yaaa🤭😍
total 1 replies
Soraya
knp dobel thor
Isn't Aurora!!💫: iyaa maaf aku salah upload, makasi udah diingetin 😊
total 1 replies
Soraya
lebih baik kmu pergi Bella
Isn't Aurora!!💫: setuju bella pergi? 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!